- Beranda
- Stories from the Heart
Patahan Salib Bidadari
...
TS
setiawanari
Patahan Salib Bidadari
In the name of Allah, the beneficient, the merciful
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Terimakasih untuk gambar sampulnya awayeye
Terimakasih Kaskus, khususnya untuk sub forum SFTH yang telah menyediakan tempat menampilkan sebuah cerita. Sebuah fasilitas yang akan saya gunakan untuk menulis dimulai dari hari ini hingga di hari-hari selanjutnya.
Terlepas dari nyata atau tidaknya cerita ini, adalah tidak terlalu penting karena sebagian dari kisah nyata dan sebagian dari imaginasi saya. Harapan saya tokoh-tokoh dalam cerita ini dapat menjadi inspirasi untuk para pembaca cerita yang saya tulis ini dapat menjadikan saya untuk terus berkreatifitas.
Mohon maaf jika materi dalam cerita ini nantinya ada kesalahan dan menyinggung pihak-pihak tertentu sekiranya nasihat, kritik dan saran dari agan/sista yang lebih berpengalaman selalu sangat saya harapkan.
Menemani istirahat untuk menghilangkan lelah setelah pulang kerja/sekolah/kuliah, atau saat sedang menunggu sesuatu mari kita baca ceritanya. Ditemani alunan musik dan segelas kopi/cokelat/susu/teh hangat kita kembali ke beberapa tahun yang lalu!!!.
PEMBUKA CERITA
Terpaku di dalam rasa cinta yang tak mungkin pudar, menanti cinta datang membawa arti sampai segenap organ ini berhenti.
Sore itu saat cuaca cerah di lantai 6 gedung akademisi yang melahirkan sarjana ekonomi terbaik aku termenung. Melamunkan manis, asam, asin dan pahitnya segala kehendak Tuhan yang dianugerahkan kepada salah satu ciptaanNya.
Manusia diberikan otak untuk berfikir dan menggunakan logika lalu diberikan hati untuk merasakan. Hati adalah malaikat sedangkan otak kadang menjadi iblis dan sangat sulit untuk mengontrolnya menjadi malaikat. Hati menjerit saat kita berbuat salah sedangkan otak adalah penyebab semua kesalahan yang dilakukan manusia. Malaikat dan iblis adalah gambaran dari manusia, sebagai simbol antara kebaikan dan kejahatan. Kebaikan tidak akan bersanding dengan kejahatan dan sebaliknya.
“Permisi Mas! Bisa pindah duduknya, lantainya mau di bersihkan!” Sapa seorang petugas cleaning service membuyarkan lamunanku.
“Oh, iya mas”. Jawabku sambil berlalu pergi menuju tempat parkir motor tepatnya dihalaman depan kampus.
Karamnya cinta ini
Tenggelamkanku diduka yang terdalam
Hampa hati terasa
Kau tinggalkanku meski ku tak rela
Salahkah diriku hingga saat ini
Kumasih mengharap
Kau tuk kembali………
Sore itu gerimis turun saat aku pulang, tak terasa sampai ditempat kos yang kebetulan hanya berjarak 10 menit dari kampus air hujan membasahi jaket jeans yang ku kenakan. Segera aku mengambil handuk dan membersihkan diri, bersiap untuk mengucapkan syukur kepada Yang Maha Kuasa. Dengan ritual sholat Ashar aku merasakan kedamaian yang tidak ada bandingannya, sebagai bentuk kepatuhan dan rasa syukur atas semua yang diberikan Tuhan baik itu berkah yang membuat hati senang maupun musibah sebagai ujian kepada hambanya agar menjadi sosok yang lebih kuat.
Waktunya istirahat, kurebahkan badan ini di kasur busa sebagai surga dunia yang paling indah, sambil memutar lagu menemaniku melepas lelah. Secangkir kopi hitam telah kusiapkan untuk menghangatkan suasana karena diluar hujan turun semakin deras. Kupandangi sebuah kalung berwarna emas berliontin salib yang bersanding dengan sebuah kalung perak berliontin lafaz Allah, tergantung dibawah poster foto Ibu Sundari Sukotjo tepat di tengah-tengah dinding kamar kosku. Masih menampakkan kilaunya meski kalung-kalung itu sudah hampir 4 tahun lamanya. Aku bangkit dari tempat tidur, meminum sedikit kopi hitam, sambil menarik nafas dalam sedalam yang aku mampu. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu di sore ini, ya aku merasakan suatu kerinduan yang luar biasa dengan pemilik kalung salib yang tergantung dikamarku, seorang yang sangat suka musik klasik, seseorang pecinta sepakbola, seseorang yang suka kopi hitam dan mungkin pernah mencintaiku walaupun tak pernah mengungkapkan sepatah katapun.
“Ya Tuhan hari ini aku kangen banget sama dia, meski tak sebesar kangen ku kepadaMu, tapi sungguh seolah-olah aku merasa sangat lemah dan sangat kehilangan. Hari ini tepat 4 bulan yang lalu dia beranjak pergi dari tempat ini, dia pergi untuk cita-citanya, untuk impiannya dan bodohnya aku belum sempat mengutarakan seluruh perasaanku kepadanya. Perbedaan keyakinanlah yang menghalangi, aku bahkan hanya bisa diam membisu saat ku ingin mengucapkan seluruh rasa cinta ini aku takut rasa cinta kepada makhluk ciptaanMu melebihi rasa cintaku padaMu. Tak kuasa air mata ini menetes, berusaha ku tahan tapi tak sanggup karena mungkin ini air mata rindu yang mencapai puncaknya.
Aku bukan seorang penulis tetapi hari ini tiba-tiba ingin sekali aku ingin sekali memainkan jariku di keyboard yang biasanya hanya kupakai untuk membuat tugas. Aku ingin menulis tentang dirimu tentang cerita kita, walaupun mungkin tidak berujung bahagia tidak apa karena mungkin dengan tulisan ini aku bisa mencurahkan segala isi hati dan kerinduanku kepada mu. Kenangan indah tentang hari-hari yang pernah kulalui dengan seorang bidadari yang telah merubah seluruh hidupku, meski meninggalkan perasaan yang terus menggantung entah sampai kapan. Bidadari yang datang di hidupku, menemaniku sejenak lalu pergi meninggalkan patahan salibnya di hidupku.
Mungkin suatu saat nanti
Kau temukan bahagia meski tak bersamaku
Bila nanti kau tak kembali
Kenanglah aku sepanjang hidupmu
Sekilas Gambar Tentang Aku
Harapan Sesuai dengan Kenyataan
Kerikil Kecil dan Awan yang Jauh
Pertemuan dengan Sahabat
Sepatu Mengawali Sebuah Impian
Dunia Kampus dan Teman Baru
Keluarga Kecil Bernama HALTE
Sesuatu Mengganggu Pesta Akhir Smester
Diantara Rasa Kagum dan Penasaran
Meluapnya Sebuah Emosi
Hubungan yang Semakin Dekat
Kegelisahan Menghadapi Perasaan yang Berbeda
Siang Menjadi Malam dan Sebaliknya
Perjalanan yang Semakin Indah
Momen Menggelikan dan Warna Kehidupan
Dilema Menghadapi Ungkapan Perasaan
Tetangga di Sekitar Kami
Liontin Salib untuk Leher yang Indah
Kepedihan Cerita di Masa Lalu
Senyuman untuk Hati yang Terluka
Sosok yang Menjadi Pertanyaan
Mencoba Menghilangkan Trauma
Pelangi yang Hilang Bersama Turunnya Hujan
Malam Kebahagiaan Bersama Keluarga Kecil
Bidadari Kecil Kini Telah Dewasa
Kebahagiaan Kini Tinggal Prasasti
Semua Terjadi Sangat Cepat
Sebuah Cinta yang Salah
Surga yang Tak Layak untuk Dilihat
Rumput Dingin Di Bawah Bangku Taman
Pahitnya Sebuah Ucapan
Air Mata Menepis Kerasnya Kata-kata
Satu Langkah ke Arah Normal
Bertahan Hanya dalam Waktu Singkat
Semakin Tenggelam dalam Kedekatan
Lilin Kecil di Malam Penuh Kebahagiaan
Selamat Datang Kemarau
Kerinduan yang Teramat Dalam
Hembusan Angin Masa Lalu
Sayap yang Kuat Untuk Bidadari Kecil
Tinta Biru Menorehkan Luka
Berusaha Menyembunyikan Luka
Hilangnya Rasa Segan
Keberhasilan Tanpa Perayaan
Berharap Hanya Andai Saja
Serpihan Kenangan yang Menyiksa
Tempat Baru
Berita Baik Bersama Undangan
Selamat Menempuh Hidup Baru
Kesan yang Baik di Hari Pertama
Insiden Kecil dan Masa yang Telah Terlewati
Menutup Momen 4 Tahun Kebersamaan
Kotak Makan Siang
Keberanian Untuk Memulai
Pahitnya Sambutan Selamat Datang
Seperti Kembali ke Waktu Itu
Teka Teki dari Perhatian Sederhana
Cerita di Ujung Sore
Peneduh Panasnya Amarah
Mengungungkapkan tak Semudah Membayangkan
Titik Terang yang Terasa Gelap
Patahan Salib Bidadari
Terimakasih Untuk Masa yang Terlewati
Apa yang Sebenarnya Terjadi
Kembali Terjatuh
Dunia Ciptakan Keindahan
Dan Kebahagiaan [TAMAT]
Kata Penutup (Q&A)
Diubah oleh setiawanari 10-07-2018 17:35
nona212 dan calebs12 memberi reputasi
3
111.2K
608
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
setiawanari
#10
Dunia Kampus dan Teman Baru
Semua hal didunia ini tidak ada yang tidak mungkin dicapai jika kita berusaha tanpa kenal lelah dan tidak pernah menyerah. Dengan usaha diiringi doa, manusia dapat mencapai apa yang menjadi keinginan mereka. Pada dasarnya manusia memiliki semangat yang kuat untuk mencapai sesuatu. Namun saat sesuatu tersebut dicapai maka mempertahankannya adalah sesuatu hal yang lebih sulit dan membutuhkan kekuatan lebih dibandingkan pada saat ingin mencapainya. Kata orang bijak, kita mudah untuk mencapai segala sesuatu yang kita inginkan, tetapi saat kita telah memperoleh apa yang kita inginkan terkadang kita lupa untuk bersyukur dan pada akhirnya kita tidak mampu mempertahankannya. Jadi dengan bersyukur itulah kita mampu mempertahankan segala sesuatu yang telah kita peroleh. Bersyukur tidak hanya dalam ucapan dan perasaan bangga atau berbesar hati. Bersyukur yang nyata adalah dengan selalu menjaga apa yang telah kita peroleh dan selalu ingat pengorbanan yang telah kita lakukan untuk meraih sesuatu yang kita inginkan.
Pengenalan Dasar-Dasar Kehidupan Kampus atau ospek menandai calon mahasiswa yang sebentar lagi akan menjadi mahasiswa. Kegiatan tersebut dilakukan kampus untuk menyambut calon mahasiswa agar memahami, semua hal dan aktivitas akademisi seorang mahasiswa nantinya. Setiap universitas memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam melakukan ospek, ada yang dengan tradisi keras dan ada yang dengan kegiatan lunak. Keras dalam hal ini calon mahasiswa di wajibkan mengikuti ospek dengan kegiatan yang tidak lazim seperti membawa sesuatu hal yang aneh, memakai atribut aneh dan kegiatan dilakukan oleh senior-senior kampus terbilang sangat tidak mendidik. Ospek ini biasanya digunakan oleh para senior untuk melakukan tindakan perpeloncoan dan akan terus terjadi secara turun-temurun. Tetapi ada juga ospek diisi dengan kegiatan lunak seperti calon mahasiswa dibagi ke dalam kelompok, kemudian diisi dengan seminar dari pembicara para ahli , games-games yang mendidik dan presentasi kelompok. Ospek jenis inilah yang diterapkan oleh kampus yang akan aku singgahi nantinya.
Hari pertama ospek aku tergabung dalam kelompok ungu berjumlah 20 orang, semua calon mahasiswa, menggunakan seragam celana bahan warna hitam, kemeja panjang putih, dengan sepatu fantovel hitam untuk mahasiswa pria. Sedangkan untuk calon mahasiswa wanita menggunakan rok bahan hitam dibawah dengkul, kemeja panjang putih dengan sepatu fantopel.
Sebagian besar calon mahasiswa disini didominasi warga keturunan tionghoa, mungkin perbandingannya 40 persen pribumi dibanding 60 persen tionghoa. Hari pertama hanya diisi perkenalan diri dalam keleompok dan kemudian diisi dengan seminar bertemakan Ekonomi dengan 3 pembicara yang kesemuanya adalah pejabat dari berbagai instansi perusahaan besar di Indonesia. Kegiatan yang dimulai pukul 8 akhirnya berakhir pada pukul 14.00, di tandai dengan tepukan yang meriah dari calon mahasiswa ketika pembicara seminar terakhir menyelesaikan materinya. Sebelum pulang kami diberi arahan jadwal kegiatan besuk oleh 2 orang Pembina kelompok yang tidak lain adalah mahasiswa senior dari kampus. Mereka adalah Viona dan Rudy mahasiwa angkatan 2006, seumuran denganku hanya mereka masuk disini lebih dulu.
Hari kedua ospek pun tidak jauh berbeda dengan hari pertama, hanya di isi oleh seminar dan presentasi individu dalam kelompok ditambah dengan penjelasan denah kampus dan penyampain informasi standar operasional perkuliahan. Menghabiskan waktu yang sama dengan ospek hari pertama. Di hari kedua ini terlihat para calon mahasiswa mulai terlihat cair dan suasana terlihat semakin ramai, ini kemungkinan karena para calon mahasiswa sudah saling mengenal di hari pertama ospek.
Calon mahasiswa tidak diperbolehkan membawa kendaraan terpaksa aku berjalan kaki menuju kampus dan sampai dengan tepat waktu. Memasuki pintu gerbang kampus ternyata semua calon mahasiswa telah berkumpul aku pun segera bergabung dengan kelompokku, tidak sulit mencarinya kerena setiap anggota kelompok memakai pita ungu yang diikat di lengan kiri atas. Aku pun segera duduk di tempat kelompokku berkumpul dan tidak lama acara di mulai dengan pembicara dari motivator terkenal yang sering mengisi acara-acara di radio dan penulis buku-buku motivasi. Jadwal acara ospek terakhir hari ini kan berlangsung lebih lama dibandingkan acara sebelumnya karena ada upacara penutupan kegiatan ospek. Kegiatan seminar, dan games diakhiri seperti hari sebelumnya. Setiap akhir dari satu materi seminar akan nada 6 pertanyaan game dan dari semua pertanyaan dalam game tidak ada satupun yang berhasil aku jawab karena kalah cepat dengan peserta lain. Kemudian salah satu dari anggota kelompok akan mempresentasikan kepada anggota didalam kelompok tersebut ulasan hasil materi seminar yang telah disajikan. Hadiahnya cukup menarik berupa perlengkapan alat tulis dan voucer pulsa namun tidak jarang beberapa peserta ada mendapat hadiah tertawaan dari peserta ospek karena salah menjawab. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus tersebut yang disampaikan oleh ketua masing masing UKM mulai dari olahraga, pecinta alam, bahasa mandarin, bahasa inggris, bela diri, keagamaan dan terakhir ditutup dengan presentasi paduan suara.
Hal yang kurasakan saat itu adalah lelah bercampur senang karena mulai mengenal orang orang yang akan menjadi temanku nantinya. Dalam waktu tiga hari ini aku sudah mulai akrab dan mengenal beberapa orang terutama di dalam kelompok ku meskipun masih agak canggung saat berbicara. Orang pertama yang paling nyambung denganku adalah Sandro, etnis Medan, berasal dari SMA di Kota Tangerang. Nyambung karena bicaranya ceplas ceplos dan tidak pernah disaring. Yang kedua adalah Kelvin berkulit hitam rembut keriting, yang kemudian aku panggil Ambon meskipun aslinya berasal dari Ende, Nusa Tenggara Timur.
”Awan?”Suara wanita memanggil ku.
“Iya, ada apa kak?” Kataku melihat kearah suara panggilan itu ternyata Viona pembina kelompok ospek yang memanggilku.
“Bantu saya membawa jas alamater yang akan dibagikan untuk anak-anak.” Jawab viona
“Siap Kak.” Kataku sambil berjalan dibelakang Viona menuju ke ruang senat untuk mengambil tumpukan jas almamater yang telah disediakan untuk kelompok Ungu. Ternyata disana Rudi (partner Viona) sudah menunggu dan kamipun membawa tumpukan jas almamater ke tempat anak-anak berkumpul.
“Oke sekarang semuanya dengarkan saya, hari ini kalian resmi menjadi mahasiswa dan berhak mengenakan jas almamater yang sekarang saya pegang. Tetapi ingat jas almamater tersebut adalah simbol kampus tempat kalian dididik, simbol kehormatan dan kebanggaan yang harus tetap kalian jaga dengan tidak berbuat hal hal yang dapat mencemarkan nama baik kampus. Dengan kalian memakai jas almamater tersebut diharapkan mampu menjadi mahasiswa yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Negara, menjadi lulusan yang kelak sesuai dengan visi yang telah di tetapkan oleh kampus. Jadi pesan saya jaga selalu almamater kalian dimanapun kalian berada.” Kata Rudi dihadapan kelompok ungu
“Sekarang siapa yang berhak mendapatkan almamater ini, syaratnya harus menjawab pertanyaan akan saya berikan dan tunjukkan tangan bagi kalian yang bisa menjawab, langsung saja pertanyaan pertama. Apa makna dari warna biru yang menjadi warna dasar almamater kalian’’ kata Viona member pertanyaan.
“Arti warna biru tersebut adalah sebuah integritas dan ketulusan yang menjadi tujuan pendidikan untuk ikut serta dalam kemajuan bangsa dan Negara.” Jawab Riska menjawab pertanyaan tersebut.
“Tepat sekali, sini maju kedepan.” Kata Viona sembari menyerahkan jas almamater kepada Riska.
Pertanyaan demi pertanyaan telah dijawab dan sebagian besar dari anggota kelompok telah mendapatkan jas almamater. Hanya tinggal Aku, Kelvin dan Sandro yang belum mendapat jas tersebut.
“Awan, Sandro, Kelvin, kenapa dari tadi kalian tidak berusaha menjawab?” Teriak Viona
Hening sejenak, kami saling pandang..
“Ehmmm kalah cepat dengan yang lain Kak.” Kata sandro menjawab.
“Ah alasan bilang aja waktu seminar kalian tidak serius mendengarkannya.” Jawab Viona sedikit kesal.
Setelah beberapa pertanyaan dan mungkin karena jengkel akibat kami salah dalam menjawab akhirnya kami mendapat jas almamater meskipun harus menjadi bahan tertawaan anggota kelompok. Termasuk Dhea, anggota kelompok paling cantik yang tertawa lepas melihat kelakuan kita bertiga saat menjawab pertanyaan.
“Baiklah sekarang kalian semua pakai jas almamaternya, dan kita segera menuju lapangan untuk upacara penutupan.” Kata Rudy
We are from violet two thousand and eight, ye ye ye!
Serempak kami meneriakan yel yel kemudian berjalan ke lapangan mengenakan almamater sambil membawa glow stick untuk mengikuti upacara penutupan dan menyaksikan performa Yovi Nuno sebagai bintang tamu.
“Kenapa bukan Sheila on 7 bintang tamunya.” Pikirku
Jam 19.00 sambutan penutupan dari ketua rektor diakhiri kemudian dilanjutkan dengan alunan lagu-lagu cinta dari Yovi Nuno yang tidak begitu masuk di telingaku. Semua peserta menggunakan jas almamater bergoyang sambil mengayun-ayunkan fosfor stick mengikuti irama lagu. Ospek dan sambutan untuk mahasiswa baru berakhir ditandai dengan selesainya penampilan Yovi Nuno diikuti suara ledakan kembang api yang berwarna-warni yang menggema diantara ramainya lalu lalang kendaraan di jalan depan kampus
Selamat datang dunia kampus!!!!
Pengenalan Dasar-Dasar Kehidupan Kampus atau ospek menandai calon mahasiswa yang sebentar lagi akan menjadi mahasiswa. Kegiatan tersebut dilakukan kampus untuk menyambut calon mahasiswa agar memahami, semua hal dan aktivitas akademisi seorang mahasiswa nantinya. Setiap universitas memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam melakukan ospek, ada yang dengan tradisi keras dan ada yang dengan kegiatan lunak. Keras dalam hal ini calon mahasiswa di wajibkan mengikuti ospek dengan kegiatan yang tidak lazim seperti membawa sesuatu hal yang aneh, memakai atribut aneh dan kegiatan dilakukan oleh senior-senior kampus terbilang sangat tidak mendidik. Ospek ini biasanya digunakan oleh para senior untuk melakukan tindakan perpeloncoan dan akan terus terjadi secara turun-temurun. Tetapi ada juga ospek diisi dengan kegiatan lunak seperti calon mahasiswa dibagi ke dalam kelompok, kemudian diisi dengan seminar dari pembicara para ahli , games-games yang mendidik dan presentasi kelompok. Ospek jenis inilah yang diterapkan oleh kampus yang akan aku singgahi nantinya.
Hari pertama ospek aku tergabung dalam kelompok ungu berjumlah 20 orang, semua calon mahasiswa, menggunakan seragam celana bahan warna hitam, kemeja panjang putih, dengan sepatu fantovel hitam untuk mahasiswa pria. Sedangkan untuk calon mahasiswa wanita menggunakan rok bahan hitam dibawah dengkul, kemeja panjang putih dengan sepatu fantopel.
Sebagian besar calon mahasiswa disini didominasi warga keturunan tionghoa, mungkin perbandingannya 40 persen pribumi dibanding 60 persen tionghoa. Hari pertama hanya diisi perkenalan diri dalam keleompok dan kemudian diisi dengan seminar bertemakan Ekonomi dengan 3 pembicara yang kesemuanya adalah pejabat dari berbagai instansi perusahaan besar di Indonesia. Kegiatan yang dimulai pukul 8 akhirnya berakhir pada pukul 14.00, di tandai dengan tepukan yang meriah dari calon mahasiswa ketika pembicara seminar terakhir menyelesaikan materinya. Sebelum pulang kami diberi arahan jadwal kegiatan besuk oleh 2 orang Pembina kelompok yang tidak lain adalah mahasiswa senior dari kampus. Mereka adalah Viona dan Rudy mahasiwa angkatan 2006, seumuran denganku hanya mereka masuk disini lebih dulu.
Hari kedua ospek pun tidak jauh berbeda dengan hari pertama, hanya di isi oleh seminar dan presentasi individu dalam kelompok ditambah dengan penjelasan denah kampus dan penyampain informasi standar operasional perkuliahan. Menghabiskan waktu yang sama dengan ospek hari pertama. Di hari kedua ini terlihat para calon mahasiswa mulai terlihat cair dan suasana terlihat semakin ramai, ini kemungkinan karena para calon mahasiswa sudah saling mengenal di hari pertama ospek.
Calon mahasiswa tidak diperbolehkan membawa kendaraan terpaksa aku berjalan kaki menuju kampus dan sampai dengan tepat waktu. Memasuki pintu gerbang kampus ternyata semua calon mahasiswa telah berkumpul aku pun segera bergabung dengan kelompokku, tidak sulit mencarinya kerena setiap anggota kelompok memakai pita ungu yang diikat di lengan kiri atas. Aku pun segera duduk di tempat kelompokku berkumpul dan tidak lama acara di mulai dengan pembicara dari motivator terkenal yang sering mengisi acara-acara di radio dan penulis buku-buku motivasi. Jadwal acara ospek terakhir hari ini kan berlangsung lebih lama dibandingkan acara sebelumnya karena ada upacara penutupan kegiatan ospek. Kegiatan seminar, dan games diakhiri seperti hari sebelumnya. Setiap akhir dari satu materi seminar akan nada 6 pertanyaan game dan dari semua pertanyaan dalam game tidak ada satupun yang berhasil aku jawab karena kalah cepat dengan peserta lain. Kemudian salah satu dari anggota kelompok akan mempresentasikan kepada anggota didalam kelompok tersebut ulasan hasil materi seminar yang telah disajikan. Hadiahnya cukup menarik berupa perlengkapan alat tulis dan voucer pulsa namun tidak jarang beberapa peserta ada mendapat hadiah tertawaan dari peserta ospek karena salah menjawab. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus tersebut yang disampaikan oleh ketua masing masing UKM mulai dari olahraga, pecinta alam, bahasa mandarin, bahasa inggris, bela diri, keagamaan dan terakhir ditutup dengan presentasi paduan suara.
Hal yang kurasakan saat itu adalah lelah bercampur senang karena mulai mengenal orang orang yang akan menjadi temanku nantinya. Dalam waktu tiga hari ini aku sudah mulai akrab dan mengenal beberapa orang terutama di dalam kelompok ku meskipun masih agak canggung saat berbicara. Orang pertama yang paling nyambung denganku adalah Sandro, etnis Medan, berasal dari SMA di Kota Tangerang. Nyambung karena bicaranya ceplas ceplos dan tidak pernah disaring. Yang kedua adalah Kelvin berkulit hitam rembut keriting, yang kemudian aku panggil Ambon meskipun aslinya berasal dari Ende, Nusa Tenggara Timur.
”Awan?”Suara wanita memanggil ku.
“Iya, ada apa kak?” Kataku melihat kearah suara panggilan itu ternyata Viona pembina kelompok ospek yang memanggilku.
“Bantu saya membawa jas alamater yang akan dibagikan untuk anak-anak.” Jawab viona
“Siap Kak.” Kataku sambil berjalan dibelakang Viona menuju ke ruang senat untuk mengambil tumpukan jas almamater yang telah disediakan untuk kelompok Ungu. Ternyata disana Rudi (partner Viona) sudah menunggu dan kamipun membawa tumpukan jas almamater ke tempat anak-anak berkumpul.
“Oke sekarang semuanya dengarkan saya, hari ini kalian resmi menjadi mahasiswa dan berhak mengenakan jas almamater yang sekarang saya pegang. Tetapi ingat jas almamater tersebut adalah simbol kampus tempat kalian dididik, simbol kehormatan dan kebanggaan yang harus tetap kalian jaga dengan tidak berbuat hal hal yang dapat mencemarkan nama baik kampus. Dengan kalian memakai jas almamater tersebut diharapkan mampu menjadi mahasiswa yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Negara, menjadi lulusan yang kelak sesuai dengan visi yang telah di tetapkan oleh kampus. Jadi pesan saya jaga selalu almamater kalian dimanapun kalian berada.” Kata Rudi dihadapan kelompok ungu
“Sekarang siapa yang berhak mendapatkan almamater ini, syaratnya harus menjawab pertanyaan akan saya berikan dan tunjukkan tangan bagi kalian yang bisa menjawab, langsung saja pertanyaan pertama. Apa makna dari warna biru yang menjadi warna dasar almamater kalian’’ kata Viona member pertanyaan.
“Arti warna biru tersebut adalah sebuah integritas dan ketulusan yang menjadi tujuan pendidikan untuk ikut serta dalam kemajuan bangsa dan Negara.” Jawab Riska menjawab pertanyaan tersebut.
“Tepat sekali, sini maju kedepan.” Kata Viona sembari menyerahkan jas almamater kepada Riska.
Pertanyaan demi pertanyaan telah dijawab dan sebagian besar dari anggota kelompok telah mendapatkan jas almamater. Hanya tinggal Aku, Kelvin dan Sandro yang belum mendapat jas tersebut.
“Awan, Sandro, Kelvin, kenapa dari tadi kalian tidak berusaha menjawab?” Teriak Viona
Hening sejenak, kami saling pandang..
“Ehmmm kalah cepat dengan yang lain Kak.” Kata sandro menjawab.
“Ah alasan bilang aja waktu seminar kalian tidak serius mendengarkannya.” Jawab Viona sedikit kesal.
Setelah beberapa pertanyaan dan mungkin karena jengkel akibat kami salah dalam menjawab akhirnya kami mendapat jas almamater meskipun harus menjadi bahan tertawaan anggota kelompok. Termasuk Dhea, anggota kelompok paling cantik yang tertawa lepas melihat kelakuan kita bertiga saat menjawab pertanyaan.
“Baiklah sekarang kalian semua pakai jas almamaternya, dan kita segera menuju lapangan untuk upacara penutupan.” Kata Rudy
We are from violet two thousand and eight, ye ye ye!
Serempak kami meneriakan yel yel kemudian berjalan ke lapangan mengenakan almamater sambil membawa glow stick untuk mengikuti upacara penutupan dan menyaksikan performa Yovi Nuno sebagai bintang tamu.
“Kenapa bukan Sheila on 7 bintang tamunya.” Pikirku
Jam 19.00 sambutan penutupan dari ketua rektor diakhiri kemudian dilanjutkan dengan alunan lagu-lagu cinta dari Yovi Nuno yang tidak begitu masuk di telingaku. Semua peserta menggunakan jas almamater bergoyang sambil mengayun-ayunkan fosfor stick mengikuti irama lagu. Ospek dan sambutan untuk mahasiswa baru berakhir ditandai dengan selesainya penampilan Yovi Nuno diikuti suara ledakan kembang api yang berwarna-warni yang menggema diantara ramainya lalu lalang kendaraan di jalan depan kampus
Selamat datang dunia kampus!!!!
Diubah oleh setiawanari 05-09-2017 23:55
g.gowang memberi reputasi
1