- Beranda
- Stories from the Heart
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
...
TS
prestant18
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
![Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/09/7213687_20171009032458.jpg)
CREDIT PICT: AGAN CATUR SAPUTRA
assalamualaikum
selamat siang kaskusers,
ane akan melanjutkan cerita dari thread ane sebelumnya.
untuk readers yang belum membaca kisah sebelumnya, silahkan baca di kisah keluarga perantau.
untuk cerita tentang perjalanan hidup dimana ane sudah mandiri,
cerita tersebut akan ane link dibawah,
selamat menikmati.... :
1. the beggining
2. tanah pertama
3. rumah pakdhe
4. kerja
5. belajar mengendalikan diri
6. desi
7. panggilan tes
8. Training
9. nilai dari sebuah perjalanan
10. misteri baung part 1
11. misteri baung part 2
12. misteri baung part 3
13. misteri baung part 4
14. mister baung part 5
15. misteri baung last part
16. perkenalan
17 teror
18. shita
19. shita 2
20. fighting
21. rendi
22. drama[belajar dewasa]
23. finally, we are. . .
24. another side from shita
25. moments
26. crash
27. about rendi
28. perpisahan 1
29. suasana baru
30. quality time 1
31. quality time 2
32. :'(
33. last memories of shita
34. TAKDIR
35. sisi gelapku
36. misteri mimpi nyata 1
37. misteri mimpi nyata 2
38. misteri mimpi nyata 3
39. resolusi
40. arah perubahan
41. rumah mas malik 1
42. rumah mas malik 2
43. rumah mas malik 3
44. rumah mas malik 4
45. maung dan mbah
46. rumah mas malik last chapter
47. sheryi 1
48. sheryl 2
49. djakarta; first impression
50. pemberitahuan
51. samapta
52. 2nd test
53. jangan sok
54. masa peralihan
55. tes kerja lagii
56. UPDATE SPESIAL TENTANG CV
57. indonesia
58. misteri divisi siang 1
59. misteri divisi siang 2 ( the story )
60. misteri divisi siang ( last part )
61. kematian itu pasti
62. PHK
63. adikku bernama dian 1
64. adikku bernama dian 2
65. titik balik
66. terus berjuang!!
67. SEMANGAT MERDEKA SAUDARAKU!
68. OJT 1
69. OJT 2
70. adek 1
71. adek 2
72. tulungagung, wecome to the jungle
73. pengalaman misteri baru
74. traveling with shita's family, [sakit]
75. she is. . .
76. hujan sore itu
77. aku ingin memastikan
78. sheryl's stories 1
79. sheryl's stories 2
80. sheryl's stories 3
81. my choice is, ,
82. teror 1; mabuk
83. alasanku memilih
84. teror 2, santet 1
85. teror 2, santet 2
86. karena kamu berbeda
87. teror 3, gangguan semakin berat
88. teror4, akhir
89. mimpi
90. hari yang dinanti nanti??
91. pertengkaran 1, fakta
92. pertengkaran 2, itu bukan kamu yang kukenal
93. PERTENGKARAN 3, AKHIR
94. SHERYL; FINAL CHAPTER
95. EPILOG
Diubah oleh prestant18 09-10-2017 03:30
zoekyvalkrye dan 65 lainnya memberi reputasi
62
1.3M
3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
prestant18
#1774
adek 1
udara malam itu terasa dingin.
sepeda motor yang kupinjam dari salah satu temanku yang rumahnya di dekat mess perlahan lahan menembus kegelapan malam.
aku memang baru saja keluar dari daerah kepanjen dan mulai mengarah ke daerah karangkates.
tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang karena jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam lebih.
aku hanya berharap semoga aku bisa segera sampai di mess dan segera beristirahat karena besok pagi aku sudah mulai menerima pembekalan dari kantor sektor.
sambil mengawasi keadaan sekitar, pikiranku kembali melayang kepada kejadian sore tadi, ,
" hai dek, gimana kabarnya? "
aku membuka percakapan dengan sheryl.
saat itu kami duduk di teras setelah makan malam selesai.
aku duduk di dekat pilar sebelah selatan, sheryl di dekat pilar sebelah utara.
aku duduk bersandar menghadap ke sheryl, sedangkan dia duduk menghadap jalanan sambil menopang tubuhnya dengan kedua tangan.
sheryl sudah duduk disana semenjak tadi setelah melepas kepergian tomi, sedangkan aku menyusul setelah selesai membantu mamah beres beres.
sheryl: " alhamdulillah baik mas, mas tiyo gimana? "
aku: " ya, alhamdulillah kaya yang kamu lihat "
sheryl: " ooh "
suasana sempat hening, karena sheryl hanya menanggapi dengan sepatah kata tersebut.
aku: " sekarang kamu sudah kuliah ya? kuliah dimana? "
sheryl: " di ****** mas "
aku: " masih di dekat sini aja berarti "
sheryl: " iya, sama ayah nggk boleh jauh jauh "
aku: " ya maklum dek, mungkin ayah masih trauma jauh dari putrinya "
sheryl: " iya mas "
suasana kembali hening.
ada kecanggungan diantara kami.
aku jadi makin bingung karena sheryl terasa dingin, , sangat berbeda dengan sheryl yang dulu.
aku: " emm, , dek, aku mau minta maaf ya? "
sheryl: " buat apa mas? "
sheryl bertanya balik sambil tetap menatap depan.
iya, sedari tadi percakapan kami, tidak sekalipun sheryl melakukan kontak mata denganku.
aku menangkap ada sesuatu yang salah.
dan pikiranku berkata jika sheryl masih marah tentang dua setengah tahun yang lalu.
aku: " aku minta maaf untuk perkataanku di hari terakhir kita bertemu dulu "
sheryl: " emang ngomong apa sih? "
sheryl langsung bertanya balik.
namun dengan tetap menatap kedepan. .
ke arah tanah kosong di depan rumah.
aku: " ee, , , yaa itu, yang dulu , , "
sheryl tidak menjawab, membuatku semakin bingung dan merasa bersalah.
aku: " tolong dimaafkan ya? aku tau kata kataku itu memang nggak pantas. nggak seharusnya aku berkata sekasar itu "
sheryl: " halah, , yang sudah ya sudah, , , aku juga wes lali kok "
sheryl menjawab permintaan maafku.
namun matanya tetap tidak mau menatapku.
malahan dia sempat menarik nafas panjang.
sheryl: " ya udah mas, aku mau masuk dulu, besok ada kuliah pagi "
sheryl bangun dari duduknya
dia sempat melirik kearahku.
aku berusaha tersenyum kepadanya,
dan dia membalas senyumku dengan singkat.
sebuah senyum formalitas. . .
dan tak lama sheryl sudah hilang masuk ke dalam.
aku menghembuskan nafas untuk melepaskan keteganganku.
" hhhh, , , nampaknya memang ada yang salah "
aku merebahkan tubuhku di lantai teras yang dingin.
mataku menatap langit langit yang dihiasi lampu.
ada dua ekor cicak yang sedang mencari makan sambil berdecak. .
decakan yang terdengar seperti menertawakanku.
" ada apa to yo? "
aku terkejut karena tiba tiba ayah sudah berdiri di pintu.
aku segera bangun dan duduk kembali.
aku: " eeh, , iya om, gimana? "
ayah: " kamu itu sama sheryl ada apa to? "
aku: " memangnya ada apa om? "
ayah berjalan ke kursi yang terbuat dari rotan dan duduk di sana.
ayah: " kamu itu ada apa sebenarnya sama sheryl? dulu perasaan nggak gitu "
aku: " emm, , nggak papa sih om, cuma saya dulu pernah salah ngomong & mungkin bikin sheryl marah "
ayah: " yaa, , sheryl memang gitu, dia beda sama almarhumah kakaknya, , lebih pendiam dan lebih sensitif, , sekaligus mudah tersinggung "
aku hanya diam mendengarkan penuturan ayah.
ayah: " om sendiri kadang juga merasa bersalah sih, , karena menyamakan dia dengan kakaknya "
aku: " menyamakan seperti apa om? "
ayah: " yaa kadang om membanding bandingkan sheryl dengan shita, , dalam hal sikap, atau sekolah . . "
ayah menghela nafas. ada perubahan ekspresi ketika beliau menceritakan shita.
ayah: " kamu tau kenapa sheryl pakai kacamata? "
aku: " karena minus? "
ayah: " bukan, itu kacamatanya normal kok "
aku: " lalu? buat apa om? "
ayah: " katanya biar berbeda dengan kakaknya "
aku mulai menyadari.
pantas saja aku nggak melihat banyak kemiripan diantara sheryl dan shita.
pemilihan style sheryl memang berbeda dengan kakaknya.
ayah: " yaa kamu harap maklum ya, nggak usah terlalu dimasukan hati kalau sikapnya kurang menyenangkan, mungkin karena lama nggak ketemu, jadi canggung, apalagi kan sekarang dia sudah kuliah, sudah bukan anak kecil lagi kaya yang kamu kenal dulu "
aku: " nggak papa kok om, saya ngerti kok, , lihat om, mamah sama sheryl sehat aja saya sudah seneng kok "
ayah tersenyum mendengar perkataanku.
nampaknya beliau lebih santai saat ini.
mungkin karena efek sudah pensiun, jadi kesibukannya tidak seperti dulu ketika masih bekerja.
aku: " oiya om, saya mau pamit deh kalau gitu "
ayah: " lha? nggak nginep sini? "
aku: " nggak om, terimakasih, , soalnya ini motor pinjem, lagian besok hari pertama pembekalan di kantor sektor "
ayah: " ooh, ya udah, hati hati ya? nggak usah buru buru "
aku: " nggih om, saya tak pamit ke mamah "
ayah memanggil mamah yang nampaknya duduk sambil menonton TV di dalam.
tak lama mamah keluar.
aku: " mah, saya pamit ya? "
mamah: " lho? nggak nginep sini aja, besok berangkat pagi pagi gitu "
aku: " mboten mah, anu motornya pinjem soale "
mamah: " oh, ya udah, hati hati kalau gitu, , eh tapi, , sek sek, , tunggu bentar "
mamah mencegahku untuk langsung pergi.
beliau masuk lagi, dan tak lama keluar sambil membawa kantung kresek.
aku: " apa ini mah? "
mamah: " jajan buat kamu di mess sana, kan disana apa apa jauh "
aku: " aduh mah, jangan repot repot, , , tiyo tadi juga lenggang kangkung datengnya. "
mamah: uwes, bawa aja lho, buat nyemil sama teman temanmu disana "
aku menerima oleh oleh mamah dengan sedikit malu.
setelahnya kujabat tangan beliau dan kucium tangannya.
kemudian ayah menyusul kemudian.
mamah: " deeekk, , mas tiyo mau pamit ini! sini lho, , dulu nyari nyari, sekarang orangnya ada malah di dalam kamar terus "
mamah memanggil sheryl yang berada di dalam kamarnya.
namun aku buru buru memotong. .
aku: " anu mah, jangan, udah tak pamitin tadi kok, katanya besok ada kuliah pagi, mungkin sudah istirahat "
mamah nampak heran melihatku.
aku hanya nyengir kuda dan segera berpamitan.
setelah sepeda motor menyala, aku melambaikan tangan kepada ayah dan mamah yang langsung dibalas oleh beliau berdua.
motor berjalan meninggalkan rumah, ,
dan ketika motor baru beberapa meter menjauh, mataku melirik ke kaca spion.
disana kulihat sheryl menyusul keluar.
" maaf ya dek, mas tiyo sudah muncul kembali untuk mengusik hidupmu yang mungkin sudah tenang. "
===
senin 18 mei 2015
training dan pembekalan dimulai.
aku dan teman teman sejumlah 17 orang menerima materi awal mengenai PLTA dan kantor sektor yang akan kami tempati,
dimana kantor sektor ini bertanggung jawab terhadap 13 PLTA yang tersebar di empat kabupaten di jawa timur,
mulai dari malang, blitar, tulungagung hingga madiun.
setelah itu, pemateri memberikan materi mengenai pembangkitan dasar, utamanya PLTA.
dia menjelaskan karakteristik ke tiga belas PLTA satu demi satu sebagai modal awal.
sebab berdasarkan penuturan dari pemateri, nantinya kami akan disebarkan ke unit unit tersebut selama setahun masa OJT.
jam makan siang.
aku sedang menikmati menu makan siang di kantin.
menunya cukup menggiurkan dengan berbagai pilihan masakan khas jawa timur.
setelah agak lama memilah dan memilih,
akhirnya aku mengambil nasi dan masakan rumahan saja plus tempe goreng tepung yang baunya sudah menggoda sedari tadi,
tidak lupa sambal teri yang juga sudah membuat cacing cacing di dalam perut berdemo semakin keras.
aku mengambil tempat duduk di bagian luar kantin yang beratapkan kanopi dan langsung menghadap jalan raya dimana di sisi selatan membentang bendungan sutami yang sangat indah.
beberapa temanku yang lain nampak bergurau dengan ceria.
mereka sepertinya sangat menikmati saat saat ini karena kemarin selama tiga minggu harus di karantina.
ketika baru saja mulai menikmati menu santap siangku,
tiba tiba HP di saku celanaku bergetar.
aku meletakan sendok dan segera meraih HP yang memang kualihkan ke dalam modus sunyi selama materi dalam kelas tadi.
" nomor baru? "
rupanya di layar terlihat satu misscall dari nomor tidak dikenal.
aku membuka kunci layar dan langsung melihat nomor tersebut.
" nomor siapa ya? "
tanyaku heran pada diriku sendiri.
aku segera memanggil nomor itu kembali, ,
" maaf, pulsa dalam kartu prabayar anda, tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini, segera lakukan pengisian ulang "
suara dari operator menyadarkanku jika aku belum mengisi pulsa.
" duh, enek enek ae "
aku meletakan HP diatas meja dan menunda rasa penasaranku.
kupikir aku akan mengisi pulsa setelah pulang nanti.
baru akan kutelepon balik.
baru dua suap aku meneruskan santap siang,
di layar HP sudah muncul notifikasi whatsapp dari nomor baru.
" lho? ini nomor yang barusan "
aku kembali meletakan sendok dan meraih HP.
" mangan sek mas, hapene engko maneh, , gak kiro ilang " ( makan dulu mas, hapenya nanti lagi, nggak akan ilang )
cahyo, temanku yang kemarin motornya kupinjam menggodaku.
aku hanya nyengir menanggapi gurauan cahyo
kubuka pesan di WA.
" assalamu'alaikum " " mas tiyo? "
dua baris pesan tertulis di layar dengan tanda jika pengirim masih online di bagian atas.
aku segera membalas pesan itu.
" wa'alaikum salam, maaf siapa ya? "
kemudian kukirimkan pesan itu.
aku segera keluar ke halaman percakapan WA dan melihat foto profil dari pengirim tersebut.
disana terpampang foto dua orang, laki laki dan perempuan.
" lha ini sheryl? "
kataku ketika menyadari jika pengirim pesan tadi adalah sheryl,
dan disebelahnya ada wajah laki laki yang kemarin mengantarkan sheryl pulang.
HP bergetar menandakan ada pesan masuk lagi.
aku segera kembali dan membuka pesan itu.
" ini sheryl mas "
benar dugaanku.
ini memang sheryl.
" ada apa dek? "
tanyaku.
" mas tiyo sekarang kerjanya di malang ya? "
tanyanya.
" em, masih training kok dek, tapi kayanya ngga di malang kedepannya. "
balasku.
" lha sekarang posisi dimana? "
tanya sheryl lagi.
" di karangkates, "
balasku singkat sambil meneruskan melahap makanan di piring.
" ooh, , sampai kapan mas? "
tanya sheryl lagi.
" mungkin aku disini selama empat hari dek, tapi nggak tau juga "
balasku.
kali ini pesanku hanya dibaca.
sesekali nampak jika sheryl sedang mengetik, namun berhenti, , mengetik lagi, , berhenti lagi.
aku meletakan HP dan meneruskan makanan yang sudah mulai dingin.
angin disini rasanya kencang.
" mas tiyo kalau ada waktu bisa ketemu? kalau nggak repot sih "
satu balasan lagi dari sheryl datang.
" aku selesai training sampai jam empat, setelah itu free, , "
balasku.
" ketemu bisa mas? diluar aja tapi, nanti aku cari tempatnya yang enak deh "
sheryl membalas lagi.
aku berhenti menatap layar.
ada apa sheryl mengajak aku ketemu?
bukannya kemarin kami bertemu dan dia cuek?
" ya, nanti kabarin lagi aja dek "
balasku.
hatiku merasa tidak nyaman, juga gelisah.
" makasih mas "
balasan sheryl singkat dan dia langsung selesai online.
akupun menutup layar dan kembali meneruskan makan dengan hati di isi berbagai macam pertanyaan.
===
20 Mei 2015,
aku baru saja sampai di sebuah kafe di daerah malang selatan.
agak sedikit nyasar karena letaknya tidak berada di jalan arteri.
terlebih aku agak lupa dengan jalanan malang karena lama tidak kesini.
kepalaku menengok ke kanan dan ke kiri ditengah suasana kafe yang cukup ramai.
banyak anak muda yang sedang hang out.
keliatannya mereka masih sekolah, atau malah anak kuliahan.
aku mengambil HP dari saku celana.
kukirimkan pesan singkat melalui WA kepada sheryl.
" dek, aku sudah di tempat "
dan pesan itu belum dibaca.
aku memilih menunggu di parkiran sambil merapikan baju.
baju yang kupakai seadanya karena aku tidak membawa banyak baju ketika berangkat untuk diklat kemarin.
kepalaku memakai topi karena rambutku masih belum terlalu panjang.
hape bergetar,
kuambil dan kubuka.
" masuk aja mas, meja nomor 20 "
balasan dari sheryl.
aku segera masuk dan mencari meja yang di maksud.
rupanya meja itu berada agak di ujung.
aku melihat ada seorang perempuan berjilbab sedang duduk sendiri sambil memainkan HP.
itu dia sheryl.
" assalamu'alaikum, , udah lama dek? "
sapaku.
sheryl nampak terkejut ketika kusapa,
mungkin dia separuh melamun tadi.
namun kemudian sheryl tersenyum.
sheryl: " oh, nggak kok mas, barusan juga datengnya "
aku: " maaf ya, soalnya motor pinjem, jadi telat "
sheryl: " nggak papa mas, santai aja "
aku duduk di hadapan sheryl.
dia sudah tidak nampak dingin seperti tempo hari,
namun masih ada tanda jika dia salting.
berbeda denganku yang sudah menguasai diri sepenuhnya.
aku sudah menanamkan dalam hatiku jika sheryl sudah punya pacar, jadi tidak perlu berpikir macam macam.
aku cukup datang sebagai mas tiyo, kakak yang dia kenal.
aku: " sudah makan? "
sheryl: " em, nggak makan aku mas, nanti kalau makan disini, aku nggak makan di rumah, , kasian mamah "
aku: " ooh, , ya udah, pesen apa gitu "
aku kemudian dihampiri oleh waitress yang menyodorkan menu.
kupesan jus mangga dan camilan karena perutku juga lapar.
sedangkan sheryl memesan lemon tea.
aku: " gimana dek? sehat? "
sapaku dengan ramah untuk mencairkan suasana yang agak kaku.
sheryl: " iya mas, sehat "
aku: " alhamdulillah, , seneng dengernya, , kemaren mau ngobrol banyak juga kamu kayaknya capek, , hehe "
sheryl: " em, , iya, maaf kemaren ya mas "
aku: " nggak masalah dek, , santai aja "
sheryl mulai berani menatap wajahku setelah aku menjawab dengan enteng.
sheryl: " mas tiyo sendiri gimana? kok jadi item banget sekarang "
aku: " maklum dek, dijemur dua minggu sama pak tentara, , ngangkatnya telat, , gosong deh "
sheryl: " emangnya gorengan mas? hehe "
aku: " beda dong, aku nggak ada kolesterolnya kok, jadi aman, , hihi "
sheryl nampak tersenyum kecil.
ketika tersenyum, matanya yang sudah sipit jadi semakin sipit.
sekilas mengingatkanku kepada shita.
aku: " oiya dek, , jadi ada apakah kok sampe kamu ngajakin mas tiyo ketemu disini? "
sheryl: " eh, anu mas, mmm. . . "
sheryl nampak bingung untuk berbicara.
aku: " nggak papa, rileks aja "
sheryl: " mmm, aku mau minta maaf soal kemaren mas "
aku: " masalah yang mana? yang kamu tiba tiba masuk? "
sheryl: " mm, iya, , setelah tak pikir, tingkahku kok masih kaya anak kecil ya, maafin aku ya mas "
aku: " wealah, , masalah itu nggak pernah tak masukin hati kok, seharusnya aku yang minta maaf, atas perlakuanku yang nggak menyenangkan dulu "
suasana agak hening karena kami berhenti berbicara.
hanya suara dari para pengunjung cafe lain yang terdengar.
sepeda motor yang kupinjam dari salah satu temanku yang rumahnya di dekat mess perlahan lahan menembus kegelapan malam.
aku memang baru saja keluar dari daerah kepanjen dan mulai mengarah ke daerah karangkates.
tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang karena jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam lebih.
aku hanya berharap semoga aku bisa segera sampai di mess dan segera beristirahat karena besok pagi aku sudah mulai menerima pembekalan dari kantor sektor.
sambil mengawasi keadaan sekitar, pikiranku kembali melayang kepada kejadian sore tadi, ,
" hai dek, gimana kabarnya? "
aku membuka percakapan dengan sheryl.
saat itu kami duduk di teras setelah makan malam selesai.
aku duduk di dekat pilar sebelah selatan, sheryl di dekat pilar sebelah utara.
aku duduk bersandar menghadap ke sheryl, sedangkan dia duduk menghadap jalanan sambil menopang tubuhnya dengan kedua tangan.
sheryl sudah duduk disana semenjak tadi setelah melepas kepergian tomi, sedangkan aku menyusul setelah selesai membantu mamah beres beres.
sheryl: " alhamdulillah baik mas, mas tiyo gimana? "
aku: " ya, alhamdulillah kaya yang kamu lihat "
sheryl: " ooh "
suasana sempat hening, karena sheryl hanya menanggapi dengan sepatah kata tersebut.
aku: " sekarang kamu sudah kuliah ya? kuliah dimana? "
sheryl: " di ****** mas "
aku: " masih di dekat sini aja berarti "
sheryl: " iya, sama ayah nggk boleh jauh jauh "
aku: " ya maklum dek, mungkin ayah masih trauma jauh dari putrinya "
sheryl: " iya mas "
suasana kembali hening.
ada kecanggungan diantara kami.
aku jadi makin bingung karena sheryl terasa dingin, , sangat berbeda dengan sheryl yang dulu.
aku: " emm, , dek, aku mau minta maaf ya? "
sheryl: " buat apa mas? "
sheryl bertanya balik sambil tetap menatap depan.
iya, sedari tadi percakapan kami, tidak sekalipun sheryl melakukan kontak mata denganku.
aku menangkap ada sesuatu yang salah.
dan pikiranku berkata jika sheryl masih marah tentang dua setengah tahun yang lalu.
aku: " aku minta maaf untuk perkataanku di hari terakhir kita bertemu dulu "
sheryl: " emang ngomong apa sih? "
sheryl langsung bertanya balik.
namun dengan tetap menatap kedepan. .
ke arah tanah kosong di depan rumah.
aku: " ee, , , yaa itu, yang dulu , , "
sheryl tidak menjawab, membuatku semakin bingung dan merasa bersalah.
aku: " tolong dimaafkan ya? aku tau kata kataku itu memang nggak pantas. nggak seharusnya aku berkata sekasar itu "
sheryl: " halah, , yang sudah ya sudah, , , aku juga wes lali kok "
sheryl menjawab permintaan maafku.
namun matanya tetap tidak mau menatapku.
malahan dia sempat menarik nafas panjang.
sheryl: " ya udah mas, aku mau masuk dulu, besok ada kuliah pagi "
sheryl bangun dari duduknya
dia sempat melirik kearahku.
aku berusaha tersenyum kepadanya,
dan dia membalas senyumku dengan singkat.
sebuah senyum formalitas. . .
dan tak lama sheryl sudah hilang masuk ke dalam.
aku menghembuskan nafas untuk melepaskan keteganganku.
" hhhh, , , nampaknya memang ada yang salah "
aku merebahkan tubuhku di lantai teras yang dingin.
mataku menatap langit langit yang dihiasi lampu.
ada dua ekor cicak yang sedang mencari makan sambil berdecak. .
decakan yang terdengar seperti menertawakanku.
" ada apa to yo? "
aku terkejut karena tiba tiba ayah sudah berdiri di pintu.
aku segera bangun dan duduk kembali.
aku: " eeh, , iya om, gimana? "
ayah: " kamu itu sama sheryl ada apa to? "
aku: " memangnya ada apa om? "
ayah berjalan ke kursi yang terbuat dari rotan dan duduk di sana.
ayah: " kamu itu ada apa sebenarnya sama sheryl? dulu perasaan nggak gitu "
aku: " emm, , nggak papa sih om, cuma saya dulu pernah salah ngomong & mungkin bikin sheryl marah "
ayah: " yaa, , sheryl memang gitu, dia beda sama almarhumah kakaknya, , lebih pendiam dan lebih sensitif, , sekaligus mudah tersinggung "
aku hanya diam mendengarkan penuturan ayah.
ayah: " om sendiri kadang juga merasa bersalah sih, , karena menyamakan dia dengan kakaknya "
aku: " menyamakan seperti apa om? "
ayah: " yaa kadang om membanding bandingkan sheryl dengan shita, , dalam hal sikap, atau sekolah . . "
ayah menghela nafas. ada perubahan ekspresi ketika beliau menceritakan shita.
ayah: " kamu tau kenapa sheryl pakai kacamata? "
aku: " karena minus? "
ayah: " bukan, itu kacamatanya normal kok "
aku: " lalu? buat apa om? "
ayah: " katanya biar berbeda dengan kakaknya "
aku mulai menyadari.
pantas saja aku nggak melihat banyak kemiripan diantara sheryl dan shita.
pemilihan style sheryl memang berbeda dengan kakaknya.
ayah: " yaa kamu harap maklum ya, nggak usah terlalu dimasukan hati kalau sikapnya kurang menyenangkan, mungkin karena lama nggak ketemu, jadi canggung, apalagi kan sekarang dia sudah kuliah, sudah bukan anak kecil lagi kaya yang kamu kenal dulu "
aku: " nggak papa kok om, saya ngerti kok, , lihat om, mamah sama sheryl sehat aja saya sudah seneng kok "
ayah tersenyum mendengar perkataanku.
nampaknya beliau lebih santai saat ini.
mungkin karena efek sudah pensiun, jadi kesibukannya tidak seperti dulu ketika masih bekerja.
aku: " oiya om, saya mau pamit deh kalau gitu "
ayah: " lha? nggak nginep sini? "
aku: " nggak om, terimakasih, , soalnya ini motor pinjem, lagian besok hari pertama pembekalan di kantor sektor "
ayah: " ooh, ya udah, hati hati ya? nggak usah buru buru "
aku: " nggih om, saya tak pamit ke mamah "
ayah memanggil mamah yang nampaknya duduk sambil menonton TV di dalam.
tak lama mamah keluar.
aku: " mah, saya pamit ya? "
mamah: " lho? nggak nginep sini aja, besok berangkat pagi pagi gitu "
aku: " mboten mah, anu motornya pinjem soale "
mamah: " oh, ya udah, hati hati kalau gitu, , eh tapi, , sek sek, , tunggu bentar "
mamah mencegahku untuk langsung pergi.
beliau masuk lagi, dan tak lama keluar sambil membawa kantung kresek.
aku: " apa ini mah? "
mamah: " jajan buat kamu di mess sana, kan disana apa apa jauh "
aku: " aduh mah, jangan repot repot, , , tiyo tadi juga lenggang kangkung datengnya. "
mamah: uwes, bawa aja lho, buat nyemil sama teman temanmu disana "
aku menerima oleh oleh mamah dengan sedikit malu.
setelahnya kujabat tangan beliau dan kucium tangannya.
kemudian ayah menyusul kemudian.
mamah: " deeekk, , mas tiyo mau pamit ini! sini lho, , dulu nyari nyari, sekarang orangnya ada malah di dalam kamar terus "
mamah memanggil sheryl yang berada di dalam kamarnya.
namun aku buru buru memotong. .
aku: " anu mah, jangan, udah tak pamitin tadi kok, katanya besok ada kuliah pagi, mungkin sudah istirahat "
mamah nampak heran melihatku.
aku hanya nyengir kuda dan segera berpamitan.
setelah sepeda motor menyala, aku melambaikan tangan kepada ayah dan mamah yang langsung dibalas oleh beliau berdua.
motor berjalan meninggalkan rumah, ,
dan ketika motor baru beberapa meter menjauh, mataku melirik ke kaca spion.
disana kulihat sheryl menyusul keluar.
" maaf ya dek, mas tiyo sudah muncul kembali untuk mengusik hidupmu yang mungkin sudah tenang. "
===
senin 18 mei 2015
training dan pembekalan dimulai.
aku dan teman teman sejumlah 17 orang menerima materi awal mengenai PLTA dan kantor sektor yang akan kami tempati,
dimana kantor sektor ini bertanggung jawab terhadap 13 PLTA yang tersebar di empat kabupaten di jawa timur,
mulai dari malang, blitar, tulungagung hingga madiun.
setelah itu, pemateri memberikan materi mengenai pembangkitan dasar, utamanya PLTA.
dia menjelaskan karakteristik ke tiga belas PLTA satu demi satu sebagai modal awal.
sebab berdasarkan penuturan dari pemateri, nantinya kami akan disebarkan ke unit unit tersebut selama setahun masa OJT.
jam makan siang.
aku sedang menikmati menu makan siang di kantin.
menunya cukup menggiurkan dengan berbagai pilihan masakan khas jawa timur.
setelah agak lama memilah dan memilih,
akhirnya aku mengambil nasi dan masakan rumahan saja plus tempe goreng tepung yang baunya sudah menggoda sedari tadi,
tidak lupa sambal teri yang juga sudah membuat cacing cacing di dalam perut berdemo semakin keras.
aku mengambil tempat duduk di bagian luar kantin yang beratapkan kanopi dan langsung menghadap jalan raya dimana di sisi selatan membentang bendungan sutami yang sangat indah.
beberapa temanku yang lain nampak bergurau dengan ceria.
mereka sepertinya sangat menikmati saat saat ini karena kemarin selama tiga minggu harus di karantina.
ketika baru saja mulai menikmati menu santap siangku,
tiba tiba HP di saku celanaku bergetar.
aku meletakan sendok dan segera meraih HP yang memang kualihkan ke dalam modus sunyi selama materi dalam kelas tadi.
" nomor baru? "
rupanya di layar terlihat satu misscall dari nomor tidak dikenal.
aku membuka kunci layar dan langsung melihat nomor tersebut.
" nomor siapa ya? "
tanyaku heran pada diriku sendiri.
aku segera memanggil nomor itu kembali, ,
" maaf, pulsa dalam kartu prabayar anda, tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini, segera lakukan pengisian ulang "
suara dari operator menyadarkanku jika aku belum mengisi pulsa.
" duh, enek enek ae "
aku meletakan HP diatas meja dan menunda rasa penasaranku.
kupikir aku akan mengisi pulsa setelah pulang nanti.
baru akan kutelepon balik.
baru dua suap aku meneruskan santap siang,
di layar HP sudah muncul notifikasi whatsapp dari nomor baru.
" lho? ini nomor yang barusan "
aku kembali meletakan sendok dan meraih HP.
" mangan sek mas, hapene engko maneh, , gak kiro ilang " ( makan dulu mas, hapenya nanti lagi, nggak akan ilang )
cahyo, temanku yang kemarin motornya kupinjam menggodaku.
aku hanya nyengir menanggapi gurauan cahyo
kubuka pesan di WA.
" assalamu'alaikum " " mas tiyo? "
dua baris pesan tertulis di layar dengan tanda jika pengirim masih online di bagian atas.
aku segera membalas pesan itu.
" wa'alaikum salam, maaf siapa ya? "
kemudian kukirimkan pesan itu.
aku segera keluar ke halaman percakapan WA dan melihat foto profil dari pengirim tersebut.
disana terpampang foto dua orang, laki laki dan perempuan.
" lha ini sheryl? "
kataku ketika menyadari jika pengirim pesan tadi adalah sheryl,
dan disebelahnya ada wajah laki laki yang kemarin mengantarkan sheryl pulang.
HP bergetar menandakan ada pesan masuk lagi.
aku segera kembali dan membuka pesan itu.
" ini sheryl mas "
benar dugaanku.
ini memang sheryl.
" ada apa dek? "
tanyaku.
" mas tiyo sekarang kerjanya di malang ya? "
tanyanya.
" em, masih training kok dek, tapi kayanya ngga di malang kedepannya. "
balasku.
" lha sekarang posisi dimana? "
tanya sheryl lagi.
" di karangkates, "
balasku singkat sambil meneruskan melahap makanan di piring.
" ooh, , sampai kapan mas? "
tanya sheryl lagi.
" mungkin aku disini selama empat hari dek, tapi nggak tau juga "
balasku.
kali ini pesanku hanya dibaca.
sesekali nampak jika sheryl sedang mengetik, namun berhenti, , mengetik lagi, , berhenti lagi.
aku meletakan HP dan meneruskan makanan yang sudah mulai dingin.
angin disini rasanya kencang.
" mas tiyo kalau ada waktu bisa ketemu? kalau nggak repot sih "
satu balasan lagi dari sheryl datang.
" aku selesai training sampai jam empat, setelah itu free, , "
balasku.
" ketemu bisa mas? diluar aja tapi, nanti aku cari tempatnya yang enak deh "
sheryl membalas lagi.
aku berhenti menatap layar.
ada apa sheryl mengajak aku ketemu?
bukannya kemarin kami bertemu dan dia cuek?
" ya, nanti kabarin lagi aja dek "
balasku.
hatiku merasa tidak nyaman, juga gelisah.
" makasih mas "
balasan sheryl singkat dan dia langsung selesai online.
akupun menutup layar dan kembali meneruskan makan dengan hati di isi berbagai macam pertanyaan.
===
20 Mei 2015,
aku baru saja sampai di sebuah kafe di daerah malang selatan.
agak sedikit nyasar karena letaknya tidak berada di jalan arteri.
terlebih aku agak lupa dengan jalanan malang karena lama tidak kesini.
kepalaku menengok ke kanan dan ke kiri ditengah suasana kafe yang cukup ramai.
banyak anak muda yang sedang hang out.
keliatannya mereka masih sekolah, atau malah anak kuliahan.
aku mengambil HP dari saku celana.
kukirimkan pesan singkat melalui WA kepada sheryl.
" dek, aku sudah di tempat "
dan pesan itu belum dibaca.
aku memilih menunggu di parkiran sambil merapikan baju.
baju yang kupakai seadanya karena aku tidak membawa banyak baju ketika berangkat untuk diklat kemarin.
kepalaku memakai topi karena rambutku masih belum terlalu panjang.
hape bergetar,
kuambil dan kubuka.
" masuk aja mas, meja nomor 20 "
balasan dari sheryl.
aku segera masuk dan mencari meja yang di maksud.
rupanya meja itu berada agak di ujung.
aku melihat ada seorang perempuan berjilbab sedang duduk sendiri sambil memainkan HP.
itu dia sheryl.
" assalamu'alaikum, , udah lama dek? "
sapaku.
sheryl nampak terkejut ketika kusapa,
mungkin dia separuh melamun tadi.
namun kemudian sheryl tersenyum.
sheryl: " oh, nggak kok mas, barusan juga datengnya "
aku: " maaf ya, soalnya motor pinjem, jadi telat "
sheryl: " nggak papa mas, santai aja "
aku duduk di hadapan sheryl.
dia sudah tidak nampak dingin seperti tempo hari,
namun masih ada tanda jika dia salting.
berbeda denganku yang sudah menguasai diri sepenuhnya.
aku sudah menanamkan dalam hatiku jika sheryl sudah punya pacar, jadi tidak perlu berpikir macam macam.
aku cukup datang sebagai mas tiyo, kakak yang dia kenal.
aku: " sudah makan? "
sheryl: " em, nggak makan aku mas, nanti kalau makan disini, aku nggak makan di rumah, , kasian mamah "
aku: " ooh, , ya udah, pesen apa gitu "
aku kemudian dihampiri oleh waitress yang menyodorkan menu.
kupesan jus mangga dan camilan karena perutku juga lapar.
sedangkan sheryl memesan lemon tea.
aku: " gimana dek? sehat? "
sapaku dengan ramah untuk mencairkan suasana yang agak kaku.
sheryl: " iya mas, sehat "
aku: " alhamdulillah, , seneng dengernya, , kemaren mau ngobrol banyak juga kamu kayaknya capek, , hehe "
sheryl: " em, , iya, maaf kemaren ya mas "
aku: " nggak masalah dek, , santai aja "
sheryl mulai berani menatap wajahku setelah aku menjawab dengan enteng.
sheryl: " mas tiyo sendiri gimana? kok jadi item banget sekarang "
aku: " maklum dek, dijemur dua minggu sama pak tentara, , ngangkatnya telat, , gosong deh "
sheryl: " emangnya gorengan mas? hehe "
aku: " beda dong, aku nggak ada kolesterolnya kok, jadi aman, , hihi "
sheryl nampak tersenyum kecil.
ketika tersenyum, matanya yang sudah sipit jadi semakin sipit.
sekilas mengingatkanku kepada shita.
aku: " oiya dek, , jadi ada apakah kok sampe kamu ngajakin mas tiyo ketemu disini? "
sheryl: " eh, anu mas, mmm. . . "
sheryl nampak bingung untuk berbicara.
aku: " nggak papa, rileks aja "
sheryl: " mmm, aku mau minta maaf soal kemaren mas "
aku: " masalah yang mana? yang kamu tiba tiba masuk? "
sheryl: " mm, iya, , setelah tak pikir, tingkahku kok masih kaya anak kecil ya, maafin aku ya mas "
aku: " wealah, , masalah itu nggak pernah tak masukin hati kok, seharusnya aku yang minta maaf, atas perlakuanku yang nggak menyenangkan dulu "
suasana agak hening karena kami berhenti berbicara.
hanya suara dari para pengunjung cafe lain yang terdengar.
Diubah oleh prestant18 25-08-2017 00:37
symoel08 dan 11 lainnya memberi reputasi
12