- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.9K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#128
Keluarga
Johnny hanya memutar gelasnya sedari tadi. Ada yang tidak benar, batinnya.
(Terdengar suara krasak krusuk di pihak penelepon).
“Sudah. Sudah. Aku tutup dulu ya. Aku ada kerjaan.”, Charles mematikan teleponnya.
Dia agak kaget melihat Brian yang berhenti di depan kamarnya. “Ada apa?”, tanya Charles dengan ragu-ragu.
“Pinjamkan aku pencukur.”, Brian berkata dengan cuek. Charles melemparkan pencukurnya yang kemudian di sambut oleh Brian.
“Kau tidak sedang ada masalah kan?”, tanya Brian penuh selidik. “Kenapa kau bicara seperti itu?”, Charles bertanya balik.
“Kau tidak seperti biasanya.”, ujar Brian.
“Oh ya?”, Charles mengambil sebatang rokok dan membakarnya.
“Ya, sudah. Nanti anak-anak bilang akan makan bersama jam enam nanti. Di xxx cafe”, ujar Brian.
“Di situ lagi?”, gerutu Charles. Brian tertawa.
“Disana ada salad dan lemon tea gratis. Hari ini juga ada promo seafood. Setengah harga.”, Brian menjilat bibirnya sendiri.
“Wow, pantas saja. Baik, aku ikut..”, Charles tersenyum dan menghembuskan asap rokok dari mulutnya.
Sesampainya di kafe, mereka makan makanan promo tersebut. “Dulu aku juga sering makan makanan laut. Saat aku masih di Folkstone.”, ujar Charles.
“Wow, kau tinggal di Folkstone? Itu kota kecil yang indah, Charles.”, ujar Samantha. Charles tersenyum.
“Apa kau masih punya keluarga di sana?”, tanya Johnny.
“Kurasa tidak. Aku sudah lama tidak pulang. Kau tahu kan. Komunikasi terputus setelah kau menjadi penjahat.”, Charles tersenyum tipis.
“Aku paham.”, Johnny menanggapinya dengan agak kecut dan memakan makanannya. “Apa kau punya foto keluargamu? Kau pasti kangen mereka kan?”, ujar Lativa.
Charles kembali tersenyum. “Aku tidak berpikir untuk bertemu kembali dengan keluargaku.”
“Kenapa?”, ujar Lativa,
“Karena ayahku membuangku sejak aku masih kecil. Aku tidak mengenalnya. Dia kembali saat dia sudah tidak mampu melakukan apa-apa. Dia semacam pengecut.”, ujar Charles.
Lativa terkejut dan mengatup mulut dengan kedua tangannya.
Johnny hanya memutar gelasnya sedari tadi. Ada yang tidak benar, batinnya.
(Terdengar suara krasak krusuk di pihak penelepon).
“Sudah. Sudah. Aku tutup dulu ya. Aku ada kerjaan.”, Charles mematikan teleponnya.
Dia agak kaget melihat Brian yang berhenti di depan kamarnya. “Ada apa?”, tanya Charles dengan ragu-ragu.
“Pinjamkan aku pencukur.”, Brian berkata dengan cuek. Charles melemparkan pencukurnya yang kemudian di sambut oleh Brian.
“Kau tidak sedang ada masalah kan?”, tanya Brian penuh selidik. “Kenapa kau bicara seperti itu?”, Charles bertanya balik.
“Kau tidak seperti biasanya.”, ujar Brian.
“Oh ya?”, Charles mengambil sebatang rokok dan membakarnya.
“Ya, sudah. Nanti anak-anak bilang akan makan bersama jam enam nanti. Di xxx cafe”, ujar Brian.
“Di situ lagi?”, gerutu Charles. Brian tertawa.
“Disana ada salad dan lemon tea gratis. Hari ini juga ada promo seafood. Setengah harga.”, Brian menjilat bibirnya sendiri.
“Wow, pantas saja. Baik, aku ikut..”, Charles tersenyum dan menghembuskan asap rokok dari mulutnya.
Sesampainya di kafe, mereka makan makanan promo tersebut. “Dulu aku juga sering makan makanan laut. Saat aku masih di Folkstone.”, ujar Charles.
“Wow, kau tinggal di Folkstone? Itu kota kecil yang indah, Charles.”, ujar Samantha. Charles tersenyum.
“Apa kau masih punya keluarga di sana?”, tanya Johnny.
“Kurasa tidak. Aku sudah lama tidak pulang. Kau tahu kan. Komunikasi terputus setelah kau menjadi penjahat.”, Charles tersenyum tipis.
“Aku paham.”, Johnny menanggapinya dengan agak kecut dan memakan makanannya. “Apa kau punya foto keluargamu? Kau pasti kangen mereka kan?”, ujar Lativa.
Charles kembali tersenyum. “Aku tidak berpikir untuk bertemu kembali dengan keluargaku.”
“Kenapa?”, ujar Lativa,
“Karena ayahku membuangku sejak aku masih kecil. Aku tidak mengenalnya. Dia kembali saat dia sudah tidak mampu melakukan apa-apa. Dia semacam pengecut.”, ujar Charles.
Lativa terkejut dan mengatup mulut dengan kedua tangannya.
Diubah oleh anism 24-08-2017 18:19
0