Kaskus

Story

rbassbAvatar border
TS
rbassb
My Diary From My Way()
Quote:



Setelah sekian lama cuma jadi silent rider, sekarang gw pingin ngeshare sesuatu dari sebuah diary, dengan semua kenangan dan tetek bengek didalamnya.. walaupun buat nulis ini butuh tenaga ekstra karena gw harus membuka lembaran demi lembaran yang udah….. ahh, langsung aja deh..


Spoiler for Q.T.A:


Spoiler for RULES:


JADWAL UPDATE
Quote:




Spoiler for INDEX:



Spoiler for Penting:


Spoiler for Mulus Terasi:
Polling
0 suara
Siapakah Istri Randeka?
Diubah oleh rbassb 14-11-2022 14:19
neko25Avatar border
weihaofeiAvatar border
rendolkriboAvatar border
rendolkribo dan 215 lainnya memberi reputasi
196
1.6M
5.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
rbassbAvatar border
TS
rbassb
#609
SESI 32


Sepulang mengantarkan kak Rena tadi gw langsung melakoni kegiatan gw seperti biasannya, dan tentu saja mempersiapkan diri jika tante Maya menelfon emoticon-Hammer. Sampai pukul 17.00 ternyata tak ada tanda-tanda tante Maya menelfon, sebaliknya malah telfon masuk dari Melani.

Quote:


Setelah telfon dari Melani malam ini gw jadi bingung mau ngapain emoticon-Nohope, lagian kok bisa sih mereka berdua(kak Rena & Melani) sakitnya barengan? atau mungkin mereka punya kontak batin kali ya emoticon-Big Grin. Tapi gpp lah malam ini gw batal keluar ataupun seandainya gw jadi kerumah Melani bisa-bisa kepergok bengong sama dia, soalnya kak Rena masih kepikiran terus sama gw emoticon-Nohope dan ntah kondisinnya gimana sekarang.
Yah... pada tau sendiri pas gw nganterin dia balik gak ada sepatah katapun dari mulutnya. Melani yang sakit aja masih lancar ngomong, lah ini kak Rena yang orangnya garang tapi pas sakit cuma diem aja emoticon-Ngakak (S) emoticon-Peace tapi yang pasti sakitnya lebih parah dari Melani kayaknya.
Pukul 20.00 gw masih membaca novel yang belum sempat gw selesein, tapi kali ini gw baca novelnya di luar(samping rumah) karena sumpek dikamar mulu. Baris demi baris isi novel gw baca, tapi ntah kenapa novel ini kurang menarik. Sebelumnya gw antusias banget sama jalan ceritanya tapi kali ini gw ngerasa gak begitu suka sama ini novel, ntah apa karena gw lagi banyak pikiran atau memang salah novelisnya? Ntahlah...
Pukul 21.00+ mas Andri udah pulang. Gw pikir tumben banget mas Andri pulang jam segini, biasanya jam 10+ malam baru pulang.

Quote:


Malam ini gw bisa begadang main PS sepuasnya karena Nisa katanya gak bisa jogging besok, jadi gw bisa bangun siang emoticon-Ngakak (S) emoticon-Big Grin.

* * *

Sekitar pukul 02.00 gw bersiap ke rumah Melani. Waktu itu gw pikir karena gak ada kegiatan apapun dan karena Melani sakit, jadi kenapa gak nggejenguk dia sekalian temu kangen emoticon-Ngakak (S).

Quote:


Gw pun masuk kedalam kamar dengan nuansa cat berwarna biru langit, kamarnya sangat tertata dan benar-benar menunjukan kalau ini kamar seorang wanita. Di atas kasur sedang duduk seorang cw yang masih menggunakan piama serta tubuhnya masih setengah tertutup selimut, tak kurang sebuah buku novel yang cukup tebal berada dipangkuannya emoticon-Smilie.

Quote:


Setelah itu gw langsung menyentuh kening Melani yang ternyata masih terasa hangat. Dan saat itu pula terlihat semburat merah di pipi Melani emoticon-Genit.

Quote:


Yah... gw cukup senang dengan canda dan tawa kita waktu itu, walaupun beberapa kali gw gak nyambung saat sedang mengobrol dengan Melani... ya, karena gw masih bertanya-tanya bagaimana keadaanya saat ini.
Sekitar 40mnt gw berada dirumah Melani sampai akhirnya gw pulang. Kenapa sebentar banget mainnya?... karena gw gak enak aja soalnya dirumah cuma ada Melani sama kak Nessa, you know lah emoticon-Big Grin.

* * *

Senin pagi sehabis upacara gw dan Sandy langsung ke kantin, yah kalian tahu sendiri sehabis ujian kenaikan kelas itu sudah mendekati liburan sekolah jadi tak ada pelajaran yang berarti atau lebih tepatnya kita sudah free dari pelajaran dan tinggal nunggu pengumuman.

Quote:


Saat itu Sandy lah yang bercerita, karena yang tau persoalanya cuma Sandy dan gw sedangkan Dion hanya tau kalau kemarin gw yang nganter kak Rena pulang. Sandy pun hanya menceritakan kronologis saat kak Rena disiram dan gak cerita apapun selain kejadian kemarin.

Setelah ngobrol ngalor ngidul, gw beranjak ke kelas kak Rena untuk memastikan apa hari ini dia masuk sekolah atau engga. Didepan maupun di dalam kelas kak Rena ternyata lumayan ramai dengan anak-anak yang sedang bersenda gurau, awalnya gw agak sungkan buat kesitu.

Quote:


Fix sepulang sekolah gw mau gak mau harus ngejenguk dia dirumahnya emoticon-Nohope.

* * *

Sekitar pukul 11.00 gw bersiap untuk pulang setelah sebelumnya gw ngajak Sandy buat ngejenguk kak Rena, tapi dia gak mau dan katanya takut di damprat sama kak Rena emoticon-No Hope. kenapa gw ngajak Sandy? Soalnya kalau gw sendiri bisa-bisa cuma bengong, lagian gak mungkin banget kak Rena mau ngajak ngobrol kecuali ngobrol dengan topik pembahasan berantem(Melani) emoticon-Hammer.

Saat itu gw gak langsung ke rumah kak Rena melainkan mampir dulu ke mall buat beli sesuatu untuk dibawa ke rumah kak Rena karena sebelumnya gw cerita ke Sandy kalau kemarin gw habis menjenguk Melani tapi gak bawa apapun, dan Sandy bilang “lu cwo apaan” emoticon-Big Grin ya.... habisnya gw lupa emoticon-Big Grin. Tapi walaupun sudah di ingatkan Sandy untuk membawa sesuatu, tatap saja gw bingung mau beli apaan emoticon-Nohope. Kalau beli makanan gw gak tau kak Rena sukanya makanan apaan, kalau beli kue gw gak yakin rasanya bakal se’enak buatan dia emoticon-Genit, kalau beli buah pasti udah ada dirumahnya.

Hampir setengah jam gw muter-muter nyari sesuatu yang se’enggaknya cocok untuk di kasih ke kak Rena, sampai akhirnya mata gw tertuju ke toko aksesoris di ujung sana. Toko itu adalah toko aksesoris yang pernah gw dan Melani datangi. Saat memasuki toko gw langsung berselancar dari rak ke rak untuk memilih sesuatu yang pas sebagai tanda maaf gw ke kak Rena. Tetap saja gw bingung mau milih yang mana, apalagi aksesorisnya banyak banget. Beli ini salah, beli ini(cincin) gak mungkin, beli gelang tapi kak Rena gak make gelang. Setelah berbingung-bingung ria, akhirnya gw nyerah dan mau gak mau gw nanya langsung ke mbak-mbak penjaga toko tentang aksesoris apa yang cocok sebagai tanda permintaan maaf.

Dan setelah sesi curhat dengan mbak-mbak’nya, jepitan rambutlah yang menurut gw cocok sebagai tanda permintaan maaf gw. kenapa jepitan rambut? Ya karena tadi di sesi curhat gw ceritain semua yang gw tau tentang kak Rena, dan tentu saja hubungan gw dan dia kayak gimana. Jepitan rambut berwarna biru dan dibungkus dengan kotak yang berwana biru pula, walaupun cuma jepitan rambut tapi harganya sama dengan uang jajan gw seminggu lebih :’). Gw harap sih dia suka, kalau engga ya bodo amat lah... cape-cape gw nyari emoticon-Ngakak (S).

Pukul 13.00+ gw udah didepan pintu rumah kak Rena. setelah memencet bel gw menunggu sampai akhirnya tante Maya’lah yang membukakan pintu.

Quote:


Gw pun memasuki kamar dengan pintu berwarna putih. saat baru saja gw masuk, gw langsung terkaget-kaget dengan kamar Natali a.k.a Rena. Bukan karena acak-acakan atau seseuatu yang buruk lainya, melainkan kamar ini seperti museum dan perpustakaan. Memang kamarnya 3x lebih besar dari kamar gw. Kenapa gw bilang kamar kak Rena seperti perpustakaan dan museum, karena didalam sini terdapat 2 rak buku yang berisi ntah berapa ratus buku, terus ada 2 lemari kaca yang berisikan boneka dan yang 1 lagi yang bener-bener sulit gw percaya yaitu lemari kaca yang berisikan sekitar 20-30 action figure dan yang gak asing diantaranya terdapat belasan Gundam yang kini gw ketahui ukurannya 1:144, pantes aja kemarin adiknya bilang gak dipinjemin robo-robotan kakaknya. Selain berisikan action figure dibawahnya juga tersusun rapih beberapa console game diantaranya Ps1, Ps2, Sega, Psp, Nintendo dan 1 lagi gw kurang tau itu apa.

Kamu disini dulu aja, bentar lagi juga Natali bangun soalnya dia udah dari tadi tidurnya emoticon-Smilie ,” kata tante Maya sambil beranjak meninggalkan kami.

Saking sibuknya gw tengok sana tengok sini, sampai gw gak memperhatikan seorang cw yang lagi tidur dikasurnya. Ini pertama kalinya gw ngeliat seorang Renata Natali tidur dihadapan gw, dia begitu berbeda saat sedang tidur, rambutnya terurai, dan setelah gw perhatikan lebih dalam dia begitu cantik(kata orang kalau mau liat kecantikan asli seorang cw yaitu perhatikan saat dia sedang tidur dan habis bangun tidur) ya mungkin memang benar adanya karena gw mengalaminya langsung saat itu.
10 menit gw duduk diam dan memperhatikan sekitar, akhirnya gw ambil salah satu novel yang ada di rak untuk gw baca. Baru beberapa menit gw baca, terdengar sesuatu yang tidak asing...

Quote:


Mendengar suaranya, sudah dipastikan kalau dia sudah baikan emoticon-Smilie. Seperti sebelumnya kalau dia sakit pasti bakal diam seribu bahasa emoticon-Ngakak (S), jadi setelah mendengar suaranya gw langsung menutup novel, mengembalikannya ketempat semula dan beranjak dari kamar kak Rena terus pulang. Saat sedang menuruni tangga gw berpapasan dengan tante Maya.

Quote:


Setelah itu gw kembali memasuki kamar kak Rena dan ya.. saat gw masuk ke kamar matanya kembali menatap gw tajam emoticon-Nohope pingin pulang aja kalau gini emoticon-Nohope. saat itu tante Maya bercerita banyak hal tentang kak Rena sampai-sampai kak Rena agak marah karena beberapa hal konyol tentang kak Rena diceritakan ke gw. tapi saat itu ada satu yang gw tahu, ternyata kak Rena cukup manja atau dibilang manja juga orangnya emoticon-Nohope.

Quote:


Mungkin 2 jam sudah waktu yang gw lewati bersama tante Maya dan kak Rena, cuma ya itu... gw lebih banyak mendengarkan tante Maya bercerita sedangkan kak Rena lebih banyak diam kayak gw.

Quote:



junti27
wakazsurya77
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.