Hai gan, episode 18 sudah siap dibaca....
Jangan lupa untuk kunjungi Blog The Banker ya gan...
Sepanjang presentasi, berkali – kali Andro memotong Andi. Terlihat Andi sangat kesal… Para BOD pun banyak yang mengajukan pertanyaan dan Andro selalu berusaha memotong jawaban Andi walaupun semua omongannya sangat umum dan ga menjawab pertanyaan juga.
Pak Johnson: “Mmm saya kok ga lihat
business processyang berhubungan dengan
Corporate Account Closing ya?
Proses
Corporate Account Closing saat ini memang belum termasuk pada proses yang di
review oleh tim konsultan, karena untuk saat ini semua masih fokus di
Individual Account.
Itulah kenapa Bimo tidak memberikan dokumen proses itu ke Andi dan itu yang menyebabkan proses itu tidak ada di presentasi.
Andi: “Sesuai
workplan yang kita punya dan hasil diskusi dengan Bimo, kita masih fokus dulu di
Individual Account. Itulah kenapa
Corporate Account belum kita…”
Dan tiba – tiba Andro kembali memotong…
Andro: “
Wait wait… Sorry to interrupt again…”
(Tertawa kecil)
“
I think it is clear that Andi and his team here has not put their maximum effort in preparing this presentation… We will have another review and will sure give you better understanding with the issues and also…”
Andi: “
Well you know what…”
Andro: “
Excuse me Andi, I am speaking…”
Andi: “
You know what Andro?”
(berteriak)
“
FUCK YOU !!!”
Seketika semua orang terdiam dan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Andro: “
EXCUSE ME ???!!!”
Andi: “
You heard me… FUCK… YOU!!!”
“
Do you think you are the only one who speaks fucking English in here???”
Andro: (bingung) “……”
Andi: “
I am so sick of you talking shit about me and my team in front of people… You worthless piece of shit!!! “
Bimo berusaha mengucek-ngucek matanya untuk memastikan ini beneran terjadi atau cuma khayalan anehnya dia lagi…
Dan ternyata…
Ini emang beneran terjadi!!! Ini bukan khayalan Bimo… Andi benar – benar memaki – maki Andro di depan semua orang. Dan Bimo baru tahu kalo ternyata Andi jago banget Bahasa Inggrisnya.
Andi: “
I am sick of all your bullshit!!! I FUCKING QUIT !!!
Braaak!!!
Andi memukul meja dan langsung keluar dari ruangan…
Semua orang terdiam dan masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.
Tiba – tiba ada yang mencolek Bimo.
Udin: “Pak, tadi dia ngomong apa ya???”
Bimo: “Ah elah lo Din…”
Sharla terlihat bengong dan mukanya memerah menahan tangis… Tiba – tiba dia pun berlari keluar…
Udin: (bangun dari kursi dan berteriak) “SHARLAAAAA…”
Bimo langsung menarik tangan Udin.
Bimo: “Eh kampret udah lo sini aja… Ga usah ikut – ikutan lo…”
Udin: “Tapi Sharla butuh saya Pak…”
Bimo: “Butuh elo dari Hongkong!!! Udah diem sini aja lo…”
Udin: “Tidak Pak!!! Dia butuh saya… Saya harus menolongnya!!!”
Sekarang semua orang di ruangan itu memandangi Bimo dan Udin…
Bimo: “Ah terserah lo deh…”
Udin: (berlari keluar) “SHARLAAAAAA…”
Sekarang semua orang memandangi Bimo dan ruangan terasa begitu sunyi bagaikan istri yang lagi ngambek…
Andro: “
I… I am terribly sorry ladies & gentleman… This is very unfortunate and clearly unprofessional…”
“
I will get everything back together and I can assure you that this project will continue as soon as possible…”
Pak Johnson: “
Let’s just postpone all of this for a little while… I know what Andi did was very unprofessional, but I understand…”
“
Andro… I think you need to learn more on how to respect people… You keep interrupting Andi during his presentation and openly humiliate him in front of people… Who was actually being unprofessional in the first place?”
“
I want to see your Managing Director tomorrow morning… I want him in my office 8 AM sharp… You get that?”
Andro: (pucet) “Ok Pak…”
Bimo: (dalam hati) “Uuuuuuuh mampus banget lo!!! Mamam tuh omelan direktur… Mamam juga tuh jas ama pomade…”
Seketika itu juga Bimo menjadi
fans berat Pak Johnson.
“Baru kali ini gw liat
leader yang berani ngebela orang lain sampe segitunya dan bahkan dia bukan anak buahnya…” pikir Bimo.
Bimo langsung ingin bikin kaos dan poster fotonya Pak Johnson…
Mulai deh lebaaayy… - Broto, Narator.
Bimo keluar ruangan dan melihat Udin duduk di mejanya.
Bimo: “Gimana tadi si Sharla?”
Udin: “Tadi saya samperin Pak, trus dia bilang ‘
get the hell off me’… Trus dia langsung pergi…”
Bimo: “Oh ya?”
Udin: “Pak Bimo punya nomor telepon Sharla? Nanti saya mau telepon buat nanyain keadaannya…”
Bimo: (dalam hati) “Blo’on…”
“Lo ga ngerti maksud dari ‘
get the hell off me’ ya?”
Udin: “Hah?”
Bimo pun males melanjutkan pembicaraan dan ngeloyor pergi…
Tiba – tiba HP Bimo bergetar. Ternyata ada
Whatsapp masuk.
Andi: “Bro sori banget ya tadi… Gw udah ga kuat aja sama itu orang… Sama sekali ga ada hubungannya sama elo atau Bank lo ya…”
Bimo: “Santai lah bro… Gw ngerti banget… Gw malah salut sama lo…”
Andi: “Makasih ya bro… Kapan – kapan kita nongkrong lah…”
Bimo: “Siaaaaappp… Kabarin aja ya…”
Andi: “Siiiippp…”
Instagram:
@commura.id
Kamis, 8 pagi.
Bimo baru saja tiba di kantor dan duduk di bangkunya…
Pak Hardi: “Bimo… Bimo…”
Bimo: “Kenapa Pak?”
Pak Hardi: “Ikut
meeting sama Pak Johnson dan konsultan…”
Bimo: “Hah emang saya ikut? Saya ga dapet undangannya…”
Pak Hardi: “Udah cepetan… Semua yang terlibat
project disuruh ikut… Kamu buruan nyusul ya…”
Bimo: “Ok Pak…”
(dalam hati) “Ah elah, baru juga nyampe… Muka gw masih kaku gini abis naik ojek… Kaga sempet cuci muka dah…”
Bimo pun berjalan menuju ruang
meeting. Tiba – tiba…
Udin: “Pak, saya ikut…”
Bimo: “Ikut apaan?”
Udin: “Pak Bimo mau
meeting sama konsultan kan? Saya ikut…”
Bimo: “Mau ngapain sih lo? Udah ga usah…”
Udin: “Tadi saya lihat Sharla… Saya harus menemui dia…”
Bimo: “Ah kampret… Drama banget sih lo… Kemarin kan dia udah bilang ‘
get the hell off me’… Masih nekat aja lo…”
Udin: “Itu cuma menguji keteguhan hati saya Pak… Saya sadar itu saat makan siomay di bawah kemarin sore… Dia ingin melihat kegigihan saya… Ijinkan saya untuk menunjukannya kepada dia…”
Bimo: “Wah keracunan siomay sapu - sapu lo pasti… Ini urusan penting Din… Udah lah lo disini aja…”
Bimo pun meninggalkan Udin yang sedang berdiri terpaku.
Meeting diadakan di ruangan yang cukup besar dan biasa digunakan untuk
training, karena ternyata banyak orang yang ikutan. Dari konsultan ada Andro, Sharla, dan satu orang bule yang sepertinya adalah
Managing Director yang kemarin diminta datang oleh Pak Johnson.
Andro dan bule itu duduk berhadapan dengan Pak Johnson dan Pak Hardi, sedangkan Sharla duduk menyendiri agak di belakang.
Bule itu terlihat sedang mati – matian meminta maaf soal kejadian kemarin dan sesekali Andro juga ikut bicara betapa menyesalnya dia dengan kejadian kemarin.
Bimo membayangkan, pasti sangat menakutkan bagi konsultan itu kalo sampai kehilangan klien besar seperti Banknya Bimo ini…
Tiba – tiba terdengar pintu diketuk…
“Permisi, mau anter minuman…”
Ternyata itu OB yang mengantar minuman…
Tapi…
Saat OB itu masuk, ternyata itu bukan OB… Tapi si Udin…
Udin terlihat membawa nampan berisi minuman.
Bimo: (dalam hati) “Masya Allah… Nekat nih anak…”
Pak Hardi menatap Bimo dengan tajam…
Udin pun mulai meletakkan minuman di depan masing – masing peserta meeting… Saat sampai di depan Sharla…
Udin: (berbisik) “Sharla… Kamu ga papa?”
Sharla: (kesal) “
Leave me alone…”
(Hening)
.
.
Udin duduk di samping Sharla.
Udin: “Kalo kamu mau cerita, ini nomor HP ku…”
Sharla: (suara meninggi) “
Please leave me alone…”
Pak Johnson pun terlihat mulai menyadari ada mahluk yang tidak seharusnya ada di ruang
meeting itu…
Pak Johnson: “Ehem…
Excuse me… Mas makasih minumannya… Tolong ditinggal aja ya…”
Udin: “Saya di timnya Pak Bimo Pak…”
Pak Johnson: (bingung) “Bimo, kamu nyuruh tim kamu untuk bawain minuman? Emang OB kita kemana?”
Bimo: (dalam hati) “Wah bodoh nih…”
“Eh saya ga nyuruh Pak… Inisiatif sendiri dia…”
Bimo langsung beranjak dari duduknya dan menarik Udin keluar.
Bimo: “Lo tuh keterlaluan ya… Tadi itu
meeting penting… Lo ga boleh main nyelonong aja… Ga ada yang peduli sama cerita drama lo sama si Sharla… Malu – maluin gw aja lo…”
Udin: “Maaf Pak… Tapi saya merasa harus melakukan itu…”
Bimo: “Heh denger ya! Di dunia ini ga ada yang harus selain Sholat, Zakat, Puasa, ama Haji bila mampu… Ngerti lo???!!!”
Udin: “Insya Allah saya sudah ngejalanin semua Pak, kecuali Haji… Masih nabung…”
Bimo: “BODO AMAAATT!!!... Ya Allah, kurang sabar apa sih gw sama lo Din… Kalo sama yang lain udah di gantung lo…”
Udin: (menunduk) “……”
Bimo: “Udah lah lo ga usah ngebayangin macem – macem… Lo pikir ini semacam FTV SCTV yang judulnya Tukang Ojek Ganteng atau apalah itu?… Udah sana balik ke meja…”
Udin: “Salamin buat Sharla ya Pak…”
Bimo: “Yeee masih aja lo ya!!!”
Udin pun berjalan kembali ke meja…
“Huuufff… Bakalan di omelin lagi nih gw sama boss…” pikir Bimo.
Meeting pun selesai dengan keputusan untuk menunda
project sampai waktu yang tidak ditentukan.
Pak Hardi: “Bimo, tadi si Udin beneran inisiatif sendiri? Wah rajin juga itu anak… Mungkin karena dia pengen belajar dan ikut
meeting… Makanya
next time kamu ajak aja dia kalo kamu
meeting… Biar dia makin banyak belajar… Jarang – jarang lho ada anak muda antusias kaya gitu…”
Bimo: (dalam hati) “Lah?”
“Baik Pak…”
(dalam hati) “Kok jadi malah dia yang dipuji – puji ya? Sungguh aneh…”
Terlihat Pak Hardi menghampiri meja Udin dan mereka berbincang – bincang… Beberapa kali terdengar mereka tertawa…
Dan mereka pun tos…
Bimo cuma bisa bengong.
Bersambung…