- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#123
Dia Mengerti
Brian terpana dan tidak meneguk susu di gelasnya sama sekali. Samantha yang akan mendial nomor kemudian mematikan nomornya.
Arelia tersadar dan tahu bahwa kejujurannya menimbulkan masalah lagi.
“Maaf, aku keluar saja.”, Arelia mengambil tas tangannya dan bersiap-siap meninggalkan apartemen Johnny. Romeo mencoba menyusulnya. Romeo menghentikan Arelia tepat saat dia berada di luar pintu apartemen Johnny. Di tangga yang akan digunakannya turun dari apartemen tersebut.
“Kau tidak seharusnya bicara seperti itu. Kata-katamu tajam sekali.”, ujar Romeo.
“Aku keceplosan. Maaf. Dan jangan menahan tanganku seperti itu. Sakit.”. Arelia mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Romeo yang menahannya. Romeo melepaskannya.
“Kau mau kembali dan minta maaf atau kita keluar?”, tanya Romeo.
“Keluar saja.”, ujar Arelia lirih. Romeo tersenyum. “Ayo!”, Romeo menarik tangan Arelia.
Di sepanjang perjalanan Arelia hanya terdiam. “Aku sudah mengirimkan permintaan maaf lewat chat untuk Brian.”, ujar Romeo.
“Kau? Untuk apa?”, tanya Arelia agak gugup.
“Mewakilimu. Aku tahu kau merasa bersalah. Cuma sulit untuk bilang kan?”, ujar Romeo.
Arelia hanya diam dan terus berjalan. “Ada yang aneh dengan salah satu dari kita.”, ujar Romeo tiba-tiba.
Arelia terkejut dan menatap Romeo.
“Kau juga merasakannya?”, ujar Arelia.
“Tentu saja. Aku sangat peka terhadap perubahan kondisi lingkungan. “, Romeo membanggakan dirinya.
Arelia meracau sendiri melihat sikap Romeo. Romeo tertawa.
Brian terpana dan tidak meneguk susu di gelasnya sama sekali. Samantha yang akan mendial nomor kemudian mematikan nomornya.
Arelia tersadar dan tahu bahwa kejujurannya menimbulkan masalah lagi.
“Maaf, aku keluar saja.”, Arelia mengambil tas tangannya dan bersiap-siap meninggalkan apartemen Johnny. Romeo mencoba menyusulnya. Romeo menghentikan Arelia tepat saat dia berada di luar pintu apartemen Johnny. Di tangga yang akan digunakannya turun dari apartemen tersebut.
“Kau tidak seharusnya bicara seperti itu. Kata-katamu tajam sekali.”, ujar Romeo.
“Aku keceplosan. Maaf. Dan jangan menahan tanganku seperti itu. Sakit.”. Arelia mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Romeo yang menahannya. Romeo melepaskannya.
“Kau mau kembali dan minta maaf atau kita keluar?”, tanya Romeo.
“Keluar saja.”, ujar Arelia lirih. Romeo tersenyum. “Ayo!”, Romeo menarik tangan Arelia.
Di sepanjang perjalanan Arelia hanya terdiam. “Aku sudah mengirimkan permintaan maaf lewat chat untuk Brian.”, ujar Romeo.
“Kau? Untuk apa?”, tanya Arelia agak gugup.
“Mewakilimu. Aku tahu kau merasa bersalah. Cuma sulit untuk bilang kan?”, ujar Romeo.
Arelia hanya diam dan terus berjalan. “Ada yang aneh dengan salah satu dari kita.”, ujar Romeo tiba-tiba.
Arelia terkejut dan menatap Romeo.
“Kau juga merasakannya?”, ujar Arelia.
“Tentu saja. Aku sangat peka terhadap perubahan kondisi lingkungan. “, Romeo membanggakan dirinya.
Arelia meracau sendiri melihat sikap Romeo. Romeo tertawa.
Diubah oleh anism 20-08-2017 12:29
0