Kaskus

Story

hrdntyAvatar border
TS
hrdnty
( Horror Story) Cerita tentang mereka yang sebenarnya ada namun tak terlihat
Salam hangat untuk para warga kaskus emoticon-Haiemoticon-Hai

Sebagai salah satu penghuni kaskus yang eksistensinya jarang tercium (?) , ane pengen menceritakan salah satu kisah yang tak biasa, jika ada yang bertanya apakah ini fiksi atau bukan , silahkan berimajinasi semampu agan sekalian . Jika memang dirasa tidak masuk akal maka silahkan anggap bahwa cerita ini hanya karangan semata dari seseorang yang baru belajar menulis.
Mohon maaf jika bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan kehendak agan sekalian , karna harus ane akui , menulis dan merangkai kata itu bahkan lebih sulit dari menceritakannya kembali secara lisan.emoticon-Hammer2


Quote:






Diubah oleh hrdnty 05-09-2017 11:30
joewanAvatar border
joewan memberi reputasi
1
74.6K
238
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.6KAnggota
Tampilkan semua post
hrdntyAvatar border
TS
hrdnty
#40
PART 5 : DIA DATANG !

Seminggu setelah insiden jatuhnya Prio dari tangga , hari itu akhirnya dia muncul dan menampakan batang hidungnya kembali di kantor, tak ada perubahan sikap maupun perilaku seperti sebelumnya. Hari itu, dia telah menjadi Prio yang seperti biasa dan kembali melakukan rutinitas wajib nya melontarkan lelucon-lelucon dari yang benar-benar lucu,biasa saja,hingga yang tidak lucu sama sekali , seolah-olah dia tak pernah terluka dan selalu dalam kondisi yang baik-baik saja.

Selama sepekan, karyawan kantor bergantian menjenguknya, aku yang saat itu masih trauma atas kejadian yang menimpa Prio akhirnya baru berani menjenguknya saat 2 hari sebelum kehadirannya di kantor. Sama hal nya dengan aku, karyawan lain pun penasaran atas kejadian dan juga perubahan perilaku Prio pada hari itu, namun saat kami menanyakan alasan nya, dia hanya tertawa dan mengatakan bahwa ada hal yang tak masuk akal baru saja terjadi padanya. Atas dasar alasan mengambang itu jua lah , aku yang masih penasaran , melontarkan begitu saja pertanyaan itu kembali meskipun saat itu Prio baru saja berhadir di kantor.
“Kalau kamu tanya alasannya kenapa , jujur saja aku tidak ingat na.. “
Mendengar jawaban aneh itu aku menjadi semakin heran.
“Apa mungkin Prio amnesia?” pikirku
Aku memperhatikan nya dari atas kepala hingga ujung kaki dan kembali lagi ke atas kepala, berlanjut dengan menyakinkan bahwa tak ada lagi luka yang tampak di kepalanya, dan juga menimbang dari perilakunya hari ini, maka ku pikir adalah hal yang tak masuk akal bila seorang Prio sedang menderita kondisi hilang ingatan.

Aku menggeleng cepat
“Tidak mungkin kamu amnesia yo, kalau makhluk pecicilan sepertimu ini bisa amnesia , aku yakin besok matahari akan terbit jadi 3” celetukku.
Prio tertawa keras.
“Aduh na , apa aku harus jadi pacarmu dulu supaya kamu percaya sama aku?”
“Maaf aku tidak doyan laki-laki” jawabku cepat.
“Ups maaf, baiklah , kalau kamu tak suka laki-laki , anggaplah aku wanita, aku bisa jadi apapun asal itu buat kamu”
“Tidak lucu!”sungutku.
Tapi Prio tetap meneruskan tertawaannya dan masih saja “menggodaku” dengan rayuannya yang lebih kepada basa-basi semata.
Tak ada ekspresi lain yang bisa kubuat selain raut wajah kesal atas jawaban tak serius dari Prio. Namun setelah beberapa detik dia yang mulai menyadari wajah kesalku, akhirnya berhenti dari candaannya dan duduk di kursi depanku sambil menatapku lekat. Aku tak melihat wajahnya saat itu , karena aku sedang “pura-pura” sibuk dengan pekerjaan ku , namun yang aku tau ia terus memperhatikanku hingga akhirnya dia pun buka suara.
“Kamu percaya kalau aku katakan aku bisa melihat hantu?”
Aku melihat ke arahnya , dan kali ini aku yakin dia berkata dengan serius.
“Apa aku dapat jawaban yang berbeda , jika aku pilih jawaban di antara percaya atau tidak percaya? Aku balik bertanya.
“Kalau kamu percaya , maka aku akan lanjutkan ceritaku..”
Aku terdiam sebentar.
“Baiklah aku percaya,..” jawabku , jawaban yang sebenarnya adalah sebaliknya.
Prio menghela nafas.
“Berarti kamu juga harus percaya kalau sekarang ada orang lain di ruangan ini selain kita berdua..”

“jepp..”

Aku merinding seketika mendengar kalimat Prio yang baru saja dia katakan. Apa-apaan yang dia maksud dengan adanya orang lain disini? Aku menggerilyakan mataku ke sudut ruangan, dan jika penglihatanku benar-benar normal. Aku bersumpah , tidak ada siapapun selain kami berdua.
“Kamu tidak perlu khawatir , dia hanya berkunjung sebentar. “Rumah” sebenarnya ada di belakang kantor kita , dan dia tidak menggangu.. hanya saja.. “
Prio tidak melanjutkan ceritanya, namun setelah aku meangkat tanganku ke atas tanda meminta dia untuk melanjukan perkataanya, prio berujar ..
“Hanya saja dia tak ingin lama berada di sini , tepatnya dia takut akan sesuatu , sama hal nya dengan apa yang aku takutkan..”
Darahku seperti berdesir dengan cepat , hal itu seperti tidak sinkron dengan apa yang ada di isi kepalaku yang terus saja menganggap apa yang Prio katakan adalah omong kosong, tapi entah kenapa sepertinya tubuhku memiliki reaksi yang berbeda.
“Jadi sesuatu itu apa? Sebegitu menakutkan kah?”
Prio tampak berpikir sebentar, dia melihat arloji di tangan kanannya dan kemudian melanjutkan bicaranya.
“Ya , sesuatu yang sangat menakutkan , “sesuatu” yang bisa mengontrol jalan pikiran seseorang dan bahkan bisa merubah dirinya menjadi orang yang ia kehendaki, kabar baiknya sekarang dia tak disini, tapi kabar buruknya juga adalah ia akan “segera” ada disini”
Jauh dari dalam lubuk hatiku, aku ingin sekali mengerti dan memahami maksud dari apa yang Prio ucapkan, bahkan jika bisa aku pun ingin melihat kebenaran dari “sesuatu” itu, apakah benar seperti yang Prio ucapkan.

“Kamu tau na , jika pada saat hari dimana kecelakaan itu terjadi sebelumnya kamu mengajakku berbicara , percayalah bahwa itu bukan aku..

“Bzzt ..”

Sesaat lampu di ruangan kami padam dan beberapa detik kemudian menyala kembali. Saat ku alihkan pandanganku dari bola lampu yang tergantung di langit-langit dan mengamati kembali wajah Prio , aku ingat beberapa detik yang lalu aku masih bisa mengenali Prio , tapi sekarang aku sadar atas satu hal , sumringah dari bibirnya yang membentuk senyum jahat itu sekarang bukanlah miliknya, tapi tak hanya itu, saat ukiran senyum di wajahnya itu berubah menjadi tawa dan disusul dengan suara yang bukan miliknya juga , untuk pertama kalinya ,pada hari itu , aku benar-benar merasa takut!
Diubah oleh hrdnty 16-08-2017 15:03
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.