Kaskus

Story

rbassbAvatar border
TS
rbassb
My Diary From My Way()
Quote:



Setelah sekian lama cuma jadi silent rider, sekarang gw pingin ngeshare sesuatu dari sebuah diary, dengan semua kenangan dan tetek bengek didalamnya.. walaupun buat nulis ini butuh tenaga ekstra karena gw harus membuka lembaran demi lembaran yang udah….. ahh, langsung aja deh..


Spoiler for Q.T.A:


Spoiler for RULES:


JADWAL UPDATE
Quote:




Spoiler for INDEX:



Spoiler for Penting:


Spoiler for Mulus Terasi:
Polling
0 suara
Siapakah Istri Randeka?
Diubah oleh rbassb 14-11-2022 14:19
neko25Avatar border
weihaofeiAvatar border
rendolkriboAvatar border
rendolkribo dan 216 lainnya memberi reputasi
197
1.6M
5.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
rbassbAvatar border
TS
rbassb
#532

SESI 30



Quote:


Nisa menghentikan langkahnya, dan gw pikir perkataan gw berhasil mempengaruhi dia. Tapi....

Quote:


Serius, gw kaget banget dan ngerasa bodoh banget kenapa perkataan gw gak disaring dulu emoticon-Frown. Tapi ntah kenapa hari ini atau tepatnya pagi ini dia sangat sensitif, padahal gw gak ada niatan sama sekali buat bikin dia marah apalagi sampai gini(nangis) emoticon-Nohope.

Quote:


Saat itu Nisa sudah lumayan jauh berlari, sedangkan gw masih terbengong atau lebih tepatnya mematung karena bingung gak tau mau ngapain. Akhirnya gw kejar dia. Banyak mata mengintimindasi gw, ntah mungkin karena terkesan drama atau sebuah isyarat kalau ada cowo bodoh yang bikin cw nangis tapi cuma diam ditempat. Untungnya pagi itu suasana cukup sepi gak terlalu ramai, jadi gw gak terlalu mempermalukan diri gua.

Quote:


Perlahan gw melepaskan cengkraman tangan gw dari tangan Nisa, sementara Nisa masih terdiam. Pikir gw pada saat itu jika Nisa memutuskan untuk pulang, gw gak akan menahanya dan membiarkan dia. Dan benar saja, setelah gw melepaskan tangannya dia kembali berjalan menjauhi gw sementara gw hanya diam melihat dia semakin menjauh tapi...
Ternyata Nisa malah duduk di pinggiran trotoar yang ada di Grbng, sementara pandangan gw masih terpaku ke Nisa. Pagi ini gak terlalu panas tapi gw udah bikin orang panas, minggu lalu Melani nangis karena gw. Sekarang, Nisa. Ntalah waktu itu mungkin atau faktanya gw adalah seorang cwo php, yah... di satu sisi gw masih mengharapkan Melani buat bilang “Ya” untuk hubungan pacaran tapi di sisi lain perasaan gw ke Nisa tak dapat gw sangkal. Rasa sayang gw mulai tumbuh dan lebih cepat dibandingkan yang gw rasakan ke Melani. Tapi itu masalahnya, Ego gw masih terlalu tinggi dan bersikeras agar Melani lah yang patutnya gw kejar.

Dari sini gw masih memperhatikan Nisa yang sedang duduk dan dia mentap kosong kedepan. Kalau dibandingkan Melani atau Nisa, tatapan mereka pada saat bersamaan yang jauh lebih menarik adalah tatapan seorang Nisa. Bukan karena cantik, imut, atau kelebihan paras semata melaikan sebuah ekspresi yang cukup sulit untuk dilukiskan, sulit untuk dijabarkan dengan kata-kata tapi yang pasti tatapan itulah yang gw benci sekaligus membuat jatung berdebar-debar. Ya.... Dia(Nisa) yang pertama, tanpa gw sadari dan itu mengalir begitu saja.

Quote:


Setelah berjalan beberapa ratus meter dan gw tidak menghiraukan pertanyaan dia, akhirnya gw sampai di sebuah tempat makan yang namanya “Waroeng Nasi Gandul”. Walaupun masih pagi warung ini sudah buka karena yang pertama menunya cocok buat sarapan(bagi gw emoticon-Big Grin) dan yang kedua warung ini selalu ramai, tau kan definisi ramai? Yap, pasti menunya enak. Saat tiba ternyata warungnya udah cukup ramai dan untungnya ada beberapa bangku yang masih kosong untuk kita duduki.

Quote:


Saat itu juga Nisa langsung memberikan air digelasnya tapi dia tidak hanya memberikan begitu saja tapi sambil meminumkannya ke gw emoticon-Genit. Fix saat itu mungkin orang sekitar yang melihatnya akan ikut keselek saat melihat adegan Nisa meminumkan air putih ke gw emoticon-Ngakak (S).

Quote:


Gw cukup senang dengan perkataan Nisa, dan saat sedang makan gw tak henti-hentinya memperhatikan dia sampai-sampai beberapa kali dia melirik dengan pandangan tajam ke gw karena gw masih memperhatikanya makan. Ntah kenapa hati gw berbunga-bunga saat memandanginya,
Dia anggun… ntah kenapa baru terpikirkan oleh gw tentang itu. Saat pertama masuk sekolah pun dia terlihat biasa saja bagi gw, tapi kali ini kenapa semuanya berbeda? Berbeda 180 derajat.

Quote:



Gw kembali melanjutkan makan gw. Sambil mengunyah tak henti-hentinya mulut gw tersenyum dan saat itu terjadi, gentian Nisa memperhatikan gw dengan tatapan anehnya emoticon-Nohope. Saat itu gw jadi bener-bener salting dan tentunya jadi kikuk emoticon-Nohope. Ternyata gak enak juga ya kalau diperhatiin terus saat sedang makan.

* * * *

Selesai makan kita gak langsung pulang, tapi duduk-duduk dulu (sebenernya Nisa udah ngajakin pulang, tapi gw tahan).

Quote:


Gw cukup terkejut saat sedang bengong tiba-tiba Nisa ngomong gitu. Gw pun menoleh ke Nisa tapi wajahnya melihat ke arah sebaliknya. Gw masih memperhatikan Nisa dan benar saja beberapa detik kemudian dia menoleh ke arah gw dan kami saling bertatap-tatapan, matanya lurus melihat ke mata gw. hanya beberapa detik mata kami bertemu dan Nisa mengalihkan pandangannya kebawah.

Quote:


* * *

Sesampainya dirumah gw harap kak Rena udah pulang, tapi mungkin harapan gw sirna setelah melihat mobil om Ardi diluar emoticon-Nohope. Saat tiba didalam, diruang keluarga telah berkumpul keluarga om Ardi dan Bokap, Nyokap serta kak Lena.

Quote:


Gw hanya membalasnya dengan senyuman. Pikir gw kalau gw maen kerumahnya bisa dihajar abis-abisan sama kak Rena, secara dirumah gw aja bisa dikerjain sampe gw pasrah apalagi dirumahnya emoticon-Frown. Setelah mandi gw gak ada niat buat kumpul bareng dibawah, tapi...

Quote:


Didalam kamar kami bermain robot-robotan. Dess... yeattt.... tembak.... duarr.... rasakan ini... seperti itulah suara suara yang kami buat untuk membuat permainan lebih nyata. Faris tidak seperti anak seusianya yang kalau memainkan mainan dengan cara kasar, Faris bermain lebih tenang dan dia pun tak serakah untuk memainkan semua mainan yang ada melainkan dia hanya memilih beberapa mainan yang dia suka untuk di mainkan. Di kamar gw cukup banyak mainan beraneka ragam mulai robot-robotan, mobil-mobilan, lego dll karena gw penyayang mainan. sendari gw kecil belum pernah gw merusak mainan gw kecuali karena kecerobohan gw sendiri yang mengakibatkan beberapa mainan rusak.
Faris sangat menikmati permainan yang kami berdua lakukan, sampai-sampai gw gak sadar kalau kak Rena ternyata sedang memperhatikan kami didepan pintu kamar.

Quote:


Gw kaget bukan main melihat kak Rena berbicara dengan adiknya, bukan apa-apa tapi lu pada tau sendiri sifat dan sikap dia apalagi cara bicaranya yang dingin dan ketus. Tapi saat ini berbeda 360º dengan kak Rena biasanya, dia berbicara dengan suara lemah lembut dan di iringi dengan senyuman yang..... bener-bener bikin siapapun yang melihatnya langsung klepek-klepek emoticon-Hammer

Quote:


Setelah itu Faris berlari meninggalkan kamar gw. setelah Faris keluar ekspresi kak Rena saat menatap gw balik ke biasanya yaitu ; Jutek, dingin, ngeselin angkuh... dan intinya gw pingin melempar sisa mainan gw ke mukanya emoticon-Mad.
Gw pun ikut turun kebawah karena tante Maya dan om Ardi mau pulang. Akhirnya rumah gw terbebas dari gangguan itu cw nyebelin dan gw bisa bersantai ria tanpa khawatir seseorang ngerjain gw dengan sadisnya, yah walaupun ada kak Lena disini tapi tingkat kejailannya jauh dibawah batas normal alias cuek.

Quote:

limdarmawan
wakazsurya77
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 17 lainnya memberi reputasi
16
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.