- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#118
Keputusan di Penghujung Hari Part 1
“Aku selalu merasa perlu banyak istirahat setelah mendengarkan penjelasan seorang terdakwa.”, ujar Johnny.
Romeo menghela napas. Sedangkan yang lainnya sibuk sendiri.
“Jujur aku tidak merasa bahwa orang tua itu bersalah. Pria itu pantas dibunuh atas perlakuannya.”, ujar Lativa.
Romeo tertawa. “Lativa, sepertinya kamu tidak semanis yang selama ini kami pikirkan. Kau kejam juga.”
Lativa tersenyum malu. “Aku juga berharap kalau dulu mereka paham kalau kejadianku bersama orang tua itu juga bisa dikategorikan sebuah percobaan pemerkosaan. Bukannya justru membuatku seperti bersalah juga.”
“Kami semua tidak pernah merasa yang kau lakukan itu salah. Itu adalah insting makhluk hidup. Mempertahankan hidupnya. Kalau kita sebagai manusia ditambah satu. Harga diri.”, ujar Gerry setelah mencomot buah berry segar yang dibeli oleh Samantha.
“Teman-teman. Aku akan kembali ke Inggris bersama kalian.”, ujar Johnny.
“Benarkah?”, Brian dan pria-pria lainnya bersahut-sahutan senang mendengar keputusan Johnny.
Mereka kemudian menikmati berry. Bercanda dan berbincang mengenai banyak hal sampai sebuah suara yang ternyata sedari tadi belum keluar menyampaikan pemikirannya.
“Hukuman yang bakal diterima olehnya adalah sepuluh tahun penjara. Menyedihkan. “, ujar Romeo tiba-tiba.
“Itu lebih baik dari tuntutan awal. Dua puluh tahun. Itu pembunuhan berencana, Romeo. Tanpa eksepsi darimu, tidak ada keringanan sebesar itu.”, ujar Arelia.
“Aku selalu merasa perlu banyak istirahat setelah mendengarkan penjelasan seorang terdakwa.”, ujar Johnny.
Romeo menghela napas. Sedangkan yang lainnya sibuk sendiri.
“Jujur aku tidak merasa bahwa orang tua itu bersalah. Pria itu pantas dibunuh atas perlakuannya.”, ujar Lativa.
Romeo tertawa. “Lativa, sepertinya kamu tidak semanis yang selama ini kami pikirkan. Kau kejam juga.”
Lativa tersenyum malu. “Aku juga berharap kalau dulu mereka paham kalau kejadianku bersama orang tua itu juga bisa dikategorikan sebuah percobaan pemerkosaan. Bukannya justru membuatku seperti bersalah juga.”
“Kami semua tidak pernah merasa yang kau lakukan itu salah. Itu adalah insting makhluk hidup. Mempertahankan hidupnya. Kalau kita sebagai manusia ditambah satu. Harga diri.”, ujar Gerry setelah mencomot buah berry segar yang dibeli oleh Samantha.
“Teman-teman. Aku akan kembali ke Inggris bersama kalian.”, ujar Johnny.
“Benarkah?”, Brian dan pria-pria lainnya bersahut-sahutan senang mendengar keputusan Johnny.
Mereka kemudian menikmati berry. Bercanda dan berbincang mengenai banyak hal sampai sebuah suara yang ternyata sedari tadi belum keluar menyampaikan pemikirannya.
“Hukuman yang bakal diterima olehnya adalah sepuluh tahun penjara. Menyedihkan. “, ujar Romeo tiba-tiba.
“Itu lebih baik dari tuntutan awal. Dua puluh tahun. Itu pembunuhan berencana, Romeo. Tanpa eksepsi darimu, tidak ada keringanan sebesar itu.”, ujar Arelia.
Diubah oleh anism 09-08-2017 21:12
0