Kaskus

Story

bomtwoAvatar border
TS
bomtwo
Life Always Spinning
Quote:

Quote:

Quote:


Spoiler for Rules:


PROLOG

Perkenalkan nama gw Een (umur 27 tahun sekarang) cowok tulen dan gak melambai (catat), gw berasal dan asli dari sebuah Kota yg menjadi Ibukota provinsi di Pulau Kalimantan. Gw anak ke 2 dari 3 bersaudara, kakak gw cowok dan jarak umur kami terpaut hampir 10 tahun, sedangkan adik gw cewek terpaut 3 tahun dgn gw. Kata orang gw ini anak pungut, itu di karenakan muka gw dgn kakak dan adik gw yg jauh banget bedanya karena kakak gw ganteng dan tinggi sedangkan adik gw cantik dan mungil, apalagi Mama gw juga cantik jdi semakin kentara klo gw ini terkesan anak pungut.

Gw di takdirkan sebagai cowok yg mempunyai berat badan berlebih a.k.a padat berisi (bilang aja gendut) di tambah tinggi badan gw yg cuma 167cm berasa banget gw kayak kingkong, tapi gw gak masalah karena walaupun gw gendut bagi orang gendut gw itu beda karena tubuh gw yg padat gak melar air doank seperti orang gendut kebanyakan...

Cerita ini akan berawal saat gw masuk SMA ditahun 2004, masa di mana gw mengenal cinta, konflik anak muda dan yg pasti konflik kehidupan gw sendiri.


Spoiler for Q & A:


Spoiler for Mulustrasi:


Spoiler for Side Story:


Spoiler for Index:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pacar Een sampai lulus SMA
Diubah oleh bomtwo 10-05-2018 03:27
tien212700Avatar border
samsung66Avatar border
pulaukapokAvatar border
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
9
291.3K
2.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
bomtwoAvatar border
TS
bomtwo
#1300
Part 36


Setelah mengantarkan Sonya sampai di rumahnya dan sedikit berbohong bahwa gw ada acara sama sepupu2 gw di rumah Kakek, akhirnya gw pun sekarang sudah dalam perjalanan menuju rumahnya Intan.

Setelah menempuh perjalanan selama ±10menit gw pun sudah sampai di rumahnya Intan. Posisi pagar rumah yg sudah terbuka memudahkan gw untuk langsung memarkirkan si macan di halaman rumahnya. Gw pun sudah berada di depan pintu rumah dan mengetuknya. Tak berselang lama Intan pun membuka kan pintu dan mempersilahkan gw masuk dan duduk di ruang tamunya.


Quote:


Intan pun pergi ke arah dapur dan tak lama kemudian menghampiri gw lagi sambil membawa nampan dengan 2 gelas es teh manis berada di atasnya. Dia pun kemudian mengajak gw buat pindah ke teras rumahnya dan gw pun mengiyakan ajakan nya tersebut.

Gw dan Intan pun sudah duduk di kursi teras rumahnya dengan meja kaca ukuran sedang sebagai pemisah jarak di antara kami berdua. Selama beberapa menit tidak ada di antara kita yg memulai pembicaraan, gw yg merasa canggung pun kemudian meraih gelas es teh yg ada di meja lalu meminumnya. Setelah menaruh gelas kembali ke meja, gw pun mengeluarkan sebatang rokok mild favorit gw dari kotaknya kemudian membakarnya, "Fuuuhhhhh"hembusan asap pun keluar dengan mulus dari mulut gw dan kemudian terurai ke segala penjuru terbawa angin yg bersemilir, entah kemana.


Quote:


Gw pun kembali menghisap rokok yg ada di tangan dan menghembuskan asapnya ke udara lalu mematikan nya kedalam asbak walau masih ada setengah batang yg tersisa.


Quote:


Suasana di antara kami berdua pun kembali hening, nampak jelas dari raut wajah dan sorotan matanya yg memandang jauh ke depan, tersirat sebuah kesedihan, kesedihan seorang wanita yg gw tau juga pernah memiliki perasaan kepada gw namun harus pupus ketika gw lebih memilih persahabatan gw dengan Ridho ketimbang menjalin cerita cinta bersama dirinya.


Quote:


¥¥-*-¥¥


Ramainya pengendara di jalan sore hari ini tidak menyurutkan niat gw untuk menggeber si macan hampir mencapai 90km/jam. Emosi di diri gw sudah memuncak ketika tau apa penyebab bahu sebelah kanan nya Intan bisa biru lebam dan masih menimbulkan efek sakit ketika di sentuh.

"Semua itu berawal ketika Intan dan Iyon pergi untuk menghadiri acara ultah temannya Iyon di sebuah cafe mewah yg ada di kota gw ketika libur sekolah tinggal menyisakan tiga hari lagi. Intan awalnya menolak ajakan Iyon karena malas dengan teman2 Iyon yg notabene bukan anak2 dari sekolahan kami. Itu karena pergaulan Iyon yg lumayan luas sebab dia seorang atlet basket yg cukup populer di lingkup pelajar SMA di kota gw. Karena terus di desak akhirnya Intan pun mengiyakan ajakan tersebut.

Selama di acara ultah tersebut Intan duduk menyendiri karena Iyon lebih memilih bergabung dengan temen2 basketnya dan juga beberapa cewe yg Intan tidak kenal sama sekali dengan mereka. Hal tersebut akhirnya membuat Intan hilang kesabaran dan memutuskan untuk pulang lebih dulu tanpa menunggu Iyon untuk mengantarnya pulang. Ketika Intan sudah berada di parkiran cafe tersebut dan berniat untuk mencari taksi atau tukang ojek tiba2 Iyon menghampirinya dan memaksa Intan untuk kembali ke dalam cafe hingga acara selesai. Intan menolak ajakan Iyon dan bersikeras untuk pulang dan tanpa di duga, Iyon yg emosi, mendorong badan Intan hingga jatuh menimpa sebuah sepeda motor dan menyebabkan bahu kanan nya mengenai stang sepeda motor yg sedang terparkir.

Intan pun meringis menahan sakit akibat benturan yg cukup keras tersebut dan hal tersebut membuat seorang security cafe yg sedang keliling pun menghampiri posisi Intan dan Iyon. Security tersebut segera menolong Intan untuk bangkit dan kemudian memapahnya menuju pos security yg berada di depan gerbang masuk cafe tersebut. Sedangkan Iyon dengan cueknya malah memilih masuk kembali ke dalam cafe tanpa merasa bersalah. Awalnya security tersebut ingin mengejar Iyon untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya tapi ditahan oleh Intan karena memang Intan sudah malas berurusan dengan cowo brengsek tersebut. Intan pun akhirnya minta tolong kepada security tersebut untuk memesankan nya sebuah taksi agar secepatnya bisa pulang ke rumahnya dan langsung di iyakan oleh security tersebut dan akhirnya Intan pun pulang kerumah setelah taksi yg di pesan datang.

Sesampainya di rumah Intan pun terpaksa berbohong kepada kedua orang tua nya bahwa dia terjatuh di dalam cafe dan bahunya menghantam sebuah kursi yg mengakibatkan lebam di bahu kanan nya tersebut. Besoknya Iyon pun datang ke rumah Intan dan mencoba meminta maaf akan kejadian malam itu tapi karena tekad Intan sudah bulat, akhirnya di hari tersebut, Intan memutuskan hubungan di antara mereka berdua untuk selama-lamanya."


Gw sudah berada di sebuah perumahan di mana kontrakan milik temen nya Iyon yg juga menjadi base camp dia dan temen2 basketnya berada. Ada sekitar 12 orang yg sedang duduk2 di teras rumah tersebut sambil ngobrol dan ketawa2 termasuk si Iyon. Gak salah memang gw menyuruh Andre untuk duluan memantau situasi rumah tersebut dan memastikan bahwa Iyon berada disana. Yaa gw gak peduli akan keberadaan temen2 nya karena saat ini yg gw inginkan hanyalah Iyon.

Posisi gw dan Andre sekarang hanya berjarak satu rumah dari rumah kontrakan tersebut dan sebenarnya gw pengen langsung aja buat nyerang si Iyon tapi setelah di yakin kan Alan, akhirnya gw memutuskan untuk menunggu sahabat2 gw datang buat nyusul gw dan Andre. Setelah menunggu ±15menit akhirnya semua sahabat gw termasuk Alan pun datang. Tapi di luar dugaan kami semua, Ridho tanpa banyak omong langsung duluan menuju rumah tersebut dan masuk ke dalamnya dan seketika keributan pun terjadi.

Kami pun segera menyusul Ridho dan nampak saat itu Ridho di keroyok oleh temen2 nya Iyon. Kami pun langsung menghambur ke kerumunan dan menyerang semua temen2 Iyon secara membabi buta. Gw langsung menghantam satu orang yg posisi nya sedang memukul bagian kepala Ridho dan 'BUUKKK"hantaman gw pun tepat mengenai pelipis sebelah kirinya dan membuat temen Iyon tersebut terhuyung kebelakang.

Andre pun tak mau kalah, dia langsung aja mengahajar dua orang sekaligus tanpa berhenti, badan nya pun sebenarnya menerima beberapa pukulan juga, tapi emang si Andre orangnya gila, pukulan2 tersebut seperti gak ada efeknya karena dia tetap aja melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah dua orang tersebut. Untuk Tian, Jay dan Bobby gak usah gw jelasin panjang lebar, intinya musuh yg mereka serang gak berkutik menghadapi serangan dari mereka bertiga. Alan dan joni pun kemudian berhasil menarik Ridho dari keroyokan Iyon dan teman2 nya.

Sekarang hanya tersisa empat orang yg masih bertahan dari kubu Iyon termasuk dirinya dan terlihat jelas dari raut wajah mereka ada rasa takut yg terpancar ketika melihat temen2 mereka yg lain sudah pada terkapar di lantai akibat serangan dari kami.


Quote:


¥¥-*-¥¥


Gw dan sahabat2 gw beserta Iyon dan temen2 nya kini sedang berada di sebuah rumah besar milik Pak RT lingkungan rumah kontrakan temen Iyon berada, nampak beberapa warga yg berada di dalam dan luar rumah ini berjaga untuk mencegah di antara kami yg bertikai untuk melarikan diri.

Memang pada saat kami datang, suasana perumahan itu masih sangat sepi, tapi ketika keributan terjadi, beberapa warga yg merasa terganggu akan suara2 teriakan dari rumah kontrakan temen Iyon ini mulai keluar dari dalam rumah mereka dan mencari tahu apa yg sedang terjadi saat itu.

Setelah memastikan apa yg terjadi, salah satu warga melapor ke Pak RT setempat dan atas perintah Pak RT akhirnya semua warga yg laki2 di kumpulkan dan segera mereka menuju ke arah kami dan kemudian menghentikan aksi gw dan sahabat2 gw dan kemudian menggiring kami semua ke rumah Pak RT untuk di lakukan interogasi.


Quote:
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.