- Beranda
- Stories from the Heart
( TAMAT ) AKU, KAMU, DAN LEMON : BUKU HARIAN AIRIN
...
TS
beavermoon
( TAMAT ) AKU, KAMU, DAN LEMON : BUKU HARIAN AIRIN
Selamat datang di BeaverMoon Land
Sudah lama tak berjumpa dengan halaman ini dan biasanya cuma liat info-info HT doang.
Dan pada akhirnya ane kembali dengan membawa kisah yang ngga terlalu bagus

Spoiler for Tanya Jawab:
Q : Bang bakalan panen kentang lagi ngga?"
A : Kayaknya ngga, soalnya thread ini cuma 15 episode pendek
Q : Kok cuma 15 Bang?
A : Ya emang segitu adanya dan ngga ada yang ditambah-tambahin
Q : Update tiap hari kan?"
A : Sayangnya ngga tiap hari. Berhubung cuma 15 episode dan ane lagi lumayan sibuk jadi updatenya seminggu sekali (biasanya weekend)
Q : Ini cerita tentang apa Bang?
A : Ini adalah prekuel dari AKU, KAMU, DAN LEMON
Q : Bang, prekuel apa sih?
A : Ini cerita sebelum adanya AKU, KAMU, DAN LEMON
Q : Jadi saya harus baca AKU, KAMU, DAN LEMON dulu dong bang?
A : Sebaiknya seperti itu, tapi kalo mau ini duluan juga nggapapa
Q : Bang, Nanda apa kabar?
A : -_- pertanyaan yang pasti ane jarang jawab
A : Kayaknya ngga, soalnya thread ini cuma 15 episode pendek
Q : Kok cuma 15 Bang?
A : Ya emang segitu adanya dan ngga ada yang ditambah-tambahin
Q : Update tiap hari kan?"
A : Sayangnya ngga tiap hari. Berhubung cuma 15 episode dan ane lagi lumayan sibuk jadi updatenya seminggu sekali (biasanya weekend)

Q : Ini cerita tentang apa Bang?
A : Ini adalah prekuel dari AKU, KAMU, DAN LEMON
Q : Bang, prekuel apa sih?
A : Ini cerita sebelum adanya AKU, KAMU, DAN LEMON
Q : Jadi saya harus baca AKU, KAMU, DAN LEMON dulu dong bang?
A : Sebaiknya seperti itu, tapi kalo mau ini duluan juga nggapapa
Q : Bang, Nanda apa kabar?
A : -_- pertanyaan yang pasti ane jarang jawab
Jadi buat agan dan aganwati sekalian yang mau mengikuti thread ini seharusnya baca AKU, KAMU, DAN LEMONterlebih dahulu. Cuma kalo mau baca ini dulu ya nggapapa ngga ada larangannya

Selamat membaca

Spoiler for INDEX:
Episode 1
Episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5
Episode 6
Episode 7a
Episode 7b
Episode 8a
Episode 8b
Episode 9a
Episode 9b
Episode 10
Episode 11a
Episode 11b
Episode 12
Episode 13a
Episode 13b
Episode 14a
Episode 14b
Episode 15
Episode 15 + 1 (Finale)
Bad News Lemon
Behind The Story (part 1)
Behind The Story (part 2)
Behind The Story (part 3 / finale)
Pemberitahuan
Episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5
Episode 6
Episode 7a
Episode 7b
Episode 8a
Episode 8b
Episode 9a
Episode 9b
Episode 10
Episode 11a
Episode 11b
Episode 12
Episode 13a
Episode 13b
Episode 14a
Episode 14b
Episode 15
Episode 15 + 1 (Finale)
Bad News Lemon
Behind The Story (part 1)
Behind The Story (part 2)
Behind The Story (part 3 / finale)
Pemberitahuan
Diubah oleh beavermoon 28-01-2020 19:37
i4munited dan 13 lainnya memberi reputasi
14
77.7K
Kutip
417
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
beavermoon
#367
Spoiler for Behind The Story (part 1):
Halo semuanya, perkenalkan gue adalah orang yang bertanggung jawab atas semua cerita mengenai Aku, Kamu dan Lemon begitu juga dengan prekuelnya Buku Harian Airin. Jadi udah jelas kalo gue ini bukan Bramantyo Satya Adjie seperti tokoh utama yang ada di dalam cerita. Gue juga bukan seorang Abang dari Nanda Satya Adjie, bukan sahabat setia dari Reza Baskoro dan juga bukan seseorang yang berhasil memenangkan hati Dinda Rahma dan juga Widyanti Pratiwi. Lantas siapa gue? Gue hanya seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta yang hingga saat ini belum bisa mengenakan toga alias yang ngga kunjung lulus juga.
Gimana caranya gue bisa sangat mengetahui keluarga dari Satya Adjie? Apakah gue adalah seseorang yang sangat dekat dengan keluarga tersebut? Tentu saja tidak, gue sama sekali tidak mengenal keluarga Satya Adjie pada awalnya hingga akhirnya gue sangat mengenal sekali bagaimana keadaan keluarga Satya Adjie. Jika boleh bertele-tele gue akan menceritakan awal mula gue membuat cerita ini dengan embel-embel kisah nyata.
Sekitar bulan Juli 2015 gue kembali menyelesaikan sebuah cerita legendaris yang ada di Kaskus yaitu Sepasang Kaos Kaki Hitam atau yang lebih dikenal dengan SK2H. Cerita yang bisa membuat gue secara tidak langsung ngelindur ketika tidur dimana saat itu gue menyebut nama Meva berkali-kali hingga membuat keluarga gue kebingungan dengan nama itu.
Awal mengetahui SK2H ya tidak lain tidak bukan dari teman gue yang sudah mulai bermain di Kaskus dari tahun 2009. Ketika itu ia datang menuju tempat biasa kami berkumpul.
“Eh mending lu baca cerita ginian deh...”
Katanya sambil menunjukan cerita SK2H pada gue. First impression gue sudah pasti, tidak tertarik! Kenapa? Sudah cukup lama gue tidak membaca sebuah cerita baik dari buku maupun secara elektronik. Namun ia tetap memaksa gue untuk membaca cerita tersebut.
“Emang ini cerita apaan dah?” Tanya gue meraih hpnya
“Udah mending lu baca aja dulu, kalo seru langsung bikin ID kaskus.” Jawabnya
Beberapa kali gue geser layar hpnya kebawah dan gue cukup terkejut dengan bagian awal dari cerita SK2H karena ada pertemuan dengan sesosok wanita misterius yang membuat gue cukup parno.
“Ini mah cerita horor anjir, ngga deh. Gue males bacanya.” Kata gue sambil menyerahkan kembali hpnya
“Jangan suka underestimate dulu jadi orang, baru baca bagian awalnya aja udah bisa narik kesimpulan. Baca dulu sampe abis.” Katanya sambil menyerahkan kembali hpnya
Mau tidak mau gue kembali menerima hpnya dan kembali membaca cerita tersebut. Dan memang benar, gue terlalu underestimate hingga tak sadar sudah beberapa jam gue membaca cerita itu. Hingga gue memutuskan untuk membuat ID Kaskus bernama beavermoon.
Hari terus berganti hingga tak terasa gue sudah menyelesaikan membaca cerita SK2H. Perasaan campur aduk sudah terasa ketika mengetahui bagaimana akhirnya Bang Ari dan Mba Meva harus terpisah begitu saja dan kembali dipertemukan dengan keluarga mereka masing-masing. Semenjak hari itu gue memutuskan untuk membuat cerita di Kaskus.
“Gue kayaknya mau bikin cerita juga nih...” Kata gue kepada salah satu temen gue
“Lu mau ngikutin kayak SK2H? Ya ngga bakalan bisa lah, kisah itu udah melegenda banget.” Jawabnya
“Kan gue ngga ada niatan buat ngalahin pamornya SK2H. Gue cuma mau cari pengalaman aja, mumpung ada kaskus yang jadi wadahnya jadi kenapa ngga.” Jelas gue
Gue mencoba membuka laptop yang umurnya udah ngga muda lagi dan masuk ke dalam microsoft word untuk bersiap-siap menuliskan cerita yang akan gue buat. Lima menit kemudian menjadi sepuluh menit hingga lima belas menit.
“Lu belom nulis apa-apaan juga daritadi?” Tanya temen gue sambil melihat ke layar laptop
“Kebanyakan ngayal jadinya gini, bentrok semua.” Jawab gue
“Gini aja, kita bikin cerita yang udah pernah kita alamin aja. Semisal lu yang pernah suka sama cewe tapi cewe itu udah punya cowo dan lu tetep ngejar cewe itu. Hingga akhirnya mereka putus tapi lu ngga dapetin cewe itu juga.” Jelasnya
“Kalo gue ngetik itu jadinya ngga bakalan panjang, cuma jadi beberapa halaman aja.” Kata gue
“Ya kan lu bisa kembangin lagi gimana awalnya lu kenal sama cewe itu, gimana rasanya ngedeketin cewe itu, dan gimana rasanya lu bikin hubungan orang ancur gitu aja dan lu ngga dapet apa-apa. Itu semua kan bisa dikembangin, tinggal imajinasi lu aja yang perlu di asah terus.” Katanya lagi
Dan mulai saat itu, gue dan juga temen gue saling beradu imajinasi dari mulai alur cerita, nama tokoh-tokoh yang akan tampil dan juga setting tempat yang sekiranya cocok untuk ada di dalam sebuah cerita. Rasanya semakin lama semuanya jadi semakin mudah karena imajinasi yang sudah semakin terasah dan dengan mudah untuk menentukan kemanakah cerita ini akan berjalan.
Beberapa minggu udah gue lewatin sambil terus mengetik kata demi kata, hingga akhirnya tiba di suatu hari dimana gue mendapatkan sebuah panggilan dari saudara gue.
“Halo Mba Nisa...”
(Buat kalian yang kebingungan dengan siapa Mba Nisa yang tiba-tiba muncul di episode Bad News Lemon, sekarang udah tau kan siapa dia.)
“Dek, kamu jadi ke rumah?” Tanyanya
“Iya Mba jadi, ini lagi siap-siap abis itu jalan ke sana.” Jawab gue
“Tapi nanti temenin Mba ya mau ketemu sama temen Mba.” Katanya
“Iya atur aja asal ada uang bensin sama uang makan mah.” Kata gue
Beberapa percakapan berlangsung hingga akhirnya panggilan tersebut terputus. Gue melihat ke layar laptop gue, udah cukup banyak kata-kata yang berhasil gue rangkai hingga beberapa halaman dan langsung gue save sebelum gue matiin laptopnya.
Lanjut ke rumah saudara gue yang bisa dibilang cukup jauh tapi ngga terlalu jauh. Setibanya di sana gue langsung masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Orang Tua dari Mba Nisa dan juga adiknya. Cukup lama kami berbincang-bincang hingga akhirnya Mba Nisa ngajak gue untuk pergi.
“Dek, ayo berangkat sekarang.” Ajaknya
Setelah berpamitan dengan Orang Tuanya Mba Nisa, gue dan Mba Nisa pergi.
“Mba emang mau kemana?” Tanya gue penasaran
“Ada satu tempat yang pengen Mba datengin, soalnya di sana ada temen Mba.” Jawabnya
Gue cuma ngangguk karena menurut gue Mba Nisa akan reuni dengan temen-temen lamanya. Hampir satu jam berlalu dari mulai jalan raya besar hingga masuk ke dalam sebuah kawasan yang baru pertama kalinya gue ke sana.
“Ini kita mau kemana sih Mba? Kok rumah temennya Mba Nisa susah banget?” Tanya gue penasaran
Tanpa ada sebuah kata yang keluar dari mulutnya, ia menunjuk sebuah rumah yang berada di tikungan. Cukup lama gue melihat rumah yang ditunjuk oleh Mba Nisa karena rumahnya yang sangat luas, ada beberapa mobil yang sudah terparkir dengan rapih.
“Kamu tunggu di sini aja ya Dek, Mba mau masuk dulu nyapa temen Mba.” Kata Mba Nisa
Gue hanya mengangguk karena ada sebatang rokok yang sudah menyala di mulut gue. Ada sebuah bangku putih di halaman depan mengitari sebuah pohon besar dan gue memutuskan untuk duduk di sana sambil melihat ke arah sekitaran rumah ini.
“Rumahnya gede, banyak mobil mewah tapi kok kayak ngga keurus gini ya.” Kata gue seorang diri
Sebatang rokok udah gue abisin dan gue matiin pake sol sepatu, sedangkan puntungannya gue lempar ke arah tempat sampah dan berhasil masuk. Mungkin sekitar sepuluh menit gue nunggu hingga akhirnya gue merasa bosan, gue berniat untuk berjalan-jalan mengitari rumah besar ini. Baru saja beberapa langkah terdengar suara dari hp gue, ada sebuah chat masuk. Belum sempat gue membaca seluruh isi chat tersebut hingga akhirnya
*Dug*
“Oh maaf-maaf saya ngga liat...” Kata gue
Gue melihat seorang wanita dengan matanya yang cukup basah, begitu pula dengan pipinya. Ia mencoba tersenyum kepada gue. Gue melihat sebuah buku yang terjatuh kemudian gue ambil buku tersebut lalu memberikannya kepada wanita yang ada di hadapan gue.
“Mba nggapapa?” Tanya gue sambil memberikan buku itu kepadanya
“Menurut kamu gimana kalo ada seorang cewe yang matanya sembab abis nangis?” Tanyanya
Jujur aja gue mati kutu karena mungkin ngga seharusnya gue nanya kayak gini ke dia, beberapa saat gue diam hingga gue memberanikan diri untuk kembali berkata.
“Kenapa Mba bisa sampe nangis kalo boleh saya tau?”
“Kamu pernah jatuh cinta?”
Ia bertanya seraya berjalan menuju bangku yang semula gue duduki. Mau ngga mau gue ngikutin kemana dia jalan dan ikut duduk di sampingnya. Ia diam beberapa saat, gue kembali melihat buku yang seharusnya sudah wanita ini ambil.
“Kamu belum jawab pertanyaan saya...” Kata wanita itu mengagetkan gue
“Saya pernah jatuh cinta...” Jawab gue pelan
“Lalu apakah kamu pernah dijatuhkan oleh cinta?”
Kali ini gue cuma bisa diam karena gue ngga ngerti sama arah pertanyaan dari wanita ini.
“Ketika kamu jatuh cinta sama seseorang namun egomu terlalu tinggi hingga kamu meninggalkan cintamu gitu aja tanpa ada sebuah kepastian. Kamu terlalu percaya bahwa cinta kamu terlalu kuat untuk dikalahkan. Tapi ketika kamu kembali, semuanya hanya angan-angan belaka...” Katanya kemudian terhenti
Ia kembali meneteskan air mata dan gue cuma bisa diam. Beberapa saat hingga akhirnya ia mengambil buku yang ada di genggaman gue sebelumnya.
“Buku ini jadi saksi bahwa pernah ada seseorang yang pernah berjuang untuk cintanya yang pergi meninggalkannya demi cita-cita egoisnya semata.” Katanya pelan
“CIta-cita Mba emang apa?” Tanya gue pelan
“Penari...”
Gue mengangguk pelan, lalu kami berdua diam untuk beberapa saat. Angin berhembus cukup kencang hingga menggugurkan beberapa daun dari pohon yang ada di belakang kami.
“Semuanya akan gugur jika sudah mencapai waktunya...” Katanya sambil melihat daun yang perlahan jatuh
“Kalo boleh saya minta izin untuk ceritain pengalaman Mba...” Kata gue memberanikan diri
“Kamu penulis?” Tanyanya
“Bukan, saya baru aja mau nulis cerita.” Jawab gue
Ia melihat ke buku yang ia pegang lalu kembali menatap gue
“Kamu bisa merahasiakan identitas saya?” Tanya gue
“Mba bisa pegang janji saya...” Kata gue
Ia tersenyum lalu mengulurkan tangannya
“Saya Widya...”
Gimana caranya gue bisa sangat mengetahui keluarga dari Satya Adjie? Apakah gue adalah seseorang yang sangat dekat dengan keluarga tersebut? Tentu saja tidak, gue sama sekali tidak mengenal keluarga Satya Adjie pada awalnya hingga akhirnya gue sangat mengenal sekali bagaimana keadaan keluarga Satya Adjie. Jika boleh bertele-tele gue akan menceritakan awal mula gue membuat cerita ini dengan embel-embel kisah nyata.
Sekitar bulan Juli 2015 gue kembali menyelesaikan sebuah cerita legendaris yang ada di Kaskus yaitu Sepasang Kaos Kaki Hitam atau yang lebih dikenal dengan SK2H. Cerita yang bisa membuat gue secara tidak langsung ngelindur ketika tidur dimana saat itu gue menyebut nama Meva berkali-kali hingga membuat keluarga gue kebingungan dengan nama itu.
Awal mengetahui SK2H ya tidak lain tidak bukan dari teman gue yang sudah mulai bermain di Kaskus dari tahun 2009. Ketika itu ia datang menuju tempat biasa kami berkumpul.
“Eh mending lu baca cerita ginian deh...”
Katanya sambil menunjukan cerita SK2H pada gue. First impression gue sudah pasti, tidak tertarik! Kenapa? Sudah cukup lama gue tidak membaca sebuah cerita baik dari buku maupun secara elektronik. Namun ia tetap memaksa gue untuk membaca cerita tersebut.
“Emang ini cerita apaan dah?” Tanya gue meraih hpnya
“Udah mending lu baca aja dulu, kalo seru langsung bikin ID kaskus.” Jawabnya
Beberapa kali gue geser layar hpnya kebawah dan gue cukup terkejut dengan bagian awal dari cerita SK2H karena ada pertemuan dengan sesosok wanita misterius yang membuat gue cukup parno.
“Ini mah cerita horor anjir, ngga deh. Gue males bacanya.” Kata gue sambil menyerahkan kembali hpnya
“Jangan suka underestimate dulu jadi orang, baru baca bagian awalnya aja udah bisa narik kesimpulan. Baca dulu sampe abis.” Katanya sambil menyerahkan kembali hpnya
Mau tidak mau gue kembali menerima hpnya dan kembali membaca cerita tersebut. Dan memang benar, gue terlalu underestimate hingga tak sadar sudah beberapa jam gue membaca cerita itu. Hingga gue memutuskan untuk membuat ID Kaskus bernama beavermoon.
Hari terus berganti hingga tak terasa gue sudah menyelesaikan membaca cerita SK2H. Perasaan campur aduk sudah terasa ketika mengetahui bagaimana akhirnya Bang Ari dan Mba Meva harus terpisah begitu saja dan kembali dipertemukan dengan keluarga mereka masing-masing. Semenjak hari itu gue memutuskan untuk membuat cerita di Kaskus.
“Gue kayaknya mau bikin cerita juga nih...” Kata gue kepada salah satu temen gue
“Lu mau ngikutin kayak SK2H? Ya ngga bakalan bisa lah, kisah itu udah melegenda banget.” Jawabnya
“Kan gue ngga ada niatan buat ngalahin pamornya SK2H. Gue cuma mau cari pengalaman aja, mumpung ada kaskus yang jadi wadahnya jadi kenapa ngga.” Jelas gue
Gue mencoba membuka laptop yang umurnya udah ngga muda lagi dan masuk ke dalam microsoft word untuk bersiap-siap menuliskan cerita yang akan gue buat. Lima menit kemudian menjadi sepuluh menit hingga lima belas menit.
“Lu belom nulis apa-apaan juga daritadi?” Tanya temen gue sambil melihat ke layar laptop
“Kebanyakan ngayal jadinya gini, bentrok semua.” Jawab gue
“Gini aja, kita bikin cerita yang udah pernah kita alamin aja. Semisal lu yang pernah suka sama cewe tapi cewe itu udah punya cowo dan lu tetep ngejar cewe itu. Hingga akhirnya mereka putus tapi lu ngga dapetin cewe itu juga.” Jelasnya
“Kalo gue ngetik itu jadinya ngga bakalan panjang, cuma jadi beberapa halaman aja.” Kata gue
“Ya kan lu bisa kembangin lagi gimana awalnya lu kenal sama cewe itu, gimana rasanya ngedeketin cewe itu, dan gimana rasanya lu bikin hubungan orang ancur gitu aja dan lu ngga dapet apa-apa. Itu semua kan bisa dikembangin, tinggal imajinasi lu aja yang perlu di asah terus.” Katanya lagi
Dan mulai saat itu, gue dan juga temen gue saling beradu imajinasi dari mulai alur cerita, nama tokoh-tokoh yang akan tampil dan juga setting tempat yang sekiranya cocok untuk ada di dalam sebuah cerita. Rasanya semakin lama semuanya jadi semakin mudah karena imajinasi yang sudah semakin terasah dan dengan mudah untuk menentukan kemanakah cerita ini akan berjalan.
Beberapa minggu udah gue lewatin sambil terus mengetik kata demi kata, hingga akhirnya tiba di suatu hari dimana gue mendapatkan sebuah panggilan dari saudara gue.
“Halo Mba Nisa...”
(Buat kalian yang kebingungan dengan siapa Mba Nisa yang tiba-tiba muncul di episode Bad News Lemon, sekarang udah tau kan siapa dia.)
“Dek, kamu jadi ke rumah?” Tanyanya
“Iya Mba jadi, ini lagi siap-siap abis itu jalan ke sana.” Jawab gue
“Tapi nanti temenin Mba ya mau ketemu sama temen Mba.” Katanya
“Iya atur aja asal ada uang bensin sama uang makan mah.” Kata gue
Beberapa percakapan berlangsung hingga akhirnya panggilan tersebut terputus. Gue melihat ke layar laptop gue, udah cukup banyak kata-kata yang berhasil gue rangkai hingga beberapa halaman dan langsung gue save sebelum gue matiin laptopnya.
Lanjut ke rumah saudara gue yang bisa dibilang cukup jauh tapi ngga terlalu jauh. Setibanya di sana gue langsung masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Orang Tua dari Mba Nisa dan juga adiknya. Cukup lama kami berbincang-bincang hingga akhirnya Mba Nisa ngajak gue untuk pergi.
“Dek, ayo berangkat sekarang.” Ajaknya
Setelah berpamitan dengan Orang Tuanya Mba Nisa, gue dan Mba Nisa pergi.
“Mba emang mau kemana?” Tanya gue penasaran
“Ada satu tempat yang pengen Mba datengin, soalnya di sana ada temen Mba.” Jawabnya
Gue cuma ngangguk karena menurut gue Mba Nisa akan reuni dengan temen-temen lamanya. Hampir satu jam berlalu dari mulai jalan raya besar hingga masuk ke dalam sebuah kawasan yang baru pertama kalinya gue ke sana.
“Ini kita mau kemana sih Mba? Kok rumah temennya Mba Nisa susah banget?” Tanya gue penasaran
Tanpa ada sebuah kata yang keluar dari mulutnya, ia menunjuk sebuah rumah yang berada di tikungan. Cukup lama gue melihat rumah yang ditunjuk oleh Mba Nisa karena rumahnya yang sangat luas, ada beberapa mobil yang sudah terparkir dengan rapih.
“Kamu tunggu di sini aja ya Dek, Mba mau masuk dulu nyapa temen Mba.” Kata Mba Nisa
Gue hanya mengangguk karena ada sebatang rokok yang sudah menyala di mulut gue. Ada sebuah bangku putih di halaman depan mengitari sebuah pohon besar dan gue memutuskan untuk duduk di sana sambil melihat ke arah sekitaran rumah ini.
“Rumahnya gede, banyak mobil mewah tapi kok kayak ngga keurus gini ya.” Kata gue seorang diri
Sebatang rokok udah gue abisin dan gue matiin pake sol sepatu, sedangkan puntungannya gue lempar ke arah tempat sampah dan berhasil masuk. Mungkin sekitar sepuluh menit gue nunggu hingga akhirnya gue merasa bosan, gue berniat untuk berjalan-jalan mengitari rumah besar ini. Baru saja beberapa langkah terdengar suara dari hp gue, ada sebuah chat masuk. Belum sempat gue membaca seluruh isi chat tersebut hingga akhirnya
*Dug*
“Oh maaf-maaf saya ngga liat...” Kata gue
Gue melihat seorang wanita dengan matanya yang cukup basah, begitu pula dengan pipinya. Ia mencoba tersenyum kepada gue. Gue melihat sebuah buku yang terjatuh kemudian gue ambil buku tersebut lalu memberikannya kepada wanita yang ada di hadapan gue.
“Mba nggapapa?” Tanya gue sambil memberikan buku itu kepadanya
“Menurut kamu gimana kalo ada seorang cewe yang matanya sembab abis nangis?” Tanyanya
Jujur aja gue mati kutu karena mungkin ngga seharusnya gue nanya kayak gini ke dia, beberapa saat gue diam hingga gue memberanikan diri untuk kembali berkata.
“Kenapa Mba bisa sampe nangis kalo boleh saya tau?”
“Kamu pernah jatuh cinta?”
Ia bertanya seraya berjalan menuju bangku yang semula gue duduki. Mau ngga mau gue ngikutin kemana dia jalan dan ikut duduk di sampingnya. Ia diam beberapa saat, gue kembali melihat buku yang seharusnya sudah wanita ini ambil.
“Kamu belum jawab pertanyaan saya...” Kata wanita itu mengagetkan gue
“Saya pernah jatuh cinta...” Jawab gue pelan
“Lalu apakah kamu pernah dijatuhkan oleh cinta?”
Kali ini gue cuma bisa diam karena gue ngga ngerti sama arah pertanyaan dari wanita ini.
“Ketika kamu jatuh cinta sama seseorang namun egomu terlalu tinggi hingga kamu meninggalkan cintamu gitu aja tanpa ada sebuah kepastian. Kamu terlalu percaya bahwa cinta kamu terlalu kuat untuk dikalahkan. Tapi ketika kamu kembali, semuanya hanya angan-angan belaka...” Katanya kemudian terhenti
Ia kembali meneteskan air mata dan gue cuma bisa diam. Beberapa saat hingga akhirnya ia mengambil buku yang ada di genggaman gue sebelumnya.
“Buku ini jadi saksi bahwa pernah ada seseorang yang pernah berjuang untuk cintanya yang pergi meninggalkannya demi cita-cita egoisnya semata.” Katanya pelan
“CIta-cita Mba emang apa?” Tanya gue pelan
“Penari...”
Gue mengangguk pelan, lalu kami berdua diam untuk beberapa saat. Angin berhembus cukup kencang hingga menggugurkan beberapa daun dari pohon yang ada di belakang kami.
“Semuanya akan gugur jika sudah mencapai waktunya...” Katanya sambil melihat daun yang perlahan jatuh
“Kalo boleh saya minta izin untuk ceritain pengalaman Mba...” Kata gue memberanikan diri
“Kamu penulis?” Tanyanya
“Bukan, saya baru aja mau nulis cerita.” Jawab gue
Ia melihat ke buku yang ia pegang lalu kembali menatap gue
“Kamu bisa merahasiakan identitas saya?” Tanya gue
“Mba bisa pegang janji saya...” Kata gue
Ia tersenyum lalu mengulurkan tangannya
“Saya Widya...”
khuman dan Herisyahrian memberi reputasi
2
Kutip
Balas