Kaskus

Story

konigswoodAvatar border
TS
konigswood
Generation With No Mythologies To Follow
Love? What is that? Seems legit, can I have some on it?
Everybody talk about love, but what the true love mean?
Everybody sayin love more than his/her love
But I have Love for You more than words I can say
It is real? Nope maybe it is rael


Hai untuk seseorang disana, Aku sayang padamu ketika aku benar benar membencimu saat ini, maafkan aku yang terlalu angkuh untuk mengatakan aku sayang padamu, maafkan aku yang ternyata tidak berusaha saat engkau hendak meninggalkan ku terdampar disini





Just enjoy it, If there was same name, same place, same stories (Copy Paste) at this story, i just said So sorry im to terrible to hear that, cz My stories gonna using similar name similar place, if you wanna share it, please dont forgot the copyright

Moral? I dont give a fuck with it, so here we go!

Kita coba sedikit pengindexan ya, sebelumnya ga ada indexnya

Diubah oleh konigswood 11-01-2018 11:35
0
92.1K
501
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
konigswoodAvatar border
TS
konigswood
#251
2U
Setelah dari rumah Laras, aneh kok dia bisa lihat? Bukannya ... Retina matanya rusak oleh serpihan kaca?

Di mobil kemudian aku melajukan kecepatan tinggi ke tempat dimana aku biasa menenangkan diri dari hiruk pikuk Jakarta, meskipun hari sudah sore dan aku belum bertemu dengan Papa yang sakit (tujuan utamanya padahal jengukin papa)

"Disini ya mas, Kenapa kamu bohong sama aku?" Tanyanya saat aku sudah hampir sejam disini
"Loh yayas?"
"Jawab Graham, kenapa kamu hajar Papaku ham?, apa ini balasan dari semuanya? Maaf kalau Papa banyak membuat masalah sama keluargamu ham, baiknya kita gak usah ketemu lagi ya ham, saat ini Papa kritis dokter bilang bagian ulu hatinya kena pukulan keras, aku yakin kamu yang mukul itu, maaf juga karena Papa, om Jaya jadi kehilangan penglihatannya, mungkin ini memang jalannya, andai saja aku lebih memilih menetap di Luxemburg, keadaanya pasti jauh lebih baik dari sekarang ini"
"Maaf yas, iya kamu betul ada baiknya kita nggak usah berhubungan lagi untuk selamanya" aku shock saat mendengar penglihatan laras itu ternyata mata milik papa
"Ham, Sebelum kamu pergi dan aku menjauh, aku mau kamu Janji sama aku"
"Janji?"
"Promise me you will protect all of your family, specially Cynthia, I think she can replace me in your heart" no she already have some place in my heart, and i already remove that socket which available for you
"Yeah, terima kasih untuk semuanya, u still the first who hurt me so much"
Kemudian Yayas mendekat dan kissing for the last, karena setelahnya kita sudah bukan siapa - siapa lagi
"Sorry" ucapnya kemudian pergi
Kutahan tangannya "biar kuantar"
"Aku bawa mobil kok"
"Take care, jangat ngebut - ngebut"
"Aku selalu merindukanmu dan juga tempat ini"

Di jalan menyetirpun tak focus, mengingat moment dimana kita jalan - jalan bareng, kebut - kebutan di jalan raya bareng, banyak hal yang sudah kulalui namun tak ingin kutulis hal apa saja yang kulalui, karena sungguh sakit mengingatmu Laras

"Sorry lama" ucapku ke Thia dan Nathan yang kini sudah lengkap ada Ale, Lucas, Ghea, dan Wanda serta Dave ya isi dari apartment pada kesini
"Kemana aja sih lu? Udah makan? Kok bau anyir darah gitu?" Tanya Thia
"Oh nggk tadi mimisan dijalan, jadi ya bauh darah, belum makan, nggak kepikiran"
"Dah yuk makan dulu, abis itu kita ketemu Papa ya"

Di meja makan rumah Nathan sudah siap makanan, sepertinya mereka memang menungguku untuk makan bersama, Kalian memang betul - betul deh ya, jadi makin -makin

Ghea menyendokan nasi untukku, dan nampaknya mendapat respond dari Thia

"Ghe, Graham udah gede kali, nggak perlu diambilin segala nasinya!" Sewotnya
"Wah Nath, ini istri pertama sama istri kedua berantem nih Nath, anyway lu nggak ngambilin gua nasi Nath?" Tanya Lucas ke Nathan
"Najis lu cas, ambil sendiri lah, kalo nggak minta sama Ghea tuh buat diambilin"
"Sini cas, lu mau juga? Siapa lagi yang mau diambilin?" Ucap Ghea dengan ramahnya
"Caper" gerutu Thia
"Papa sakit apa sih Thia?" Tanyaku sambil mencoba mencairkan suasana
"Papa sakit, dia dipaksa donor mata sama om Aji, sialan emang anaknya yang petakilan kita yang kena" ucapnya
"Oh"
"Kok cuma oh?" Tanyanya mengharap respon yang lebih
"Udah tau dari Laras, dan dia juga udah nggak tau mau ngapain, Ayahnya tadi kritis"
"Kritis?"ucap ghea keras sambil menamparku
"Apaan sih Ghea? Lu bikin rusuh aja"
"Mas, sejak kapan sih jadi emosian? Nggak inget apa dulu gimana? Gara - gara emosian? Aku nggak mau kamu kenapa - kenapa kaya waktu itu mas, untung aja waktu itu aku lagi disana, kalo nggak kamu udah mati mas, eling mas, lebih sabar"
"Maksud lu apa Ghe?" Tanya Thia memperjelas maksud Ghea
"Nggak usah dipikir, anggep aja gua ga pernah bilang apapun" jawabnya singkat
"Kan waktu itu gua yang nolong lu Ghea, masa lupa sih kejadian si pantai itu?" Ucapku sambil memberikan kode ke Ghea supaya diam dan jangan rusuh

Kemudian makan pun di lanjutkan (sebetulnya baru mau makan sih), saat hendak menabur bubuk cabai ke atas daging

"Jangan banyak - banyak, inget lukamu di perut, pasti panas malah repot" ucapnya pelan
"Ok"

"Kayanya si Ghea nutupin sesuatu deh? Bisik - bisik terus sama Graham, lu kenapa sih Ghe? Kalo di ajak nyariin aja alesan terus nggak mau ikut, tapi giliran udah ada orangnya malah kaya apaan tau bisik - bisik terus berdua, gua curiga nih, Kita temenan udah mau 3 tahun masa masih tutup - tutupin?" Terang Nathan, damn it, ini Ghea juga ngapain bahas peristiwa ketusuk waktu itu?
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.