- Beranda
- Stories from the Heart
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
...
TS
prestant18
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
![Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/09/7213687_20171009032458.jpg)
CREDIT PICT: AGAN CATUR SAPUTRA
assalamualaikum
selamat siang kaskusers,
ane akan melanjutkan cerita dari thread ane sebelumnya.
untuk readers yang belum membaca kisah sebelumnya, silahkan baca di kisah keluarga perantau.
untuk cerita tentang perjalanan hidup dimana ane sudah mandiri,
cerita tersebut akan ane link dibawah,
selamat menikmati.... :
1. the beggining
2. tanah pertama
3. rumah pakdhe
4. kerja
5. belajar mengendalikan diri
6. desi
7. panggilan tes
8. Training
9. nilai dari sebuah perjalanan
10. misteri baung part 1
11. misteri baung part 2
12. misteri baung part 3
13. misteri baung part 4
14. mister baung part 5
15. misteri baung last part
16. perkenalan
17 teror
18. shita
19. shita 2
20. fighting
21. rendi
22. drama[belajar dewasa]
23. finally, we are. . .
24. another side from shita
25. moments
26. crash
27. about rendi
28. perpisahan 1
29. suasana baru
30. quality time 1
31. quality time 2
32. :'(
33. last memories of shita
34. TAKDIR
35. sisi gelapku
36. misteri mimpi nyata 1
37. misteri mimpi nyata 2
38. misteri mimpi nyata 3
39. resolusi
40. arah perubahan
41. rumah mas malik 1
42. rumah mas malik 2
43. rumah mas malik 3
44. rumah mas malik 4
45. maung dan mbah
46. rumah mas malik last chapter
47. sheryi 1
48. sheryl 2
49. djakarta; first impression
50. pemberitahuan
51. samapta
52. 2nd test
53. jangan sok
54. masa peralihan
55. tes kerja lagii
56. UPDATE SPESIAL TENTANG CV
57. indonesia
58. misteri divisi siang 1
59. misteri divisi siang 2 ( the story )
60. misteri divisi siang ( last part )
61. kematian itu pasti
62. PHK
63. adikku bernama dian 1
64. adikku bernama dian 2
65. titik balik
66. terus berjuang!!
67. SEMANGAT MERDEKA SAUDARAKU!
68. OJT 1
69. OJT 2
70. adek 1
71. adek 2
72. tulungagung, wecome to the jungle
73. pengalaman misteri baru
74. traveling with shita's family, [sakit]
75. she is. . .
76. hujan sore itu
77. aku ingin memastikan
78. sheryl's stories 1
79. sheryl's stories 2
80. sheryl's stories 3
81. my choice is, ,
82. teror 1; mabuk
83. alasanku memilih
84. teror 2, santet 1
85. teror 2, santet 2
86. karena kamu berbeda
87. teror 3, gangguan semakin berat
88. teror4, akhir
89. mimpi
90. hari yang dinanti nanti??
91. pertengkaran 1, fakta
92. pertengkaran 2, itu bukan kamu yang kukenal
93. PERTENGKARAN 3, AKHIR
94. SHERYL; FINAL CHAPTER
95. EPILOG
Diubah oleh prestant18 09-10-2017 03:30
zoekyvalkrye dan 65 lainnya memberi reputasi
62
1.3M
3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
prestant18
#1567
Misteri divisi siang 2 ( the story )
mas tanto: " yo, koe nek masuk malem, istirahat nangendi to? aku ra tau weruh " ( yo, kamu kalo malam istirahatnya dimana sih? )
aku: " di DS, emang kenapa mas? "
mas tanto: " yang bener? "
aku: " iya mas "
mas tanto: " koe ra wedi emang? " ( kamu nggak takut emang? )
aku: " enggak si mas, kenopo harus wedi? "
mas tanto: " tak kandani, nang kono ki angker tau "
aku: " mosok to mas? "
mas tanto: " emang nggak pernah liat apa gitu? "
aku: " emang liat apaan? nggak ada apa apa kok, "
mas tanto: "istirahate mbok di loker aja "
aku: " penuh mas, nggak enak, kalo di DS kan sepi, jadi tenang "
mas tanto: " walah, yo terserah kamu wes, kalo ada apa apa aku wes ngandani pokok e "
mas tanto mengakhiri pembicaraannya dan kembali bekerja.
aku sendiri juga tidak berminat untuk bertanya lebih jauh.
sebab mas tanto adalah orang kesekian yang memberitahuku masalah ini.
aku cuek saja karena sejauh ini aku masih merasa nyaman ketika beristirahat di DS.
walau pada beberapa kesempatan aku ditemani karyawan DS yang lembur.
berdasarkan cerita orang orang,
area DS memang area yang angker.
disana sering terjadi peristiwa diluar akal sehat, sekalipun itu siang hari.
salah satu cerita yang dituturkan oleh temanku ( namanya rian ) yang pada suatu kesempatan harus mengambil boks kosong untuk tempat sampah didalam DS.
di suatu kesempatan, ketika aku duduk bersama dia dan doni,
aku menanyakan tentang kebenaran rumor area DS yang banyak diceritakan anak anak lain.
setelah mendengar pertanyaanku, akhirnya rian bercerita seperti ini:
( malam itu rian baru saja selesai giliran istirahat pertama.
dalam kondisi separuh pekerja di unit baru saja keluar dan separuhnya sedang bersiap siap untuk bekerja kembali, rian hanya berdua bersama doni di area kerja mereka.
doni: " bro, sampahnya penuh, w yang buang, lo ambil kardus baru yak "
rian: "njir, enak bat lo, lo aja yg ambil sono, w buang sampahnya "
doni: " eit, sori, kemaren kan w udah ambil, skarang lo lah "
rian: " tapi w takut bro "
doni: " yaelah lo kira w kemaren kaga, biar takut kemaren jg w ngambil kardus bangke! "
akhirnya rian dengan berat hati berjalan meninggalkan area kerjanya menuju ke DS.
jarak dari tempat rian bekerja sampai ke area DS cukup jauh dan harus melewati tumpukan palet.
suasana disitu sunyi senyap.
karena memang area itu digunakan untuk ruang gudang sementara.
hanya sopir forklift yang sering mondar mandir disana.
rian berjalan sambil sesekali mengelus tengkuknya yang meremang.
berulangkali kepalanya menegok kesana kemari.
dia mencari bang ugik yang biasa mondar mandir.
sayangnya saat itu bang ugik sedang istirahat makan.
jadilah rian seorang diri disana.
ketika sampai didepan pintu DS,
rian mendadak merasakan hembusan angin dingin yang langsung membuat bulu kuduknya tegang maksimal.
hati rian langsung merasa ragu.
apakah dia harus berlanjut masuk?
jika tidak masuk dia tidak akan mendapatkan kardus.
namun jika masuk, perasaannya sudah takut bukan kepalang.
mana ruangan itu gelap.
akhirnya rian nekat melangkahkan kakinya dengan cepat.
dia ingin langsung mengambil kardus didekat saklar dan segera pergi dari tempat horor ini.
" drap drap drap "
suara langkah kaki rian yang dibalut ketakutan menggema di dalam area DS.
matanya berusaha beradaptasi dengan kegelapan ruangan.
" cklek "
suara tangan rian yang berhasil menekan saklar.
" nah ini dia kardusnya "
kata rian ketika dia melihat ada enam kardus yang berjajar rapi didekat konveyor.
rian langsung beranjak mendekati kardus itu,
oh, rupanya didalam kardus ada potongan kardus penyekat.
rian segera mengambil kardus yang paling kiri dan mengambil penyekatnya untuk diletakan di kardus sebelah.
" CKLEK! "
tiba tiba lampu di ruangan itu padam.
rian menjerit kecil karena terkejut.
kardus penyekat yang ada ditangan kanannya langsung dibuang begitu saja.
" anjir! kaget gw! "
umpat rian
rian segera kembali ketempat dimana saklar berada menyalakannya kembali,
mungkin barusan saklar itu tidak ditekan dengan sempurna, jadi kembali ke posisi awal dengan sendirinya.
begitu pikir rian untuk menenangkan ketakutan hatinya.
setelah lampu menyala, rian kembali ke tumpukan kardus untuk merapikan kardus penyekat yang dia lempar barusan.
" lho? kok gini?! "
rian berkata setengah terkejut.
sebab kardus paling kiri yang tadi sudah diambil penyekatnya, kembali berada dalam posisi rapi seperti semula.
" kan barusan udah gw ambil? kok bisa balik lagi?! "
rian merasa bingung oleh hal ini.
namun dia tak mau berlama lama,
rian kembali mengambil kardus paling kiri dan membuang penyekat didalam kardus yang dia pegang ke kardus sebelahnya.
" CKLEK! "
lampu kembali padam!
" ANJ**G!!! siapa yang maenin lampu! jangan nakut nakutin gw NJ**G!!! "
sumpah serapah spontan keluar dari mulu rian.
dia kembali mendekati saklar dengan rasa marah.
rian yakin seseorang sedang mengerjainya.
kardus sudah dibawa ditangan kanan,
tangan kiri menyalakan saklar.
" CKLEK! "
lampu menyala lagi.
" HWAAAAAAA!! "
rian berteriak sejadi jadinya
karena tepat didepannya berdiri sosok berwajah rusak.
batok kepalanya nampak terbelah, sedangkan matanya keluar satu dengan wajah penuh darah.
sosok itu menaikan tangannya meraih saklar yang ada ditembok dan menekannya.
" CKLEK! "
sekali lagi lampu padam dan sosok itu hilang dalam gelap.
rian langsung balik kanan dan berlari sekencang mungkin kembali ke ruangannya.
kardus yang dia pegang ditangan kiri digenggam dengan erat.
dan ketika sampai di ruangan produksi kembali,
rian langsung terduduk lemas disamping doni. )
rian menceritakan hal ini sambil berulangkali mengelus tengkuknya.
dari wajah rian masih terpancar rona ketakutan.
doni yang duduk disebelah kami hanya tertawa geli.
rian: " nj**g, ketawa bae lu, , , "
doni: " wkwkwk, , w lucu aja denger cerita lo, w seumur umur kerja dimari kaga pernah ketemu setan ato apalah "
rian: " belagu banget lu malih, w sumpahin lu ketemu mampus lu "
doni: " serah lo dah, begituan mah kaga ada yan, "
aku hanya tertawa melihat kedua orang ini malah jadinya berantem.
doni: " lha elo ngapa nanya nanya begituan yo? "
aku: " gapapa, gw kan kalo malem istirahatnya di area DS, tapi sama orang orang disuruh ditempat lain aja "
rian: " kurang gawe lu yo, istirahat disitu "
aku: " enak tempatnya adem, sepi lagi "
rian: " ati ati aja lu, , ntar ada apa apa lagi "
doni: " alah, lo aja yang parno dongo "
rian: " elu yang dongo, , diliatin depan muka mampus lu "
doni: " besok kalo masuk malem lagi, ajak ajak lah yo, w juga pengen tau rasanya istirahat disono, kali aja ketemu ama yang nakut nakutin si rian dongo ini "
aku: " gampang dah, gw kalo malem pasti istirahat disono kok "
aku beranjak meninggalkan doni dan rian yang kembali menyambung acara ceng cengan mereka ( buli bulian )
==
beberapa hari kemudian datanglah waktu kami shift malam.
sedari datang tadi, doni dan rian sudah rame saling membully.
si rian mendoakan agar doni bertemu setan,
sedangkan doni membully rian yang dianggap pengecut.
aku hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua.
jam setengah dua malam., tibalah jam istirahat kedua.
kebetulan malam ini istirahatnya semua berbarengan sehingga line produksi kosong.
aku sedang menyeduh pop mi ketika tiba tiba doni muncul di belakangku.
aku: " eh, lo don, , "
doni: " hehe, iya yo "
aku: " jadi mo ikut gw? "
doni: " boleh bro, tapi temenin gw ambil lem dulu di gudang lah, sekalian jalan "
aku: " ooh, gitu, ya udah ayo lah "
aku menyelesaikan seduhan mi kemudian berjalan mengikuti doni yang berjalan didepanku.
dalam hatiku berkata jika doni ini nampaknya memang anak yang berani.
langkahnya begitu mantap.
aku: " don, elo pake parfum baru ya? "
doni: " emang kenapa? "
aku: " baunya beda dari biasanya, , kaya bau gimana gitu, , ngga asing gw "
doni: " masa sih yo, w ngga pake parfum malahan. "
aku cuma mengangguk angguk sambil melihat apakah mie ku sudah matang, sebab perutku kadung lapar.
perasaanku berkata jika bau ini ngga asing, tapi aku lupa dimana pernah mencium bau seperti ini.
ketika kami sampai didepan ruang DS, aku hanya melihat kegelapan didalam sana.
nampak tidak ada apapun kecuali kesunyian.
doni: " udah temenin gw dulu aja "
doni berkata seakan tau jika aku sudah ingin segera masuk dan tidur di kursi langgananku.
akupun mengikuti langkah doni dan melewati ruangan DS menuju ke gudang yang ada 50 meter disebelah selatannya.
disana aku mengambil sekardus rubber magnet yang digunakan untuk mensetting tabung.
sedangkan doni mengambil sekotak lem.
setelah itu kami berjalan keluar.
ketikalangkah kami sampai didekat kamar mandi yang letaknya bersebelahan dengan ruang DS, tiba tiba doni berhenti.
doni: " eh, yo, gw mo boker bentar, pegangin dulu yak lemnya! "
doni buru buru menyerahkan sekardus lem itu kepadaku dan kemudian scepat kilat masuk kedalam kamar mandi.
aku hanya melongo dan menunggunya diluar.
lima menit berlalu dan aku tidak mendengar apapun dari dalam kamar mandi.
aku: " ddonn, , buru, , mo masuk ini, " ( sambil menghabiskan mi yang tadi kuseduh )
tidak terdengar jawaban.
aku: " doon, , gw tinggal kalo lo masi lama "
. . .
, , ,
kembali hening.
aku berniat pergi mendahului doni,
namun setidaknya aku mau dia tau kalau aku duluan.
akupun membuang wadah popmi ditempat sampah, kemudian masuk kedalam dan mencari pintu WC mana yang doni gunakan.
" lho?! "
aku terperanjat.
karena semua bilik WC terbuka lebar.
tiada seorangpun disana.
" kemana ni bocah coba? kok bisa ilang?! "
tanyaku dalam hati.
aku berjalan mendatangi bilik itu satu persatu untuk memastikan jika doni tidak sedang mengerjaiku.
" aneh, kemana si doni coba? "
aku melangkah keluar WC sambil bertanya tanya.
masa doni bisa hilang?. nggak mungkin wong pintu keluarnya cuma satu dan aku sedari tadi duduk didepannya.
ketika asyik memikirkan kemana si doni pergi,
tiba tiba aku mendengar teriakan.
" WAAAAAAAAAAAAAA!!!! MAAKKKKK!! "
aku terkejut,
itu kan suara doni?!!
dan arahnya dari sebelah, dari dalam ruangan DS.
aku berlari sambil membawa barang ditanganku,
dan ketika aku sampai didepan ruang DS, tiba tiba doni sudah berlari dari dalam dan menubrukku.
" BRUKKK!!! "
" ADUUHHHH!!!! "
kepala doni membentur gigiku karena posturku lebih tinggi dari dia dan kebetulan aku sedang melongo.
kami jatuh bersama.
aku: " woy! ngapain lo disini! lari lari lagi! "
doni yang mengelus elus jidatnya yang membentur gigiku.
setelah melihat siapa yang dia tabrak,
bukannya menjawab pertanyaanku, doni malah membelalak ketakutan dan kembali berteriak.
aku: " astaghfirullah, ngapain teriak lo? berisik don! "
( sambil bangkit )
melihatku bangkit doni malah berlari kencang kembali ke unit, meninggalkanku yang kebingungan.
akupun berjalan kembali perlahan lahan karena kardus lem dan rubber magnet yang kubawa cukup berat.
==
sesampainya di area kerja,
aku meletakan rubber magnet di bawah meja kerjaku dan menuju ke area kerja si doni yang secara kurang ajar meninggalkanku sendirian dengan membawa barangnya.
sesampai di area kerja si doni,
ternyata sudah ada rian, dan beberapa kawan lain.
mereka nampak sedang memperhatikan doni.
aku: " heh, kurang ajar lo bro, maen tinggal aja "
doni melihat kearahku dan ekspresinya berubah.
doni: " LO TIYO APA SETAN?! "
aku melongo ditanya seperti itu.
aku: " maksud lo apaan? "
doni: " tiyo beneran kan lo?! hhhhhhhh, , , " ( menghela nafas panjang )
suasana menjadi sedikit aneh karena doni curiga kepadaku.
rian dan beberapa teman lain juga nampak kebingungan.
mereka bertanya ada apakah gerangan.
seorang cewek dari line setting membawakan minum untuk doni, namanya eneng.
doni menerima minuman itu dan langsung menenggaknya hingga habis.
dan setelah minum,
akhirnya dia bisa bercerita.
doni: " tadi gw kan nyamperin tiyo di linenya sana, maksud gw mo ngajakin dia istirahat bareng di DS "
eneng: " lah? ngapain lo istirahat disono? "
rian: " nyari perkara dia mah, namanya juga bocah dongo "
doni: " gw lanjut kga ni ceritanya? "
eneng dkk: " iya lanjutin don "
doni nampak kesal karena ceritanya dipotong.
doni: " nah pas sampe ditempat si tiyo, w liat tiyo lagi bikin mi, langsung aja gw ajak ke ruang DS,
pas sampe disono, si tiyo langsung maen masuk duluan aja,
ya gw ikutin lah.
naah, , ternyata didalem ds tu kan lampunya mati, w nyari tempat duduk, soalnya kursi yang dibawah saklar udah didudukin sama tiyo.
gw tanyain si tiyo,
eh yo, elu makan mi gelap gelapan gini emang bisa?
salah salah entar masuk ke idung ntar.
si tiyonya diem bae, ,
ya gw duduklah disamping dia,
gw ambil rokok, trus gw nyalain.
yang aneh pas gw nyalain rokok, si tiyo melotot ngeliatin gw,
pikir gw, ngapa ini bocah coba.
merinding juga kan jadinya. .
mana tiyonya dari tadi diem mulu sambil melototin gw.
akhirnya gw berdiri, gw nyalain itu lampu,
eeh anj***, pas gw nyalain, yang duduk disamping gw buka tiyo!
rian dkk: " laaah?! terus sapa? "
doni: " HIIIIIIH, merinding gw ngingetnya ah " ( sambil menggigil ketakutan )
aku: " ah, ngibul lo don, , orang tadi lo sama gua ngambil lem di gudang kok "
doni: " apaan?! elo tadi didalem sama gw setan! "
aku: " beneran! lah ini ngapain coba gw ngambil lem buat kerjaan lo?! "
doni: " njirrr, , elo tadi didalem tu ternyata jadi setan! mukenya ancur!! "
semua jadi diam, termasuk aku.
ada ketidakcocokan cerita antara aku dan doni.
akupun menceritakan cerita versiku sendiri.
yang membuat anak anak semakin parno.
karena ternyata malam itu aku pergi dengan sosok yang kukira doni ( yang kemudian lenyap di kamar mandi )
dan doni pergi dengan sosok yang menyerupaiku ( yang kemudian berubah menjadi sosok menyeramkan )
( bersambung )
aku: " di DS, emang kenapa mas? "
mas tanto: " yang bener? "
aku: " iya mas "
mas tanto: " koe ra wedi emang? " ( kamu nggak takut emang? )
aku: " enggak si mas, kenopo harus wedi? "
mas tanto: " tak kandani, nang kono ki angker tau "
aku: " mosok to mas? "
mas tanto: " emang nggak pernah liat apa gitu? "
aku: " emang liat apaan? nggak ada apa apa kok, "
mas tanto: "istirahate mbok di loker aja "
aku: " penuh mas, nggak enak, kalo di DS kan sepi, jadi tenang "
mas tanto: " walah, yo terserah kamu wes, kalo ada apa apa aku wes ngandani pokok e "
mas tanto mengakhiri pembicaraannya dan kembali bekerja.
aku sendiri juga tidak berminat untuk bertanya lebih jauh.
sebab mas tanto adalah orang kesekian yang memberitahuku masalah ini.
aku cuek saja karena sejauh ini aku masih merasa nyaman ketika beristirahat di DS.
walau pada beberapa kesempatan aku ditemani karyawan DS yang lembur.
berdasarkan cerita orang orang,
area DS memang area yang angker.
disana sering terjadi peristiwa diluar akal sehat, sekalipun itu siang hari.
salah satu cerita yang dituturkan oleh temanku ( namanya rian ) yang pada suatu kesempatan harus mengambil boks kosong untuk tempat sampah didalam DS.
di suatu kesempatan, ketika aku duduk bersama dia dan doni,
aku menanyakan tentang kebenaran rumor area DS yang banyak diceritakan anak anak lain.
setelah mendengar pertanyaanku, akhirnya rian bercerita seperti ini:
( malam itu rian baru saja selesai giliran istirahat pertama.
dalam kondisi separuh pekerja di unit baru saja keluar dan separuhnya sedang bersiap siap untuk bekerja kembali, rian hanya berdua bersama doni di area kerja mereka.
doni: " bro, sampahnya penuh, w yang buang, lo ambil kardus baru yak "
rian: "njir, enak bat lo, lo aja yg ambil sono, w buang sampahnya "
doni: " eit, sori, kemaren kan w udah ambil, skarang lo lah "
rian: " tapi w takut bro "
doni: " yaelah lo kira w kemaren kaga, biar takut kemaren jg w ngambil kardus bangke! "
akhirnya rian dengan berat hati berjalan meninggalkan area kerjanya menuju ke DS.
jarak dari tempat rian bekerja sampai ke area DS cukup jauh dan harus melewati tumpukan palet.
suasana disitu sunyi senyap.
karena memang area itu digunakan untuk ruang gudang sementara.
hanya sopir forklift yang sering mondar mandir disana.
rian berjalan sambil sesekali mengelus tengkuknya yang meremang.
berulangkali kepalanya menegok kesana kemari.
dia mencari bang ugik yang biasa mondar mandir.
sayangnya saat itu bang ugik sedang istirahat makan.
jadilah rian seorang diri disana.
ketika sampai didepan pintu DS,
rian mendadak merasakan hembusan angin dingin yang langsung membuat bulu kuduknya tegang maksimal.
hati rian langsung merasa ragu.
apakah dia harus berlanjut masuk?
jika tidak masuk dia tidak akan mendapatkan kardus.
namun jika masuk, perasaannya sudah takut bukan kepalang.
mana ruangan itu gelap.
akhirnya rian nekat melangkahkan kakinya dengan cepat.
dia ingin langsung mengambil kardus didekat saklar dan segera pergi dari tempat horor ini.
" drap drap drap "
suara langkah kaki rian yang dibalut ketakutan menggema di dalam area DS.
matanya berusaha beradaptasi dengan kegelapan ruangan.
" cklek "
suara tangan rian yang berhasil menekan saklar.
" nah ini dia kardusnya "
kata rian ketika dia melihat ada enam kardus yang berjajar rapi didekat konveyor.
rian langsung beranjak mendekati kardus itu,
oh, rupanya didalam kardus ada potongan kardus penyekat.
rian segera mengambil kardus yang paling kiri dan mengambil penyekatnya untuk diletakan di kardus sebelah.
" CKLEK! "
tiba tiba lampu di ruangan itu padam.
rian menjerit kecil karena terkejut.
kardus penyekat yang ada ditangan kanannya langsung dibuang begitu saja.
" anjir! kaget gw! "
umpat rian
rian segera kembali ketempat dimana saklar berada menyalakannya kembali,
mungkin barusan saklar itu tidak ditekan dengan sempurna, jadi kembali ke posisi awal dengan sendirinya.
begitu pikir rian untuk menenangkan ketakutan hatinya.
setelah lampu menyala, rian kembali ke tumpukan kardus untuk merapikan kardus penyekat yang dia lempar barusan.
" lho? kok gini?! "
rian berkata setengah terkejut.
sebab kardus paling kiri yang tadi sudah diambil penyekatnya, kembali berada dalam posisi rapi seperti semula.
" kan barusan udah gw ambil? kok bisa balik lagi?! "
rian merasa bingung oleh hal ini.
namun dia tak mau berlama lama,
rian kembali mengambil kardus paling kiri dan membuang penyekat didalam kardus yang dia pegang ke kardus sebelahnya.
" CKLEK! "
lampu kembali padam!
" ANJ**G!!! siapa yang maenin lampu! jangan nakut nakutin gw NJ**G!!! "
sumpah serapah spontan keluar dari mulu rian.
dia kembali mendekati saklar dengan rasa marah.
rian yakin seseorang sedang mengerjainya.
kardus sudah dibawa ditangan kanan,
tangan kiri menyalakan saklar.
" CKLEK! "
lampu menyala lagi.
" HWAAAAAAA!! "
rian berteriak sejadi jadinya
karena tepat didepannya berdiri sosok berwajah rusak.
batok kepalanya nampak terbelah, sedangkan matanya keluar satu dengan wajah penuh darah.
sosok itu menaikan tangannya meraih saklar yang ada ditembok dan menekannya.
" CKLEK! "
sekali lagi lampu padam dan sosok itu hilang dalam gelap.
rian langsung balik kanan dan berlari sekencang mungkin kembali ke ruangannya.
kardus yang dia pegang ditangan kiri digenggam dengan erat.
dan ketika sampai di ruangan produksi kembali,
rian langsung terduduk lemas disamping doni. )
rian menceritakan hal ini sambil berulangkali mengelus tengkuknya.
dari wajah rian masih terpancar rona ketakutan.
doni yang duduk disebelah kami hanya tertawa geli.
rian: " nj**g, ketawa bae lu, , , "
doni: " wkwkwk, , w lucu aja denger cerita lo, w seumur umur kerja dimari kaga pernah ketemu setan ato apalah "
rian: " belagu banget lu malih, w sumpahin lu ketemu mampus lu "
doni: " serah lo dah, begituan mah kaga ada yan, "
aku hanya tertawa melihat kedua orang ini malah jadinya berantem.
doni: " lha elo ngapa nanya nanya begituan yo? "
aku: " gapapa, gw kan kalo malem istirahatnya di area DS, tapi sama orang orang disuruh ditempat lain aja "
rian: " kurang gawe lu yo, istirahat disitu "
aku: " enak tempatnya adem, sepi lagi "
rian: " ati ati aja lu, , ntar ada apa apa lagi "
doni: " alah, lo aja yang parno dongo "
rian: " elu yang dongo, , diliatin depan muka mampus lu "
doni: " besok kalo masuk malem lagi, ajak ajak lah yo, w juga pengen tau rasanya istirahat disono, kali aja ketemu ama yang nakut nakutin si rian dongo ini "
aku: " gampang dah, gw kalo malem pasti istirahat disono kok "
aku beranjak meninggalkan doni dan rian yang kembali menyambung acara ceng cengan mereka ( buli bulian )
==
beberapa hari kemudian datanglah waktu kami shift malam.
sedari datang tadi, doni dan rian sudah rame saling membully.
si rian mendoakan agar doni bertemu setan,
sedangkan doni membully rian yang dianggap pengecut.
aku hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua.
jam setengah dua malam., tibalah jam istirahat kedua.
kebetulan malam ini istirahatnya semua berbarengan sehingga line produksi kosong.
aku sedang menyeduh pop mi ketika tiba tiba doni muncul di belakangku.
aku: " eh, lo don, , "
doni: " hehe, iya yo "
aku: " jadi mo ikut gw? "
doni: " boleh bro, tapi temenin gw ambil lem dulu di gudang lah, sekalian jalan "
aku: " ooh, gitu, ya udah ayo lah "
aku menyelesaikan seduhan mi kemudian berjalan mengikuti doni yang berjalan didepanku.
dalam hatiku berkata jika doni ini nampaknya memang anak yang berani.
langkahnya begitu mantap.
aku: " don, elo pake parfum baru ya? "
doni: " emang kenapa? "
aku: " baunya beda dari biasanya, , kaya bau gimana gitu, , ngga asing gw "
doni: " masa sih yo, w ngga pake parfum malahan. "
aku cuma mengangguk angguk sambil melihat apakah mie ku sudah matang, sebab perutku kadung lapar.
perasaanku berkata jika bau ini ngga asing, tapi aku lupa dimana pernah mencium bau seperti ini.
ketika kami sampai didepan ruang DS, aku hanya melihat kegelapan didalam sana.
nampak tidak ada apapun kecuali kesunyian.
doni: " udah temenin gw dulu aja "
doni berkata seakan tau jika aku sudah ingin segera masuk dan tidur di kursi langgananku.
akupun mengikuti langkah doni dan melewati ruangan DS menuju ke gudang yang ada 50 meter disebelah selatannya.
disana aku mengambil sekardus rubber magnet yang digunakan untuk mensetting tabung.
sedangkan doni mengambil sekotak lem.
setelah itu kami berjalan keluar.
ketikalangkah kami sampai didekat kamar mandi yang letaknya bersebelahan dengan ruang DS, tiba tiba doni berhenti.
doni: " eh, yo, gw mo boker bentar, pegangin dulu yak lemnya! "
doni buru buru menyerahkan sekardus lem itu kepadaku dan kemudian scepat kilat masuk kedalam kamar mandi.
aku hanya melongo dan menunggunya diluar.
lima menit berlalu dan aku tidak mendengar apapun dari dalam kamar mandi.
aku: " ddonn, , buru, , mo masuk ini, " ( sambil menghabiskan mi yang tadi kuseduh )
tidak terdengar jawaban.
aku: " doon, , gw tinggal kalo lo masi lama "
. . .
, , ,
kembali hening.
aku berniat pergi mendahului doni,
namun setidaknya aku mau dia tau kalau aku duluan.
akupun membuang wadah popmi ditempat sampah, kemudian masuk kedalam dan mencari pintu WC mana yang doni gunakan.
" lho?! "
aku terperanjat.
karena semua bilik WC terbuka lebar.
tiada seorangpun disana.
" kemana ni bocah coba? kok bisa ilang?! "
tanyaku dalam hati.
aku berjalan mendatangi bilik itu satu persatu untuk memastikan jika doni tidak sedang mengerjaiku.
" aneh, kemana si doni coba? "
aku melangkah keluar WC sambil bertanya tanya.
masa doni bisa hilang?. nggak mungkin wong pintu keluarnya cuma satu dan aku sedari tadi duduk didepannya.
ketika asyik memikirkan kemana si doni pergi,
tiba tiba aku mendengar teriakan.
" WAAAAAAAAAAAAAA!!!! MAAKKKKK!! "
aku terkejut,
itu kan suara doni?!!
dan arahnya dari sebelah, dari dalam ruangan DS.
aku berlari sambil membawa barang ditanganku,
dan ketika aku sampai didepan ruang DS, tiba tiba doni sudah berlari dari dalam dan menubrukku.
" BRUKKK!!! "
" ADUUHHHH!!!! "
kepala doni membentur gigiku karena posturku lebih tinggi dari dia dan kebetulan aku sedang melongo.
kami jatuh bersama.
aku: " woy! ngapain lo disini! lari lari lagi! "
doni yang mengelus elus jidatnya yang membentur gigiku.
setelah melihat siapa yang dia tabrak,
bukannya menjawab pertanyaanku, doni malah membelalak ketakutan dan kembali berteriak.
aku: " astaghfirullah, ngapain teriak lo? berisik don! "
( sambil bangkit )
melihatku bangkit doni malah berlari kencang kembali ke unit, meninggalkanku yang kebingungan.
akupun berjalan kembali perlahan lahan karena kardus lem dan rubber magnet yang kubawa cukup berat.
==
sesampainya di area kerja,
aku meletakan rubber magnet di bawah meja kerjaku dan menuju ke area kerja si doni yang secara kurang ajar meninggalkanku sendirian dengan membawa barangnya.
sesampai di area kerja si doni,
ternyata sudah ada rian, dan beberapa kawan lain.
mereka nampak sedang memperhatikan doni.
aku: " heh, kurang ajar lo bro, maen tinggal aja "
doni melihat kearahku dan ekspresinya berubah.
doni: " LO TIYO APA SETAN?! "
aku melongo ditanya seperti itu.
aku: " maksud lo apaan? "
doni: " tiyo beneran kan lo?! hhhhhhhh, , , " ( menghela nafas panjang )
suasana menjadi sedikit aneh karena doni curiga kepadaku.
rian dan beberapa teman lain juga nampak kebingungan.
mereka bertanya ada apakah gerangan.
seorang cewek dari line setting membawakan minum untuk doni, namanya eneng.
doni menerima minuman itu dan langsung menenggaknya hingga habis.
dan setelah minum,
akhirnya dia bisa bercerita.
doni: " tadi gw kan nyamperin tiyo di linenya sana, maksud gw mo ngajakin dia istirahat bareng di DS "
eneng: " lah? ngapain lo istirahat disono? "
rian: " nyari perkara dia mah, namanya juga bocah dongo "
doni: " gw lanjut kga ni ceritanya? "
eneng dkk: " iya lanjutin don "
doni nampak kesal karena ceritanya dipotong.
doni: " nah pas sampe ditempat si tiyo, w liat tiyo lagi bikin mi, langsung aja gw ajak ke ruang DS,
pas sampe disono, si tiyo langsung maen masuk duluan aja,
ya gw ikutin lah.
naah, , ternyata didalem ds tu kan lampunya mati, w nyari tempat duduk, soalnya kursi yang dibawah saklar udah didudukin sama tiyo.
gw tanyain si tiyo,
eh yo, elu makan mi gelap gelapan gini emang bisa?
salah salah entar masuk ke idung ntar.
si tiyonya diem bae, ,
ya gw duduklah disamping dia,
gw ambil rokok, trus gw nyalain.
yang aneh pas gw nyalain rokok, si tiyo melotot ngeliatin gw,
pikir gw, ngapa ini bocah coba.
merinding juga kan jadinya. .
mana tiyonya dari tadi diem mulu sambil melototin gw.
akhirnya gw berdiri, gw nyalain itu lampu,
eeh anj***, pas gw nyalain, yang duduk disamping gw buka tiyo!
rian dkk: " laaah?! terus sapa? "
doni: " HIIIIIIH, merinding gw ngingetnya ah " ( sambil menggigil ketakutan )
aku: " ah, ngibul lo don, , orang tadi lo sama gua ngambil lem di gudang kok "
doni: " apaan?! elo tadi didalem sama gw setan! "
aku: " beneran! lah ini ngapain coba gw ngambil lem buat kerjaan lo?! "
doni: " njirrr, , elo tadi didalem tu ternyata jadi setan! mukenya ancur!! "
semua jadi diam, termasuk aku.
ada ketidakcocokan cerita antara aku dan doni.
akupun menceritakan cerita versiku sendiri.
yang membuat anak anak semakin parno.
karena ternyata malam itu aku pergi dengan sosok yang kukira doni ( yang kemudian lenyap di kamar mandi )
dan doni pergi dengan sosok yang menyerupaiku ( yang kemudian berubah menjadi sosok menyeramkan )
( bersambung )
symoel08 dan 11 lainnya memberi reputasi
12