- Beranda
- Stories from the Heart
Generation With No Mythologies To Follow
...
TS
konigswood
Generation With No Mythologies To Follow
Love? What is that? Seems legit, can I have some on it?
Everybody talk about love, but what the true love mean?
Everybody sayin love more than his/her love
But I have Love for You more than words I can say
It is real? Nope maybe it is rael
Everybody talk about love, but what the true love mean?
Everybody sayin love more than his/her love
But I have Love for You more than words I can say
It is real? Nope maybe it is rael
Hai untuk seseorang disana, Aku sayang padamu ketika aku benar benar membencimu saat ini, maafkan aku yang terlalu angkuh untuk mengatakan aku sayang padamu, maafkan aku yang ternyata tidak berusaha saat engkau hendak meninggalkan ku terdampar disini
Just enjoy it, If there was same name, same place, same stories (Copy Paste) at this story, i just said So sorry im to terrible to hear that, cz My stories gonna using similar name similar place, if you wanna share it, please dont forgot the copyright
Moral? I dont give a fuck with it, so here we go!
Kita coba sedikit pengindexan ya, sebelumnya ga ada indexnya
Spoiler for Sop Iler:
Diubah oleh konigswood 11-01-2018 11:35
0
92.1K
501
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
konigswood
#242
"Lu kenapa sih Thia? Sakit?" Tanyaku
"Elu yang sakit, Papa lu tuh sakit sehabis di hajar sama papanya tuh perek" terangnya
"Maksud lu? Papa sakit di pukulin gitu? Bukan sakit karena hal lain? Gua pinjem kunci mobil lu sekarang" ucapku sambil mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja
"Lu mau kemana? Buru - buru banget?" Tanyanya
"Gua mau buat perhitungan"
"What?" .. Langkahnya terhenti dan seketika dia langsung menarik lenganku dan menamparku
"Lelucon macam apa lagi ham?" Ku abaikan Thia untuk saat ini, karena aku sudah masuk ke dalam mobil city car ini
Gila, apa - apaab ini om Aji? Main hakim sendirian? Apa salah papa?, kenapa harus di pukulin? Meskipun aku sayang sama Laras, tapi ini berbeda kasih sayang orang tua itu lebih dari sekedar BAE relationship.
Hanya dalam waktu 20 menit, aku tiba di show room mobilnya, saat itu aku bersikap biasa saja, seolah - olah tidak terjadi apa - apa
"Halo om, Lama nggak ketemu ya om" sapaku pada pria paruh baya itu
"Loh? Kamu? Kemana aja? Bukannya kamu janji mau nikahin Laras? Janjimu palsu!" Ucapnya dan kembali mengurus mobil dagangannya
"Bisa kita bicara sebentar om? Sambil makan siang aja gitu om"
"Oke, saya rapihin dulu"
Nice, its time!...
Ada banyak jenis kunci yang memang sudah kusiapkan di mobil Thia
Menujulah kami berdua ke utara jakarta, di Tol itulah semua aksi berjalan
"Begini balasan om atas semuanya" ucapku saat aku berhasil memukul kepalanya dengan sebuah kunci inggris, sehingga membuatnya lemas dan hampir pingsan
"Apa - apaan ini?" Ucapnya pelan
"Terina kasih untuk semuanya, selamat tinggal untuk selamanya...." Kuhantamkan kunci inggris itu ke punggungnya berkali - kali, hingga kudapati darah segar mengalir du dashboard mobil ini, kemudian aku memutar arah menuju rumah Laras
Tanpa permisi panjang lebar, kuseret jasad om aji keluar dari mobil
"Graham.... Is that you?" Ucapnya terheran melihatku, begitupun aku bagaimana caranya laras mengenaliku? Dan kenapa tidak ada kursi roda atau tongkat?
"Yes its me"
"I miss you so much, where r u goin?, what happen on my pa? Tell me!!"
"Some accident, i must go"
"But, u just arrive babe, why not take a sit and drink some coffee?"
"Im busy today, sorry maybe next time"
"Elu yang sakit, Papa lu tuh sakit sehabis di hajar sama papanya tuh perek" terangnya
"Maksud lu? Papa sakit di pukulin gitu? Bukan sakit karena hal lain? Gua pinjem kunci mobil lu sekarang" ucapku sambil mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja
"Lu mau kemana? Buru - buru banget?" Tanyanya
"Gua mau buat perhitungan"
"What?" .. Langkahnya terhenti dan seketika dia langsung menarik lenganku dan menamparku
"Lelucon macam apa lagi ham?" Ku abaikan Thia untuk saat ini, karena aku sudah masuk ke dalam mobil city car ini
Gila, apa - apaab ini om Aji? Main hakim sendirian? Apa salah papa?, kenapa harus di pukulin? Meskipun aku sayang sama Laras, tapi ini berbeda kasih sayang orang tua itu lebih dari sekedar BAE relationship.
Hanya dalam waktu 20 menit, aku tiba di show room mobilnya, saat itu aku bersikap biasa saja, seolah - olah tidak terjadi apa - apa
"Halo om, Lama nggak ketemu ya om" sapaku pada pria paruh baya itu
"Loh? Kamu? Kemana aja? Bukannya kamu janji mau nikahin Laras? Janjimu palsu!" Ucapnya dan kembali mengurus mobil dagangannya
"Bisa kita bicara sebentar om? Sambil makan siang aja gitu om"
"Oke, saya rapihin dulu"
Nice, its time!...
Ada banyak jenis kunci yang memang sudah kusiapkan di mobil Thia
Menujulah kami berdua ke utara jakarta, di Tol itulah semua aksi berjalan
"Begini balasan om atas semuanya" ucapku saat aku berhasil memukul kepalanya dengan sebuah kunci inggris, sehingga membuatnya lemas dan hampir pingsan
"Apa - apaan ini?" Ucapnya pelan
"Terina kasih untuk semuanya, selamat tinggal untuk selamanya...." Kuhantamkan kunci inggris itu ke punggungnya berkali - kali, hingga kudapati darah segar mengalir du dashboard mobil ini, kemudian aku memutar arah menuju rumah Laras
Tanpa permisi panjang lebar, kuseret jasad om aji keluar dari mobil
"Graham.... Is that you?" Ucapnya terheran melihatku, begitupun aku bagaimana caranya laras mengenaliku? Dan kenapa tidak ada kursi roda atau tongkat?
"Yes its me"
"I miss you so much, where r u goin?, what happen on my pa? Tell me!!"
"Some accident, i must go"
"But, u just arrive babe, why not take a sit and drink some coffee?"
"Im busy today, sorry maybe next time"
0