- Beranda
- Buat Latihan Posting
Pengertian Penginderaan Jauh (Remote Sensing) pada Citra
...
TS
danillala
Pengertian Penginderaan Jauh (Remote Sensing) pada Citra
(Remote Sensing) adalah ilmu, seni, dan teknologi dalam mengkaji objek/ fenomena di permukaan bumi tanpa kontak langsung melainkan melalui analisis citra objek/ fenomena tersebut yang di rekam dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Interpretasi citra adalah mengkaji citra foto udara dan atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasikan ojek dan menilai arti pentingnya objek tersebut (Estes dan Simonett, 1975 dalam Sutanto 1986). Citra menurut Simonett (1983) dalam Sutanto 1986 ialah1. Gambaran objek yang di peroleh oleh pantulan atau biasan sinar yang di fokuskan oleh sebuah lensa atau cermin.
2. Gambaran rekaman suatu objek (biasanya berupa gambaran pada foto) yang diperoleh dengan cara obtik, elektro-optik, optic mekanik, atau elektronik. Pada umumnya digunakan bila radiasi elektromagnetik yang di pancarkan atau di pantulkan dari suatu objek tidak langsung di rekam di film.
Pengindraan jauh memberikan produk atau hasil berupa keluaran atau citra. Citra adalah gambaran suatu objek sebagai hasil pantulan atau pembiasaan sinar yang difocuskan oleh sebuah lensa atau sebuah cermin terhadap objek. ( Kamus Geografi)
Citra dapat dibedakan menjadi dua, yaitu citra foto dan citra nonfoto.
1. Citra Foto
Citra foto adalah gambaran suatu objek yang dibuat dari pesawat udara, dengan menggunakan kamera udara sebagai alat pemotret dan hasilnya dikenal dengan istilah foto udara (Kamus Geografi). Citra foto dapat dibedakan menurut beberapa aspek, antara lain sebagai berikut.
a) Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik yang Digunakan
• Foto Ultraviolet
• Foto Ortokromatik
• Foto Pankromatrik
• Foto Infra Merah
b) Berdasarkan Arah Sumbu Kamera ke Permukaan Bumi
• Foto vertikal atau foto tegak (orto photograph), yaitu foto yang dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.
• Foto condong atau miring (oblique photograph), yaitu foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi.
c) Berdasarkan Jenis Kamera yang Digunakan
Foto tunggal, yaitu foto yang dibuat dengan kamera tunggal. Tiap daerah liputan foto hanya tergambar satu lembar foto.
Foto jamak, yaitu beberapa foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan daerah liputan yang sama
d) Berdasarkan warna yang digunakan
• Foto berwarna semu (false color) atau foto infra merah berwarna. Pada foto ini warna objek tidak sama dengan warna foto. Misal, pada foto suatu vegetasi berwarna merah sedangkan warna aslinya adalah hijau.
• Foto warna asli (true color), yaitu foto pankromatik berwarna. Dalam foto berwarna asli lebih mudah penggunaannya karena foto yang tergambar mirip dengan objek aslinya.
e) Berdasarkan system wahana yang Digunakan
Foto udara, yaitu foto yang dibuat dari pesawat/balon udara.
Foto satelit atau foto orbital, yaitu foto yang dibuat dari satelit.
2. Citra Non-foto
Citra non-foto adalah gambaran suatu objek yang diambil dari satelit dan hasilnya disebut foto satelit (kamu Geografi). Dengan menggunakan sensor. Sensor adalah suatu alat atau benda yang dapat digunakan untuk merekam objek-objek di alam dalam penginderaan jauh (kamus geografi). Sensor non- foto berupa scanner (pemindai) menerima pantulan ddari suatu wilayah sangat sempit pada permukaan bumi yang masuk ke dalam system lensa dan kemudian mendeteksi pantulan tersebut dengan detector peka cahaya.
Citra nonfoto dapat dibedakan sebagai berikut.
a) Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik
Citra infra merah termal, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum infra merah thermal. Pengindraan pada spektrum ini berdasarkan pada perbedaan suhu objek dan daya pancarnya pada citra, tercermin dengan adanya perbedaan rona atau warnanya.
Citra radar dan citra gelombang mikro, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum gelombang mikro. Citra radar merupakan hasil pengindraan dengan sistem aktif yaitu dengan sumber tenaga buatan. Citra gelombang mikro dihasilkan dengan sistem pasif yaitu dengan menggunakan sumber tenaga alamiah.
b) Berdasarkan Sensor yang Digunakan
Citra tunggal, yaitu citra yang dibuat dengan sensor tunggal.
Citra multispektral, yaitu citra yang dibuat dengan sensor jamak.
c) . Berdasarkan Wahana yang Digunakan
Citra Satelit untuk pengindraan planet. Contoh Citra Satelit Viking (AS), Citra Satelit Venera (Rusia).
Citra Satelit untuk pengindraan cuaca. Contoh NOAA (AS) dan Citra Meteor (Rusia).
Citra Satelit untuk pengindraan sumber daya bumi. Contoh Citra Landsat (AS), Citra Soyuz (Rusia), dan Citra SPOT (Perancis).
Citra Satelit untuk pengindraan laut. Contoh Citra Seasat (AS) dan Citra MOS (Jepang).
Beberapa lembaga kursus yang membuka pelatihan yang ingin meningkatkan kemampuan dan ketrampilan intrepretasi citra hingga penerapan penginderaan jauh hingga pengolah data spasial lainnya, selain di bidang Penginderaan jauh pelatihan juga di bidang Sistem Informasi Geografis, sesuai kebutuhan.
Sutanto, Prof. Dr. 1986. Penginderaan Jauh Jilid 1. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Melati, Ratna Rima dan Sujatmiko, Eko. 2012. Kamus Geografi. Aksarra Sinergi Media. Surakarta
0
10.2K
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buat Latihan Posting
35.7KThread•1.9KAnggota
Tampilkan semua post
ivony90
#2
Citra tuh anak mana sih.. kok populer banget 

0