Kaskus

Story

anak86comeAvatar border
TS
anak86come
Hidup, Kerja, Mati
Hidup, Kerja, Mati


YANG TERBUANG

Lahir, besar, tetap hidup, dan memenuhi kebutuhan hidup
Penuh rasa, penuh cinta, penuh harapan
Aku tak tahu apakah hidup itu untuk kerja kemudian mati
Atau hidup itu untuk mati setelah kerja
Atau…

Semburat cahaya menyinariku saat mata pertama terbuka
Peluh setelah rintihan mencampakkan ku
Senyum getir, napas tersengal Aku di dunia

Pagi berganti siang, siang berganti malam
Cepat… sangat cepat baginya
Tidak bagi ku

Dewasa… dewasa… dan terus dewasa
Berjuang… berjuang… dan terus berjuang…
Sampai kapan?

Tertatih, jatuh, bangun
Bangun, jatuh, tertatih
Hidup, kerja, mati



Selamat Membaca

INDEX
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI - Penyebab
BAB VII
BAB VIII
BAB IX - The end of the Nila
BAB X - Tamat
Diubah oleh anak86come 25-08-2017 10:24
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
3.9K
30
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
anak86comeAvatar border
TS
anak86come
#15
BAB II


Tiinn…. Diinn…. Teett…. Nguing-nguing… Teng-tong… suara itu saling bersahut-sahutan seiring Aku melaju bersama motor kesayangan sejak Tahun 2011 yang gwbeli kredit di salah satu Bank Perkreditan Syariah. Keringat peluh, bau asap kendaraan, teriak-teriakan orang, pelotot-pelototan yang Aku lihat sepanjang jalan menuju ke kantor setelah selesai Aku menjalani interview. Jarak Antara tempat interview dengan kantor adalah kurang lebih 32 Kilometer tanpa lewat tol (yaiyalah… kan pake motor) kalau lewat tol pasti lebih pendek jaraknya. Sebenarnya Aku agak khawatir kalau harus masuk kerja juga karena Aku gk punya alasan yang bagus bilamana gk masuk, terlebih Bos ku orang yang baik (maklum seorang ibu dengan 2 anak dan suami yang kerja diluar pulau jawa) jadi wajar jiwa dan karakternya mengayomi, selama Aku kerja memang beliaulah yang pernah menjadi atasan yang baik menurut versiku tentunya, karena menilai seseorang itu baik atau buruk salah satunya dilihat berdasarkan “sifat”-nya atau “karakter”-nya, ya itu semua berdasarkan pendapat pribadiku saja sih…. Kembali ke topik permasalahan ku Antara tetap masuk kerja atau membuat “alasan” tidak masuk kerja, namun akhirnya Aku memilih untuk masuk kerja, sebenarnya masuk atau tidak pun gk masalah dikarenkan dikantor ku itu sedang ada acara. . . . yahh… sebut aja seperti penghargaan atas suatu inovasi, dimana itu dipilih beberapa karya dari ribuan karya yang terkumpul untuk dilihat seberapa jauh inovasi terbentuk dan menghasilkan nilai, karena kelompok ku hadir diacara tersebut tidak mungkin Aku mangkir dari kegiatan itu, yaah. . . .walau setengah hati masuk kerja tapi Aku harus menghargai yang punya acara.

Kulirik jam tangan sudah menunjukkan pukul 14.30 WIB,

“GILA…!!!” batinku,

“sudah kurang lebih 3 jam perjalanan dari pusat Jakarta menuju ke Tangerang, pantas pantat ku panas dan terasa tepos hahahah” ucapku.

Aku segera masuk ke tempat parkir dan segera menuju ke musolah terdekat buat memenuhi kewajiban sebagai Hamba Tuhan. Setelah selesai Aku menuju ke tempat berlangsungnya acara, syukurnya tidak banyak teman-teman kantor yang mengetahui kalau Aku baru saja tiba terbukti dari tatapan mereka yang biasa saja atau memang mereka tidak peduli ataupun emang Aku-nya yang Baper (bawa perasaan), kayaknya sih emang Aku yang Baper kali ya… hihihihi.

Sebelumnya, Aku mau menceritakan alasan kenapa Aku ingin sekali pindah temmpat kerja, Aku pernah melakukan survey ya tentunya survey berdasarkan yang pernah Aku lakuin selama ini (sekali lagi jauh dari textbook yang berlaku), jadi alasan pertama orang ingin pindah tempat kerja adalah dikarenakan suasana kerja sudah tidak amat nyaman, kedua dikarenkan punya atasan yang bossy, freak, ngawur, ngaco *eh sama aja ya, kebijakannya aneh dan lain-lain, ketiga dikarenakan gaji sudah tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup, keempat karena mendengar pendapat orang lain terkait dunia kerja. Kalau Aku awalnya kenapa berpikir ingin pindah tempat kerja dikarenakan nomor keempat tadi (mendengar pendapat orang lain) Why??? Ada seseorang yang bicara begini “cara mudah naik gaji atau mencapai gaji yang kita inginkan adalah dengan pindah tempat kerja”, Yup masih diterima akal, karena bagaimanapun kalau kita minta ke Bos untuk naik gaji pasti persentasenya kecil (biasanya sih rumusnya berdasarkan persentase inflasi ditahun sebelumnya) So… kapan mencapai angka yang kita ingin kan…??? jadi nomor 1 alasan ku pindah kerja adalah karena nomor keempat, Nomor 2 alasan Aku ingin pindah kerja adalah karena suasana kerja sudah tidak nyaman, apa yang membuat tidak nyaman? Yahh… ini sih bisa masuk ke ranah percintaan hehehehe tapi apa harus diceritakan disini? Gk usah kali ya… hehehehe, tapi emang ada pepatah jawa yang bunyinya begini “witing tresno jalaran soko kulino” yang artinya walau berbeda-beda mesti satu jua, hahahaha ya artinya bukan itulah…. Mulai ngawur deh hihihihi, yang bener mah “cinta tumbuh karena terbiasa” ciyeee… ya memang nyatanya benar banget pepatah itu, karena terbiasa bertemu, berbicara, bekerja sama-sama, berangkat bersama, pulang bersama, makan bersama maka bisa timbul tuh “rasa-rasa” ya itulah… huufft… sebenarnya gk usah kali yang diceritakan disini tapi inilah bagian hidup yang harus diceritakan sesuai dengan bunyi judul cerita ini.

Karena dua hal itulah Aku memutuskan untuk mencari tempat kerja baru, ada yang menyebut Aku itu “kutu loncat” pindah sana pindah sini, ikut sana ikut sini, pilih sana pilih sini, tapi sekali lagi itu kan pilihan masing-masing orang karena Aku punya prinsip “cintailah pekerjaanmu tetapi jangan mencintai perusahaanmu, karena akan ada masa perusahaanmu tidak mencintaimu” hhmmm… cukup logis sih, ada benarnya juga sih menurutku tapi ya… Why??? Karena pekerja yang bekerja disektor swasta batas usia pensiun itu diusia 56 tahun, dasarnya apa? Ada di Pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Jaminan Pensiun, dimana ditetapkan diawal adalah maksimal 56 tahun kemudian mulai 1 Januari 2019 menjadi usia 57 tahun yang kemudian bertambah 1 tahun untuk setiap 3 tahun berikutnya sampai mencapai usia 65 tahun. Nah… berarti perusahaan akan memberikan, memperhatikan kita maksimal juga sampai usia 65 tahun, So… lewat dari usia itu kita tidak dipakai lagi kan… betul tidak… hehehehe, (sedikit berbagi ilmu ya), at least perusahaan ternyata mempekerjakan kembali namun batasannya adalah cuma 3 tahun artinya usia 68 tahun ya sudah uzur hehehehe. Andaikan sampai usia pensiun kita belum mencapai target gaji yang diekspektasikan, bagaimana? Ya… tapi jangan patah arang juga lah, namanya rezeki kan sudah ada yang ngatur, malah dijanjikan bahwa rezeki selalu berserakkan dimuka bumi toh… sampai saat ini Aku masih bisa hidup dan berjuang Tuhan gak mungkin berbohong kan… percaya sajalah sesuai kepercayaannya masing-masing.

Awal Aku menyampaikan niatku ini ke Bos ku sungguh terasa berat, selain dia baik dia juga care kok orangnya, tapi kan ada yang harus Aku perjuangkan juga untuk masa depan ku. Deg-deg-an sekali rasanya, namun perlahan Aku katakana

“Bu, saya berencana mengundurkan diri dari tempat ini karena ada yang menawari lebih baik”,

dengan kaget dan terbengong-bengong Bos ku berkata

“emang kamu ada masalah apa disini? Apa saya membuat kamu tersinggung? Emang mau pindah kemana?”,

wehhh… yang begini ini nih yang membuat kita mau berbicara jujur atau jujur dengan penambahan-penambahan (dramatisir) hahahaha tapi ya itu kalimat yang biasa ditanya Bos kalau ada salah satu anak buahnya yang mengundurkan diri,

“tidak ada masalah apa-apa bu, saya cuma ingin mencari tantangan baru, pengalaman baru” ucapku.

“ya sudah, saya tidak bisa melarang atau mengubah pikiranmu tapi kalau memang diluar sana ada yang lebih baik kenapa tidak kan, silahkan diselesaikan pekerjaan yang masih outstanding” kata Bos ku.

Hhuufft… lega rasanya tapi batin terasa tidak enak, tak lama rekan kerjaku dipanggil ke ruangan Bos, ya pasti bahas perihal tadi tapi lumayan lama sih mereka didalam. Aku tetap konsentrasi menyelesaikan pekerjaan yang masih ter-outstanding dan Aku targetkan tiga puluh hari sebelum Aku keluar harus sudah selesai karena Aku gak mau meninggalkan sesuatu yang nanti menjadi pe-er buat mantan Bos dan rekan kerjaku, Aku harus meninggalkan cara yang baik karena Aku diterima kerja ditempat itu juga dengan cara yang baik (ini prinsip bos!!!) *dengan mengepalkan tangan kanan ke atas.

Lima hari kerja Aku paksakan lembur biar serah terima pekerjaan nanti berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada outstanding yang belum diselesaikan. Malam semakin larut dan kondisi kantor sudah sangat sunyi, hanya terdengar bunyi ketikan yang berasal dari jemariku serta hembusan angin air conditioner tepat di atas kepalaku. Dahulu cleaning service dan office boy banyak yang menginap dikantor dikarenakan managemen masih membolehkan lantai paling atas dapat dijadikan ruang tidur, namun karena beberapa sebab kebijakan tersebut diubah ya… jadi sepi begini deh, kalau boleh dikatakan kantorku ini bukan dilokasi perkantoran segitiga emas, namun hanya sebatas 4 ruko yang bersebelahan kemudian masing-masing dinding dijebol jadi terlihat besar hingga mampu menampung 50 karyawan didalamnya, yang lokasinya berhadapan dengan jalan tol. Aku sangat menyukai kantor seperti ini karena terasa bebas dan orang didalamnya pasti tidak terlalu banyak dibanding perkantoran modern dimana toilet tidak mendukung kebiasaan orang timur yang mengenal “cebok” pakai air bukan pakkai tisu hehehehe. Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, targetku pulang adalah pukul 23.00 WIB, tiba-tiba Aku teringat cerita-cerita horor dikantorku (ini yang paling menyebalkan), sebenarnya ketakutan diri kita sendiri lah yang menyebabkan berhalusinasi kalau ada sesuatu yang “memperhatikan” kita, bunyi printer yang sedang mengisi tinta otomatis saja membuat Aku berdelik kaget Aku buang jauh-jauh perasaan itu dan tetap focus menyelesaikan apa yang sudah Aku targetkan sebelumnya. Memang diruangan ku ini banyak hal yang dapat menjadi kenangan yang tak terlupakan, isi ruangan ini sudah banyak berubah sejak 1 tahun yang lalu dikarenakan managemen membuat seluruh ruangan bersekat-sekat (dulu seperti meja kelurahan) hahahaha tapi aahhh… sudahlah Aku tak mempermasalahkan itu. Namun tiba-tiba tepat diarah jam 4 dimana Aku duduk 1 lembar kertas hvs 70 gram tiba-tiba terbang dari meja yang ada dibelakang tempat ku duduk, sontak membuat ku berkeringat dingin tanpa bisa menengok apa yang menyebabkan kertas itu bergerak melambai-lambai turun perlahan ke bawah. Tak tahu lamanya Aku tidak dapat menggerakkan jemari yang sebelumnya lancar untuk mengetik di atas keyboard karena kertas terbang itu, Aku langsung menghubung-hubungkan dalam pikiran cerita-cerita horor yang pernah diceritakan oleh teman-teman kantorku,

JEDAAARR…!!!

Aku kaget setengah mati karena bunyi suara diruangan Bos ku sekaligus getaran kaca jendela yang cukup kencang, Aku semakin tidak bisa mengangkat badanku untuk bangun dari kursi seolah-olah ada sesuatu yang menahan ku dari ujung rambut sampai ujung kaki, keringat sudah mengucur deras, hembusan air conditioner sudah tidak terasa sama sekali ujung jari tangan dan ujung jari kaki sudah terasa dingin,

“ohh…tidak ya Tuhan… tolong jauhkan dari hal-hal mistis ini…” batinku berdoa,

saat kupejamkan mata tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dengan bunyi hentakan sepatu tuk…tuk…tuk… yang terdengar semakin dekat kearah ruanganku, kubuka mata lebar-lebar mengarah ke pintu masuk ruanganku, tampak terlihat diluar ruanganku redup karena yang menyala hanya lampu yang ber-watt kecil, napasku masih tersengal-sengal, jantung berdegup kencang dan suara langkah itu semakin mendekat dan mendekat

DAN…

Mustofa… itulah salah satu security dikantor ku, badan tinggi, berkumis, rambut cepak, suara berat, dan baik hatinya. Menurut cerita orang, mustofa ini desersi dari TNI,

“pantas saja badannya jadi banget” batinku.

Tapi beliaulah yang sangat sering akrab atau malah waktu awal Aku masuk kerja dikantor ini, Mustofa lah yang mengakrabkan diri, jiwa kepedulian beliau sangat tinggi buktinya saat diri ku merasakan ketakutan-ketakutan karena pikiran-pikiran horor Mustofa lah yang dengan sigapnya mendatangiku.

“loh… pak Alex sendirian disini? Pantesan motor masih diparkir diluar terus kunci motor gk ada dimeja security…” ujar Mustofa,

mata ku masih melotot dan napas tersengal-sengal atas kejadian kertas terbang dan bunyi yang mengagetkan tadi, “huufftt…terima kasih Tuhan sudah mengirimkan manusia seutuhnya…” batinku.

“pak Alex lembur… saya kira udah pada pulang semua, taunya massih nyangkut satu orang nih…hehehehe” ujar mustofa sambil terkekeh-kekeh sambil mendekat ke mejaku dan melabuhkan tubuhnya itu ke kursi diisebelahku,

“kok ini kertas dibuang-buang sih… masih bagus padahal” kata mustofa.

“tadi jatuh pak mus terbang-terbang gitu kena angin’ kataku sambil menjaga intonasi suara seperti biasa buat menutupi ketakutan yang tadi hinggap didiriku,

“mau pulang jam berapa pak Alex?” kata Mustofa,

sambil melihat ke arah jam tangan sudah menunjukkan pukul 22.45 WIB dan ku katakan ke Mustofa

“ini bentar lagi pak, mau save file ini terus matiin komputer deh”,

“ohh… gitu… yang sudah saya tungguin disini deh pak lagian saya juga sendirian dibawah, tadi ada ban truk yang pecah di jalan tol, makanya getaranya sampai ke kantor sini pak” kata mustofa.

“ohh.. jadi karena ban truk yang pecah dijalan, makanya suara dan getarannya itu merembet ke kantor, wajar sih karena posisi kantor berhadapan ke sisi jalan tol” batinku.

Kami berjalan keluar dari ruangan ku dan menuju pantry untuk membuat segelas kopi panas untuk menemani Aku dengan Mustofa ngobrol-ngobrol dilobby bawah. Rasa ketakutanku semakin hilang namun tidak menghilangkan bulu kuduk yang sudah terlanjut berdiri dan dinginnya ujung jari-jari ini.

Silau lampu kendaraan menerpaku sepanjang jalan, meski sudah larut malam jalur pulang ke rumah masih cukup dibilang ramai lancar, angin berhembus menerpa wajahku sejak kubuka kaca helm sedikit mengurangi rasa kantuk saat menunggang kuda besi ini. Secangkir seduhan kopi panas yang kuminum sebelumnya memberi sedikit efek karena membuat jangtungku sedikit berdetak cepat, kutarik gas lebih dalam agar dapat tercapai rpm minimal yang membuat tenaga motor lebih enak untuk dikendarai. Kulihat banyak mobil-mobil terparkir rapih dicafe-café dimana menjadi tongkrongan anak-anak muda menengah atas untuk menghabiskan malam dengan berbincang-bincang, pacaran, dan kehidupan malam lainnya, sangat berbeda denganku yang sampai larut malam masih berjibaku dengan kewajiban sebagai buruh yang akan segera meninggalkan tempat kerja lama menuju ke tempat kerja baru untuk mendapatkan sedikit uang ditiap bulannya, ahh…sudahlah…. No comment….

Dredek…dredek…klontang…

kudorong pintu gerbang garasi berkarat ini, tepat pukul 00.00 WIB Aku akhirnnya sampai dirumah tempat ku mengistirahatkan peluh.

Ceklek…ceklek…

kubuka pintu rumah dan kumasukkan motor kesayangan, rasa dingin udara malam masih terasa sekali, jaket tebal yang kugunakan sepertinya tidak kuat menahan dinginnya malam yang merambah masuk ke tubuhku, pedih…ya pedih… mata ini karena rasa kantuk yang ditahan cukup lama, segera ku berjalan cepat menuju kamar untuk segera membersihkan diri dari kotoran-kotoran yang melekat selama satu hari penuh dikantor tadi. Penghuni rumah sudah pergi terlelap dalam peraduan malam.

Byuur…byuur… nikmat sekali rasa air ini menelanjangiku untuk melepaskan rasa lelah, segar… ya segar yang sangat kurasa. Kuselonjorkan kakiku, kutarik napas panjang dan kubuang sembari mengharapkan hal-hal baik yang akan kudapat esok hari.
Diubah oleh anak86come 14-08-2017 17:06
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.