- Beranda
- The Lounge
MEWASPADAI CULT! janji manis pencari kebenaran
...
TS
Gyatso
MEWASPADAI CULT! janji manis pencari kebenaran
Quote:
Kita pasti berpikir, ketika melihat seseorang mengikuti sebuah Cult, apa mereka bodoh? Ada banyak kaum intelektual yang cukup menjanjikan. Bahkan jangan heran hingga mendapat dukungan politik hingga anggota berasal dari seluruh dunia. Sebenarnya apa itu Cult?
Quote:
APA ITU CULT?
Cult adalah sebuah kegiatan pemujaan yang memiliki seorang pemimpin yang telah membuat program atau argumennya. Ambil contoh yang terkenal di Amerika "Peoples Temple." Pendeta Jim Jones berhasil membawa pemikiran cultnya dan mengumpulkan anggotanya disuatu tempat khusus bagi mereka.Ketika terlibat skandal, pendeta Jim Jones melancarkan aksi bunuh diri masal bagi seluruh anggotanya, dan ketika orang-orang dateng ke tempat tersebut, ditemukan mayat bergelimpangan karena anggotanya pada meminum racun dan patuh!
Spoiler for Jangan dibuka. Ini foto mayat bergelimpangan "Peoples Temple" yang memakan korban hingga 909 jiwa:



Di dunia ini terdapat banyak ribuan cult baik itu yang berkaitan dengan agama maupun tidak. Dan tidak semua agama baru merupakan cult. Prakteknya, bisa berasal dari berbagai jenis. Seperti: konspirasi, politik,ekonomi, terapi, pandangan filosofi, pengembangan diri (motivasi), maupun sikap tidak percaya terhadap sesuatu.Yang semuanya didalam satu visi yaitu pencari kebenaran.
Quote:
Banyak agama bisa dibilang diawali sebagai cult. Namun agama dapat berintegrasi penuh terhadap lingkungan sosial yang lebih besar seiring dengan perkembangannya. Artinya tidak sikut sana-sini dalam kegiatan di lingkungan sosial yang besar.
Sedangkan cult, memisahkan diri dari lingkungan sekitar. Alih-alih membawa petunjuk dalam hidup yang lebih baik, cult langsung mengekang anggotanya secara penuh. Baik dari personalnya, keluarga, keuangan, hingga perjanjian tempat tinggal.
Sedangkan cult, memisahkan diri dari lingkungan sekitar. Alih-alih membawa petunjuk dalam hidup yang lebih baik, cult langsung mengekang anggotanya secara penuh. Baik dari personalnya, keluarga, keuangan, hingga perjanjian tempat tinggal.
Quote:

CIRI-CIRI CULT
1. Sebuah kelompok pergerakan; satu komitmendengan ideologi ekstrim yang berasal dari satu pemimpin karismatik.
2. Memiliki komitmen tinggi dari anggotanya, dan memiliki hirarki yang ketat memisahkan antara pengikut yang awam dengan petingginya.
3. Mengklaim dapat menjawab pertanyaan terbesar kehidupan melalui doktrinnya.
4. Merumuskan perubahan (dan mungkin memperjualkannya) yang membentuk pengikut setia.
5. Menggunakan sistem pengaruh yang formal dan tidak formal. Melalui psikologis atau psikis, agar pengikutnya tetap dalam kendali dan tekanan.
6. Toleransi rendah terhadap kritik dan perbedaan pendapat didalam lingkungan internal dan eksternal.
7. Patuh terhadap pemimpinya yang sangat persuasif, otoriter dan narsistik. Dengan motivasi kekuatan, harta atau wanita.
Quote:

JALAN BERPIKIR CULT
Sebagai pengetahuan umum, pemimpin menggunakan karisma untuk merekrut anggota pertama dan perluasannya bergerak seperti skema piramida. Dengan hirarki yang memisahkan mana admin dan mana anggota. Mana yang bertalenta, dan mana yang hanya sebagai tim penghibur. Sedangkan untuk merekrut anggota baru, mereka akan menargetkan orang awam atau seseorang yang telah kehilangan secara personal maupun profesional.
Kesepian atau tujuan hidup, menjadi target empuk untuk ditawari ikut kedalam cult. Perekrutannya bisa sangat tersirat mulai dari obrolan biasa hingga berbulan-bulan membangun hubungan. 2/3 anggota cult karena ditawari oleh temannya, keluarganya maupun rekan kerjanya.
Anggota didoktrin dengan berbagai cara. Entah itu karena mengikuti apa yang diikuti oleh anggota lainnya karena terdapat dalam kelompok yang sama (meniru), menggunakan tehnik persuasif koersif. Baik itu secara psikis maupun psikologis. Dengan premis seperti "Dunia telah dibohongi, kami tahu jawabannya" maupun yang seperti terjadi pada warga "peoples temple." Dengan menyuguhkan rasa bersalah, malu, dan ketakutan sesuai dengan visi mereka. Baik itu dunia politik, ekonomi, pendidikan, maupun apapun.
Agar tujuannya tercapai, anggota dilarang berpikir kritis atau menunjukkan sikap tidak setuju terhadap apa yang menjadi visi gerakan tersebut. Menjadikan anggota susah mengemukakan sekaligus juga lingkungan didalam tersebut memberikan contoh keyakinan yang penuh terhadap pemimpinnya.
Quote:

CARA MENGHINDARI DAN MELAWAN
Beberapa anggota akan merasakan konflik internal yang sering disebut sebagai disonansi kognitif. Disonansi kognitif adalah perasaan tidak nyaman dari apa yang dipercayainya. Dikarenakan cult melarang untuk berpikir kritis, menjadikan konflik internal ini seolah menjadi penjara baginya.
Beberapa anggota mampu keluar dari cult akibat dari kesadarannya sendiri, keluarga dan teman, maupun akibat runtuh dengan sendirinya cult tersebut akibat skandal dan permasalahan eksternal.
Jika terdapat ancaman, bertolak belakang dari pemahaman, atau kegiatan illegal bisa diadukan kepada polisi setempat.
Mempercayai sesuatu tidak membutuhkan pengorbanan dari kepercayaan lainnya. Jika seseorang mengatakan bahwa kita harus mengorbanakn hubungan dengan seseorang karena bersebrangan, atau menunjukkan sikap tertentu untuk sesuatu yang lebih baik, dia mungkin mengeksploitasi anda untuk kepentingannya sendiri.
Sumber: Janja Lalich.
Quote:
Janja Lalich merupakan professor sosiologi dari Universitas California yang telah membuat banyak tulisan mengenai cult.
Bukunya:
Lalich, Janja; Tobias, Madeleine (17 August 2006). Take Back Your Life : Recovering from cults and abusive relationships. Berkeley, Calif.: Bay Tree Pub. ISBN 978-0972002158.
Lalich, Janja A. (15 September 2004). Bounded Choice : True believers and charismatic cults ([Online-Ausg.] ed.). Berkeley [u.a.]: Univ. of California Press. ISBN 978-0520231948.
Zablocki, Benjamin; Robbins, Thomas, eds. (1 November 2001). Misunderstanding Cults : Searching for objectivity in a controversial field. Toronto: University of Toronto Press. pp. 123–155. ISBN 978-0802043733.
Singer, Margaret Thaler; Lalich, Janja (27 September 1996). "Crazy" Therapies : What are they? Do they work?. San Francisco, Calif.: Jossey-Bass. ISBN 978-0787902780.
Singer, Margaret Thaler; Lalich, Janja (1 March 1995). Cults in Our Midst. San Francisco, Calif.: Jossey-Bass. ISBN 978-0787900519.
Tobias, Madeleine Landau; Lalich, Janja (May 1994). Captive Hearts, Captive Minds : Freedom and recovery from cults and abusive relationships. Alameda, CA: Hunter House. ISBN 978-0897931458.
Artikel dan Jurnal:
"Repairing The Soul After A Cult Experience", CSNetwork Magazine, Spring 1996, pp. 30–33
"Using the Bounded Choice Model as an Analytical Tool: A Case Study of Heaven's Gate", Cultic Studies Review, Vol. 3, No.3
"The Cadre Ideal: Origins and Development of a Political Cult", Cultic Studies Journal, Vol. 9, No.1
Introduction: "We Own Her Now", Cultic Studies Journal, Vol. 14, No.1
"Dominance and Submission: The Psychosexual Exploitation of Women in Cults", Cultic Studies Journal, Vol.14, No.1
"Women Under the Influence: A Study of Women's Lives in Totalist Groups", Guest Editor, Special issue, Cultic Studies Journal, Vol.14, No.1
Wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/Janja_Lalich
versi Ted-ed yang merupakan sumber utama dari tulisan ini:
Bukunya:
Lalich, Janja; Tobias, Madeleine (17 August 2006). Take Back Your Life : Recovering from cults and abusive relationships. Berkeley, Calif.: Bay Tree Pub. ISBN 978-0972002158.
Lalich, Janja A. (15 September 2004). Bounded Choice : True believers and charismatic cults ([Online-Ausg.] ed.). Berkeley [u.a.]: Univ. of California Press. ISBN 978-0520231948.
Zablocki, Benjamin; Robbins, Thomas, eds. (1 November 2001). Misunderstanding Cults : Searching for objectivity in a controversial field. Toronto: University of Toronto Press. pp. 123–155. ISBN 978-0802043733.
Singer, Margaret Thaler; Lalich, Janja (27 September 1996). "Crazy" Therapies : What are they? Do they work?. San Francisco, Calif.: Jossey-Bass. ISBN 978-0787902780.
Singer, Margaret Thaler; Lalich, Janja (1 March 1995). Cults in Our Midst. San Francisco, Calif.: Jossey-Bass. ISBN 978-0787900519.
Tobias, Madeleine Landau; Lalich, Janja (May 1994). Captive Hearts, Captive Minds : Freedom and recovery from cults and abusive relationships. Alameda, CA: Hunter House. ISBN 978-0897931458.
Artikel dan Jurnal:
"Repairing The Soul After A Cult Experience", CSNetwork Magazine, Spring 1996, pp. 30–33
"Using the Bounded Choice Model as an Analytical Tool: A Case Study of Heaven's Gate", Cultic Studies Review, Vol. 3, No.3
"The Cadre Ideal: Origins and Development of a Political Cult", Cultic Studies Journal, Vol. 9, No.1
Introduction: "We Own Her Now", Cultic Studies Journal, Vol. 14, No.1
"Dominance and Submission: The Psychosexual Exploitation of Women in Cults", Cultic Studies Journal, Vol.14, No.1
"Women Under the Influence: A Study of Women's Lives in Totalist Groups", Guest Editor, Special issue, Cultic Studies Journal, Vol.14, No.1
Wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/Janja_Lalich
versi Ted-ed yang merupakan sumber utama dari tulisan ini:
Agan-agan punya kenalan yang keukeuh dengan doktrin yang dia terima karena nonton video youtube, yang didalamnya dilarang untuk menyuarakan pendapat maupun memiliki keyakinan setengah-setengah, memperjual belikan merchandise yang mereka anggap sebagai jaminan kekompakkan, atas nama kekompakkan lagi sekte semua media lokal yang visi yang sama namun berbeda misi harus disatukan, melawan hantu terbesar umat manusia bernama elit global, Memiliki pemimpin karismatik meskipun gak ada rambut, mengherankan bukan?
Btw, illuminati sudah resmi sekarang muncul dan 100% cult. Sudah pernah masuk tvc-nya di ABC: http://illuminati.am/
Diubah oleh Gyatso 21-07-2017 19:17
0
10.7K
Kutip
99
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Gyatso
#89
Komunitas Eden / Kerajaan Tuhan / Salamullah / Kaum Eden
tempo.co/read/news/2015/06/06/078672566/begini-perjalanan-metamorfosa-lia-eden
Quote:
TEMPO.CO , Jakarta: Lama tidak terdengar, Lia Aminudin atau Lia Eden, yang pernah mengaku memperoleh wahyu dari malaikat Jibril pada 1997, mengirim surat ke Presiden Joko Widodo. Isi surat itu mengkritik sikap polisi yang membela Budi Gunawan.
Lia, yang pernah menyatakan dirinya sebagai Imam Mahdi, mengatakan Tuhan tengah membongkar kejahatan di kepolisian. Kejahatan itu akan terbalas di hari penghakiman.
"Sungguh, di hari penghakiman ini tak ada dosa yang akan dibiarkan Tuhan tak terbalas. Perilaku tak terpuji Kepolisian merupakan jalan lebar untuk melakukan pembalikan kepada Kepolisan," kata Lia Eden, pemimpin Komunitas Eden, dalam suratnya kepada Presiden Joko Widodo tertanggal 25 Mei 2015.
Lia Eden memang beberapa kali bikin gempar. Pada Agustus 1999 silam, Lia bersama 75 orang jemaah Salamullah melakukan ritual memerangi Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul. Ritual di bibir pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, itu disebut Lia untuk membinasakan Nyi Roro Kidul, yang mereka anggap lambang kemusyrikan.
Selama 45 menit Lia memimpin jemaah Salamullah melakukan salat berjamaah. Pada bagian akhir ritualnya Lia menjerit: "Allahu Akbar. Lepaskanlah hamba dari kutukan Roro Kidul." Sambil berteriak, Lia menghunus sebilah keris sepanjang 20 sentimeter di depan dadanya. Soal luka hunusan pisau itu banyak media tidak tahu kelanjutannya.
Ada pula satu keahlian Lia yang lain, yaitu menyembuhkan orang. "Saya mendapat karunia besar dari Allah," begitu katanya. Padahal ia mengaku tak pernah belajar khusus soal itu.
Awal mula anugerah itu menurut Lia ketika ia shalat tahajjud, memohon petunjuk Yang Kuasa, lalu tiba-tiba ia merasa tubuhnya menggigil dan berkeringat. Kemudian tangannya seperti dituntun untuk mengobati orang sakit.
Baca juga:
Lia Eden Minta Izin Jokowi untuk Mendaratkan UFO di Monas
Lia Eden Sebut Jokowi Reinkarnasi Krishna
Berbagai penyakit ia tangani, mulai dari penyakit gatal-gatal hingga kanker. "Mau tahu pegangan saya selama pengobatan? Surat Al-Fatihah," ujar Lia.
Pemimpin Majelis Taklim Salamullah Jakarta itu pernah juga melakukan tindakan yang mengundang simpati. Pada Natal 1999 ia mengirim sapaan selamat Natal lewat pos, yang dikirim ke 300 gereja di Indonesia. "Ini untuk mengurangi ketegangan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan)," kata Lia.
Sebagai pemimpin sepritial jemaahnya, Lia pernah mengubah gaya berbusananya. Sebelumnya, dia berjilbab ketat, tapi sejak Januari 2005 ia tanggalkan semuanya. Sebagai gantinya, Lia mencukur plontos rambutnya dan pakaian yang melekat di tubuh wanita yang di Salamullah dipanggil Paduka Ratu itu kini hanya bentangan kain putih sepanjang 7 meter tanpa jahitan.
Pakaian dan kepala plontos juga diikuti para pengikutnya. Tidak lupa simbol bagian atas kepala mereka melingkar bulatan, simbol mahkota surga dan tanda lulus ujian Tuhan.
Menurut Muhammad Abdurrahman, wakil Lia di Salamullah, sebagai muslimah dulu Lia memang bertudung. "Kini, Tuhan melarang Bunda menganut syariat agama tertentu," kata Abdurrahman, yang dipanggil Imam Mahdi di kelompok ini. "Dengan pakaian ini, kadang kami dikira baru pulang haji, kadang disangka biksu."
Lia sendiri tak mau berkomentar. Menurut kaum Salamullah, Tuhan memintanya begitu.
Memasuki periode tahun 2000 Lia mulai tidak bisa bebas. Apalagi ketika perempuan yang mengaku pernah bertemu Bunda Maria itu dua kali dijebloskan penjara. Pertama, pada 29 Juni 2006 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis dua tahun penjara untuk Lia pemimpin Tahta Suci Kerajaan Eden itu. Lia terbukti bersalah karena telah menodai agama, melakukan perbuatan tak menyenangkan, dan menyebarkan kebencian.
Vonis itu ditanggapi Lia dengan nyeleneh. "Kalau saya dibebaskan, saya akan memohon kepada Tuhan supaya lumpur di Sidoarjo dan Gunung Merapi bisa reda. Jika saya tidak bisa membuktikan, biarlah saya dihukum mati."
Kali kedua, giliran pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2 Juni 2009 menjatuhkan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan kepada Lia. Dia dinilai terbukti melakukan penistaan dan penodaan agama. Vonis itu setelah polisi menyita ratusan brosur yang dinilai berisi penistaan agama.
Lia, yang pernah menyatakan dirinya sebagai Imam Mahdi, mengatakan Tuhan tengah membongkar kejahatan di kepolisian. Kejahatan itu akan terbalas di hari penghakiman.
"Sungguh, di hari penghakiman ini tak ada dosa yang akan dibiarkan Tuhan tak terbalas. Perilaku tak terpuji Kepolisian merupakan jalan lebar untuk melakukan pembalikan kepada Kepolisan," kata Lia Eden, pemimpin Komunitas Eden, dalam suratnya kepada Presiden Joko Widodo tertanggal 25 Mei 2015.
Lia Eden memang beberapa kali bikin gempar. Pada Agustus 1999 silam, Lia bersama 75 orang jemaah Salamullah melakukan ritual memerangi Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul. Ritual di bibir pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, itu disebut Lia untuk membinasakan Nyi Roro Kidul, yang mereka anggap lambang kemusyrikan.
Selama 45 menit Lia memimpin jemaah Salamullah melakukan salat berjamaah. Pada bagian akhir ritualnya Lia menjerit: "Allahu Akbar. Lepaskanlah hamba dari kutukan Roro Kidul." Sambil berteriak, Lia menghunus sebilah keris sepanjang 20 sentimeter di depan dadanya. Soal luka hunusan pisau itu banyak media tidak tahu kelanjutannya.
Ada pula satu keahlian Lia yang lain, yaitu menyembuhkan orang. "Saya mendapat karunia besar dari Allah," begitu katanya. Padahal ia mengaku tak pernah belajar khusus soal itu.
Awal mula anugerah itu menurut Lia ketika ia shalat tahajjud, memohon petunjuk Yang Kuasa, lalu tiba-tiba ia merasa tubuhnya menggigil dan berkeringat. Kemudian tangannya seperti dituntun untuk mengobati orang sakit.
Baca juga:
Lia Eden Minta Izin Jokowi untuk Mendaratkan UFO di Monas
Lia Eden Sebut Jokowi Reinkarnasi Krishna
Berbagai penyakit ia tangani, mulai dari penyakit gatal-gatal hingga kanker. "Mau tahu pegangan saya selama pengobatan? Surat Al-Fatihah," ujar Lia.
Pemimpin Majelis Taklim Salamullah Jakarta itu pernah juga melakukan tindakan yang mengundang simpati. Pada Natal 1999 ia mengirim sapaan selamat Natal lewat pos, yang dikirim ke 300 gereja di Indonesia. "Ini untuk mengurangi ketegangan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan)," kata Lia.
Sebagai pemimpin sepritial jemaahnya, Lia pernah mengubah gaya berbusananya. Sebelumnya, dia berjilbab ketat, tapi sejak Januari 2005 ia tanggalkan semuanya. Sebagai gantinya, Lia mencukur plontos rambutnya dan pakaian yang melekat di tubuh wanita yang di Salamullah dipanggil Paduka Ratu itu kini hanya bentangan kain putih sepanjang 7 meter tanpa jahitan.
Pakaian dan kepala plontos juga diikuti para pengikutnya. Tidak lupa simbol bagian atas kepala mereka melingkar bulatan, simbol mahkota surga dan tanda lulus ujian Tuhan.
Menurut Muhammad Abdurrahman, wakil Lia di Salamullah, sebagai muslimah dulu Lia memang bertudung. "Kini, Tuhan melarang Bunda menganut syariat agama tertentu," kata Abdurrahman, yang dipanggil Imam Mahdi di kelompok ini. "Dengan pakaian ini, kadang kami dikira baru pulang haji, kadang disangka biksu."
Lia sendiri tak mau berkomentar. Menurut kaum Salamullah, Tuhan memintanya begitu.
Memasuki periode tahun 2000 Lia mulai tidak bisa bebas. Apalagi ketika perempuan yang mengaku pernah bertemu Bunda Maria itu dua kali dijebloskan penjara. Pertama, pada 29 Juni 2006 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis dua tahun penjara untuk Lia pemimpin Tahta Suci Kerajaan Eden itu. Lia terbukti bersalah karena telah menodai agama, melakukan perbuatan tak menyenangkan, dan menyebarkan kebencian.
Vonis itu ditanggapi Lia dengan nyeleneh. "Kalau saya dibebaskan, saya akan memohon kepada Tuhan supaya lumpur di Sidoarjo dan Gunung Merapi bisa reda. Jika saya tidak bisa membuktikan, biarlah saya dihukum mati."
Kali kedua, giliran pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2 Juni 2009 menjatuhkan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan kepada Lia. Dia dinilai terbukti melakukan penistaan dan penodaan agama. Vonis itu setelah polisi menyita ratusan brosur yang dinilai berisi penistaan agama.
tempo.co/read/news/2015/06/06/078672566/begini-perjalanan-metamorfosa-lia-eden
Diubah oleh Gyatso 31-07-2017 16:36
0
Kutip
Balas