- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#96
Weak Victim
Tidak sulit untuk menemukan Romeo. Dia ditemukan pingsan dalam keadaan terduduk di sebuah kursi tunggu MRT. Dia diamankan oleh polisi yang bertugas di MRT.
Personel T University segera menemui Romeo di sebuah rumah sakit. Johnny segera berbicara dengan dokter. Dokter menyampaikan bahwa Romeo mengalami penganiayaan. Namun beruntung, nyawanya masih terselamatkan.
“Romeo, kau tahu pelakunya siapa?", tanya seseorang penyidik setelah Romeo dapat ditemui di rumah sakit.
“Aku tidak tahu siapa dia. Mataku selalu ditutupi sebuah kain hitam.”, ujar Romeo.
“Kalau begitu apakah kamu ingat suaranya?”, tanya penyidik tersebut.
“Aku tidak yakin. Maaf, aku tidak membantu.”, Romeo menundukkan kepalanya.
“Tidak masalah. Kau masih trauma. Mungkin setelah kamu lebih tenang, kamu bisa mengingatnya. Pelan-pelan saja.”, ujar penyidik tersebut mengakhiri wawancaranya dengan Romeo.
Dua belas orang itu segera meringsek masuk. Johnny segera mendekati Romeo. Romeo tersenyum pahit. “Aku tidak yakin bisa mengingat dengan benar suaranya, John.”
“Tidak ada yang perduli apakah kamu mengingat suara itu atau tidak.”, ujar Johnny sembarangan.
Semua yang lain menatap Johnny dengan tatapan agak ragu dan terkejut.
“Ah, maksudku kalau kau mengingatnya. Itu keren. Tapi, kita bisa mencarinya kalaupun kau tidak ingat. Jadi, tenang saja.”, Johnny tertawa. Sementara yang lain menggeleng-gelengkan kepala.
“Yang penting kamu baik-baik saja. Kami sangat mencemaskanmu.”, ujar Samantha dengan tatapan lembut.
“Aku sebenarnya ingin menguji kebenarannya sekali lagi. Aku ingat suara itu.”, ujar Johnny.
“Suara siapa?”, tanya Romeo.
“Suara orang yang menculikmu. Aku pernah mendengarnya diantara penumpang bus itu. Kau tahu? Aku yang menerima telfonnya. ”, Johnny tersenyum dengan bangga sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Aku pikir kita tidak perlu mencari siapa pelakunya. Lepaskan saja.”, ujar Romeo.
“Apa?! Setelah dia membuatmu hampir mati? Kau malaikat huh? Dia sudah membunuh satu orang dan kamu juga hampir menjadi yang kedua.”, sindir Arelia.
Tidak sulit untuk menemukan Romeo. Dia ditemukan pingsan dalam keadaan terduduk di sebuah kursi tunggu MRT. Dia diamankan oleh polisi yang bertugas di MRT.
Personel T University segera menemui Romeo di sebuah rumah sakit. Johnny segera berbicara dengan dokter. Dokter menyampaikan bahwa Romeo mengalami penganiayaan. Namun beruntung, nyawanya masih terselamatkan.
“Romeo, kau tahu pelakunya siapa?", tanya seseorang penyidik setelah Romeo dapat ditemui di rumah sakit.
“Aku tidak tahu siapa dia. Mataku selalu ditutupi sebuah kain hitam.”, ujar Romeo.
“Kalau begitu apakah kamu ingat suaranya?”, tanya penyidik tersebut.
“Aku tidak yakin. Maaf, aku tidak membantu.”, Romeo menundukkan kepalanya.
“Tidak masalah. Kau masih trauma. Mungkin setelah kamu lebih tenang, kamu bisa mengingatnya. Pelan-pelan saja.”, ujar penyidik tersebut mengakhiri wawancaranya dengan Romeo.
Dua belas orang itu segera meringsek masuk. Johnny segera mendekati Romeo. Romeo tersenyum pahit. “Aku tidak yakin bisa mengingat dengan benar suaranya, John.”
“Tidak ada yang perduli apakah kamu mengingat suara itu atau tidak.”, ujar Johnny sembarangan.
Semua yang lain menatap Johnny dengan tatapan agak ragu dan terkejut.
“Ah, maksudku kalau kau mengingatnya. Itu keren. Tapi, kita bisa mencarinya kalaupun kau tidak ingat. Jadi, tenang saja.”, Johnny tertawa. Sementara yang lain menggeleng-gelengkan kepala.
“Yang penting kamu baik-baik saja. Kami sangat mencemaskanmu.”, ujar Samantha dengan tatapan lembut.
“Aku sebenarnya ingin menguji kebenarannya sekali lagi. Aku ingat suara itu.”, ujar Johnny.
“Suara siapa?”, tanya Romeo.
“Suara orang yang menculikmu. Aku pernah mendengarnya diantara penumpang bus itu. Kau tahu? Aku yang menerima telfonnya. ”, Johnny tersenyum dengan bangga sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Aku pikir kita tidak perlu mencari siapa pelakunya. Lepaskan saja.”, ujar Romeo.
“Apa?! Setelah dia membuatmu hampir mati? Kau malaikat huh? Dia sudah membunuh satu orang dan kamu juga hampir menjadi yang kedua.”, sindir Arelia.
Diubah oleh anism 29-07-2017 10:27
0