- Beranda
- Sejarah & Xenology
Kronologi Sejarah Kalimantan (45.000 SM - 2017)
...
TS
maslazardi
Kronologi Sejarah Kalimantan (45.000 SM - 2017)

Bismillahirrahmanirrahim...
Selamat sore, agan dan aganwati sekalian. Kembali lagi bersama ane dengan satu lagi video peta sejarah Indonesia!
Kali ini ane ingin berbagi peta sejarah Kalimantan dari tahun 45.000 SM - 2017. Dimulai dari terbentuknya pulau besar ini pada akhir Zaman Es, perkembangan kebudayaan maju, munculnya peradaban dan kerajaan kuno seperti Kutai dan Nan Sarunai, masa imperium Sriwijaya dan Majapahit, bangkitnya kesultanan Islam seperti Brunei dan Banjar, masa kolonialisme Eropa, hingga kelahiran negara Indonesia dan Malaysia yang kita kenal sekarang.! 
Trit ini bisa dianggap sebagai lanjutan dari trit ini dan ini. Untuk sumber info, ane ambil dari kompilasi hikayat, kitab, pustaka kerajaan, kronik, syair, buku sejarah, wiki, serta laporan peneliti dan berbagai blog/situs pecinta sejarah. Ane coba bikin seakurat yang ane bisa, jadi kalo agan nemu ada yang salah mohon dikoreksi ya!
Oke, langsung saja:
Quote:
Kronologi:
Quote:
Spoiler for Sebelum Masehi:

- 45000 SM - Gelombang populasi pertama manusia modern tiba di benua kuno Sunda.
- 40000 SM - Kebudayaan Niah muncul di Sarawak.
- 30000 SM - Kebudayaan Lahad Datu muncul di Sabah.
- 10000 SM - Kebudayaan Sangkulirang muncul di Kalimantan Timur.
- 5000 SM - Kebudayaan Lahad Datu meluas ke Tawau di selatan.
- 4000 SM - Kebudayaan Barito muncul di sepanjang pesisir Teluk Sarunai purba di Kalimantan Selatan.
- 2500 SM - Ras Austronesia dari Formosa (Taiwan) tiba di Kalimantan. Kebudayaan Nanga Balang muncul di Kapuas Hulu. Kebudayaan maju di Sarawak meluas hingga ke Sambas.
- 242 SM - Peradaban Nan Sarunai muncul di Amuntai, didirikan oleh suku Dayak Maanyan.
Quote:
Spoiler for Abad 4-5:

- 350 M - Peradaban Kutai muncul di Kalimantan Timur. Kudungga menjadi pemimpin pertama peradaban tersebut.
- 375 M - Kutai berevolusi menjadi kerajaan bernama Kutai Martadipura. Aswawarman naik tahta sebagai penguasanya.
- 400 M - Prasasti Yupa. Mulawarman naik tahta di Kutai menggantikan Aswawarman. Peradaban Sambas dan Sepauk muncul di Kalimantan Barat.
- 446 M - Mulawarman wafat. Selama menjadi Raja, ia melakukan perluasan wilayah hingga ke Kutai Timur. Wangsawarman naik tahta menjadi penguasa Kutai menggantikannya.
- 490 M - Beberapa komunitas masyarakat Dayak Maanyan dari Nan Sarunai bermigrasi ke pulau Madagaskar di tenggara Afrika, menjadi generasi manusia pertama yang menghuni pulau tersebut.
- 495 M - Wangsawarman wafat. Mahawijayawarman naik tahta menggantikannya.
- 500 M - Peradaban Santubong muncul di Sarawak.
Quote:
Spoiler for Abad 6-7:

- 518 M - Peradaban Brunei kuno (Barunai/Po Ni) diperkirakan muncul, kemungkinan didirikan oleh suku Bisaya. Wilayahnya mencakup Brunei sekarang hingga kawasan persebaran suku Bisaya di sekitar Kinabalu.
- 520 M - Peradaban Tanjungpuri muncul di Tabalong, Kalimantan Selatan, didirikan oleh suku Dayak Meratus.
- 525 M - Nan Sarunai dan Tanjungpuri berkembang menjadi kerajaan, melalui bantuan para bangsawan perantau dari kerajaan Koying (Kerinci) dan Kandali (Kuntala) di Sumatra.
- 600 M - Nan Sarunai memperluas wilayah ke sepanjang pesisir tenggara Kalimantan, dari Tanjung Silat hingga Paser. Negeri ini lalu mulai memasuki masa kejayaannya. Raja Abang Bhindu mendirikan kerajaan Selimbau di Kapuas Hulu. Kebudayaan maju muncul di sepanjang pesisir Kalimantan Barat.
- 630 M - Brunei diperkirakan telah berevolusi menjadi kerajaan. Karena di tahun ini, negeri itu telah mengirim utusan pertamanya ke negeri Cina, yang saat itu sedang dalam masa pemerintahan Dinasti Tang.
- 656 M - Prasasti Batu Pahit di Kalimantan Barat, kemungkinan wilayah tersebut telah berkembang menjadi sebuah peradaban awal. Agama Buddha mulai menyebar ke seluruh Kalimantan.
- 678 M - Pembangunan Candi Laras di Nan Sarunai.
- 684 M - Prasasti Batung Batulis.
- 700 M - Imperium Sriwijaya dari Sumatra diperkirakan mendirikan kerajaan Tanjungpura dan Wijayapura sebagai koloninya di pulau Kalimantan. Kebudayaan maju diperkirakan telah eksis di seluruh Kalimantan.
Quote:
Spoiler for Abad 8-9:

- 745 M - Prasasti Sandai. Orang-orang Arab Muslim mulai mendirikan permukiman di pesisir Ketapang, Kalimantan Barat.
- 775 M - Dinasti Sailendra menjadi penguasa di Sriwijaya dan Mataram. Dharanindra naik tahta sebagai penguasa yang menyatukan kedua negara tersebut.
- 800 M - Sriwijaya dan Nan Sarunai menjalin hubungan persahabatan. Beberapa komunitas Melayu dari Sriwijaya diperkirakan bermigrasi ke Madagaskar, berbaur dengan masyarakat Dayak Maanyan yang telah menetap di sana tiga abad sebelumnya.
- 900 M - Santubong diperkirakan berkembang menjadi sebuah kerajaan, yang didirikan oleh Sriwijaya sebagai salah satu negara koloninya. Hyang Ta naik tahta di Tanjungpura.
Quote:
Spoiler for Abad 10-11:

- 977 M - Singa Siak Bahulun mendirikan kerajaan Hulu Aik di Ketapang. Ia kemudian menikah dengan seorang putri Tanjungpura yang baru saja naik tahta menjadi penguasa, Ratu Betung. Hulu Aik pun menjadi bawahan Tanjungpura. Bersama, mereka menjalin hubungan diplomatik dengan negeri-negeri di Arab dan Cina, dengan tetap setia sebagai bawahan Sriwijaya.
- 978 M - Brunei menjalin hubungan persahabatan dengan Dinasti Tang.
- 1000 M - Sriwijaya diperkirakan menaklukkan Brunei.
- 1025 M - Kerajaan Tamil Chola memulai invasi terhadap Sumatra. Pasukan Chola berhasil menaklukkan ibukota Sriwijaya, Palembang.
- 1030 M - Sriwijaya dan seluruh negeri bawahannya di Sumatra dan Malaya sepenuhnya takluk pada kerajaan Chola. Tanjungpura, Wijayapura, Santubong, dan Brunei kemungkinan besar memerdekakan diri. Beberapa bangsawan Melayu Sriwijaya mengungsi ke Nan Sarunai dan Tanjungpuri, berasimilasi dengan penduduk setempat.
- 1041 M - Peradaban Menjelutung muncul di Tana Tidung.
- 1066 M - Di Sumatra, Sriwijaya merdeka dari Chola.
- 1076 M - Menjelutung menjelma menjadi kerajaan Tidung (Tirun), yang didirikan oleh Si Amus dengan pusatnya di pulau Tarakan.
- 1088 M - Kerajaan Dharmasraya muncul di Sumatra. Negeri ini kemudian menaklukkan Sriwijaya dan menjadi penguasa Tanah Melayu menggantikannya.
Quote:
Spoiler for Abad 12:

- 1117 M - Kutai diserang oleh seorang pangeran Cina dari dinasti Sung (Song), setelah terjadi kesalahpahaman akibat perbedaan budaya antara kedua bangsa tersebut. Pangeran tersebut awalnya datang untuk melamar seorang putri Kutai. Kesalahpahaman terjadi saat jamuan makan, dimana Raja Kutai dan Pangeran Sung menikmati hidangan masing-masing dengan cara yang berbeda, yang membuat sang Pangeran tersinggung dan undur diri ke kapalnya, sebelum tiba-tiba menembakkan meriam ke arah istana Kutai. Pihak Kutai pun juga segera melontarkan meriam mereka. Pertempuran sengit berlangsung dan berakhir dengan kemenangan Kutai.
- 1120 M - Aki Bugang naik tahta di Tidung.
- 1156 M - Itara naik tahta di Tidung. Ia memindahkan ibukota kerajaannya ke Tanjung Batu.
- 1175 M - Tanjungpura diperkirakan menjadi bawahan kerajaan Kediri dari Jawa. Kemungkinan Kediri mendirikan pemerintahan langsung di wilayah negeri Hulu Aik (Ketapang-Kotawaringin).
- 1183 M - Di Sumatra, Sriwijaya sepenuhnya dikendalikan oleh Dharmasraya.
- 1185 M - Ikurung naik tahta di Tidung.
Quote:
Spoiler for Abad 13:

- 1210 M - Ikarang naik tahta di Tidung.
- 1216 M - Ibukota Tidung berpindah ke pesisir sungai Bidang.
- 1222 M - Tanjungpura berganti menjadi bawahan kerajaan Tumapel (Singhasari), setelah pusat Kediri di Jawa Timur jatuh ke tangan Ken Arok, penguasa Tumapel. Kerajaan Silat berdiri di dekat Selimbau.
- 1225 M - Chao Ju Kua, seorang pejabat Sung di Cina menuliskan sebuah catatan berisi laporan para pelaut Cina tentang negeri-negeri di Asia Tenggara, di antaranya Brunei dan Tanjungpura. Ia menuliskan bahwa Brunei telah memiliki banyak kekayaan dan sedikitnya 100 armada angkatan laut. Kerajaan Wijayapura kemungkinan menjadi bawahan Tanjungpura, dan berganti nama menjadi Nek Riuh.
- 1245 M - Karangan naik tahta di Tidung.
- 1254 M - Tumapel berganti nama menjadi Singhasari.
- 1265 M - Bengawan naik tahta di Tidung. Pada masa pemerintahannya, kerajaan Tidung mengalami masa kejayaan dan melakukan perluasan wilayah dari Mangkalihat di Kutai hingga Kudat di Sabah.
- 1275 M - Di bawah perintah Kertanegara, Singhasari memulai ekspedisi militer Pamalayu terhadap Dharmasraya untuk menghadang ekspansi Imperium Mongol yang kala itu tengah mengancam kedaulatan negeri-negeri di Asia Tenggara. Ia mengirim sejumlah pasukan ke koloninya di Kalimantan untuk memperkuat penjagaan, serta sebagai pangkalan penghubung antara Singhasari dengan sekutunya di Indocina, kerajaan Champa.
- 1290 M - Rangga Sentap naik tahta di Tanjungpura.
- 1291 M - Raden Janur mendirikan kerajaan Sambas, dan memerdekakan diri dari Tanjungpura.
- 1292 M - Raden Kesuma Sumantri Indraningrat, seorang panglima ekspedisi Pamalayu, mendirikan kerajaan Landak di Ningrat Batur, Kalimantan Barat. Ia menobatkan diri sebagai Raja dengan gelar Ratu Sang Nata Pulang Pali I.
- 1293 M - Tanjungpura berganti menjadi bawahan kerajaan Majapahit, setelah Singhasari hancur akibat pemberontakan Kediri dan serangan bangsa Mongol. Kepulauan Subi dan Serasan di lepas pantai Sambas kemungkinan jatuh ke tangan kerajaan Melayu Tumasik (Temasek/Singapura), yang melepaskan diri dari Singhasari.
- 1294 M - Sebuah meteor bercahaya seukuran buah kelapa jatuh di Sambas, yang kemudian disebut sebagai Mustika Bintang, sebuah benda keramat yang dipercaya membawa banyak keberuntungan oleh penduduk setempat. Meteor ini kemudian disimpan oleh Raden Janur. Raden Wijaya, penguasa Majapahit yang mendengar berita itu mengirimkan pasukan ke Sambas untuk meminta benda tersebut. Sambas tak bersedia menyerahkannya, sehingga pecahlah pertempuran, yang dimenangkan pihak Majapahit. Raden Janur melarikan diri ke hutan sambil membawa Mustika Bintang dan tak diketahui lagi nasibnya. Sambas yang kehilangan Raja pun otomatis jatuh ke dalam kekuasaan Majapahit.
- 1300 M - Aji Batara Agung Dewa Sakti, seorang bangsawan Singhasari yang melarikan diri dari Jawa akibat diburu oleh pengikut Jayakatwang, Raja Kediri yang menaklukkan Singhasari, mendirikan kerajaan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Kerajaan Melanau (Malano) diperkirakan muncul di kawasan sungai Rajang, didirikan oleh suku Dayak Melanau.
Lanjutnya di bawah gan!

Diubah oleh maslazardi 23-07-2017 22:56
dellesology memberi reputasi
1
72K
Kutip
280
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
maslazardi
#8
Sekali lagi gan! 
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Yak, kira-kira itu saja yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi agan dan aganwati sekalian. Sekali lagi, saya mohon maaf dan mohon koreksinya apabila masih ada kesalahan dan kekurangan dalam kronologi saya ini.
Sekian dan terima kasih! Salam damai!

Quote:
Spoiler for Abad 19 - Part 2:

- 1876 M - Pontianak berkonflik dengan Simpang dan berujung pada pertempuran di antara keduanya. Pontianak berhasil menduduki Sukadana, memaksa Simpang untuk menutup pelabuhan di kota tersebut. Hindia Belanda mendatangkan perwakilan untuk menengahi keduanya, dan kemudian memutuskan untuk mendirikan pemerintahan langsung di Sukadana.
- 1877 M - Sultan Abdul Momin mengadakan perjanjian dengan Gustavus Baron de Overbeck dan Alfred Dent dari sebuah perusahaan Inggris bernama British North Borneo Company (BNBC) mengenai penggadaian wilayah Brunei di Sabah kepada kompeni tersebut.
- 1878 M - Kesultanan Sulu mengadakan perjanjian dengan kompeni BNBC Inggris tentang pemberian wilayah Sulu di Sabah kepada perusahaan tersebut. Ada perbedaan pandangan antara keduanya. Pihak Sulu menginterpretasikannya sebagai sebuah perjanjian penyewaan/peminjaman, sedangkan Inggris memandangnya sebagai penyerahan wilayah secara penuh.
- 1880 M - Bulungan dan Tidung menjadi bawahan Hindia Belanda.
- 1881 M - Sabah resmi menjadi protektorat Inggris.
- 1882 M - Sarawak menaklukkan Miri di Brunei.
- 1883 M - Sultan Muhammad Seman memimpin penyerangan terhadap Tanjung, Amuntai, dan Balangan.
- 1884 M - Pemberontakan Lanfang di Mempawah. Akibatnya, Belanda mengirim pasukan untuk menumpas dan mengendalikan wilayah tersebut secara penuh. Riwayat kongsi dagang Lanfang pun berakhir. Pemberontakan Limbang di Brunei. Putra mahkota Brunei saat itu, Pengiran Temenggong Pengiran Anak Hasyim meminta bantuan konsul Inggris di Labuan, William Treacher. Melalui bantuan pasukan Inggris dan juga Sarawak, pemberontakan pun dapat dipadamkan.
- 1885 M - Pengiran Temenggong Pengiran Anak Hasyim naik tahta di Brunei dengan gelar Sultan Hasyim Jalilul Alam Aqamaddin. Ia menyerahkan wilayah Trusan kepada Sarawak yang terus mendesaknya, menagih imbalan atas pertolongan mereka setahun sebelumnya.
- 1886 M - Pasukan Banjar pimpinan Tumenggung Gamar Cakrayuda menggempur Tanah Bumbu, namun berakhir dengan kekalahan yang menewaskan sang Tumenggung.
- 1888 M - Brunei dan Sarawak resmi menjadi protektorat Inggris. Kekaisaran Inggris juga mengambil alih pemerintahan di Sabah setelah BNBC mengalami masalah internal yang berujung pada kebangkrutan.
- 1890 M - Limbang dianeksasi oleh Sarawak, membuat wilayah Brunei semakin menipis.
- 1891 M - Penandatanganan Konvensi Perbatasan di London. Belanda dan Inggris mengadakan perjanjian mengenai pembagian daerah kolonial mereka dan untuk saling menghormati kedaulatan wilayahnya masing-masing. Kedua penjajah Eropa itu pun membuat dan menetapkan garis perbatasan baru antara area jajahan mereka di Kalimantan.
- 1894 M - Perjanjian Damai Tumbang Anoi. Belanda mengundang sekitar seribu orang dari 152 suku Dayak di seluruh Kalimantan untuk mengadakan pertemuan di Tumbang Anoi (Gunung Mas, Kalimantan Tengah). Rapat akbar tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri pertikaian sesama suku Dayak dan menghentikan tradisi mengayau. Di satu sisi, perjanjian ini menjadi titik awal penaklukkan Belanda terhadap seluruh masyarakat Dayak di pedalaman. Namun di sisi lain, perjanjian ini juga menciptakan persatuan dan persaudaraan antara seluruh suku Dayak yang dahulu saling berkonflik.
- 1895 M - Sultan Syarif Muhammad Alkadrie naik tahta di Pontianak.
- 1896 M - Datu Adil naik tahta di Tidung sebagai penguasa terakhir di kerajaan tersebut.
- 1898 M - Perang Spanyol-Amerika meletus di Pasifik. Amerika Serikat menggempur Filipina dan berhasil menguasainya, memaksa Spanyol angkat kaki dari sana. Seluruh Filipina pun jatuh ke tangan Amerika Serikat, kecuali Sulu yang kembali mendapatkan kemerdekaannya.
- 1899 M - Pemberontakan Amuk Hantarukung di Kandangan. Panglima Bukhari memimpin perlawanan rakyat terhadap pemerintah kolonial Belanda di wilayah Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
Quote:
Spoiler for Abad 20:

- 1901 M - Soekarno lahir.
- 1902 M - Mohammad Hatta lahir.
- 1903 M - Hindia Belanda merebut kembali wilayah Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong. Pemerintah kolonial kemudian memasang jalur telegraf yang menghubungkan kota Banjarmasin dengan Amuntai.
- 1904 M - Sultan Hidayatullah II wafat dalam pembuangannya di Cianjur. Gusti Muhammad Arsyad, menantu Sultan Muhammad Seman ditangkap dan diasingkan ke Bogor.
- 1905 M - Sultan Muhammad Seman gugur dalam pertempuran terakhir melawan Belanda di benteng Baras Kuning di Manawing, Murung Raya. Serdadu Belanda bersama pasukan khusus mereka, Marsose, lanjut memburu Panglima Batur yang merupakan pimpinan laskar Banjar terakhir yang masih bertahan. Ia ditangkap di kediamannya di kampung Lemo, lalu ditawan ke Banjarmasin untuk dihukum gantung. Amerika Serikat menaklukkan Sulu.
- 1906 M - Ratu Zaleha, putri Sultan Muhammad Seman dan istri Gusti Muhammad Arsyad, menyerahkan diri kepada Belanda dan diasingkan ke Bogor atas permintaannya untuk mendampingi suaminya di sana. Pertahanan terakhir laskar Banjar di pedalaman Barito Utara-Murung Raya pun ikut menyerah. Dengan ini, Perang Banjar pun berakhir dan seluruh negeri Banjar telah sepenuhnya takluk pada Hindia Belanda. Pemerintah kolonial Belanda kemudian juga mendirikan pemerintahan langsung terhadap wilayah Kapuas Hulu bagian timur.
- 1908 M - Era Kebangkitan Nasional dimulai.
- 1913 M - Pemberontakan rakyat pimpinan Pangeran Natakesuma berkobar di Landak.
- 1914 M - Hindia Belanda memadamkan pemberontakan di Landak. Pangeran Natakesuma ditangkap dan diasingkan ke Bengkulu. Pangeran Ratu Sukma Alamsyah naik tahta di Kotawaringin.
- 1915 M - Inggris dan Belanda menandatangani pembaharuan persetujuan perihal batas wilayah antara koloni mereka di Kalimantan, menghasilkan batas wilayah yang masih diwarisi oleh Indonesia dan Malaysia sampai hari ini. Kesultanan Sulu dihapuskan oleh Amerika Serikat.
- 1916 M - Kerajaan Tidung dihapuskan oleh Belanda.
- 1917 M - Charles Vyner Brooke diangkat menjadi Raja Putih Sarawak ketiga.
- 1918 M - Tjilik Riwut lahir di Kasongan, Kalimantan Tengah.
- 1920 M - Pangeran Natakesuma wafat dalam pembuangannya di Bengkulu. Sultan Aji Muhammad Parikesit naik tahta di Kutai.
- 1924 M - Muhammad Ali Syafeiuddin II naik tahta di Sambas. Ahmad Tajuddin naik tahta di Brunei.
- 1926 M - Muhammad Ibrahim Syafeiuddin naik tahta di Sambas.
- 1928 M - Ikrar Sumpah Pemuda oleh para nasionalis Indonesia di Batavia.
- 1938 M - Hindia Belanda menyatukan seluruh administrasi di Kalimantan menjadi satu provinsi bernama Borneo, yang beribukota di Banjarmasin. Dr. Bauke Jan Haga dilantik sebagai gubernur pertamanya. Pemerintah kolonial juga mendirikan provinsi Sumatra dan Timur Besar.
- 1939 M - Perang Dunia II dimulai.
- 1940 M - Pusat pemerintahan Belanda di Eropa jatuh ke tangan Jerman NAZI. Hindia Belanda mengumumkan keadaan siaga. Pangeran Ratu Anom Alamsyah naik tahta di Kotawaringin.
- 1941 M - Kekaisaran Jepang memulai penaklukkan Asia Timur Raya. Brunei dan Sarawak dengan cepat jatuh ke tangan armada Jepang.
- 1942 M - Seluruh Kalimantan dikuasai oleh pasukan Jepang, begitu pula dengan seluruh koloni Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat di Nusantara. Armada Jepang kemudian mendirikan markas di Banjarmasin dan Balikpapan.
- 1944 M - Tragedi Mandor Berdarah. Peristiwa pembantaian massal oleh Jepang terhadap 12 Sultan beserta para cendekiawan, feodal, politisi, agamawan, tokoh masyarakat, dan rakyat jelata di seluruh Kalimantan Barat. Mereka dicurigai tengah merencanakan pemberontakan dan hendak mendirikan Negara Rakyat Borneo Barat. Diperkirakan sekitar 21.000 orang tewas dalam pembantaian berdarah ini. Seorang bangsawan Melayu Pontianak berhasil lolos dari pembantaian ini, yakni Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang kala itu tengah dipenjara di Jakarta. Pasukan Sekutu yang terdiri dari Inggris, Australia, Amerika Serikat, dan Belanda menggempur pertahanan Jepang di kota Balikpapan. Perang Dayak Desa meletus antara laskar Dayak dengan tentara Jepang di Sanggau. Pihak Dayak dipimpin oleh Pang Suma, Pang Linggan, dan beberapa tokoh masyarakat lain.
- 1945 M - Syarif Abdul Hamid Alkadrie dibebaskan dari bui, kemudian dinobatkan menjadi Sultan Pontianak dengan gelar Sultan Hamid II. Tak lama kemudian, Perang Dunia II berakhir dan Jepang pun menyerah kepada Sekutu. Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta. Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda sebagai bagian dari negara yang baru lahir tersebut. Soekarno-Hatta melantik Pangeran Muhammad Noor sebagai gubernur Kalimantan, namun karena saat itu wilayah Kalimantan telah dikuasai kembali oleh pasukan Sekutu, pemerintahan pun terpaksa dilakukan di Yogyakarta. Para pemuda nasionalis Indonesia di Kalimantan membentuk beberapa organisasi lokal pendukung kemerdekaan, seperti PPRI (Pemuda Penyongsong Republik Indonesia). Di Sambas, sebuah pertempuran terjadi antara pejuang Indonesia dengan prajurit Sekutu setelah para pejuang menaikkan Bendera Merah Putih di depan keraton Alwatzikhobillah Sambas. Di Ketapang, perjuangan kemerdekaan dipimpin oleh Rahadi Osman, yang kemudian tewas dalam baku tembak melawan Belanda di Kampung Sungai Besar. Sementara itu, laskar Dayak Desa di Kapuas Sanggau masih terus melancarkan perlawanan, baik terhadap sisa-sisa prajurit Jepang ataupun dengan pasukan Sekutu-NICA yang mulai merambah wilayah mereka.
- 1946 M - Konferensi Malino dan Perjajian Linggajati. Belanda mendirikan negara Dayak Besar dan Daerah Istimewa Kalimantan Barat. Perang Bengkayang. Kapten Ali Anyang, Bambang Ismoyo, dan beberapa tokoh pejuang lain mendirikan gerakan kemerdekaan BPIKB (Badan Pemberontakan Indonesia Kalimantan Barat), kemudian melancarkan serangan terhadap kota Bengkayang yang dikuasai NICA, dan berhasil mendudukinya selama 18 jam. Pertempuran di Landak. Pertempuran pasukan GERAM (Gerakan Rakyat Merdeka) pimpinan Bardan Nadi dan Gusti Lagum melawan tentara NICA di Ngabang dan Sengah Temila.
- 1947 M - Agresi militer Belanda I terhadap Jawa dan Sumatra. Belanda mendirikan negara Federasi Kalimantan Tenggara. Di bawah komando Tjilik Riwut, Indonesia menerjunkan pasukan TRI di Sambi (Kotawaringin Barat) dan Banjarmasin. Pertempuran pun terjadi antara tentara Indonesia dengan pasukan Belanda di kedua tempat itu.
- 1948 M - Perjanjian Renville. Belanda mendirikan negara Kalimantan Timur dan negara Banjar.
- 1949 M - Agresi militer Belanda II terhadap Jawa dan Sumatra. SM Kartosuwiryo mendirikan Negara Islam Indonesia (NII alias DI/TII) di Jawa Barat. Konferensi Meja Bundar di Den Haag. Belanda resmi mengakui kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara serikat bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). Dayak Besar, Banjar, Kalimantan Tenggara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat menjadi negara bagian dari republik-serikat ini.
- 1950 M - Republik Indonesia Serikat resmi dibubarkan. Sebelumnya, Sultan Hamid II telah mendapat kepercayaan dari Soekarno untuk mendesain rancangan lambang negara. Dan lahirlah Garuda Pancasila sebagai buah pikiran dari Sultan Pontianak ketujuh tersebut.
- 1953 M - Ratu Zaleha, tokoh revolusi dan emansipasi dalam Perang Banjar, yang telah kembali dari Cianjur, wafat di Banjarmasin. Pemerintah Indonesia resmi memberikan status Daerah Istimewa kepada tiga wilayah di Kalimantan Timur, yakni Kutai, Berau, dan Bulungan.
- 1954 M - Ibnu Hajar, seorang perwira militer Indonesia menyatakan wilayah Hulu Sungai di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari DI/TII.
- 1955 M - Pemilihan Umum diadakan untuk pertama kali.
- 1959 M - Gerakan DI/TII pimpinan Ibnu Hajar di Kalimantan Selatan dipadamkan oleh pasukan TNI. Pemerintah Indonesia menurunkan status Daerah Istimewa yang disandang Kutai, Berau, dan Bulungan menjadi kabupaten. Ketiganya lalu dilebur ke dalam pemerintahan provinsi Kalimantan Timur.
- 1962 M - Pemberontakan Brunei. AM Azahari, Othman bin Sheikh Machmud, dan Yasin Affandi dari Partai Rakyat Brunei (PRB) memimpin pasukan TNKU (Tentara Nasional Kalimantan Utara) dalam melancarkan penyerangan terhadap kota minyak Seria di Belait serta pos polisi dan pemerintahan di sekitarnya. TNKU juga menyerang Limbang di Sarawak. Ini merupakan gerakan berhaluan kiri yang konon bertujuan untuk memerdekakan diri dari Inggris, melenyapkan monarki kesultanan Brunei, dan menggabungkan diri dengan Indonesia. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan oleh pasukan gabungan Inggris-Malaya dari Singapura.
- 1963 M - Negara Federasi Malaysia resmi berdiri, merdeka dari Inggris. Sabah dan Sarawak bergabung dengan federasi ini. Soekarno menolak keberadaan negara ini dan mengumumkan permusuhan. Konfrontasi Indonesia-Malaysia pun resmi dimulai. Pertempuran Long Jawai. Indonesia mengirim 200 orang tentara ke kawasan pedalaman Kapit di Sarawak, berperang dengan beberapa puluh prajurit Gurkha Inggris dan Malaysia di desa Long Jawai.
- 1964 M - Soekarno mengumumkan Dwikora di Jakarta. Pasukan Indonesia mulai melancarkan penyerangan terhadap Sabah dan Sarawak. Tragedi Bultiken. Peristiwa serangan TNI terhadap keraton kesultanan Bulungan yang dituduh pro-Malaysia. Keraton Bulungan dibakar selama dua hari dua malam berturut-turut, sementara banyak bangsawan kesultanan yang diculik dan dibunuh.
- 1965 M - Pertempuran Plaman Mapu. Tentara Indonesia menggempur pangkalan militer Inggris di perbatasan barat Sarawak-Kalimantan Barat di kawasan Tembawang. Indonesia juga melakukan serangan terhadap kota Bau di divisi Kuching. Pihak Inggris membalas dengan melancarkan Operasi Claret, yakni pengiriman pasukan udara Inggris dan Australia secara rahasia yang berhasil masuk hingga ke wilayah Bengkayang. Pertempuran pecah di perbatasan Indonesia-Malaysia di Sabah. Pasukan Indonesia berjumlah sekitar 5000 unit tentara menggempur Semporna di distrik Tawau. Selama 68 hari, TNI dapat mengepung daerah tersebut sebelum akhirnya dipukul mundur kembali oleh armada gabungan Malaysia-Inggris-Australia. Peristiwa G30S mengguncang Jawa, menyebabkan serangan terhadap Malaysia mulai mereda.
- 1966 M - Pembantaian massal terhadap ribuan tertuduh komunis di seluruh Indonesia oleh Soeharto dan TNI-AD. Diperkirakan 70 ribu-1 juta orang tewas dalam genosida ini. Penyerahan Supersemar dari Soeharto kepada Soekarno. Konfrontasi Indonesia-Malaysia resmi berakhir. Kedua negara mulai memperbaiki hubungan.
- 1967 M - Soekarno menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Soeharto. Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah naik tahta di Brunei.
- 1968 M - Era Orde Baru resmi dimulai dengan dilantiknya Soeharto menjadi Presiden RI kedua.
- 1970 M - Soekarno wafat di usia 69 tahun. Pemerintah menetapkan masa berkabung selama 7 hari.
- 1978 M - Sultan Hamid II wafat di usia 64 tahun.
- 1984 M - Brunei mendapatkan kemerdekaan dari Inggris.
- 1987 M - Tjilik Riwut wafat di usia 69 tahun.
- 1997 M - Krisis finansial melanda Asia, melumpuhkan perekonomian dan keuangan di sebagian besar Asia Timur. Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami pukulan berat, bersama dengan Thailand dan Korea Selatan. Kerusuhan Sanggau Ledo. Konflik antar etnis meletus di Kalimantan Barat.
- 1998 M - Soeharto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden setelah serangkaian kerusuhan di Jawa. BJ Habibie dilantik sebagai Presiden RI ketiga. Orde Baru pun berakhir dan Era Reformasi resmi dimulai.
- 1999 M - Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dilantik menjadi Presiden RI keempat menggantikan Habibie. Kerusuhan Sambas. Konflik antar etnis kembali meletus di Kalimantan Barat.
Quote:
Spoiler for Abad 21:

- 2001 M - Kerusuhan Sampit, konflik antar etnis meletus di Kalimantan Tengah. Megawati Soekarnoputri dilantik sebagai Presiden RI kelima menggantikan Gus Dur.
- 2002 M - Pulau Sipadan dan Ligitan di lepas pantai Kalimantan Utara secara resmi menjadi bagian dari Malaysia, setelah menjadi persengketaan dengan Indonesia selama bertahun-tahun.
- 2004 M - Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menjadi pasangan pemimpin RI pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat.
- 2008 M - Soeharto wafat di usia 86 tahun.
- 2009 M - SBY kembali memenangi Pilpres dan menjadi Presiden RI bersama Boediono sebagai Wapres yang baru. Gus Dur wafat di usia 69 tahun.
- 2010 M - Kerusuhan Tarakan, konflik antar etnis meletus di Kalimantan Timur.
- 2012 M - Provinsi Kalimantan Utara resmi dibentuk sebagai provinsi termuda di Indonesia, hasil pemekaran dari Kalimantan Timur. Provinsi ini terdiri dari bekas wilayah kesultanan Bulungan dan Tidung di masa lalu.
- 2013 M - Insiden Lahad Datu. Suatu gerakan militer terhadap wilayah Sabah Timur yang dilancarkan oleh sekitar 200 orang prajurit yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Angkatan Keselamatan Diraja Kesultanan Sulu dan Borneo Utara (AKDKSBU). Pasukan ini merupakan pengikut Jamalul Kiram III, seorang bangsawan Filipina yang mengaku sebagai Sultan Sulu saat ini yang sah. Insiden yang terjadi selama kurang lebih satu bulan ini memakan korban tewas sedikitnya 10 orang dari pihak Malaysia dan 68 orang dari pihak Sulu, dan sempat merenggangkan hubungan antara Malaysia dan Filipina.
- 2014 M - Joko Widodo dan Jusuf Kalla dilantik sebagai Presiden dan Wapres Indonesia menggantikan SBY-Boediono.
Quote:
Spoiler for Sumber Sejarah:
- A History of Modern Indonesia Since c. 1200
- Academia.edu
- Alamat Zaman Ketahtaan Nagari Baruni
- Atlas Sejarah Indonesia dan Dunia
- Babad Sangkala
- Batu Tarsilah Brunei
- Berbagai Blog dan Situs Pecinta Sejarah
- Blog Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia
- Borneo Oracle
- Chiu Tang Shu
- De Bandjarmasinsche Krijg van 1859-1863
- Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula
- Folks Of Dayak
- Hikayat Banjar
- Hikayat Datu Banua Lima
- Hikayat Lambung Mangkurat
- Induk Lontar Kerajaan Landak
- Jurnal Pengembaraan James Brooke
- Kalimantan Membangun
- Kisah Tujuh Kerajaan
- Kronik Sejarah Dinasti-dinasti Cina
- Melayu Online
- Ming Shilu
- Monumen Relief Sejarah Kalimantan Barat
- Nagarakretagama
- Notes on the Malay Archipelago and Malacca
- Pasak Negeri Kapuas
- Salasilah Kutai
- Salasilah Raja-Raja Brunei
- Sarawak Oracle
- Sejarah Berau
- Sejarah Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat
- Sejarah Kalimantan
- Sejarah Kerajaan-kerajaan Besar di Nusantara
- Sejarah Nasional Indonesia
- Silsilah Raja-Raja Sambas
- Sulalatus Salatin
- Suluh Sejarah Kalimantan
- Syair Awang Semaun
- Syair Tarsilah Negeri Saribas
- Taiping Huanyu Ji
- Urang Banjar Dalam Sejarah
- Wadian Nan Sarunai Usak Jawa
- Wikipedia
Yak, kira-kira itu saja yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi agan dan aganwati sekalian. Sekali lagi, saya mohon maaf dan mohon koreksinya apabila masih ada kesalahan dan kekurangan dalam kronologi saya ini.
Sekian dan terima kasih! Salam damai!
Diubah oleh maslazardi 23-07-2017 23:23
0
Kutip
Balas