Kaskus

Story

alealeyaAvatar border
TS
alealeya
Namaku Aleya (Based on true story)
Peringatan : Cerita ini mengandung unsur BB 18+.
Selamat datang di thread pertama ane, sambil dengerin lagu yuukks...



Quote:


Namaku Aleya (Based on true story)


Quote:


Spoiler for sedikit penjelasan tentang alur cerita:


Quote:


Quote:


Spoiler for video:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 7 suara
Siapa kira-kira yg lebih pantas buat jadi pendamping Aleya?
Rian
43%
Tomy
0%
Gak keduanya
57%
Diubah oleh alealeya 25-07-2017 06:46
DeviafebAvatar border
imamarbaiAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 36 lainnya memberi reputasi
37
144.7K
869
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.1KAnggota
Tampilkan semua post
alealeyaAvatar border
TS
alealeya
#360
Part 28

kaskus-image


Pasir putih terhampar luas, disekitar terlihat pemandangan indah, biru nya air laut tambah memanjakan mata, seakan bilang, "udah disini aja gak usah pulang,". Hari kedua kami dibali, pagi ini aku dan Rian berada di pantai dekat villa. Pagi-pagi banget kami udah kesini buat liat sunrise.
Oh iya tadi malam abis di intip sama bapak ibu nya Rian, gak lama kemudian kami masuk ke dalam villa. Terus ikut nangkring di depan TV sebentar, sebelum akhirnya satu persatu anggota keluarga pamit buat tidur di kamar, bapak bilang, "kalo mau tidur berdua boleh, tapi jangan di kamar yaa, disini aja, terus jangan macam-macam!".
Hahaha akhirnya kami berdua tidur didepan TV, dan pagi-pagi banget langsung ngacir ke pantai.

Suasana pagi itu di pantai agak sepi, gak banyak orang yg datang jadi kami cukup leluasa buat manja-manjaan di pinggiran pantai. Sesuai janji, aku gak pake bikini selama di bali. Aku cuman pake celana yg lebih pendek daripada biasanya, terus pake tank top.

"Makasih yaa yang udah ngajakin aku kesini," ucapku sambil menyandarkan kepala ke tangan Rian. Aku duduk tepat di depan nya, dan Rian memelukku dari belakang.

"Iya yang sama-sama, emang bagus banget yaa ternyata," sahutnya.

"Aku juga baru sadar kalo bali emang bagus banget,"

"Aku gak bilang bali nya," jawab Rian

"Terus apaan?" Aku kebingungan.

"Ini nih bagus banget," ditunjuknya belahan dada ku yg agak terbuka gara-gara tank top.

"Ehh mulai nakal sekarang yaa mentang-mentang," ku gigit tangan nya.

"Aduduh sakit ah, ihh di puji malah gigit sih,"

"Dipuji apaan, dasar ngeres!"

Matahari semakin tinggi menyingsing, pagi itu kami hiasi dengan duduk bersantai, bercanda ria, dan berlari-larian sambil main air. Aku udah pasrah aja waktu di ceburin Rian ke pantai. Padahal gak ada niat mau main basah-basahan tapi aku digendong sampai ke air, terus di lemparin. Jahat emang.
Abis di lempar ke dalam air, aku gak mau kalah. Ku kejar Rian yg masih pake pakaian lengkap, dengan badan yg basah aku berusaha buat meluk dia biar ikut basah juga. Lari-lari diatas pasir kejar-kejaran, setelah berhasil ku tangkap, ku peluk kuat-kuat sampe basah semua bajunya. Berusaha ku seret ke air, tapi badan nya berat banget gak berhasil, eeh malah aku yg di ceburin lagi ke air, tapi kali ini ku tarik dia waktu ngelemparin aku. Udah gak bisa ngelak akhirnya basah kuyup berdua.

"Ihh kan basah semua gini, astagaaa," ucapnya sambil berusaha bangkit dari air, tapi ku tarik terus tangan nya.

"Biarin, lagian jahat sih masa aku dilempar-lempar,"

"Hahaha kapan lagi nge lempar kamu di laut, mumpung ada kesempatan,"

"Ohh jadi gitu, dilempar-lempar kalo gak perlu, terus kalo perlu doang baru di cariin lagi, oke!" Pura-pura ngambek.

"Hei cantik, jangan ngambek doong," disentuh-sentuhnya pipi ku.

"Gak! Jangan pegang-pegang yaa,"

"Oooh ngambek yaa, udah pernah dicium dalam air?"

"Ih apaan sih, rese!"

Ehh si Rian main nyosor aja, emang sih disini kayaknya udah biasa aja kalo liat orang ciuman di tempat umum karena banyak bule-bule disana. Tapi sebagai seorang yg kental dengan budaya timur, aku rada risih gimana gitu kalo harus ciuman di depan umum.

"Yan... ah malu ah," kata ku sambil melepas ciuman nya.

"Lhoo kenapa, gakpapa kok," sahutnya.

"Ehh banyak orang, kalo mau di villa aja,"

"Ayok pulang sekarang!" Rian penuh semangat.

"Dasar yaa, makin hari kok tambah mesum aja,"

"Hahaha biarin, lagian udah mau nikah juga," jawabnya.

Umm.... iyaa bakalan nikah bentar lagi, tapi kan baru 'bakal', dan lagian belum pasti juga kapan.
Kami bergandengan tangan berjalan balik menuju villa, sesekali aku bersandar sambil memeluk tangan nya dijalan. Sesampainya di villa, pintu dikunci, keliatan nya kosong deh.

"Lho yang pada kemana tuh orang-orang?" Tanya ku.

"Gak tau, hp ku kan di dalam," jawab Rian.

"Terus kita gimana nih?"

"Kalo minta kunci lagi boleh gak yaa?"

Lalu setelah bernegosiasi lumayan lama dengan pihak villa, Rian akhirnya dibukakan pintu, walau gak dikasih kunci nya, paling gak kami bisa masuk dan lanjut berenang di situ, hehehe.

"Nahh gini kan enak, gak ada orang yg liat," ucapku sambil rebahan di kursi santai dekat kolam dengan badan yg setengah basah hasil main air di pantai tadi.

"Huhh kamu, kan udah enak tadi di pantai, yukk sambung lagi," ia menduduki pinggiran kursi tempat ku membaringkan badan.

"Gak! Ihh kamu yan gak bosan apa udah hampir tiap hari," bibirnya yg mulai nyosor itu ku tahan pakai tangan.

"Yahh kok gak mau, katanya tadi kalo di villa mau, aku gak pernah bosen kok, malah kalo bisa 2 jam sekali juga boleh," sahutnya.

"Apaaasihhh ah," lalu aku pasrah aja, udah deh terserah mau di apain kek. Lagian si Rian kan gak pernah mau macem-macem sama aku, buktinya selama ini aku baik-baik aja tuh.

Matahari makin tinggi, udara juga tambah kerasa panasnya. Aku dan Rian masih aja 'asyik' dipinggir kolam itu. Udah kayak bule aja berjemur dibawah matahari. Pakaian yg tadi basah pun sekarang udah mulai kering nih.

"Hmmm yang, kamu masih ingat gak?" Ucap Rian sambil di mainkan nya rambutku.

"Ingat apa? Apasih yg aku gak ingat," jawabku.

"Ummm... eee... gimana ya," agak kebingungan dia.

"Apa yang? Ngomong aja sih," ku tatap muka nya yg agak malu-malu.

"Ee.. anu.. tawaranmu yg waktu itu di kost, kira-kira masih berlaku gak?" Katanya. Lho aku kaget! Bukannya dia waktu itu gak mau? Kok tiba-tiba.

"Emang kenapa kalo masih?" Berusaha menggoda nya.

"Yaa gapapa sih, nanya aja,"

"Iya masih kok, kamu mau?" Tanyaku, sambil pura-pura mau lepas baju yg ku pakai.

"Eh eh ehh... engga yang engga, aduuhh jangan main lepas-lepas aja dong, bisa copot jantuntku huhhh," ditariknya tangan ku yg mengangkat baju sampai keatas perut. Hahaha lagian siapa juga yg mau buka, aku kan cuma akting.

"Lho katanya tadi mau? Yaudah kalo mau aku sih pasrah aja," goda ku lagi, kali ini pura-pura mau narik celana pendek yg ku pakai.

"Engaaaaaaa jangan, jangan dong Ley, yaa ampuunnn," Rian terlihat agak gugup.

"Hahaha lagian kamu sih nanya gitu,"

"Aku kan cuman nanya, maksud ku kalo udah nikah nanti," jawabnya.

"Kalo aku mau sekarang gimana?" Pasang muka nakal.

"Jangan doong, kan belum sah," sahutnya nunduk malu.

"Settt" tiba-tiba ku buka tank top yg ku pakai. Rian kaget melihat aku udah buka baju aja.

"Mau gak?" Aku tambah usil menggoda nya.

"Hmmmm... gimana yaa..."

"Mau gaakk?" Sambil megang celana pendek yg ku pakai, siap-siap melepaskan nya.

"I... iya deh mau," jawab nya.

"Bediri dulu dong kamu,"

"Ngapain?"

"Udaaah berdiri aja, tar juga kamu tau enak nya," kataku sambil mengedipkan mata.

"Nih udah," Rian berdiri di depan kursi tempat kami santai-santai tadi, tepat di pinggiran kolam renang.

"Byuurr..." ku dorong dia ke kolam renang seketika setelah dia berdiri, berat banget sih waktu ku dorong, tapi sekuat tenaga akhir nya bisa juga ceburi Rian ke kolam.

"Hahaha dasar mesum, awas kamu yaa," ucapku berdiri memandang nya yg udah nyebur dari pinggiran kolam.

"Eeehh aku di tipu ternyata hahahaa, Leya nakaaall," agak kesal dia sambil berenang menuju tepian kolam.

"Jangan naik dong, kan aku mau nyebur juga,"

"Yaudah sini,"

"Tapi lepas celana yaa," masih ku godain dia, biar tau gimana rasanya kena godain haha.

"Buka aja semuanya sekalian," sahutnya.

"Bener nih? Boleh yaa? Okee,"

"Eh ehh engga jangaaaannn,"

Aku malah lari masuk ke dalam villa, "blakkk" ku tutup pintu kaca lalu ku julurkan lidah.

"Weee dasar mesum!" Ucapku dari balik pintu sambil megangin tank top yg tadi udah ku buka. Rian tertawa dari dalam kolam renang, aku lalu menuju kamar mandi buat ganti baju dan membersihkan diri.
Sebenernya pengen juga sih kasih 'itu' ke Rian, tapi dia nya aja yg gak mau. Aku tau kok kalo tadi dia cuman becanda. Dan gak mungkin dia mau.

Quote:
Diubah oleh alealeya 21-07-2017 18:22
pintokowindardi
nomorelies
Nikita41
Nikita41 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.