GAME ON!
Quote:
Pagi ini aku di bangunkan oleh suara hp, dan ternyata ada telepon dari Luna
“halo, yang bangun sih”, katanya
“hmm”, kataku
“liat udah jam berapa yang”, katanya
Akupun melihat kea rah jam dan masih jam 10 pagi.
“ngantuk”, kataku
“bangun, sarapan. Siap-siap ngedate sana”, ledeknya
“5 menit lagi”, kataku
“yaudah nanti 5 menit lagi aku telepon”, katanya
“iya ini bangun”, kataku yang terpaksa membangunkan diri.
“yaudah have fun ya”, katanya lalu menutup telepon.
Akupun mandi dan bersiap untuk berangkat, terlihat rumah sepi hanya ada Violet dan bibi, kemungkinan ibu dan ayahku sedang keluar. Akupun mengambil sarapan dan makan di ruang tamu.
“mau kemana bang?”, tanya Vio
“maen”, jawabku
“sama siapa?”, tanyanya
“Wina”, kataku
“masih ketemu sama kak Wina? Abang kan pacarnya kak Luna, selingkuh ya?”, tanyanya
Aku tidak menjawab dan konsen makan.
“bang”, katanya
“apa?”, tanyaku
“jawab sih di tanya juga”, katanya
“no comment”, kataku
Dia pun manyun lalu konsen dengan kegiatannya. Selesai makan akupun mengambil hp, dan ternyata Wina sudah sampai, dia akan langsung ke rumahku jadi aku menunggunya di rumah. Sekitar 1 jam Wina sudah datang dan dia tidak sendirian.
“Teoooooo”, kata kak Queen yang langsung memelukku
“kangen gue sama lu”, lanjutnya
“engap sih”, kataku agak mendorongnya
“sombong banget lu, di peluk kaga mau”, katanya
“tuh liat”, kataku melirik ke Wina
Dia melipat tangannya dan terlihat ngambek, kak Queen pun mendekatinya.
“maaf dek, abisnya udah lama kan ga ketemu cowo lu”, kata kak Queen
“ya ga usah pake peluk kan bisa”, katanya
“maaf-maaf, jangan ngambek napa”, kata kak Queen
Wina langsung menghampiriku dan memelukku. Akupun membalas pelukannya.
“jangan di lepasin yang”, katanya
“kita masuk dulu yang, ga enak di luar”, kataku
Dia pun mengangguk. Wina terlihat lebih manja dari biasanya.
“kak Winaaaaaa”, teriak Violet yang berlari menghampiri Wina
“hei Vio, apa kabar?”, tanya Wina
“baik kak, hai kak Queen”, kata Violet
“halo-halo”, katanya
Mereka pun langsung asik ngobrol bertiga, sedangkan aku memilih rebahan di karpet.
“kalian mau ke tempat itu?”, tanya kak Queen
“iya, udah dib ok jam 1”, kataku
Kak Queen langsung melirik Wina dan kembali melihatku.
“gua percaya sih sama lu”, katanya
“ngomongin apa sih kalian berdua?”, tanya Wina
“bukan apa-apa sih Win”, kata kak Queen
“apa yang?”, tanya Wina padaku
“Cuma ngomongin kita nanti hati-hati yang di jalan”, kataku
“hmmm”, katanya
“mau berangkat sekarang?”, tanyaku
“boleh deh, kita berangkat sekarang aja”, kata Wina
“yaudah pada siap-siap gua ngeluarin mobil dulu”, kata kak Queen
“mau pada maen ke mana sih?”, tanya Violet
“ada deh”, kata Wina
“ayo yang”, kataku
“bilangin kak Luna nih”, kata Violet
“laporin aja”, kataku sambil menarik Wina keluar rumah
“kamu jutek banget sama ade kamu yang”, kata Wina
“hmmm”, kataku
Aku membuka pintu depan.
“ih, sini sih”, kata Wina menarikku
Akupun duduk di belakang bersama Wina.
“ngapain mau duduk di depan?!”, tanya Wina
“ga enak sih yang”, kataku
“hmmm”, katanya
“jangan ngambek yang”, kataku
“iya ga ko”, kata Wina
Akupun bersandar di pundak Wina, rasa kantuk sudah mulai menghampiriku, akupun memejamkan mata sejenak.
“yakin mau tidur?”, bisik Wina
“kenapa yang?”, tanyaku
“keliatannya kenapa?”, bisiknya lagi
Sekejap tubuhku langsung merespon. Wangi tubuhnya yang ku rindukan membuatku mulai terhipnotis.
“yang, kedeketan nih idung kamu sampe kena idung aku”, kata Wina
“masa?”, tanyaku
“aduh yang lagi kangen-kangenan. Berasa supir sama obat nyamuk nih gua”, ledek kak Queen
“maap kak. Hehehe”, kata Wina
“nih udah sampe tempatnya, nanti mau di jemput jam berapa? Gua juga ada janji sama temen sih”, kata kak Queen
“nanti di sms deh kak”, kata Wina sambil membuka pintu mobil
Kami pun keluar dari mobil.
“rame yang temmpatnya”, kata Wina
“emang kamu belum pernah kesini”, tanyaku
“belum, saran dari kak Queen sih”, katanya
Kamipun masuk, dan memvalidasi room yang sudah kamu booking.
“2 orang mba?”, tanya pegawai
“ga mba, kita 6 orang tapi yang lain nyusul”, kata Wina
Akupun melirik Wina.
“ok, ini film yang di pesen ya. Mari saya antar”, kata pegawai
Kamipun mengikutinya.
“ini ruangannya mba”, katanya
“makasih mba, nanti kalau ada yang dateng minta buat masuk aja mba”, kata Wina
“iya mba”, kata pegawainya lalu pergi
“yang ko bilang ada 6 orang?’, tanyaku
“kalau berdua kan curiga yang nanti, lagian ga sepenuhnya aku bohong kan, nanti kak Queen mau kesini”, kata Wina
Akupun menghela nafas.
“yaudah kamu mau nonton apa dulu yang?”, tanyaku
“ini aja yang, kamu suka film action kan?”, tanyanya
“yaudah ayo”, kataku
Kamipun mulai nonton, film yang kami tonton waktu itu tentang zombie, resident evil kalau tidak salah. Tempatnya memang kecil tapi nyaman ada sofa meja dann kulkas untuk minum serta snack.
“yang, kamu mah malah diem aja”, kata Wina
“diem gimana yang, ini aku nonton kan”, kataku
“aku di diemin”, katanya sambil mendekati wajahku
“you know I can’t resist your temptation hon”, kataku
“don’t, just do as you like it”, katanya mulai menindih diriku
“tempat umum yang”, kataku
“aman ko yang, 10 menit sebelum selesai baru di cek atau kalau kita mau pesen makan”, katanya mulai memasukkan tangannya ke dalam kaosku