Kaskus

Story

alealeyaAvatar border
TS
alealeya
Namaku Aleya (Based on true story)
Peringatan : Cerita ini mengandung unsur BB 18+.
Selamat datang di thread pertama ane, sambil dengerin lagu yuukks...



Quote:


Namaku Aleya (Based on true story)


Quote:


Spoiler for sedikit penjelasan tentang alur cerita:


Quote:


Quote:


Spoiler for video:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 7 suara
Siapa kira-kira yg lebih pantas buat jadi pendamping Aleya?
Rian
43%
Tomy
0%
Gak keduanya
57%
Diubah oleh alealeya 25-07-2017 06:46
DeviafebAvatar border
imamarbaiAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 36 lainnya memberi reputasi
37
144.4K
869
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
alealeyaAvatar border
TS
alealeya
#177
Part 21

kaskus-image


Waktu terus berlalu, kini sudah memasuki akhir semester 3. Tugas makin banyak dan aku hampir gak punya waktu lagi buat jalan-jalan menikmati hidup. Paling seminggu 1-2 kali aku bisa jalan bareng Rian. Ada rasa trauma tertinggal di hati, sementara aku gak mau dulu cari pengganti Tomy dan ingin fokus pada kuliahku dulu. Sudah bertahun berlalu sejak Tomy meninggalkan ku pergi dengan sayatan luka yg gak bakal sembuh sampai kapanpun. Tak pernah lagi ku dengar kabar tentangnya, aku malah makin sering menghabiskan waktu makan siang dengan Rian, bahkan sampai dikira beberapa teman sekelasku, termasuk Cindy, kalau sekarang aku pacaran sama Rian. Paling gak walaupun jarang jalan diluar jam kuliah, saat makan siang kita masih bisa ketemu.

Oh ya, sejak kejadian itu, aku kembali lagi jadi Aleya yg dulu, rambut yg mulai panjang itu kini kembali ku potong pendek seperti biasanya. Karena aku pikir, rambut panjang itu bawa sial!. Aku makin sibuk dan terus disibukan oleh rutinitas, mencoba mencari pelarian supaya pikiran ku gak kemana-mana.

"Ley minggu depan kan udah mulai libur, kamu mau pulang gak?" Tanya Rian padaku saat kami sedang disebuah rumah makan dekat dengan kampus Rian.

"Kayaknya enggak deh Yan, kalo pulang tar aku bakal nganggur disana," jawabku.

"Lho kan gak papa biar bisa istirahat,"

"Enggak ah, aku takut kalo diem aja tanpa nge lakuin apa-apa ntar malah kepikiran it..." belum selesai omonganku, dilekatkan nya jari telunjuk dibibirku.

"Jangan sebut itu lagi, itu cuma masa lalu dan udah berlalu, yg penting sekarang gimana caranya biar bisa move on dan ngelanjutin hidup, okee?" Ucapnya, ia tersenyum manis. Aku mengangguk membalas senyuman nya, aku paham dengan perasaan Rian, dia pasti mau yg terbaik buat aku. Dan kali ini, dia bakal memastikan kalo aku dapet yg terbaik.

"Jadi apa rencanamu liburan nanti?" Sambung Rian.

"Mhhh.. apa ya, mungkin aku mau cari kerja deh, kan lumayan ada waktu 3 bulan buat kerja sambilan," jawabku.

"Lhoo kamu kan udah banyak duit, kok kerja lagi? Masih kurang ya?"

"Bukan gitu sih, aku cuma pengen cari kesibukan aja biar gak nganggur," sahutku.

"Yaudah kalo itu mau mu, tar ku temenin deh cari kerjanya yaa,"

Aku tersenyum sambil melanjutkan makan siang itu. Tenang bangeet rasanya kalo semua hal dibantu sama Rian, pasti beres. Bahkan tugas kuliah ku pun sering dibantu Rian, padahal kan dia jurusan kehutanan, tapi sering bantu tugasku padahal gak ada kaitannya sama jurusan dia haha. Rian emang multi talenta.

Akhirnya liburan tiba, Rian mengurungkan niatnya untuk pulang ke kota asal kami. Dia malah ikut kerja sambilan sama aku, berdua kami sama-sama mengisi liburan disebuah hotel untuk jadi pelayan di resto nya. Istilah nya untuk pekerja yg gak pasti itu casual. Upah kami di bayar perminggu, gak begitu gede sih bayaran nya, tapi yg penting ada kegiatan dan uang nya bisa di tabung buat masa depan ku. Aku gak kayak cewe lainnya yg doyan shopping berlebihan (kalo sekali-sekali kan masih wajar), beli make up macam-macam, ganti-ganti gadget dll. Selama ini uang transferan bapak dan ibu selalu tersisa lumayan banyak, dan ku tabungkan siapa tau nanti suatu saat bisa bermanfaat. Akhirnya, kegiatan kerja setiap libur semester jadi agenda wajib kami. Rian gak pernah pulang, dia selalu menemani ku untuk kerja saat masa liburan datang. Bertahun-tahun berlalu begitu cepat terasa, luka yg dulu pernah ku rasakan kini mulai padam. Pernah ku tawarkan sekali pada Rian, kalo mau pulang gak papa, biar aku sendiri yg kerja disini. Ia menolak dengan alasan, "kalo sesuatu terjadi sama kamu selagi aku pulang, itu bakal jadi penyesalanku yg terbesar".

Makin hari, aku makin sayang sama Rian, sahabat ku yg satu ini berusaha maksimal agar aku selalu aman. Padahal aku punya motor sendiri di kost, tapi hampir gak pernah ku pake soalnya tiap mau kemana-mana Rian selalu datang menjemputku.
Oh ya, tentang kejadian di masa lalu. Waktu hari ulang tahunku itu. Ternyata dalang dibalik surprise yg gagal itu adalah Cindy. Akhir-akhir itu kan Tomy sering pinjam hp ku, baru aku tau ternyata dia nge cek siapa org di kampus yg paling sering ku hubungi, setelah dapat beberapa nama, akhirnya Cindy lah yg dia percaya buat membantu surprise yg gagal itu. Hmmm..

"Ley aku boleh minta tolong gak?" Ucap Rian lewat telepon. Belakangan ini malah sering telponan sama Rian, karena udah jarang ke kampus, menunggu masa-masa wisuda.

"Minta tolong apa Yan? Toloong tolooong gitu?" Canda ku.

"Eh serius Ley, mau gak nolongin?"

"Nolongin apa sih? Ya mau lah, apa sih yg gak buat kamu,"

"Ntar waktu wisuda temenin aku yaa,"

Yaelah ku pikir mau minta tolong apaan, ya iyalah aku bakal nemenin dia, masa udah sahabatan dari kecil gitu aku malah gak dateng di saat yg penting buat dia, lagian kan kami sekota, gak ada alesan dong buat gak dateng.

"Hmmm.. kalo aku gak mau gimana?"

"Kalo kamu gak mau, tar ku jitak sampe bengkak kepalanya, terus pipi nya ku tarik sampe gede kayak bakpao," jawabnya.

"Jahat!"

"Biarin, lagian sok sok gak mau, aku serius ini Ley"

"Iya mau kok jahat! Gausah main kasar," jawabku sambil cekikikan.

"Ku kira kamu seneng main kasar hihihi," sahutnya.

Hubungan ku dan Rian jadi makin intens akhir-akhir ini, lewat chat, telepon, dia juga sering datang ke kost ku duduk-duduk di ruang tamu kost, atau sebaliknya, aku yg ke kost dia. Kalo di kost Rian enak, bisa sambil tiduran, kan disitu bebas.

Aku sampai gak bisa lagi bedain perasaanku ke Rian, entah itu masih sayang sebagai sahabat atau lebih. Yg jelas aku takut banget kehilangan dia, dan aku gak bakal bisa kayak sekarang kalo tanpa Rian.

Kini aku dan Rian resmi menyandang gelar sarjana. Aku hadir di acara wisuda nya, dan sebaliknya Rian juga hadir di acara wisuda ku. Kami berfoto berdua layaknya sepasang kekasih.

Setahun setelah kami lulus.

Aku dan Rian masih tetap tinggal di kota itu, tempat dulu kami kuliah dan menuntut ilmu bersama. Kota itu menciptakan banyak kenangan, banyak banget!. Sekarang Rian bekerja sebagai tenaga honorer di sebuah instansi pemerintahan, sedangkan aku. Aku masih menganggur, melamar kerja kesana sini. Untung aku masih punya tabungan hasil transferan ayah dan ibu yg selalu ku sisihkan, itu bisa membantu ku bertahan hidup untuk beberapa tahun kedepan walau gak kerja hihihi. Kan bener kataku, suatu saat tabungan itu bakal berguna. Setelah aku lulus kuliah, ayah menghentikan suntikan dana nya. Dengan alasan, adikmu perlu biaya buat sekolah. Yaa sekarang aku jadi seorang kakak, aku punya adik hasil dari pernikahan ayah dan Resa. Tapi sekalipun aku gak pernah ketemu dengan adik ku itu.
pintokowindardi
nomorelies
Nikita41
Nikita41 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.