- Beranda
- Stories from the Heart
Namaku Aleya (Based on true story)
...
TS
alealeya
Namaku Aleya (Based on true story)
Peringatan : Cerita ini mengandung unsur BB 18+.
Selamat datang di thread pertama ane, sambil dengerin lagu yuukks...

Selamat datang di thread pertama ane, sambil dengerin lagu yuukks...
Quote:

Quote:
Spoiler for sedikit penjelasan tentang alur cerita:
Quote:
Quote:
Spoiler for video:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 7 suara
Siapa kira-kira yg lebih pantas buat jadi pendamping Aleya?
Rian
43%
Tomy
0%
Gak keduanya
57%
Diubah oleh alealeya 25-07-2017 06:46
ezzasuke dan 36 lainnya memberi reputasi
37
144.4K
869
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
alealeya
#102
Part 14

"Ayuk yang, tunggu apa lagi, ntar keburu gelap lho," kata Tomy sambil menjulurkan tangan nya bermaksud membantu ku berdiri.
Agak gimana gitu yaa rasanya aku, pikiranku seakan beradu buka enggak, buka enggak.
"Fotoin aku gini dulu deh," jawabku sambil meraih tangan Tomy dan kemudian berdiri. Ku buka ikatan rambut dikepala, rambut pendekku sudah terurai.
"Oke beres, yuk kamu kesana duduk pas di pinggiran kolam, jangan sampe basah dulu yaa bajunya," ucapnya sambil menunjuk bagian pinggir kolam dengan keramik warna putih.
Tomy meng atur beberapa pose untukku, duduk di pinggir kolam sambil kaki ku masukkan dan tangan memainkan air, "cekreekk".
Duduk sambil memeluk pelampung donat, "cekreek"
Berdiri sambil pegang pelampung, "cekreek"
"Nah sekarang ayo buka handuknya yang," kata Tomy sambil senyum manis.
Arrgghh badanku terasa panas dingin. Yaudahlah aku nurut aja, kasian juga Tomy udah melakukan semua persiapan ini kalo aku malah gak mau.
Aku berdiri di samping kursi santai tempat aku duduk tadi, kuletakan disitu handuk baju nya. Tomy sempat melamun sejenak melihatku.
"Hayoo mikirin apa, santai aja dong ngeliat nya kan aku jadi malu," kataku sambil menuju pinggiran kolam lagi.
"Eh iya maaf yang, duhh kok malah ngelamun sih, nah iya kamu ambil posisi disitu ya," pinta nya.
Malu rasanya harus difoto pake pakaian gini, yaah baru gini, belum dalemnya yg warna merah-merah ini, hmm...
Dengan mengenakan lingerie, aku sempat berfoto disamping kolam, berdiri, duduk, megangin pelampung, lalu duduk di kursi santai tadi sambil minum soft drink, ada sejenis tanaman merambat di dinding yg berbunga-bunga warna kuning di daerah belakang kolam renang, lalu ia memintaku untuk kesana, berfoto dengan latar tanaman rambat dengan bunga kuning.
"Udah yaa?" Tanya ku.
"Oke istirahat bentar yaa, abis itu... hehe," Tomy nyengir jahat. Ihh apasih, ku cubit-cubit lengannya sambil kami berjalan menuju kursi.
Kami duduk dikursi santai yg terbuat dari kayu, bersebelahan. Tomy sambil melihat-lihat foto hasil jepretannya tadi.
"Liat dong yang," ucapku. Sambil merampas kamera dari tangan Tomy. Lho kok? Eh? Aku baru sadar ternyata baju yg ku pake agak nerawang ya, keliatan samar-samar warna bikini merah yg ku pakai. Hmmmm...
Beberapa menit kemudian aku diminta Tomy untuk melakukan sesi foto sekali lagi, kali ini adalah 'menu' utamanya. Yaudah deh nanggung pikirku.
Tomy sempat melamun lagi melihatku dengan bikini merah pemberian nya. Setiap lekukan badanku terpampang jelas di hadapan matanya. Jujur malu dan canggung banget rasanya harus pake ginian dan difoto-foto lagi, tapi gak papa lah udah terlanjur, sekalian aja!.
"Ehhem jadi mau foto dimana?" Tanya ku sambil menepuk pundaknya.
"Aa.. anu disitu aja yang, yuk kesana," sambil menarik tanganku.
Tomy agak gemetaran, terlihat jelas di tangannya yg gak karuan menggenggam tanganku.
Sempat berfoto di kolam, di pinggiran kolam dengan beberapa pose, memegang pelampung (lagi), diselipkan nya bunga kuning dari tanaman rambat tadi ke telingaku, aku di foto-foto lagi dengan pose yg di atur Tomy, sampai akhirnya nyemplung ke kolam renang, ternyata gak dalem-dalem banget kolam nya, cuma se dada ku aja di bagian tengah, dan dangkal banget di bagian tepi.
"SKIP"
Usai sesi foto-foto, aku dengan badan basah langsung naik dari kolam melangkahkan kaki menuju kursi santai mengambil handuk baju lalu mengenakan nya lagi. Tomy terus memperhatikan ku, mulai dari saat naik dari kolam sampai sekarang aku sudah ditutupi handuk.
"Udah ahh, dah mau gelap gini, aku mau ganti baju ya," ucapku sambil melangkah masuk kedalam rumah.
Ku ganti pakaian ku dengan kaos tadi siang, dan celana yg sama yg ku pakai tadi siang. Udah kembali lagi jadi Aleya yg seutuhnya. Setelah selesai ganti pakaian, aku menuju ruang tengah, niatnya sih mau nonton TV disitu, terserahlah nonton apaan kek. Ehh disitu udah ada Tomy yg lagi duduk di sofa sambil memandangi kameranya. Terlihat raut wajah gembira saat ia menatapi hasil jepretannya tadi.
"Hayooo liat apa," ku kagetkan sambil membanting diri ke sofa.
"Ya ampun yang bikin kaget aja, ini lagi liat foto-foto tadi, bagus juga ternyata yaa," sahutnya sambil menunjukkan layar kamera yg sedang menampilkan foto ku.
Astagaa aku malu bukan main, bener itu aku? Tanyaku dalam hati masih ada rasa gak percaya, masa sih seorang Aleya bisa ber 'pose' kayak gitu, ckckck.
"Sini dong aku liat," ku ambil kameranya dari tangan Tomy, kuperhatikan satu persatu foto yg diambil Tomy. Iya sih bagus juga foto nya, posenya juga menurutku lumayan lah, tapi bener deh alu malu banget.
"Inget ya, jangan sampe ada orang lain yg liat foto-foto ini, simpan baik-baik," ucapku sambil menyerahkan kembali kamera Tomy.
Semua berjalan sesuai rencana Tomy hari ini, mulai dari berangkat, sampai ditujuan, sempat istirahat sebentar lalu sesi foto yg sesuai harapannya. Syukurlah aku bisa membuatnya senang karena mau menuruti permintaan nya.
Mentari semakin menghilang dari pandangan, aku dan Tomy menikmati indahnya matahari terbenam diantara pegunungan sambil duduk berdua di kursi santai pinggiran kolam. Kapan lagi bisa liat gini sama orang yg di sayang, ya gak?.
Suasana makin dingin, waktu sore itu aja udara udah dingin, kini menjelang malam pedesaan diselimuti kegelapan dan hawa dingin makin terasa.
"Masuk yuk, dingin banget disini," kata ku beranjak dari kursi dan melangkahkan kaki menuju pintu kaca. Di ikuti Tomy yg tanpa kata-kata langsung berjalan juga dibelakangku. Kami duduk santai di ruangan makan yg berada di dapur. Perut mulai keroncongan lagi mungkin efek berendam di kolam renang tadi sore.
"Kamu gak laper yang?" Tanya ku.
"Dikit sih, kamu mau makan sekarang?"
"Iya nih aku mulai laper soalnya,"
"Tunggu yaa," Tomy beranjak dari tempat duduk, meraih telepon yg tertempel di dinding. Lho? Mau pesen delivery makanan kesini? Emang ada? Aku bingung. Apa dia lupa kalo sekarang kita lagi ada di tengah perkampungan dan sawah-sawah ya?.
"Kamu telepon siapa?" Tanya ku sesaat setelah ia menutup telepon.
"Hahaha ada deh, pokoknya kamu tenang aja,"
"Delivery?"
"Mana ada delivery m*d disini, hahaha pokoknya kamu sabar dan tenang aja ya,"
Yaudah aku ngikut aja apa yg disuruh Tomy, sabar dan tenang, oke aku udah sabar menunggu, tapi menunggu apa? 15 menit berlalu gak ada apa-apa. Tomy kembali duduk di seberangku sambil cengir-cengir sendiri memandangi ku. Kan aku jadi salah tingkah.
"Apaan sih yang kok ngeliatin aku gitu banget," kataku.
"Hehe gak papa dong aku liatin kamu, mumpung sekarang beduaan aja sama kamu,"
"Ih aku jadi salah tingkah tau kalo kamu liat nya gitu banget," ku tarik hidungnya.
"Teng tong..." bel rumah berbunyi. Lho apa bener Tomy pesen delivery? Kok bisa ada yg datang sih abis dia nelpon tadi.
Lalu ia keluar dan ngobrol-ngobrol sebentar dengan orang datang tadi, gak jelas aku mendengar apa isi perbincangan mereka karena aku cuma mengintip dikit dari dapur. "Kleekk," pintu rumah ditutup, Tomy melangkah menuju dapur dengan membawa 2 buah kotak makanan.
"Lho? Delivery?" Tanyaku kebingungan.
"Hehehe delivery kampung ini namanya," jawabnya?
"Maksudnya gimana?" Aku makin bingung dibuatnya.
Akhirnya Tomy menjelaskan bahwa ternyata ayahnya punya orang kepercayaan di kampung ini, dan kemarin, Tomy udah bilang mau minta dibikinin makanan buat berdua, rupanya dia nelpon tadi mau kasih kabar minta di anterin makanan yg udah dia pesan dari kemarin. Owalah aku baru ngerti sekarang kalo dia emang bener-bener niat mempersiapkan segala nya.
Usai menyantap makan malam, hawa makin dingin terasa, waktu baru menunjukkan pukul 20.00 tapi udara terasa kayak jam 1 malem di kota, dingin, sepi, dan "krik krik krik," jangkrik terdengar jelas saling bersahutan di luar. "Enak banget buat tidur," pikirku.
Kami duduk-duduk di depan TV, menonton film-film lama DVD koleksi yg ada di rumah itu. Padahal udah berkali-kali nonton, tapi ya gak papa lah daripada bengong, lagian juga hp seakan gak ada gunanya, bener sih sinya ada tapi kayaknya di kampung ini belum tercover untuk internet yg mumpuni. Buktinya daritadi gak ada satupun chat masuk ke hp ku atau hp Tomy, padahal biasanya paling gak ada chat dari grup sahabat lama ku.
"Ihh makin dingin ya rasanya, AC nya ku matiin ya yang," Tomy berdiri meraih remote AC di dinding lalu mematikan nya.
"Iya nih, ku pikir kamu ke gerahan makanya aku diem aja nahan kedinginan, padahal daritadi udah menggigil," jawabku.
"Kamu kedinginan? Mau yg anget-anget gak?" Tanya nya, ekspresi wajahnya agak aneh.
"Emang apa yang? Jangan aneh-aneh, jangan macem-macem ya,"
Ia kemudian berjalan cepat menuju dapur, agak berlarian kecil. Lalu membuka lemari yg menempel di dinding tepat diatas kompor. Ia kemudian bergegas kembali ke depan TV dengan cengiran khas nya sambil menunjukkan sesuatu di tangan kanan nya.
"Nih bikin anget," ucapnya.
Quote:
Diubah oleh alealeya 16-07-2017 19:12
Nikita41 dan 3 lainnya memberi reputasi
4





