- Beranda
- Stories from the Heart
Namaku Aleya (Based on true story)
...
TS
alealeya
Namaku Aleya (Based on true story)
Peringatan : Cerita ini mengandung unsur BB 18+.
Selamat datang di thread pertama ane, sambil dengerin lagu yuukks...

Selamat datang di thread pertama ane, sambil dengerin lagu yuukks...
Quote:

Quote:
Spoiler for sedikit penjelasan tentang alur cerita:
Quote:
Quote:
Spoiler for video:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 7 suara
Siapa kira-kira yg lebih pantas buat jadi pendamping Aleya?
Rian
43%
Tomy
0%
Gak keduanya
57%
Diubah oleh alealeya 25-07-2017 06:46
ezzasuke dan 36 lainnya memberi reputasi
37
144.6K
869
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
alealeya
#72
Part 10

Kucoba menghubungi Tomy, mengabarkan bahwa sekarang aku sedang dalam perjalanan pulang tapi kira-kira aku tiba disana pukul 03.00 pagi. Tomy malah tertawa mendengarnya, ia malah menakut-nakuti aku, "hayoo lho siapa yg jemput hahaha," ucapnya. Aku sempat deg-deg an, cemas nanti gimana nasib ku kalo udah sampe di terminal sana jam segitu, apa ada ojek? Kalaupun ada ojek apa iya ojek nya bakal nganterin aku sampe kost, jangan-jangan ntar malah...
"Udah tenang aja, Leya sayang jangan khawatir tar aku tungguin di terminal dari jam 2 deh,"
Ahh syukurlah, akhirnya aku bisa tidur dengan tenang diperjalanan. Tomy sekarang jadi kayak si Rian suka bikin orang deg-deg an.
Perjalanan panjang pulang terasa amat singkat, kuhabiskan waktu untuk tidur di jok bus kota yg lumayan empuk. Tak terasa aku sudah memasuki pinggiran kota tempat tinggalku. "Akhirnya bentar lagi sampe," kataku dalam hati. Kuraih hp dari saku kanan, terlihat 2 buah pesan masuk dari orang yg berbeda. Pesan pertama dari Tomy, berisi "aku udah sampe di terminal, ku tunggu kamu deket pintu masuk ya aku pake mobil ayahku,"
Pesan kedua dari Rian, "hati-hati dijalan Leya, makasih dan maaf udah ngerepotin kamu yaa. Jaga diri baik-baik," tulisnya.
Aku tersenyum setelah membaca kedua pesan dari 2 orang yg sama-sama care dan perhatian kepada ku. Senang rasanya punya sahabat dan pacar kayak gini.
Waktu menunjukkan pukul 02.30, bus kota yg ku tumpangi berhasil merapat dengan selamat di terminal, sesaat sebelum turun dari bus ku telepon Tomy, mengabarkan bahwa aku udah sampe dan tadi sempat liat mobilnya waktu bus memasuki gerbang terminal. Kini aku didalam mobil Tomy, duduk di samping nya yg sedang mengemudi. Terlihat wajah nya agak ngantuk dan kelelahan, kasian juga Tomy.
"Kamu mau ku anter kemana?" Tanya Tomy.
"Udah tengah malem gini pagar kost pasti udah dikunci, tidur dimana ya? Apa aku ke hotel aja buat semaleman ini?" Jawabku.
Tomy kemudian menawarkan solusi, walaupun ia anak orang kaya, tapi Tomy cukup bijak dalam mengelola keuangan. Ia bilang, "jangan boros-boros, daripada kamu buang duit buat nginap semalaman doang di hotel sampe beratus-ratus ribu mending nginep di rumah ku aja".
Yaudah deh daripada aku pusing-pusing mikirin mau nginep dimana malam ini mending ngikutin saran dari Tomy aja, toh rumahnya kan gede, pasti ada kamar kosong yg bisa ku pakai buat beristirahat.
Mobil kami tiba didepan rumah Tomy, setelah membuka pagar, memarkir mobil, lalu menutup kembali pagar depan, kami kemudian melangkah memasuki rumah. Aku sempat bingung, kok malah diajak masuk ke kamarnya? Tapi yaudahlah aku ngikut aja dulu, barangkali setelah dia ganti baju baru nunjukin dimana kamar ku.
"Yang kalo mau mandi ya mandi aja dulu, badan kamu bau knalpot bus hahaha," kata Tomy sambil mengendus-endus kaos ku. Dalam kamar Tomy terdapat fasilitas lengkap, mulai dari kamar mandi, TV yg besar, AC, console game dengan sederet cd-cd berserakan di sekitarnya, gitar listrik lengkap dengan amplifier kecil, dan banyak lagi.
Lalu aku menuju kamar mandi, dengan membawa handuk kecil yg ku ambil dari dalam ransel. Ahh enak banget rasanya mandi pake air hangat malam-malam gini. Sekitar 15 menit aku menikmati air hangat yg mengucur dari shower, lalu ku raih handuk yg tergantung di dinding. Setelah mengeringkan seluruh badan, ku kenakan baju bersih bawaanku, lalu ku letakkan handuk diatas kepala untuk mengeringkan rambutku sambil berjalan keluar dari kamar mandi.
"Yang kok aku laper yaa," ucapku sambil duduk di ranjang menghampiri Tomy yg sedang tiduran.
"Kamu mau makan? Yuk kita cek ke dapur barangkali masih ada makanan," sambil bangkit dari ranjang lalu menarik tanganku menuju dapur.
Di dapur ternyata gak ada makanan yg tersisa dari menu makan malam tadi, lalu Tomy membuka lemari es dan mengeluarkan beberapa makanan instan. "Kamu mau yg mana?" Tanya nya sambil menyodorkan beberapa makanan dalam kemasan. Aku memilih sebungkus mi instan, lalu mengambilnya dari tangan Tomy.
Selesai makan aku menanyakan pada Tomy, dimana kamarku buat tidur soalnya badanku terasa capek banget.
"Yang aku tidur dimana?" Kataku.
"Ya di kamarku lah, emang kamu mau tidur dimana?" Jawabnya.
Eh? Dikamarnya? Aku kaget, masa iya aku harus tidur sekamar sama Tomy, kalo terjadi hal-hal yg di inginkan gimana?.
"Emang gak ada kamar lain ya? Tar kalo ketahuan sama Ibu atau Ayah mu gimana? Kan aku jadi gak enak," Ucapku mencoba mencari alasan.
"Gak papa kok, aku berani jamin gak papa," sambil tersenyum.
Agak was-was sih rasanya, tapi aku pasrah aja lah, apapun yg terjadi aku harus bisa jaga diri. Tomy kan orang baik, mana mungkin dia macam-macam sama aku. Setelah sampai di kamar, Tomy langsung merapikan tempat tidurnya, menyiapkan selimut lalu mempersilahkan ku untuk membaringkan diri di ranjang empuknya itu. Segera ku rebahkan kepala di atas sebuah bantal yg dibalut sarung bantal bercorak bendera inggris.
"Yaudah kamu tidur disitu ya, selamat tidur," sambil mengecup keningku. Ihh romantis banget sih si Tomy.
"Selamat tidur juga, kamu tidur dimana? Kan bantal nya cuman 1 nih?" Tanya ku.
"Kan bisa agak mepet sama kamu biar joinan bantal hehe," sambil tersenyum.
Aku diam, maksud nya dia mau tidur se ranjang sama aku gitu? Oh!.
"Lho... kamu mau desak-desakan disini sama aku?"
"Hahaha ya enggak lah, aku tidur disitu," menunjuk sofa dekat pintu yg menuju teras di kamarnya.
Fyuuuhhh lega banget rasanya, ku pikir dia serius mau tidur bareng se ranjang, takut banget tadi rasanya deg-deg an sampe mau copot jantung ku. Setelah lampu kamar di matikan, kini ruangan hanya diterangi dari lampu led redup di langit-langit kamar. Suasana gini nih yg bikin gampang tidur, apalagi ditambah hembusan pendingin udara bikin makin gimana gitu. Mataku seakan terasa berat, makin berat dan aku akhirnya terlelap tidur.
Pagi ini aku bangun dari tidur lelapku semalam yg hanya beberapa jam saja, jam dinding menunjukkan pukul 06.50 hampir jam 7, lho aku kan hari ini sekolah, lagian aku gak bawa baju sekolah, ini harus ke kost dulu buat ngambil seragam dan tas sekolah.
Ku sibakkan selimut yg menutupi badanku, lalu bangkit menuju kamar man... lho? Kok?
Nikita41 dan 2 lainnya memberi reputasi
3





