Kaskus

Story

alealeyaAvatar border
TS
alealeya
Namaku Aleya (Based on true story)
Peringatan : Cerita ini mengandung unsur BB 18+.
Selamat datang di thread pertama ane, sambil dengerin lagu yuukks...



Quote:


Namaku Aleya (Based on true story)


Quote:


Spoiler for sedikit penjelasan tentang alur cerita:


Quote:


Quote:


Spoiler for video:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 7 suara
Siapa kira-kira yg lebih pantas buat jadi pendamping Aleya?
Rian
43%
Tomy
0%
Gak keduanya
57%
Diubah oleh alealeya 25-07-2017 06:46
fajar1908Avatar border
DeviafebAvatar border
imamarbaiAvatar border
imamarbai dan 35 lainnya memberi reputasi
36
144.3K
869
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
alealeyaAvatar border
TS
alealeya
#5
Part 2

kaskus-image


"Ayo naik, aku udah tau semuanya mbak", ucap seorang lelaki berjanggut dari dalam mobil. Rumahnya lah yg akan kami tuju malam ini, sungguh sebuah kebetulan beliau malah melintas dan memberikan tumpangan pada kami yg sudah mulai kelelahan berjalan kaki.

"Kok kamu bisa tau? Kamu ke rumah?", tanya ibu sesaat setelah kami menaiki mobil.
"Iya tadi rencana nya mau mampir buat istirahat, tapi kayaknya suamimu ikut kesal sama aku, dia jelaskan kalo kamu sama aleya udah di usir, makanya aku buru-buru mencari kalian", om menjelaskan.

Rupanya om baru saja tiba dari perjalanan luar kota, dan bermaksud mampir dirumah ku atau tepatnya bekas rumah ku untuk beristirahat, tapi kok ayah juga ikut kasar ke om? Emang dia salah apa sama ayah?.
Singkat cerita aku dan ibu kini menumpang di rumah om ku setelah kejadian malam itu, agak susah rasanya harus ikut menumpang dirumah saudara. Om ku tinggal dengan istri dan 2 orang anak nya yg laki-laki semuanya. Di pagi hari ibu sudah berangkat kerja, sedang aku bersiap menuju sekolah SMP yg tak lama lagi akan ku tinggalkan. Waktu terus berjalan tanpa terasa, kini aku sudah berhasil lulus dari sekolah menengah pertama, di hari kelulusan ku pun tak di hadiri oleh ibu ataupun ayah, hanya ada tante, istri dari om ku yg menjadi wali ku saat hari kelulusan. Agak sedih rasanya melihat teman-teman bersama dengan orang tua nya masing-masing, tapi mau apa lagi? Toh kedua orang tua ku terlalu disibukkan oleh kerjaan nya dengan alasan, "ini buat masa depanmu nak".
Akhirnya setelah lulus aku berpikir keras saat liburan tiba, aku masih belum memutuskan melanjutkan SMA dimana. Ibu kini membeli rumah baru lumayan jauh dari kediaman om, tapi aku tetap tinggal untuk sementara di rumah om dengan alasan menemani adik-adik sepupu ku yg masih kecil-kecil.

"Ley, kamu nanti mau SMA dimana?, Ley!, Leya oi!", Rian menyadarkan ku dari lamunan. Aku punya 3 sahabat dekat sejak masa awal masuk SMP, mereka adalah Rian seorang cowok berbadan langsing, badan cukup tinggi kulit agak gelap, Miza seorang cowok dengan badan lumayan berisi, agak lebih tinggi dari baran ku yg hanya 158cm, dan Leo cowok yg satu-satunya berpostur sempurna, berkulit putih dan badan tegap. Menjadikan aku sebagai satu-satunya yg tercantik di kumpulan ini.

"Apa sih ganggu aja, aku masih gak tau mau ngelanjut dimana", jawabku sambil menyeruput sebotol soft drink.
"Kita tau kok perasaan kamu gimana, tapi jangan ngelamun gitu dong Leya, kan masih ada kita yg selalu jagain kamu, selalu peduli sama kamu", ucap Miza.
"Iya sih Miz peduli, kalo ada maunya", celetuk Leo di ikuti gelak tawa dari sekumpulan sahabat yg tak lama lagi akan berpisah ini.

"Leo, kamu jadi mau lanjut diluar kota?", tanya ku sambil menatap mata nya.
"Uhukk.. uhuk.. hmmm.. ho'oh", jawabnya sambil menyantap mie ayam.
"Yahh kalo gitu yg tersisa disini cuman aku sama Rian dong?"
"Iya Ley, cuman kita doang kayaknya yg bakal lanjut sekolah disini", Rian menjawab.

Siang itu suasana kumpul bersama kami agak diwarnai dengan kesedihan karena tak lama lagi kami akan berpisah dan mungkin bakal menemukan sahabat baru, tapi kami saling berjanji, bagaimanapun caranya kita harus terus ada kabar dan saling terhubung meski hanya lewat fr*endster. Hari perpisahan yg tak kami harapkan pun akhirnya tiba, Miza pindah keluar kota untuk mengikuti orang tuanya yg sudah duluan berangkat karena sang bapak dipindah tugas kan, sementara Leo berangkat keluar kota karena bapaknya sudah pensiun dan ingin pulang ke kampung halaman. Meninggalkan aku dan Rian disini.

"Yan kamu udah yakin mau lanjut di SMA itu?", tanyaku sesaat setelah mobil yg ditumpangi Leo berangkat.
"Iya aku udah yakin 100%, emang kamu udah nentuin mau lanjut dimana?"
"Nah itu dia masalah nya, aku masih bingung harus kemana"
"Pikirin aja dulu Ley, ikuti kata hatimu, jangan sampai salah pilih"
"Yan, kata-kata mu kayak calon walikota"
"Hahaha bener lho, serius ini Ley, ikuti kemauan mu kemana".

Aku sih pengen nya gak ikut siapa-siapa setelah kejadian ini, tersisa sedikit trauma di diriku. Takut seandainya kejadian seperti itu terulang lagi.

"Yan..."
"Hmm.."
"Kalo misalnya aku pindah jauh dari sini gim...", belum aku selesai dengan ucapanku, Rian membungkam mulutku dengan tangan nya.
"Gak usah ngomong aneh-aneh, kamu disini aja biar aku yg jagain", sambil mengusap kepala ku.

Rian begitu peduli begitu perhatian padaku, sebenarnya tak hanya Rian saja, semua sahabatku pun sama perhatian nya tapi entah kenapa aku merasa lebih nyaman saat bersamanya.

"Panggilan masuk"

Di pagi keesokan harinya, aku menerima sebuah panggilan dari Leo. Padahal baru beberapa hari berpisah tapi ia mengungkapkan rasa rindunya, katanya lebih enak saat masih satu kota sama teman-teman lain, aku pun merasa ada yg kurang dengan kepergian Leo dan Miza, aku dan Rian yg tersisa tak dapat berbuat banyak, kami mencoba untuk bertahan walau hanya berdua disini. Akhirnya hari itu tiba juga, tak terasa liburan panjang akan segera berakhir, dan aku masih bingung akan melanjutkan sekolah dimana sementara teman-teman sudah menemukan SMA pilihan nya.

Siang itu...

"Yan, aku besok pergi ya..."
Rian terdiam menatap wajahku, ekspresi kaget jelas terlihat.
"Kamu mau kemana ley? Kalo kamu jauh dari aku, siapa yg bakal jagain kamu?", ia menggenggam erat tanganku.
Aku merasakan ada sesuatu yg berbeda dari tatapan nya kali ini, ada rasa yg tak biasa.
"Aku mau lupain kota ini dan segala kenangan pahitnya Yan, maafkan aku ya tapi aku harus pergi..."
"Jauh..."
"Jauh dari sini"


...sampai ketemu update selanjutnya...
Diubah oleh alealeya 15-07-2017 00:33
nomorelies
erman123
Nikita41
Nikita41 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.