- Beranda
- Stories from the Heart
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
...
TS
prestant18
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
![Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/09/7213687_20171009032458.jpg)
CREDIT PICT: AGAN CATUR SAPUTRA
assalamualaikum
selamat siang kaskusers,
ane akan melanjutkan cerita dari thread ane sebelumnya.
untuk readers yang belum membaca kisah sebelumnya, silahkan baca di kisah keluarga perantau.
untuk cerita tentang perjalanan hidup dimana ane sudah mandiri,
cerita tersebut akan ane link dibawah,
selamat menikmati.... :
1. the beggining
2. tanah pertama
3. rumah pakdhe
4. kerja
5. belajar mengendalikan diri
6. desi
7. panggilan tes
8. Training
9. nilai dari sebuah perjalanan
10. misteri baung part 1
11. misteri baung part 2
12. misteri baung part 3
13. misteri baung part 4
14. mister baung part 5
15. misteri baung last part
16. perkenalan
17 teror
18. shita
19. shita 2
20. fighting
21. rendi
22. drama[belajar dewasa]
23. finally, we are. . .
24. another side from shita
25. moments
26. crash
27. about rendi
28. perpisahan 1
29. suasana baru
30. quality time 1
31. quality time 2
32. :'(
33. last memories of shita
34. TAKDIR
35. sisi gelapku
36. misteri mimpi nyata 1
37. misteri mimpi nyata 2
38. misteri mimpi nyata 3
39. resolusi
40. arah perubahan
41. rumah mas malik 1
42. rumah mas malik 2
43. rumah mas malik 3
44. rumah mas malik 4
45. maung dan mbah
46. rumah mas malik last chapter
47. sheryi 1
48. sheryl 2
49. djakarta; first impression
50. pemberitahuan
51. samapta
52. 2nd test
53. jangan sok
54. masa peralihan
55. tes kerja lagii
56. UPDATE SPESIAL TENTANG CV
57. indonesia
58. misteri divisi siang 1
59. misteri divisi siang 2 ( the story )
60. misteri divisi siang ( last part )
61. kematian itu pasti
62. PHK
63. adikku bernama dian 1
64. adikku bernama dian 2
65. titik balik
66. terus berjuang!!
67. SEMANGAT MERDEKA SAUDARAKU!
68. OJT 1
69. OJT 2
70. adek 1
71. adek 2
72. tulungagung, wecome to the jungle
73. pengalaman misteri baru
74. traveling with shita's family, [sakit]
75. she is. . .
76. hujan sore itu
77. aku ingin memastikan
78. sheryl's stories 1
79. sheryl's stories 2
80. sheryl's stories 3
81. my choice is, ,
82. teror 1; mabuk
83. alasanku memilih
84. teror 2, santet 1
85. teror 2, santet 2
86. karena kamu berbeda
87. teror 3, gangguan semakin berat
88. teror4, akhir
89. mimpi
90. hari yang dinanti nanti??
91. pertengkaran 1, fakta
92. pertengkaran 2, itu bukan kamu yang kukenal
93. PERTENGKARAN 3, AKHIR
94. SHERYL; FINAL CHAPTER
95. EPILOG
Diubah oleh prestant18 09-10-2017 03:30
zoekyvalkrye dan 65 lainnya memberi reputasi
62
1.3M
3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
prestant18
#1313
samapta
assalamu'alaikum
mohon maaf yang sebesar besarnya dari saya, tiyo untuk readers semua.
tempo hari sepulang dari mudik, saya jatuh sakit.
maklum lebaran tahun ini banyak hal yang harus dilakukan.
semoga berkah untuk kedepannya.
sebagai permintaan maaf, saya kasih double update untuk hari ini.
semoga berkenan ya
(SERANG, BANTEN)
jam menunjukan pukul 18:15 WIB.
aku berdiri didekat pintu keluar tol serang barat.
beberapa orang yang tadi turun bersamaku sudah tidak kelihatan.
ada yang dijemput,
ada yang menggunakan jasa ojek.
jadilah aku berdiri sendirian.
aku meraih hp di saku dan membuka pengumuman yang kucatat kemarin.
menurut jadwal, besok pagi aku harus hadir distadion kopassus untuk melaksanakan tes kesamaptaan alias tes fisik.
aku bingung dengan lokasi tempat tersebut karena masih buta sepenuhnya dengan tempat ini.
padahal hari sudah gelap sepenuhnya.
aku berjalan perlahan menghampiri pangkalan ojek diseberang jalan.
disana ada dua orang tukang ojek yang sedang bercengkerama.
melihat kedatanganku, salah seorang dari meraka bangkit dan mendatangiku.
ojek: " ojek mas? "
aku: " em, tapi saya mau nanya dulu "
ojek: " nanya apa ya? "
aku: " kalau stadion kopassus dari sini masih jauh ngga ? "
tukang ojek itu memperhatikanku dari atas kebawah.
ojek: " iya mas, tahu "
aku: " tolong antar kesana ya? "
ojek: " siap mas, silahkan naik "
akupun naik keboncengan pengemudi ojek tersebut.
setelah aku naik sepenuhnya, sepeda motor berjalan membawa kami pergi dari sana.
sepanjang perjalanan dari sana, mas mas yang menjadi pengemudi ojek tersebut lebih banyak diam.
dia hanya sekali menanyakan tujuanku ke markas kopassus itu.
kujawab jika aku akan melaksanakan tes.
dia kembali terdiam setelahnya.
dalam hatiku merasa sedikit geli.
mungkin dia kira aku akan melaksanakan tes masuk kemiliteran.
aku memaklumi karena kemarin aku masih sempat potong rambut.
dimana rambutku dipotong cepak.
aku diam saja dan membiarkan mas pengemudi ojek tersebut didalam prasangkanya.
mungkin dengan begini akan lebih aman.
tak lama kemudian kami sampai didaerah yang cukup sepi.
ada gapura tanda jika disitu adalah daerah militer.
ojek berbelok dan kemudian berhenti tak jauh dari gapura.
ojek: " mas, berhenti disini saja ya? "
aku: " kenapa mas? "
ojek: " saya takut sama penjaganya, dulu teman saya pernah dibentak bentak dan disuruh push up pas nganter anggota kemari "
aku: " kenapa bisa mas? "
ojek: " nggk tau mas, katanya gara gara main selonong aja "
aku: " hehe, ya kalau nggak salah kan nggak papa mas "
ojek: " enggak deh mas, makasih "
aku: " iya deh, kalau gitu tolong ditunggu disini ya, nanti tolong antarkan saya ke hotel terdekat "
ojek: " siap mas "
aku tertawa kecil dan meninggalkan mas tersebut.
saat aku sampai dipos jaga,
salah seorang prajurit yang sigap berjaga sambil menenteng senapan laras panjang menghentikanku.
prajurit: " berhenti! mau kemana kamu? " ( suaranya tegas dan nadanya tinggi )
aku: " selamat malam pak, mohon ijin bertanya, letak stadion kopassus disebelah mana ya? "
prajurit: " apa tujuan kamu? "
aku: " besok ada tes dari salah satu perusahaan yang bertempat disana, karena saya datang dari jawa timur, jadi saya bermaksud melihat tempatnya terlebih dahulu agar besok tidak terlambat "
prajurit itu menatapku dari atas kebawah.
aku bersikap santai walau sebenarnya cukup tegang karena prajurit itu nampak sangar meskipun tubuhku lebih tinggi darinya.
prajurit: " stadion disebelah sana "
dia menunjuk kearah timur pos jaga.
aku: " baik pak terimakasih, selamat bertugas dan selamat malam "
prajurit: " malam "
aku berjalan menjauh dari pos dan menuju kearah yang dimaksud.
ternyata tak beberapa jauh dari sana ada jalan setapak menuju ke arah timur.
dan diujungnya ada stadion yang tidak terlalu besar.
ada beberapa orang disana yang sedang duduk2,
melihat penampilannya mungkin mereka juga peserta tes.
aku memperhatikan sekeliling dan kemudian kembali menuju ke tempat ojek menungguku.
ojek: " sudah mas? "
aku: " sudah mas, tolong sekarang saya diantarkan ke hotel terdekat ya, yang kelas melati saja "
ojek: " baik mas, nanti disebelah timur situ ada hotel yang bisa masnya tempati. "
aku: " iya mas, terimakasih "
pengemudi ojek memutar sepeda motornya dan kemudian mengantarkanku menuju hotel yang dia maksud.
==
aku merebahkan diri diatas kasur kamar.
kini aku sudah berada disebuah kamar hotel,
ruangannya tidak terlalu luas, namun cukup untukku seorang.
rencananya aku akan menginap semalam, dan kemudian esok pagi aku akan check out setelah subuh.
sebab tes kesamaptaan akan dimulai pukul setengah 6 pagi.
kuperhitungkan jarak tempuh dari sini ke stadion tadi sekitar 15 menit menggunakan angkot.
aku jadi banyak berterimakasih kepada mas pengemudi ojek tadi karena sudah membantu mencarikanku hotel yang aksesnya mudah dari tempat tujuan.
sambil mengulur punggungku yang terasa pegal setelah setengah hari ditekuk didalam bus,
kuraih hp yang tergeletak diatas meja.
tidak ada pemberitahuan apapun.
ahh, , aku jadi makin nggak enak sama sheryl.
kubuka daftar pesan terkirim,
ternyata pesan terakhirku sudah diterima.
seharusnya pesan ini sudah dibaca olehnya.
namun mengapa tidak ada balasan ya?
kututup pesan dan kubuka kontak,
setelah menemukan nomor sheryl, kutekan tombol panggil.
" maaf, sisa pulsa dalam kartu prabayar anda, tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini . . . "
terdengar suara dari operator selular.
" duh, pake ada acara habis pulsa lagi "
gerutuku.
aku melakukan pengecekan pulsa.
ternyata tinggal tersisa 250 rupiah.
hanya cukup untuk mengirimkan pesan. .
aku kembali membuka pesan dan membuat pesan baru.
" dek, kamu bener2 marah sama mas tiyo ya?
maaf dek, sekali lagi mas minta maaf.
mas tiyo jahat.
maafin mas tiyo ya dek.
mas tiyo juga sayang sama sheryl "
wajahku bersemu ketika mengetik kalimat terakhir.
ada deguban tidak beratur didada sebelah kiri.
mengapa aku merasa begini ya?
padahal niatku awalnya hanya ingin mengambil hati sheryl agar tidak terus menerus marah.
ah, masa aku jatuh hati sama sheryl?
nggak mungkin to?
nggak mungkin juga secepat ini q lupa sama shita.
kuurungkan niat untuk mengirim pesan tersebut.
kuganti kalimat terakhir,
" miss you dek "
kulihat lagi secara keseluruhan pesan tersebut.
kini kurasa lebih baik daripada sebelumnya.
kutekan tombol send setelah menambahkan nomor milik sheryl.
pesan terkirim dan tak lama kemudian aku sudah mendapatkan notifikasi jika pesan sudah diterima oleh nomor tujuan.
kutunggu beberapa saat, , ,
tidak ada balasan. .
hp kuletakan diatas meja dan kembali rebahan.
mataku menerawang menatap sekeliling kamar yang kusewa ini.
kemudian pikiranku melayang layang.
banyak hal bercampur baur disana.
mulai dari tes esok hari, ,
kemungkinanku diterima, , ,
kehidupanku kedepannya. .
dan terakhir tentang sheryl.
aku kembali memikirkan adik satu satunya dari shita tersebut.
semenjak kapan kami jadi dekat begini?
sampai sampai sheryl jatuh hati kepadaku.
seingatku dulu ketika shita masih ada,
sheryl selalu bersikap malu2, dan cuek saja denganku.
ketika dia dan shita berkunjung ke rumah lebaran dua tahun lalu,
semua masih normal, hanya saja sheryl ikut memelukku bersama kakaknya ketika mereka kujemput di stasiun.
setelahnya tapi tidak ada apapun,
karena kuanggap sheryl masih kecil.
dan ketika shita meninggal, dari situlah sheryl mulai menampakkan kedekatannya.
awalnya aku hanya menganggapnya sebagai adik.
dan seiring waktu ketika dia sudah SMA, dan secara fisik juga semakin dewasa.
aku seperti melihat shita yang lain.
mungkin ini memang salahku karena selama ini menganggap sheryl sebagai shita.
dan setelah begitu banyak hal,
tiba tiba kemarin aku dengan jahatnya mengatakan hal tersebut.
duh duh, , ,
sekarang barulah aku jadi bisa memaklumi kemarahan sheryl.
maafin mas tiyo ya dek,
mas tiyo menyesal.
kalau sudah begini,
biarlah waktu yang bicara.
sampai kamu memaafkan mas,
dan sampai mas bisa menerima kamu sebagai dirimu sendiri. . .
setelah asyik merenung, ,
perlahan lahan kesadaranku mulai lepas seiring mata yang sudah kututup semenjak tadi.
hangat dan empuknya kasur memanjakan tubuhku yang sudah terlalu lelah oleh 3 hari perjalanan panjang.
perjalanan dari timur ke barat demi memperjuangkan masa depan. .
dan mencari arti dari kehidupan. .
==
" ketika mimpimu
yang begitu indah, ,
tak pernah terwujud, ,
ya sudahlah "
suara lagu bondan prakoso membangunkanku.
aku membuka mata dan berusaha beradaptasi dengan suasana kamar yang terang.
semalam aku memang tidak mematikan lampu,
karena jika lampu kumatikan,
biasanya tidurku terlampau nyaman.
kuraih hp disebelah dan kumatikan alarmnya.
" astaghfirullah!! jam 05:00!! "
aku segera melompat dari tempat tidur dan berlari menuju kekamar mandi.
aku lupa mensetting ulang alaram agar aku bangun lebih awal.
dengan jadwal dimulai jam setengah 6, seharusnya aku bangun pukul 4 tadi.
akupun buru buru menyelesaikan mandiku.
sholat subuh sebentar, lalu beres beres secepatnya, dan segera checkout.
petugas di resepsionis nampak masih terlelap dikursinya.
kubangunkan dia dan segera menyerahkan kunci kamar.
petugas itu menerima dengan mata masih mengantuk.
setelah beres, aku segera berlari keluar hotel mencari angkot.
beruntunglah ada angkutan yang sudah bersiap berangkat.
akupun buru buru naik.
tak lama aku sudah sampai didepan gerbang markas kopassus dimana stadion yang menjadi lokasi tes berada.
aku buru buru turun dan membayar.
kemudian aku berlari.
jam berapa ini, moga moga tidak terlambat, ,
pikirku sambil merogoh saku untuk melihat jam di HP.
" dhegg!!! "
aku menghentikan langkahku.
" HAPEKU KETINGGALAN DIKAMAR HOTEL TADI!! "
astaghfirullah, ,
kok bisa ketinggalan!
aku berhenti dan memeriksa kelengkapan yang kubawa.
ternyata semua ada kecuali hp yang tadi kulemparkan begitu saja ketika sadar sudah kesiangan.
aduh, masa aku harus balik lagi ke hotel.
ketika aku sedang bingung, dibelakangku nampak dua orang peserta tes lain yang juga berlari lari kecil.
aku: " mas, mau tes juga? "
mereka: " iya mas, masnya juga? "
aku: " iya "
mereka: " ayo mas, terlambat kita, sudah jam setengah enam "
sejenak kebingungan masih menyelimuti.
namun kemudian aku kembali memakai tas punggungku dan berlari menyusul kedua peserta tes barusan.
ah, biarlah, yang penting tes dulu.
semoga HP ku tidak hilang.
kuputuskan untuk mengikuti tes dan mengikhlaskan HP,
nanti sepulang tes akan kuulang datang ke sana.
siapa tahu masih rezeki.
sesampainya distadion, ternyata sedang dalam pendataan peserta.
aku menyerahkan berkas dan juga kartu tanda peserta yang tempo hari kucetak dari lembar bukti rekrutmen.
panitia menerima dan menyuruhku untuk berganti pakaian.
setelahnya aku disuruh untuk masuk kedalam stadion dan bersiap untuk tes samapta.
rangkaian tes dimulai dengan pemeriksaan kondisi tubuh dimana tensi para peserta tidak boleh melebihi batas atas.
seluruh peserta lolos dan bersiap untuk lari 12 menit berkeliling trek jogging.
setelah semua peserta menerima nomor dada, kami diberi aba aba untuk bersiap siap.
dan begitu peluit ditiup, maka tes samapta resmi dimulai.
aku menyelesaikan 12 menit lariku dengan berlari 6.5 putaran. ( 1 putaran 400 meter )
nampaknya fisikku sudah banyak drop setelah hampir tidak pernah berolahraga selepas lulus sekolah 4 tahun lalu.
padahal dulu ketika ujian praktek, aku bisa menyelesaikan 2.4 km hanya dalam waktu 8 menit 50 detik.
artinya jika aku diberi waktu 12 menit, mungkin waktu itu aku bisa 8 putaran, bahkan lebih.
namun nampaknya 6.5 putaran sudah cukup karena dibelakangku masih banyak peserta lain yang hanya bisa menembus 5 putaran.
setelah selesai tes lari,
kami diberi kesempatan beristirahat sejenak.
baru kemudian dilanjutkan dengan push up & sit up, dimana masing masing diberi waktu satu menit.
aku hanya bisa menyelesaikan 40 push up dan 42 sit up.
sekali lagi terjadi penurunan kondisi fisik dimana jaman sekolah dulu aku bisa menembus 50 kali lebih untuk masing masing tes tersebut.
selesai push up dan sit up,
kami menuju ke area gymnastic untuk melakukan pull up.
disana kami dipersilahkan untuk melakukan pull up dalam satu kali kesempatan.
panitia mempersilahkan kami melakukan pull up sekuatnya.
maka kamipun bergantian melakukan pull up pada tiang yang tersedia.
satu persatu peserta maju dan melakukan pull up.
beberapa hanya bisa melakukan 2 atau 3 kali pull up penuh dalam kesempatan tersebut.
namun ada juga yang bisa menembus hingga 5 kali, bahkan ada yang hitungannya sampai 14 kali.
aku takjub juga melihat peserta tersebut.
tapi wajar karena dari posturnya memang mendukung.
tubuhnya ramping, namun berotot.
terutama bahu dan lengannya nampak lebar & kekar.
kontras dengan ukuran kakinya yang kecil.
mungkin dia sudah terbiasa datang berlatih di gym.
tibalah giliranku melakukan pull up.
aku maju ketika panitia menyebutkan namaku.
setelah sampai dibawah tiang,
aku mengucapkan bismillah.
menarik nafas agak dalam untuk melepaskan ketegangan.
dan dalam satu lompatan ringan,
aku sudah bergantung di tiang setinggi 2.3 meter tersebut.
dengan menggunakan momentum lompatan pertama tadi, aku langsung mengangkat tubuhku hingga dagu melewati palang pegangan.
setelah itu langsung kulepaskan dan aku berusaha naik lagi.
kali ini rasanya lebih berat.
2
sekali lagi kuulangi gerakan barusan, ,
3
kali ini bahuku mulai merasa terbebani.
kuulangi lagi gerakan barusan. .
4
pundak dan lenganku mulai kaku.
rasanya aku sudah hampir sampai batas.
5, , 6, ,
aku berhasil naik hingga hitungan ke enam.
dan aku bergantung karena sudah tidak kuat untuk langsung melanjutkan.
aku tidak ingin sampai jatuh karena hitungan langsung ditutup.
kutarik nafas sambil mempersiapkan diri untuk naik lagi.
tanganku sudah mulai mati rasa.
kugenggam palang keras keras dan kuangkat tubuhku dengan segenap otot tangan.
sedikit demi sedikit kepalaku naik dan akhirnya bisa sampai diatas palang.
daguku langsung kukaitkan kepalang untuk beristirahat mengurangi beban di kedua lengan.
" masih kuat? "
tanya instruktur dari kopassus yang menjadi panitia.
aku hanya mengedipkan mata kepadanya karena daguku membantu menahan berat badan.
keringat mengalir deras, ,
perutku juga sudah mulai kaku karena menahan posisi tubuh.
sisa dari push up tadi masih berasa sekali.
aku melepaskan dagu dari palang dan kembali pada posisi bergantung.
tanganku rasanya benar benar mati rasa.
ingin rasanya melepaskan pegangan.
tapi hati ini tak ingin berhenti.
hatiku berusaha keras meyakinkan diri jika aku mampu untuk tarikan ke delapan.
aku sudah meringis menahan nyeri ditangan dan perut.
para peserta juga menontonku dan ada yang menyorak soraki agar aku naik lagi.
kutarik nafas sekali lagi.
dan kemudian kukerahkan tenagaku sekuat mungkin.
aku merasa bisa untuk hitungan kedelapan ini jika aku mau memaksa tubuhku sampai ke ambang batas.
" HGGGGGGGHHHHHHH "
suara geramanku menahan nafas dan juga nyeri.
sedikit demi sedikit aku bisa naik.
dan ketika sedikit lagi kepalaku sampai diatas.
aku merasa tanganku sudah sampai pada batasnya.
" ayo tiyo, bisa bisa, sedikit lagi!! "
bisik hatiku.
kugunakan kakiku untuk menendang udara, ,
berusaha menciptakan momentum naik.
akhirnya!!
kepalaku berhasil naik dan dagu juga melewati palang.
instruktur meneriakan hitungan delapan tanda gerakan barusan masuk hitungan.
seketika itu juga genggaman tanganku lepas.
aku sudah sampai pada batasku.
" BRUGH "
aku mendarat dengan kedua kaki,
berjongkok untuk mengurangi gaya benturan.
dan langsung jatuh terduduk.
peserta yang lain bersorak ketika aku jatuh.
aku hanya nyengir kepada mereka.
pak tentara yang menjadi instruktur bangun dari duduknya dan memijat pundakku.
" nah, laki tu kaya gini! pantang menyerah "
" gerrrrr "
kontan para peserta tertawa.
" eh, jangan tertawa kalian, hitungannya memang nggak sebanyak mas siapa tadi itu yang dapat 14? "
tanya pak tentara.
" fulan pak "
jawab seorang peserta.
" iya, mas fulan tadi dapat 14 karena tekniknya benar dan fisiknya mendukung, coba sini mana tadi anaknya "
pak tentara meminta anak tadi maju.
peserta yang tadi mendapatkan 14 hitungan maju dan disuruh berdiri bersebelahan denganku
nampak perbedaan kami yang cukup mencolok.
aku tinggi dengan badan yang ramping.
sedangkan dia setinggi telingaku ( mungkin sekitar 165 cm )
dengan badan bagian atas berotot.
lengannya nampak besar hingga tangannya tidak bisa merapat dengan sempurna disamping tubuh.
" kamu fulan, menurutmu apa kamu masih bisa menambah lagi tadi? "
tanya pak tentara.
" bisa pak, mungkin dua kali lagi "
jawabnya.
" mengapa tidak kamu tambah "
tanya pak tentara.
" karena saya merasa sudah cukup "
jawabnya lagi.
" kalau kamu? "
tanya pak tentara kepadaku.
" tadi sudah batas maksimal pak, "
jawabku sambil memijit lengan kanan dan kiri.
" pada hitungan berapa tanganmu sudah mulai matirasa? "
pak tentara menyasarku lagi.
" hitungan 6 pak "
jawabku.
" mengapa kamu paksakan "
tanya pak tentara.
" karena hati saya merasa masih bisa lagi "
aku menjawab sambil terus memijat lengan yang perlahan segar setelah kuistirahatkan.
pak tentara menepuk pundak kami berdua.
" kalian contoh mereka, contohlah fisik yang kuat dari fulan, dan contohlah hati yang kuat dari siapa namamu? "
pak tentara bertanya kepadaku.
" tiyo "
jawabku tegas.
" contohlah hati yang kuat dari tiyo, dengan kombinasi keduanya, kalian akan menjadi pemuda yang tangguh.
negara ini butuh orang orang semacam itu, mengerti?! "
" mengerti!!!! "
jawab para peserta.
pak tentara tersebut menyuruh kami berdua kembali ke tempat.
aku tersenyum dan menyalaminya.
sebuah kebijaksanaan telah dia ajarkan kepada kami, kaum muda calon penerus negara ini.
terimakasih pak tentara yang namanya tidak saya ketahui.
setelah pull up selesai, kami melaksanakan tes terakhir, yaitu shuttle run, dimana kami harus berlari membentuk angka delapan diantara dua buah cone.
hitungannya sepuluh kali bolak balik.
pada tes terakhir ini banyak dari kami yang sudah habis staminanya,
sehingga sudah tidak terlalu maksimal.
aku sendiri hanya bisa menyelesaikan shuttle run dalam waktu yang kurang memuaskan.
kelincahan dan keseimbangan yang dibutuhkan dalam tes kali ini sudah berkurang karena konsentrasi menurun.
setelah semuanya selesai,
instruktur mengumpulkan kami untuk dibriefing tentang pengumuman hasil tes tersebut.
mereka berkata jika hasil akan diketahui dalam beberapa hari kedepan melalui web rekrutmen.
maka setelah istirahat kami dipersilahkan pulang ke rumah masing masing.
para peserta bersorak girang.
ada perasaan lega karena tes yang cukup menguras tenaga ini sudah selesai dilalui.
aku berkenalan dengan beberapa peserta yang juga datang dari luar banten.
rupanya mereka berasal dari cimahi.
aku jadi teringat dengan mbak ari, kakak sulung dari mas tri yang sudah menikah dan menetap di cimahi.
kami ngobrol banyak hal sambil makan siang.
panitia memang membagikan nasi kotak sebagai menu makan siang kami.
aku juga akhirnya mengetahui jika teman teman baruku yang berasal dari cimahi ini masih bekerja di perusahaan disana.
mereka cuti untuk bisa ikut tes.
alasannya karena menurut mereka disini lebih prospektif daripada ditempat kerja mereka sekarang.
padahal salah satu dari mereka bekerja di pabrik pengolahan meses terkenal.
aku hanya mengangguk angguk dan merasa senang bisa mendapat teman baru sekaligus bertukar pengalaman.
( bersambung )
mohon maaf yang sebesar besarnya dari saya, tiyo untuk readers semua.
tempo hari sepulang dari mudik, saya jatuh sakit.

maklum lebaran tahun ini banyak hal yang harus dilakukan.
semoga berkah untuk kedepannya.
sebagai permintaan maaf, saya kasih double update untuk hari ini.
semoga berkenan ya

(SERANG, BANTEN)
jam menunjukan pukul 18:15 WIB.
aku berdiri didekat pintu keluar tol serang barat.
beberapa orang yang tadi turun bersamaku sudah tidak kelihatan.
ada yang dijemput,
ada yang menggunakan jasa ojek.
jadilah aku berdiri sendirian.
aku meraih hp di saku dan membuka pengumuman yang kucatat kemarin.
menurut jadwal, besok pagi aku harus hadir distadion kopassus untuk melaksanakan tes kesamaptaan alias tes fisik.
aku bingung dengan lokasi tempat tersebut karena masih buta sepenuhnya dengan tempat ini.
padahal hari sudah gelap sepenuhnya.
aku berjalan perlahan menghampiri pangkalan ojek diseberang jalan.
disana ada dua orang tukang ojek yang sedang bercengkerama.
melihat kedatanganku, salah seorang dari meraka bangkit dan mendatangiku.
ojek: " ojek mas? "
aku: " em, tapi saya mau nanya dulu "
ojek: " nanya apa ya? "
aku: " kalau stadion kopassus dari sini masih jauh ngga ? "
tukang ojek itu memperhatikanku dari atas kebawah.
ojek: " iya mas, tahu "
aku: " tolong antar kesana ya? "
ojek: " siap mas, silahkan naik "
akupun naik keboncengan pengemudi ojek tersebut.
setelah aku naik sepenuhnya, sepeda motor berjalan membawa kami pergi dari sana.
sepanjang perjalanan dari sana, mas mas yang menjadi pengemudi ojek tersebut lebih banyak diam.
dia hanya sekali menanyakan tujuanku ke markas kopassus itu.
kujawab jika aku akan melaksanakan tes.
dia kembali terdiam setelahnya.
dalam hatiku merasa sedikit geli.
mungkin dia kira aku akan melaksanakan tes masuk kemiliteran.
aku memaklumi karena kemarin aku masih sempat potong rambut.
dimana rambutku dipotong cepak.
aku diam saja dan membiarkan mas pengemudi ojek tersebut didalam prasangkanya.
mungkin dengan begini akan lebih aman.
tak lama kemudian kami sampai didaerah yang cukup sepi.
ada gapura tanda jika disitu adalah daerah militer.
ojek berbelok dan kemudian berhenti tak jauh dari gapura.
ojek: " mas, berhenti disini saja ya? "
aku: " kenapa mas? "
ojek: " saya takut sama penjaganya, dulu teman saya pernah dibentak bentak dan disuruh push up pas nganter anggota kemari "
aku: " kenapa bisa mas? "
ojek: " nggk tau mas, katanya gara gara main selonong aja "
aku: " hehe, ya kalau nggak salah kan nggak papa mas "
ojek: " enggak deh mas, makasih "
aku: " iya deh, kalau gitu tolong ditunggu disini ya, nanti tolong antarkan saya ke hotel terdekat "
ojek: " siap mas "
aku tertawa kecil dan meninggalkan mas tersebut.
saat aku sampai dipos jaga,
salah seorang prajurit yang sigap berjaga sambil menenteng senapan laras panjang menghentikanku.
prajurit: " berhenti! mau kemana kamu? " ( suaranya tegas dan nadanya tinggi )
aku: " selamat malam pak, mohon ijin bertanya, letak stadion kopassus disebelah mana ya? "
prajurit: " apa tujuan kamu? "
aku: " besok ada tes dari salah satu perusahaan yang bertempat disana, karena saya datang dari jawa timur, jadi saya bermaksud melihat tempatnya terlebih dahulu agar besok tidak terlambat "
prajurit itu menatapku dari atas kebawah.
aku bersikap santai walau sebenarnya cukup tegang karena prajurit itu nampak sangar meskipun tubuhku lebih tinggi darinya.
prajurit: " stadion disebelah sana "
dia menunjuk kearah timur pos jaga.
aku: " baik pak terimakasih, selamat bertugas dan selamat malam "
prajurit: " malam "
aku berjalan menjauh dari pos dan menuju kearah yang dimaksud.
ternyata tak beberapa jauh dari sana ada jalan setapak menuju ke arah timur.
dan diujungnya ada stadion yang tidak terlalu besar.
ada beberapa orang disana yang sedang duduk2,
melihat penampilannya mungkin mereka juga peserta tes.
aku memperhatikan sekeliling dan kemudian kembali menuju ke tempat ojek menungguku.
ojek: " sudah mas? "
aku: " sudah mas, tolong sekarang saya diantarkan ke hotel terdekat ya, yang kelas melati saja "
ojek: " baik mas, nanti disebelah timur situ ada hotel yang bisa masnya tempati. "
aku: " iya mas, terimakasih "
pengemudi ojek memutar sepeda motornya dan kemudian mengantarkanku menuju hotel yang dia maksud.
==
aku merebahkan diri diatas kasur kamar.
kini aku sudah berada disebuah kamar hotel,
ruangannya tidak terlalu luas, namun cukup untukku seorang.
rencananya aku akan menginap semalam, dan kemudian esok pagi aku akan check out setelah subuh.
sebab tes kesamaptaan akan dimulai pukul setengah 6 pagi.
kuperhitungkan jarak tempuh dari sini ke stadion tadi sekitar 15 menit menggunakan angkot.
aku jadi banyak berterimakasih kepada mas pengemudi ojek tadi karena sudah membantu mencarikanku hotel yang aksesnya mudah dari tempat tujuan.
sambil mengulur punggungku yang terasa pegal setelah setengah hari ditekuk didalam bus,
kuraih hp yang tergeletak diatas meja.
tidak ada pemberitahuan apapun.
ahh, , aku jadi makin nggak enak sama sheryl.
kubuka daftar pesan terkirim,
ternyata pesan terakhirku sudah diterima.
seharusnya pesan ini sudah dibaca olehnya.
namun mengapa tidak ada balasan ya?
kututup pesan dan kubuka kontak,
setelah menemukan nomor sheryl, kutekan tombol panggil.
" maaf, sisa pulsa dalam kartu prabayar anda, tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini . . . "
terdengar suara dari operator selular.
" duh, pake ada acara habis pulsa lagi "
gerutuku.
aku melakukan pengecekan pulsa.
ternyata tinggal tersisa 250 rupiah.
hanya cukup untuk mengirimkan pesan. .
aku kembali membuka pesan dan membuat pesan baru.
" dek, kamu bener2 marah sama mas tiyo ya?
maaf dek, sekali lagi mas minta maaf.
mas tiyo jahat.
maafin mas tiyo ya dek.
mas tiyo juga sayang sama sheryl "
wajahku bersemu ketika mengetik kalimat terakhir.
ada deguban tidak beratur didada sebelah kiri.
mengapa aku merasa begini ya?
padahal niatku awalnya hanya ingin mengambil hati sheryl agar tidak terus menerus marah.
ah, masa aku jatuh hati sama sheryl?
nggak mungkin to?
nggak mungkin juga secepat ini q lupa sama shita.
kuurungkan niat untuk mengirim pesan tersebut.
kuganti kalimat terakhir,
" miss you dek "
kulihat lagi secara keseluruhan pesan tersebut.
kini kurasa lebih baik daripada sebelumnya.
kutekan tombol send setelah menambahkan nomor milik sheryl.
pesan terkirim dan tak lama kemudian aku sudah mendapatkan notifikasi jika pesan sudah diterima oleh nomor tujuan.
kutunggu beberapa saat, , ,
tidak ada balasan. .
hp kuletakan diatas meja dan kembali rebahan.
mataku menerawang menatap sekeliling kamar yang kusewa ini.
kemudian pikiranku melayang layang.
banyak hal bercampur baur disana.
mulai dari tes esok hari, ,
kemungkinanku diterima, , ,
kehidupanku kedepannya. .
dan terakhir tentang sheryl.
aku kembali memikirkan adik satu satunya dari shita tersebut.
semenjak kapan kami jadi dekat begini?
sampai sampai sheryl jatuh hati kepadaku.
seingatku dulu ketika shita masih ada,
sheryl selalu bersikap malu2, dan cuek saja denganku.
ketika dia dan shita berkunjung ke rumah lebaran dua tahun lalu,
semua masih normal, hanya saja sheryl ikut memelukku bersama kakaknya ketika mereka kujemput di stasiun.
setelahnya tapi tidak ada apapun,
karena kuanggap sheryl masih kecil.
dan ketika shita meninggal, dari situlah sheryl mulai menampakkan kedekatannya.
awalnya aku hanya menganggapnya sebagai adik.
dan seiring waktu ketika dia sudah SMA, dan secara fisik juga semakin dewasa.
aku seperti melihat shita yang lain.
mungkin ini memang salahku karena selama ini menganggap sheryl sebagai shita.
dan setelah begitu banyak hal,
tiba tiba kemarin aku dengan jahatnya mengatakan hal tersebut.
duh duh, , ,
sekarang barulah aku jadi bisa memaklumi kemarahan sheryl.
maafin mas tiyo ya dek,
mas tiyo menyesal.
kalau sudah begini,
biarlah waktu yang bicara.
sampai kamu memaafkan mas,
dan sampai mas bisa menerima kamu sebagai dirimu sendiri. . .
setelah asyik merenung, ,
perlahan lahan kesadaranku mulai lepas seiring mata yang sudah kututup semenjak tadi.
hangat dan empuknya kasur memanjakan tubuhku yang sudah terlalu lelah oleh 3 hari perjalanan panjang.
perjalanan dari timur ke barat demi memperjuangkan masa depan. .
dan mencari arti dari kehidupan. .
==
" ketika mimpimu
yang begitu indah, ,
tak pernah terwujud, ,
ya sudahlah "
suara lagu bondan prakoso membangunkanku.
aku membuka mata dan berusaha beradaptasi dengan suasana kamar yang terang.
semalam aku memang tidak mematikan lampu,
karena jika lampu kumatikan,
biasanya tidurku terlampau nyaman.
kuraih hp disebelah dan kumatikan alarmnya.
" astaghfirullah!! jam 05:00!! "
aku segera melompat dari tempat tidur dan berlari menuju kekamar mandi.
aku lupa mensetting ulang alaram agar aku bangun lebih awal.
dengan jadwal dimulai jam setengah 6, seharusnya aku bangun pukul 4 tadi.
akupun buru buru menyelesaikan mandiku.
sholat subuh sebentar, lalu beres beres secepatnya, dan segera checkout.
petugas di resepsionis nampak masih terlelap dikursinya.
kubangunkan dia dan segera menyerahkan kunci kamar.
petugas itu menerima dengan mata masih mengantuk.
setelah beres, aku segera berlari keluar hotel mencari angkot.
beruntunglah ada angkutan yang sudah bersiap berangkat.
akupun buru buru naik.
tak lama aku sudah sampai didepan gerbang markas kopassus dimana stadion yang menjadi lokasi tes berada.
aku buru buru turun dan membayar.
kemudian aku berlari.
jam berapa ini, moga moga tidak terlambat, ,
pikirku sambil merogoh saku untuk melihat jam di HP.
" dhegg!!! "
aku menghentikan langkahku.
" HAPEKU KETINGGALAN DIKAMAR HOTEL TADI!! "
astaghfirullah, ,
kok bisa ketinggalan!
aku berhenti dan memeriksa kelengkapan yang kubawa.
ternyata semua ada kecuali hp yang tadi kulemparkan begitu saja ketika sadar sudah kesiangan.
aduh, masa aku harus balik lagi ke hotel.
ketika aku sedang bingung, dibelakangku nampak dua orang peserta tes lain yang juga berlari lari kecil.
aku: " mas, mau tes juga? "
mereka: " iya mas, masnya juga? "
aku: " iya "
mereka: " ayo mas, terlambat kita, sudah jam setengah enam "
sejenak kebingungan masih menyelimuti.
namun kemudian aku kembali memakai tas punggungku dan berlari menyusul kedua peserta tes barusan.
ah, biarlah, yang penting tes dulu.
semoga HP ku tidak hilang.
kuputuskan untuk mengikuti tes dan mengikhlaskan HP,
nanti sepulang tes akan kuulang datang ke sana.
siapa tahu masih rezeki.
sesampainya distadion, ternyata sedang dalam pendataan peserta.
aku menyerahkan berkas dan juga kartu tanda peserta yang tempo hari kucetak dari lembar bukti rekrutmen.
panitia menerima dan menyuruhku untuk berganti pakaian.
setelahnya aku disuruh untuk masuk kedalam stadion dan bersiap untuk tes samapta.
rangkaian tes dimulai dengan pemeriksaan kondisi tubuh dimana tensi para peserta tidak boleh melebihi batas atas.
seluruh peserta lolos dan bersiap untuk lari 12 menit berkeliling trek jogging.
setelah semua peserta menerima nomor dada, kami diberi aba aba untuk bersiap siap.
dan begitu peluit ditiup, maka tes samapta resmi dimulai.
aku menyelesaikan 12 menit lariku dengan berlari 6.5 putaran. ( 1 putaran 400 meter )
nampaknya fisikku sudah banyak drop setelah hampir tidak pernah berolahraga selepas lulus sekolah 4 tahun lalu.
padahal dulu ketika ujian praktek, aku bisa menyelesaikan 2.4 km hanya dalam waktu 8 menit 50 detik.
artinya jika aku diberi waktu 12 menit, mungkin waktu itu aku bisa 8 putaran, bahkan lebih.
namun nampaknya 6.5 putaran sudah cukup karena dibelakangku masih banyak peserta lain yang hanya bisa menembus 5 putaran.
setelah selesai tes lari,
kami diberi kesempatan beristirahat sejenak.
baru kemudian dilanjutkan dengan push up & sit up, dimana masing masing diberi waktu satu menit.
aku hanya bisa menyelesaikan 40 push up dan 42 sit up.
sekali lagi terjadi penurunan kondisi fisik dimana jaman sekolah dulu aku bisa menembus 50 kali lebih untuk masing masing tes tersebut.
selesai push up dan sit up,
kami menuju ke area gymnastic untuk melakukan pull up.
disana kami dipersilahkan untuk melakukan pull up dalam satu kali kesempatan.
panitia mempersilahkan kami melakukan pull up sekuatnya.
maka kamipun bergantian melakukan pull up pada tiang yang tersedia.
satu persatu peserta maju dan melakukan pull up.
beberapa hanya bisa melakukan 2 atau 3 kali pull up penuh dalam kesempatan tersebut.
namun ada juga yang bisa menembus hingga 5 kali, bahkan ada yang hitungannya sampai 14 kali.
aku takjub juga melihat peserta tersebut.
tapi wajar karena dari posturnya memang mendukung.
tubuhnya ramping, namun berotot.
terutama bahu dan lengannya nampak lebar & kekar.
kontras dengan ukuran kakinya yang kecil.
mungkin dia sudah terbiasa datang berlatih di gym.
tibalah giliranku melakukan pull up.
aku maju ketika panitia menyebutkan namaku.
setelah sampai dibawah tiang,
aku mengucapkan bismillah.
menarik nafas agak dalam untuk melepaskan ketegangan.
dan dalam satu lompatan ringan,
aku sudah bergantung di tiang setinggi 2.3 meter tersebut.
dengan menggunakan momentum lompatan pertama tadi, aku langsung mengangkat tubuhku hingga dagu melewati palang pegangan.
setelah itu langsung kulepaskan dan aku berusaha naik lagi.
kali ini rasanya lebih berat.
2
sekali lagi kuulangi gerakan barusan, ,
3
kali ini bahuku mulai merasa terbebani.
kuulangi lagi gerakan barusan. .
4
pundak dan lenganku mulai kaku.
rasanya aku sudah hampir sampai batas.
5, , 6, ,
aku berhasil naik hingga hitungan ke enam.
dan aku bergantung karena sudah tidak kuat untuk langsung melanjutkan.
aku tidak ingin sampai jatuh karena hitungan langsung ditutup.
kutarik nafas sambil mempersiapkan diri untuk naik lagi.
tanganku sudah mulai mati rasa.
kugenggam palang keras keras dan kuangkat tubuhku dengan segenap otot tangan.
sedikit demi sedikit kepalaku naik dan akhirnya bisa sampai diatas palang.
daguku langsung kukaitkan kepalang untuk beristirahat mengurangi beban di kedua lengan.
" masih kuat? "
tanya instruktur dari kopassus yang menjadi panitia.
aku hanya mengedipkan mata kepadanya karena daguku membantu menahan berat badan.
keringat mengalir deras, ,
perutku juga sudah mulai kaku karena menahan posisi tubuh.
sisa dari push up tadi masih berasa sekali.
aku melepaskan dagu dari palang dan kembali pada posisi bergantung.
tanganku rasanya benar benar mati rasa.
ingin rasanya melepaskan pegangan.
tapi hati ini tak ingin berhenti.
hatiku berusaha keras meyakinkan diri jika aku mampu untuk tarikan ke delapan.
aku sudah meringis menahan nyeri ditangan dan perut.
para peserta juga menontonku dan ada yang menyorak soraki agar aku naik lagi.
kutarik nafas sekali lagi.
dan kemudian kukerahkan tenagaku sekuat mungkin.
aku merasa bisa untuk hitungan kedelapan ini jika aku mau memaksa tubuhku sampai ke ambang batas.
" HGGGGGGGHHHHHHH "
suara geramanku menahan nafas dan juga nyeri.
sedikit demi sedikit aku bisa naik.
dan ketika sedikit lagi kepalaku sampai diatas.
aku merasa tanganku sudah sampai pada batasnya.
" ayo tiyo, bisa bisa, sedikit lagi!! "
bisik hatiku.
kugunakan kakiku untuk menendang udara, ,
berusaha menciptakan momentum naik.
akhirnya!!
kepalaku berhasil naik dan dagu juga melewati palang.
instruktur meneriakan hitungan delapan tanda gerakan barusan masuk hitungan.
seketika itu juga genggaman tanganku lepas.
aku sudah sampai pada batasku.
" BRUGH "
aku mendarat dengan kedua kaki,
berjongkok untuk mengurangi gaya benturan.
dan langsung jatuh terduduk.
peserta yang lain bersorak ketika aku jatuh.
aku hanya nyengir kepada mereka.
pak tentara yang menjadi instruktur bangun dari duduknya dan memijat pundakku.
" nah, laki tu kaya gini! pantang menyerah "
" gerrrrr "
kontan para peserta tertawa.
" eh, jangan tertawa kalian, hitungannya memang nggak sebanyak mas siapa tadi itu yang dapat 14? "
tanya pak tentara.
" fulan pak "
jawab seorang peserta.
" iya, mas fulan tadi dapat 14 karena tekniknya benar dan fisiknya mendukung, coba sini mana tadi anaknya "
pak tentara meminta anak tadi maju.
peserta yang tadi mendapatkan 14 hitungan maju dan disuruh berdiri bersebelahan denganku
nampak perbedaan kami yang cukup mencolok.
aku tinggi dengan badan yang ramping.
sedangkan dia setinggi telingaku ( mungkin sekitar 165 cm )
dengan badan bagian atas berotot.
lengannya nampak besar hingga tangannya tidak bisa merapat dengan sempurna disamping tubuh.
" kamu fulan, menurutmu apa kamu masih bisa menambah lagi tadi? "
tanya pak tentara.
" bisa pak, mungkin dua kali lagi "
jawabnya.
" mengapa tidak kamu tambah "
tanya pak tentara.
" karena saya merasa sudah cukup "
jawabnya lagi.
" kalau kamu? "
tanya pak tentara kepadaku.
" tadi sudah batas maksimal pak, "
jawabku sambil memijit lengan kanan dan kiri.
" pada hitungan berapa tanganmu sudah mulai matirasa? "
pak tentara menyasarku lagi.
" hitungan 6 pak "
jawabku.
" mengapa kamu paksakan "
tanya pak tentara.
" karena hati saya merasa masih bisa lagi "
aku menjawab sambil terus memijat lengan yang perlahan segar setelah kuistirahatkan.
pak tentara menepuk pundak kami berdua.
" kalian contoh mereka, contohlah fisik yang kuat dari fulan, dan contohlah hati yang kuat dari siapa namamu? "
pak tentara bertanya kepadaku.
" tiyo "
jawabku tegas.
" contohlah hati yang kuat dari tiyo, dengan kombinasi keduanya, kalian akan menjadi pemuda yang tangguh.
negara ini butuh orang orang semacam itu, mengerti?! "
" mengerti!!!! "
jawab para peserta.
pak tentara tersebut menyuruh kami berdua kembali ke tempat.
aku tersenyum dan menyalaminya.
sebuah kebijaksanaan telah dia ajarkan kepada kami, kaum muda calon penerus negara ini.
terimakasih pak tentara yang namanya tidak saya ketahui.
setelah pull up selesai, kami melaksanakan tes terakhir, yaitu shuttle run, dimana kami harus berlari membentuk angka delapan diantara dua buah cone.
hitungannya sepuluh kali bolak balik.
pada tes terakhir ini banyak dari kami yang sudah habis staminanya,
sehingga sudah tidak terlalu maksimal.
aku sendiri hanya bisa menyelesaikan shuttle run dalam waktu yang kurang memuaskan.
kelincahan dan keseimbangan yang dibutuhkan dalam tes kali ini sudah berkurang karena konsentrasi menurun.
setelah semuanya selesai,
instruktur mengumpulkan kami untuk dibriefing tentang pengumuman hasil tes tersebut.
mereka berkata jika hasil akan diketahui dalam beberapa hari kedepan melalui web rekrutmen.
maka setelah istirahat kami dipersilahkan pulang ke rumah masing masing.
para peserta bersorak girang.
ada perasaan lega karena tes yang cukup menguras tenaga ini sudah selesai dilalui.
aku berkenalan dengan beberapa peserta yang juga datang dari luar banten.
rupanya mereka berasal dari cimahi.
aku jadi teringat dengan mbak ari, kakak sulung dari mas tri yang sudah menikah dan menetap di cimahi.
kami ngobrol banyak hal sambil makan siang.
panitia memang membagikan nasi kotak sebagai menu makan siang kami.
aku juga akhirnya mengetahui jika teman teman baruku yang berasal dari cimahi ini masih bekerja di perusahaan disana.
mereka cuti untuk bisa ikut tes.
alasannya karena menurut mereka disini lebih prospektif daripada ditempat kerja mereka sekarang.
padahal salah satu dari mereka bekerja di pabrik pengolahan meses terkenal.
aku hanya mengangguk angguk dan merasa senang bisa mendapat teman baru sekaligus bertukar pengalaman.
( bersambung )
symoel08 dan 13 lainnya memberi reputasi
12