Kaskus

Story

bunbun.orenzAvatar border
TS
bunbun.orenz
[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)
Spoiler for Credit Cover (THANK YOU SO MUCH):


And I know
There's nothing I can say
To change that part

But can I speak?
Well is it hard understanding
I'm incomplete
A life that's so demanding
I get so weak
A love that's so demanding
I can't speak

I see you lying next to me
With words I thought I'd never speak
Awake and unafraid
Asleep or dead



- Famous Last Words by MCR -


JAGALAH SOPAN-SANTUN ANDA DALAM BERKOMENTAR, KARENA 90% TOKOH DISINI IKUT MEMBACA


Masa ini adalah lanjutan dari sebuah Masa yang Paling Indahyang dituangkan oleh suami ku tercinta Agatha


Quote:


Spoiler for Special Thanks:


***



Spoiler for From Me:


Versi PDF Thread Sebelumnya:

MyPI PDF

Credit thanks to Agan njum26



[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)

Foto diatas hanyalah sebagai ilustrasi tokoh dalam cerita ini


Quote:
Polling
0 suara
SIAPAKAH YANG AKAN MENJADI NYONYA AGATHA ?
Diubah oleh bunbun.orenz 04-07-2017 12:31
drakenssAvatar border
snf0989Avatar border
ugalugalihAvatar border
ugalugalih dan 27 lainnya memberi reputasi
26
1.5M
7.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.2KAnggota
Tampilkan semua post
glitch.7Avatar border
glitch.7
#6493
Side Story


Ramadhan 1438 Hijriyah.

Buk..

Gua terbangun di waktu pagi buta oleh dentuman yang cukup keras menghantam perut ini.

"Heeeuggghh...", Gua terperanjat sambil menahan sakit.

"Hihihihi...", gelak tawa yang keluar dari mulut mungilnya terdengar cukup nyaring.

"Ya Allooh.. Adee.. Sakit iih", ucap Gua sambil melotot kepada seorang anak gadis cantik yang nampaknya baru bangun tidur juga.

"Cii Ayaah maa.. Banguun ish.. Saul Yaah Sauuull..", ucapnya sambil memonyongkan bibir dengan kedua tangan yang direntangkan.

"Iya bentaran atuuh", jawab Gua seraya terduduk diatas kasur, yang otomatis tubuhnya merosot ke paha Gua.

Tidak lama kemudian seorang wanita cantik masuk kedalam kamar ini.

"Udah bangun belum Ayahnya De..?", tanyanya sambil berjalan mendekat.

"Uda Mah.. Tuh Ci Ayah balu bangun...", jawabnya sambil menunjuk kearah wajah ini.

"Kamu dibangunin sama aku susah banget Mas..", ucap wanita cantik yang sudah sah menjadi istri Gua selama ini.

"Ngantuuuukk beuut Sayang...", jawab Gua seraya meregangkan otot.

Orenz bangun lalu berdiri pada kedua paha Gua.

"Wadaaaww....", teriak Gua. "Ngapain diri disitu Dek ? Jatoh nantii eh..", ucap Gua lagi lalu memegangi kedua tangannya.

"Kamu tuh tiap malam ngobrol mulu sama teman-teman sih.. Sampe begadang segala..", ucap istri Gua lagi sambil memasukan beberapa pakaian ke lemari.

"Ayaah.. Nanti siang mau mandi bolaaa..", teriak Orenz yang masih Gua pegangi.

"Iya sayang.. Mandi bola iya..".

"Mas, ayo makan sahur dulu.. Udah disiapin daritadi juga makanannya...", ajak istri Gua lagi.

Gua pun menggendong Orenz lalu beranjak dari kasur dan berjalan menuju ruang makan.

Disana sudah ada Mba Laras dan suaminya duduk bersebelahan.

"Ayahnya susah dibangunin ya De..?", tanya Mba Laras melirik kepada Orenz yang masih Gua gendong.

Orenz mengangguk cepat lalu menengok kepada Gua. "Cii Ayaaahh.. Hihihihi...", ucapnya sambil mencubit pipi ini pelan.

"Begadang terus selama puasa dia Bu..", timpal istri Gua kepada Mba Laras.

"Jangan kebanyakan begadang Za.. Gak baik untuk kesehatan kamu..".

"Iya Bu, iya.. Ini perempuan pada ceramah subuh deh", jawab Gua yang sudah duduk di kursi makan, tepat bersebrangan dengan Mba Laras.

"Hahaha.. Emang gitu Za, namanya juga wanita, Bapak aja diomelin terus sama Ibu mu nih tiap begadang", kali ini suami Mba Laras yang menimpali.

"Ya gimana gak ngomel, begadang terus ngopi sambil ngerokok", jawab Mba Laras kepada suaminya.

Gua dan istri tertawa pelan mendengar sedikit debat antara Ibu dan Bapak tiri Gua itu.

Ya hari ini cukup ramai di ruang makan, karena Mba Laras dan suaminya itu sedang menginap, dan hari ini sudah hari kedua mereka menemani Gua dan keluarga di rumah kami. Gua mulai menyantap makan sahur setelah istri Gua menuangkan lauk keatas nasi kedalam piring makan, lalu sesekali menyuapi Orenz yang ikut-ikutan sahur sambil memainkan lego di meja makan. Tidak lama kemudian seorang wanita ikut bergabung di meja makan ini dan duduk di sisi kiri Gua. Kami berlima ditambah seorang gadis kecil yang berada dipangkuan ini menikmati makan sahur tahun dua ribu tujuh belas dengan suasana yang cukup ramai, beberapa hal menjadi perbincangan kami hingga sebuah suara dering telpon dari dalam kamar membuat istri Gua beranjak dari duduknya.

Gua dan yang lain masih asyik menyantap makanan ketika suara tangis terdengar cukup nyaring.

"Loch ? Itu suara istri mu Za ?", ucap Mba Laras.

Sejenak kami semua menghentikan aktifitas makan ini untuk sekedar memastikan apakah benar itu suara isak tangis dari istri Gua.

Gua berdiri dan menyerahkan Orenz kepada wanita disamping kiri tadi, lalu bergegas ke kamar dan berhenti ketika melihat dia menangis sambil masih menerima telpon. Tidak lama kemudian smartphone miliknya ditaruh diatas kasur, disisinya. Lalu Gua kembali berjalan mendekatinya yang masih duduk diatas kasur itu, dan langsung memeluknya.

"Kenapa sayang ? Ada apa ?".

"Papah Mas.. Papah masuk rumah sakit lagi..", jawabnya sambil terisak dalam dekapan Gua.

...
...
...

Beberapa hari setelahnya, Gua sedang kebagian libur jaga malam. Ya, ketika Papah mertua Gua masuk rumah sakit beberapa hari sebelumnya, Gua bergantian ikut menjaganya di rumah sakit.

Saat itu malam hari, Gua sedang asyik mengobrol dengan beberapa teman di aplikasi chatt Line sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok di halaman belakang ketika suara derap langkah kaki terdengar cukup nyaring.

"Mas.. Mas..", teriak istri Gua dari arah dalam rumah.

Gua bangun dan berdiri tepat diambang pintu. "Ya sayang.. Kenapa ?".

"Kita ke rumah sakit sekarang ya Mas, Papah kritis Mas..", ucapnya dengan raut wajah yang sangat khawatir.

Tidak butuh waktu lama bagi Gua untuk langsung bergegas ke lantai dua dan mengambil kunci mobil serta berganti pakaian sekedarnya. Ketika Gua baru saja mengenakan sweater, tiba-tiba saja anak Gua bangun.

"Ayah.. Mau kemana ?", tanya Orenz dengan mata yang menahan kantuk.

Gua berjalan mendekatinya dan duduk di sisi kasur. "Kok adek bangun ? Bobo lagi ya sayang, Ayah gak kemana-mana kok..", jawab Gua sambil mengelus keningnya.

"Ayah bobo sini ya, temenin Olenznya... Olenz pingin bobo sama Ayah", lanjutnya sambil memegang tangan kanan Gua.

Gua tersenyum lalu melirik kepada seorang wanita yang berdiri tepat disamping Gua.

"Ayahnya ada kerjaan sayang, nanti besok pagi kita main sama Ayah yaa..", ucap wanita tersebut kepada Orenz.

Orenz bangun dan terduduk sambil mengucek matanya. "Enggak boleh, inikan udah malem, Ayah kan udah pulang... Besok aja pelginya sama Olenz...", jawab Orenz merajuk.

"Aku ikut aja ke rumah sakit ya, udah bangun gini susah pasti dia tidur laginya... Nanti yang ada nyariin kamu pasti..".

Gua menghela nafas lalu menyetujui sarannya. "Yaudah iya...".

Singkat cerita kami berempat sudah berada di dalam mobil dengan supir pribadi istri Gua. Orenz berada dipangkuan istri Gua sambil sesekali memainkan mainan yang ia dapatkan dari kinder joy. Sekitar lima belas menit kami semua sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruangan dimana tempat Papah mertua Gua dirawat. Sebelumnya Gua sempat berdebat dengan pihak keamanan rumah sakit karena menjenguk pasien tidak boleh membawa anak umur dibawah tiga tahun. Tapi setelah istri Gua yang bernegosiasi, akhirnya Orenz boleh ikut masuk.

Baru saja kami sampai di depan ruangan, Mamah mertua Gua keluar ruangan sambil mengutak-atik handphonenya hingga tidak sadar kami sedang berjalan mendekat.

"Mamah", ucap istri Gua.

"Nak...", (aslinya memanggil nama istri Gua).

Beliau langsung menangis dan mereka berdua pun berpelukan. Gua berdiri tepat disampingnya bersama seorang wanita yang menggendong Orenz.

Kemudian setelah mereka selesai berpelukan tanpa berbicara apapun, Mamah mertua Gua melirik kepada Orenz dan mengusap rambutnya.

"Orenz.. Kakek kamu udah 'pulang'Nak...", ucap Beliau sambil menangis.

Kami semua yang mendengar ucapan tersebut langsung kaget. Sontak Gua yang awalnya masih mengobrol pada sebuah aplikasi chatting terkejut dan secara otomatis malah mengetik dan memberikan kabar duka itu pada obrolan chatt. Istri Gua menangis lagi dan memeluk Mamah mertua Gua.

Gua masukan smartphone kedalam saku celana, kemudian mengusap bahu istri Gua. Tidak lama kemudian, istri Gua Limbung, dan nyaris pingsan, Gua memeganginya dan mendudukannya di sebuah kursi besi di sisi dinding rumah sakit ini. Gua memeluknya sambil duduk.

"Sabar ya sayang, ikhlas.. Mungkin ini yang terbaik yang Tuhan berikan untuk Papah..", ucap Gua mencoba menenangaknnya.

"Tuluun.. Mau Tuluuun...", Orenz merengek ingin turun dari gendongan.

Lalu gadis kecil itu berjalan dua langkah kedepan, kini tepat berdiri dihadapan Gua dan Istri yang masih duduk.

"Mamah...", ucap Orenz.

"Iya sayang...", istri Gua menengok dengan airmata yang masih berderai.

"Mamah kenapa nangis ? Kan ada Olenz....".

Ucapan gadis kecil itu meruntuhkan mental Gua seketika, tidak terkecuali seorang wanita yang sebelumnya menggendong Orenz. Kami semua menangis ketika Orenz memeluk Istri Gua.


***


Tanggal empat belas juni dua ribu tujuh belas lalu, Papah mertua Gua berpulang setelah berjuang dengan sakit yang sudah dideritanya beberapa tahun terakhir ini. Beliau memang manusia biasa seperti kita semua. Tapi ada satu hal yang selalu terpatri diotak Gua ketika dua kalidirinya memberikan kepercayaan penuh untuk Gua. Dan kepercayaan itu, kedua hal tersebut, bukanlah suatu hal yang biasa, setidaknya menurut Gua seperti itu. Beliau adalah seorang lelaki yang sangat mencintai keluarganya, terutama anaknya, istri Gua.

Dan Almarhum adalah sosok yang Gua hormati selama ini. Terimakasih untuk kepercayaan yang Papah berikan kepada saya. Semoga saya selalu bisa memegang teguh amanat dan kepercayaan Papah.

Selamat jalan Pah, tenang dan berbaringlah dalam bahagia di alam sana. Do'a kami menyertai Papah. We always love you... emoticon-heart emoticon-rose
Diubah oleh glitch.7 25-06-2017 22:33
dany.agus
dany.agus memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.