- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.8K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#78
Accidentally Meet 2 : Firasat
Romeo berjalan dengan santai sambil mendengarkan lagu dari earphone yang dipasang di telinganya. Arelia dan Romeo telah tiba di stasiun bus dimana kemarin mereka naik bus tersebut.
Bus nomor 54. Mereka memilih duduk di bangku yang ada di stasiun bus tersebut.
“Semua tulisannya mandarin. Aku tidak bisa baca.”, Romeo membuka pembicaraan.
“Seharusnya kamu mengajak Johnny tadi. Bukan aku.”, ujar Arelia.
Romeo hanya tersenyum kemudian membuka catatan di bukunya. Dia memilih untuk tidak berkomentar. Arelia mencoba mengambil foto papan rute bus dan mengirimnya kepada Johnny.
“Arelia, aku tahu soal dirimu yang sangat bersemangat. Dan juga banyak hal tentang dirimu. Aku tahu aku tidak banyak membantu dengan bersamamu. Tapi, setidaknya aku cuma ingin agar aku tahu kalau kamu aman-aman saja.”, Romeo berbicara tanpa menatap Arelia. Arelia terkejut dengan pengakuan Romeo. Arelia hanya bisa berdehem membersihkan tenggorokan.
“Aku akan baik-baik saja. Kau tidak perlu cemas. Justru kamu perlu berhati-hati.”, jelas Arelia setelah berhasil menguasai diri. “Okay, itu aku anggap sebagai bentuk kepedulianmu. Aku berterima kasih.”, senyum Romeo.
“Aku tahu ini sangat tidak masuk akal. Aku bermimpi kalau kita bertiga belas tewas.”, ujar Arelia.
“Semalam?”, tanya Romeo kembali. “Iya. Dan kamu yang meninggal dengan paling tragis. Aku tidak bisa melihat dengan jelas. Tapi seseorang mengiris-iris dirimu. Hingga kau kehabisan darah dan tewas.”, Arelia mencoba mengetatkan jaketnya.
“Karena itu kamu bilang kalau kamu lebih suka bertanggung jawab atas dirimu sendiri?”, tanya Romeo.
“Aku memang tidak pernah mau menggantungkan hidupku pada siapapun.”, ujar Arelia.
Romeo berjalan dengan santai sambil mendengarkan lagu dari earphone yang dipasang di telinganya. Arelia dan Romeo telah tiba di stasiun bus dimana kemarin mereka naik bus tersebut.
Bus nomor 54. Mereka memilih duduk di bangku yang ada di stasiun bus tersebut.
“Semua tulisannya mandarin. Aku tidak bisa baca.”, Romeo membuka pembicaraan.
“Seharusnya kamu mengajak Johnny tadi. Bukan aku.”, ujar Arelia.
Romeo hanya tersenyum kemudian membuka catatan di bukunya. Dia memilih untuk tidak berkomentar. Arelia mencoba mengambil foto papan rute bus dan mengirimnya kepada Johnny.
“Arelia, aku tahu soal dirimu yang sangat bersemangat. Dan juga banyak hal tentang dirimu. Aku tahu aku tidak banyak membantu dengan bersamamu. Tapi, setidaknya aku cuma ingin agar aku tahu kalau kamu aman-aman saja.”, Romeo berbicara tanpa menatap Arelia. Arelia terkejut dengan pengakuan Romeo. Arelia hanya bisa berdehem membersihkan tenggorokan.
“Aku akan baik-baik saja. Kau tidak perlu cemas. Justru kamu perlu berhati-hati.”, jelas Arelia setelah berhasil menguasai diri. “Okay, itu aku anggap sebagai bentuk kepedulianmu. Aku berterima kasih.”, senyum Romeo.
“Aku tahu ini sangat tidak masuk akal. Aku bermimpi kalau kita bertiga belas tewas.”, ujar Arelia.
“Semalam?”, tanya Romeo kembali. “Iya. Dan kamu yang meninggal dengan paling tragis. Aku tidak bisa melihat dengan jelas. Tapi seseorang mengiris-iris dirimu. Hingga kau kehabisan darah dan tewas.”, Arelia mencoba mengetatkan jaketnya.
“Karena itu kamu bilang kalau kamu lebih suka bertanggung jawab atas dirimu sendiri?”, tanya Romeo.
“Aku memang tidak pernah mau menggantungkan hidupku pada siapapun.”, ujar Arelia.
Diubah oleh anism 25-06-2017 18:26
0