- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#75
Racun Tikus
“Hasil otopsinya keluar. Ada racun tikus dibagian tangan dan usus korban.”, ujar Samantha.
“Orang seperti apa yang membunuh orang dengan racun tikus? Keterlaluan.”, omel Emmy jijik.
“Pembunuh biasa yang tidak punya banyak intrik. Membunuh dengan sederhana saja.”, kerling Lativa.
Emmy hanya bisa menganga tanpa mengira Lativa yang tidak biasanya berkomentar segera memberikan jawaban se -straight itu.
Lativa hanya tersenyum manis seperti biasa tanpa dosa. Samantha hanya menatap mereka sejenak dan kembali ke topik.
“Dari sini kita bisa mempersempit permasalahan ini.", Samantha berhenti sejenak, kemudian memandangi satu demi satu wajah rekan-rekannya. Seakan-akan Ia sedang menelisik dan bisa membaca apa yang ada di dalam diri mereka masing-masing.
------"Satu, berarti benar dugaan kita bahwa ini adalah pembunuhan yang direncanakan." -------
------"Kedua, pembunuh sudah pasti ada di antara kita semua di dalam bus itu. Korban telah dikelabui semenjak berada di dalam bis." ----------------"Ketiga, racun tidak berasal dari hasil jabat tangan seperti yang disangkakan kita selama ini. Hal ketiga adalah asumsi paling penting dalam kasus ini yang menyempitkan pencarian kita.” -------
“Wow, darimana kamu mendapatkan asumsi dari semua ini? Terutama yang ketiga itu?”, tanya James.
“Karena, mereka semua saling mengenal. Pastinya mereka saling bersalaman, asumsi awal membuat kita berputar-putar mencari siapa yang menyalamin korban terakhir kali bukan? Agar keadaan itu menjadi sempurna bagi kita untuk mencocokkan siapa pelakunya. Tapi hal tersebut berisiko untuk dilakukan oleh tersangka. Dia tidak akan bertaruh untuk hal itu. Karena tujuannya adalah strike.", ujar Samantha yang seakan terhenti untuk mengambil napas.
Namun untuk sejenak ia tidak melanjutkan analisanya dan kemudian tersenyum. Mereka semua memilih berpikir dan malah sepertinya tidak terganggu dengan tidak dilanjutnya pemikiran Samantha.
“Hasil otopsinya keluar. Ada racun tikus dibagian tangan dan usus korban.”, ujar Samantha.
“Orang seperti apa yang membunuh orang dengan racun tikus? Keterlaluan.”, omel Emmy jijik.
“Pembunuh biasa yang tidak punya banyak intrik. Membunuh dengan sederhana saja.”, kerling Lativa.
Emmy hanya bisa menganga tanpa mengira Lativa yang tidak biasanya berkomentar segera memberikan jawaban se -straight itu.
Lativa hanya tersenyum manis seperti biasa tanpa dosa. Samantha hanya menatap mereka sejenak dan kembali ke topik.
“Dari sini kita bisa mempersempit permasalahan ini.", Samantha berhenti sejenak, kemudian memandangi satu demi satu wajah rekan-rekannya. Seakan-akan Ia sedang menelisik dan bisa membaca apa yang ada di dalam diri mereka masing-masing.
------"Satu, berarti benar dugaan kita bahwa ini adalah pembunuhan yang direncanakan." -------
------"Kedua, pembunuh sudah pasti ada di antara kita semua di dalam bus itu. Korban telah dikelabui semenjak berada di dalam bis." ----------------"Ketiga, racun tidak berasal dari hasil jabat tangan seperti yang disangkakan kita selama ini. Hal ketiga adalah asumsi paling penting dalam kasus ini yang menyempitkan pencarian kita.” -------
“Wow, darimana kamu mendapatkan asumsi dari semua ini? Terutama yang ketiga itu?”, tanya James.
“Karena, mereka semua saling mengenal. Pastinya mereka saling bersalaman, asumsi awal membuat kita berputar-putar mencari siapa yang menyalamin korban terakhir kali bukan? Agar keadaan itu menjadi sempurna bagi kita untuk mencocokkan siapa pelakunya. Tapi hal tersebut berisiko untuk dilakukan oleh tersangka. Dia tidak akan bertaruh untuk hal itu. Karena tujuannya adalah strike.", ujar Samantha yang seakan terhenti untuk mengambil napas.
Namun untuk sejenak ia tidak melanjutkan analisanya dan kemudian tersenyum. Mereka semua memilih berpikir dan malah sepertinya tidak terganggu dengan tidak dilanjutnya pemikiran Samantha.
Diubah oleh anism 20-06-2017 19:00
0