- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.9K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#74
Asumsi Arelia
“Teman-teman. Aku menyadari satu hal. Oke. Brian, berhenti tertawa sekarang dan dengarkan aku.”, Arelia mengeluarkan gaya khasnya. Brian akhirnya membiarkan James mentacklenya sekali.
Mereka semua memperhatikan wanita itu. Menunggu apa yang mungkin telah ia ketahui. “Seseorang telah mencoba menunggu korban untuk membunuh dirinya sendiri.”
“A…. apa?? Tunggu. Bagaimana caranya melakukan hal itu.”, Emmy mulai tertarik dengan analisa Arelia.
“Kau ingat bahwa A Rong bercerita pada teman sesama supirnya kalau itu adalah kebetulan yang hebat dimana mereka mengenal satu sama lain di dalam bus itu. Apa yang kita lakukan bila…. dengan sangat kebetulan kita semua berpisah dalam waktu yang lama dan bertemu di dalam bis tersebut?”, Arelia menjawab pertanyaan Emmy.
“Kita saling menyapa?”, Johnny menjawab dengan lugu.
“Lalu?”, Arelia berkata seolah-olah dia adalah guru TK yang sedang mencoba memancing muridnya dari awal.
“Kita bisa bersalaman.”, Brian menjawab dengan kalem.
“Exactly, Brian!”, Arelia mengedipkan matanya.
“Jadi sedari awal….”, Emmy sangat terkejut.
“Benar, sedari awal racun sudah ada ditangan korban. Dan pelaku hanya menunggu waktu dimana korban terkena racunnya. Bahkan dia tidak perlu menunggu. Dia bisa saja membiarkan pria itu mungkin pulang, makan malam bersama dengan keluarganya. Mengambil sepotong semangka untuk mencuci mulut sambil menonton. Menjilat tangannya yang terkena lelehan air semangka dan semuanya well done. Hanya kenyataannya pria itu juga suka menjilati tangan setelah makan manisan buah.”, jelas Arelia.
“Apakah artinya orang terakhir yang bersalaman dengan pria itu lah yang membunuhnya? Ya, kau tahu kan korban bisa saja bersalaman dengan orang lain apabila pelaku menyalaminya paling pertama.”, tanya Gerry.
“Iya. Itu benar sekali. Hanya sekarang tidak ada yang tahu. Tidak ada cctv di bis tersebut. Jadi siapa saja bisa mengakui kalau mereka bukan yang terakhir bersalaman dengan korban.”, ujar Arelia kembali.
“Teman-teman. Aku menyadari satu hal. Oke. Brian, berhenti tertawa sekarang dan dengarkan aku.”, Arelia mengeluarkan gaya khasnya. Brian akhirnya membiarkan James mentacklenya sekali.
Mereka semua memperhatikan wanita itu. Menunggu apa yang mungkin telah ia ketahui. “Seseorang telah mencoba menunggu korban untuk membunuh dirinya sendiri.”
“A…. apa?? Tunggu. Bagaimana caranya melakukan hal itu.”, Emmy mulai tertarik dengan analisa Arelia.
“Kau ingat bahwa A Rong bercerita pada teman sesama supirnya kalau itu adalah kebetulan yang hebat dimana mereka mengenal satu sama lain di dalam bus itu. Apa yang kita lakukan bila…. dengan sangat kebetulan kita semua berpisah dalam waktu yang lama dan bertemu di dalam bis tersebut?”, Arelia menjawab pertanyaan Emmy.
“Kita saling menyapa?”, Johnny menjawab dengan lugu.
“Lalu?”, Arelia berkata seolah-olah dia adalah guru TK yang sedang mencoba memancing muridnya dari awal.
“Kita bisa bersalaman.”, Brian menjawab dengan kalem.
“Exactly, Brian!”, Arelia mengedipkan matanya.
“Jadi sedari awal….”, Emmy sangat terkejut.
“Benar, sedari awal racun sudah ada ditangan korban. Dan pelaku hanya menunggu waktu dimana korban terkena racunnya. Bahkan dia tidak perlu menunggu. Dia bisa saja membiarkan pria itu mungkin pulang, makan malam bersama dengan keluarganya. Mengambil sepotong semangka untuk mencuci mulut sambil menonton. Menjilat tangannya yang terkena lelehan air semangka dan semuanya well done. Hanya kenyataannya pria itu juga suka menjilati tangan setelah makan manisan buah.”, jelas Arelia.
“Apakah artinya orang terakhir yang bersalaman dengan pria itu lah yang membunuhnya? Ya, kau tahu kan korban bisa saja bersalaman dengan orang lain apabila pelaku menyalaminya paling pertama.”, tanya Gerry.
“Iya. Itu benar sekali. Hanya sekarang tidak ada yang tahu. Tidak ada cctv di bis tersebut. Jadi siapa saja bisa mengakui kalau mereka bukan yang terakhir bersalaman dengan korban.”, ujar Arelia kembali.
Diubah oleh anism 20-06-2017 18:46
0