Sebuah perusahaan yang sudah diakui telah banyak melahirkan karya-karya hebat dari tangan para seniman pekerjanya. Raka,pemuda yang memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya karena persaingan ideolagi yang tak kunjung reda,akhirnya memutuskan pergi untuk melamar masuk ke Fruits.
Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?
Q :PM artinya Private Message bukan Personal Message,bro? A : mmh.. baru nyadar kemarin. Q : Fiksi aneh-aneh lagi? A: mmh.. Fiksi 99% tanpa ada riset sungguhan, jadi tingkat kesamaannya dengan dunia nyata sangat diragukan. Q : Pesan moral keseluruhan cerita aja,langsung? A : pakai helm saat berkendara motor sama stop ngeluh di saat macet (seriously!)
Sore ini aku nggak ketemu dia.. Delia.
Gara-gara urusan ekstra kami jadi nggak ketemu pas jam pulang tadi,
Kangen,sih...
......
Hmm.. Ketemu dia lagi,aku.. Mia.
Mia itu,apa dia ada dimana-mana yah...
Di kantor ada.. Di kantin ada.. Sudah hampir sampai rumah saja aku lihat dia lagi-
Waai-deminit..?? Kenapa dia di halte bus basah kuyup begitu!?
Chapter 9 |His kindness
"Makasih,Raka.." Kata dia saat menerima secangkir teh hangat dari tanganku.
"....mmh"
Pakaiannya basah kuyup begitu,apa dia hujan-hujanan tadi?
Hanya kasih handuk apa cukup,yah? Aku nggak punya pakaian ganti untuk dia..
Hmm.. Telfon Shella??
'Uweh!? Kenapa kamu,Raka?'
'Sudah.. Bawa saja pesenanku,cepat'
'Nggak, nggak percaya aku.. Masa pesan sampai segitu lengkapnya,nggak beres ini'
Damn! Makasih Shell,kamu membantu sekali.
......
Dia nggak mau barang dagangannya dibeli karena aku pesan satu set lengkap..
Terpaksa ajak Mia ke tempatnya,deh.
"Siapa,Raka?" Tanya Shella di luar kamarnya bersamaku.
"Rekan kerja.." Jawabku masih sama berdiri di sana menunggu Mia ganti baju di dalam.
"Kelihatannya nggak beres, kamu nggak apa-apakan,kan?" Tanya Shella kepo.
Ya nggak lah,
Aku sendiri belum tau dia kenapa... Sore tadi aku lihat dia pulang naik taxi,
Tapi kenapa dia ada di halte bus dengan keadaan begitu?
Selain itu... Dia juga seperti ketakutan.
"Oyy?? Rakaa?"
"...hh- kenapa,Mia?"
"Kamu lagi melamun apa,huh?? Kamu nggak mengintip waktu di kamar temenmu tadi,kan?"
"Nggak,lah.. Apaan"
"......."
"Hei,udah malam.. Kamu mau pulang atau menginap di sini?"
"....aku menginap di sini saja,ya.. Tempat tidurnya cukup,kan?"
"Emm... Cukup kalau berdua"
"Tentu saja berdua,memangnya Delia juga mau tidur di sini?? Hehmm~"
Bwahahaa... Apa-apaan nih? Memangnya hidupku ini seperti drama percintaan di film,huh??
Lagi pula.. Kok sempat-sempatnya aku menghayal ke arah situ.
Efek merindukan seseorang,kah?
Nggak baik,nih.
"Oyy?? Rakaa?"
"...hh- kenapa,Mia?"
"Kamu lagi melamun apa,huh?? Kamu nggak mengintip waktu di kamar temenmu tadi,kan?"
"Nggak,lah.. Apaan"
"....makasih yah,sekali lagi"
"Ngomong-ngomong apa yang terjadi sebelumnya? Tiba-tiba basah kuyup sendirian di halte bus.. Memangnya rumahmu ada di dekat sini? Tasmu juga nggak ada,kenapa?"
"Mmm- nggak juga... Tasku tertinggal di kantor,jadi aku diturunkan di tengah jalan.. Daan... Ya sudah,akhirnya kehujanan- hehe"
"Bohong.." Balasku pasti terasa seperti menamparnya,baru saja.
".........aku-"
"...!?"
Nah,sudah kuduga.. Siapa yang akan percaya alasan tas tertinggal?
Kamu bisa saja minta supir taxi itu putar arah kembali ke kantor..
Di awal tadi kamu ketakutan... Dan sekarang kamu menangis seperti ini...
......
Aku juga nggak akan percaya kalau kamu bilang hanya sekedar dirampok,
"...yang terpenting kamu baik-baik saja" kataku membalas cerita panjangnya yang sudah bisa ku prediksi di awal tadi.
"........."
"Iya,kan? Hee"
"Huuh.. Kamu baru akan tau rasanya kalau jadi perempuan,Rakaa"
Thanks God aku terlahir sebagai lelaki..
Pergi sendirian sebagai perempuan memang serba sulit,mungkin..
Untungnya Mia belum sampai diperlakukan macam-macam tadi.
"Tenang.. Aku masih perawan kok pada akhirnya" kata Mia tiba-tiba sangat terbuka.
"Uweeh.. Si- siapa yang tanya kondisimu,huh?" Balasku ikut tertawa saat mengucapkannya.
"Ahahahahaaa...."
ini sudah malam sekali.. Aku harus antar dia pulang.
"Raka,antar aku pulang.." Pinta Mia kemudian.
"Nggak menginap di sini saja?"
"Diihh.. Nggaakk.. Jijik!"
"Hahahaa.."