- Beranda
- Stories from the Heart
FRUITS
...
TS
whiteshark21
FRUITS
Sebuah perusahaan yang sudah diakui telah banyak melahirkan karya-karya hebat dari tangan para seniman pekerjanya. Raka,pemuda yang memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya karena persaingan ideolagi yang tak kunjung reda,akhirnya memutuskan pergi untuk melamar masuk ke Fruits.
Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?
Prolog | Him
Chapter 1 | His inspiration
Chapter 2 | His senior
Chapter 3 | His crush
Chapter 4 | His friend
Chapter 5 | His problem
Chapter 6 | His rival
Chapter 7 | His pursuit
Chapter 8 | His effort
Chapter 9 | His kindness
Chapter 10 | His anger
Chapter 11 | His feeling
Chapter 12 | His wish
Chapter 13 | His smile
Chapter 14 | Her
Chapter 15 | His dream
Chapter 16 | Her truth
Chapter 17 | Her way
Chapter 18 | Her invitation
Chapter 19 | Her voice
Chapter 20 | Both of two
Epilog | Us
Ending |Complete
Q :PM artinya Private Message bukan Personal Message,bro? A : mmh.. baru nyadar kemarin.
Q : Fiksi aneh-aneh lagi? A: mmh.. Fiksi 99% tanpa ada riset sungguhan, jadi tingkat kesamaannya dengan dunia nyata sangat diragukan.
Q : Pesan moral keseluruhan cerita aja,langsung? A : pakai helm saat berkendara motor sama stop ngeluh di saat macet (seriously!)
Butuh lagu?
Youtube link : Opening RWBY Volume 1 | Volume 2 | Volume 3 | Volume 4
Dibacanya pelan-pelan aja gan-sis.
Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?
Spoiler for Daftar Isi:
Prolog | Him
Chapter 1 | His inspiration
Chapter 2 | His senior
Chapter 3 | His crush
Chapter 4 | His friend
Chapter 5 | His problem
Chapter 6 | His rival
Chapter 7 | His pursuit
Chapter 8 | His effort
Chapter 9 | His kindness
Chapter 10 | His anger
Chapter 11 | His feeling
Chapter 12 | His wish
Chapter 13 | His smile
Chapter 14 | Her
Chapter 15 | His dream
Chapter 16 | Her truth
Chapter 17 | Her way
Chapter 18 | Her invitation
Chapter 19 | Her voice
Chapter 20 | Both of two
Epilog | Us
Ending |Complete
Spoiler for Q&A Singkat:
Q :PM artinya Private Message bukan Personal Message,bro? A : mmh.. baru nyadar kemarin.
Q : Fiksi aneh-aneh lagi? A: mmh.. Fiksi 99% tanpa ada riset sungguhan, jadi tingkat kesamaannya dengan dunia nyata sangat diragukan.
Q : Pesan moral keseluruhan cerita aja,langsung? A : pakai helm saat berkendara motor sama stop ngeluh di saat macet (seriously!)
Butuh lagu?
Youtube link : Opening RWBY Volume 1 | Volume 2 | Volume 3 | Volume 4
Dibacanya pelan-pelan aja gan-sis.
Diubah oleh whiteshark21 22-06-2017 03:27
anasabila memberi reputasi
1
5.1K
Kutip
31
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
whiteshark21
#12
Spoiler for Act 1 - Chapter 8:
"Guk-gukk! GUKK!!"
Ghh! Bikin kaget saja... Anjing!
......
Nggak terasa sudah hari senin lagi,
Sebenarnya apa yang aku kaerjakan di tempat kerja?
Kok waktu bisa terasa begitu cepat berlalu..
......
Apa senin ini aku dapat bonus lagi seperti minggu lalu?
Lumayan,kan..
Coba bisa ajak dia jalan... Pasti bonus mingguan ini lebih bernilai sedikit.
Pada akhirnya uang memang berada di barisan terdepan,yah..
Chapter 8 |His effort
Lipstiknya nggak terlalu tebal.. Wajahnya juga sama,
Apa dia nggak berhias dulu setiap berangkat kantor,yah?
Apa nggak punya duit? Lel.. Gaji dia mungkin di atas gaji presiden,kan?
Presiden pertama,haha..
.....
Fuu.. Tetap saja enak dipandang-
"Raka!?" Panggil Delia dari mejanya.
".....!?" eh,pikirku.
"Apa yang kamu liat?" Tanya dia lagi.
"Eh- apa? Memangnya apa yang aku liat??"
"Ciieeeh.. salah arah,Raka.. Noh,di parkiran jodohmu" ledek rekanku.
"Pulang ini langsung cari orang pinter mbak Del, mencurigakan tuh si Raka" ledek satu lagi rekanku.
"Hahahaa..." Yang satu ini cuma menyumbang tawaan.
Mereka itu apa-apaan sih,
Apa Delia jadi nggak nyaman kalaj seisi ruangan ini menyinggung sikapku terhadapnya?
Yang perempuan tadi paling cuma cari perhatian cowok taksirannya.. Kalau nggak Bima jatuhnya si Divid.
Ghh... Aku juga,Inginnya dia tau.
"Rakaa!??" Panggil perempuan yang tak asing lagi suaranya di telingaku.
"..yo"
"Dapat bonus lagi?? Sini traktir aku main" canda Mia.
"Main appa,pakai saja punyamu sendiri"
"Apanya?"
"Bonus mingguanmu lah, apa jangan-jangan rekanmu yang dapat?"
"Hehh, kamu tau juga.. Apa keliatan dari wajahku,huh? Haha"
"Jangan-jangan kamu yang paling parah,yah?"
"Haha' kamu ngajak ribut yah... Aku peringkat 3 teratas,ada 2 orang di grup kami yang lebih bagus dariku"
Seberapa jauh aku harus percaya penilaian mereka.. Delia dan si perempuan kecil itu.
Oh iya,masih ada tiga sisanya juga,yah..
Kalau memang akurat berarti Mia bisa dibilang sebagai seniman yang bagus,
Kecuali semua anggota grup dia sisanya sampah semua..
Tapi kayaknya nggak.. Yang lolos ke kelas senior pasti lolos penilaian Delia terlebih dahulu.
......
Peringkat 3,yah.. Sebagus apa dia?
Apa aku tantang saja?
"Mia.. Kapan kamu kasih liat aku karya aslimu? Boleh kan sebagai mantan teman junior?" Kataku memulai.
"Enak ajaa.. Kalau kamu mau liat punyaku kasih liat dulu punyamu" balasnya bercanda.
Ahh,ternyata bukan bercanda..
Dia sungguhan bilang nggak mau-nya.
Katanya kami bisa bertukar karya minggu depan.. Itu kalau aku setuju,
Yah,dan aku setuju.
......
Mia bilang dia spesialis di menggambar untuk buku komik.
Dua orang yang di atasnya tadi juga sama,mereka bertiga paling mendominan urusan menggambar ilustrasi karakter.
"Adu membuat komik?" Tanyaku setelah mendengar tawaran darinya.
"Kamu tau kan? FRUITS sudah bekerja sama dengan banyak individu maupun kelompok pekerja seni untuk membantu pembuatan komik mereka.. Ada yang hanya bermodalkan cerita dan meminta kami membuatkan ilustrasinya,ada juga para penerbit buku-buku seperti komik dan novel yang meminta bantuan kami.."
"Yah,aku udah hafal di hari pertamaku masuk ke kantor ini"
"Bagus dong,kalau begitu kamu juga paham kalau FRUITS juga menerbitkan buku komiknya sendiri?"
"Aku dengar sudah lebih dari 40 judul komik"
"Yap, divisi kami yang mengerjakan itu setiap minggunya.. nggak semua anggotanya sih,tapi aku salah satunya"
Then?
Meh,sudah jelas kan.. Pakai ditanya,
Kami akan menggarap full satu volume dari komik terbitan kantor ini untuk jatah bulan depan..
Ini sudah di tengah chapter jadi nggak adil kan? Dia jelas-jelas sebagai authornya pasti tau persis semua hal yang terjadi pada karakter fiksi di komiknya.. Lalu aku?
"Noh,script untuk jatah volume bulan depan.. Kamu harus muat dalam 100 halaman" kata Mia selesai mengirim 1 file PDF berukuran raksaksa ke ponselku.
"Ini sudah jalan 12 volume,gimana aku bisa menyesuaikan sama konsep keseluruhannya,huhh?" Tanyaku mengeluhkan tantangannya.
"Hei.. Minggu lalu ingat kan,kamu sok hebat minta diberi pekerjaan yang sulit.. Jadi buktikan saja kemampuanmu sekarang" balasnya puas sekali,kelihatannya.
Sial.. Aku cuma berniat lihat karya punya dia, kenapa jadi repot seperti ini?
100 halaman buku komik? Dalam waktu-
Oh iya,aku belum tanya waktu pengerjaannya..
"Minggu depan kumpulkan ke aku" kata Mia.
"Sihh, kamu kira aku apa? 100 halaman dan buta konsep seperti ini,minta satu minggu?" Responku reflek.
"See? Orang awam.."
"........."
"Yah,coba saja sebisamu.. Kalau nggak selesai juga nggak papa,selagi kamu mau buat nanti aku kasih tunjuk punyaku"
"Nggak perlu,sih.. Aku baru sadar sekarang, aku bisa baca komik buatanmu di toko buku saja nanti"
"Kalau yang dicetak sudah kena campur tangan editor,tau.."
Tetep saja kan,editor cuma kasih garis tebal di atas garis buatanmu..
Sama saja.. Kan?
"Jangan lupa nasehat Delia.. Berkarya bukan sekedar hasil" kata Mia lagi sudah banyak bergerak kali ini,menandakan dia akan menyudahi obrolan kami.
"...........?"
"Etika... Dia sama bernilainya dengan hasil coretanmu" tambahnya melengkapi.
Delia lagi...
Sejenak tadi aku serasa menghilang dari dunia ini,
Tiba-tiba jadi teringat nama itu lagi,sekarang.
Etika?
Ghh! Bikin kaget saja... Anjing!
......
Nggak terasa sudah hari senin lagi,
Sebenarnya apa yang aku kaerjakan di tempat kerja?
Kok waktu bisa terasa begitu cepat berlalu..
......
Apa senin ini aku dapat bonus lagi seperti minggu lalu?
Lumayan,kan..
Coba bisa ajak dia jalan... Pasti bonus mingguan ini lebih bernilai sedikit.
Pada akhirnya uang memang berada di barisan terdepan,yah..
Chapter 8 |His effort
Lipstiknya nggak terlalu tebal.. Wajahnya juga sama,
Apa dia nggak berhias dulu setiap berangkat kantor,yah?
Apa nggak punya duit? Lel.. Gaji dia mungkin di atas gaji presiden,kan?
Presiden pertama,haha..
.....
Fuu.. Tetap saja enak dipandang-
"Raka!?" Panggil Delia dari mejanya.
".....!?" eh,pikirku.
"Apa yang kamu liat?" Tanya dia lagi.
"Eh- apa? Memangnya apa yang aku liat??"
"Ciieeeh.. salah arah,Raka.. Noh,di parkiran jodohmu" ledek rekanku.
"Pulang ini langsung cari orang pinter mbak Del, mencurigakan tuh si Raka" ledek satu lagi rekanku.
"Hahahaa..." Yang satu ini cuma menyumbang tawaan.
Mereka itu apa-apaan sih,
Apa Delia jadi nggak nyaman kalaj seisi ruangan ini menyinggung sikapku terhadapnya?
Yang perempuan tadi paling cuma cari perhatian cowok taksirannya.. Kalau nggak Bima jatuhnya si Divid.
Ghh... Aku juga,Inginnya dia tau.
"Rakaa!??" Panggil perempuan yang tak asing lagi suaranya di telingaku.
"..yo"
"Dapat bonus lagi?? Sini traktir aku main" canda Mia.
"Main appa,pakai saja punyamu sendiri"
"Apanya?"
"Bonus mingguanmu lah, apa jangan-jangan rekanmu yang dapat?"
"Hehh, kamu tau juga.. Apa keliatan dari wajahku,huh? Haha"
"Jangan-jangan kamu yang paling parah,yah?"
"Haha' kamu ngajak ribut yah... Aku peringkat 3 teratas,ada 2 orang di grup kami yang lebih bagus dariku"
Seberapa jauh aku harus percaya penilaian mereka.. Delia dan si perempuan kecil itu.
Oh iya,masih ada tiga sisanya juga,yah..
Kalau memang akurat berarti Mia bisa dibilang sebagai seniman yang bagus,
Kecuali semua anggota grup dia sisanya sampah semua..
Tapi kayaknya nggak.. Yang lolos ke kelas senior pasti lolos penilaian Delia terlebih dahulu.
......
Peringkat 3,yah.. Sebagus apa dia?
Apa aku tantang saja?
"Mia.. Kapan kamu kasih liat aku karya aslimu? Boleh kan sebagai mantan teman junior?" Kataku memulai.
"Enak ajaa.. Kalau kamu mau liat punyaku kasih liat dulu punyamu" balasnya bercanda.
Ahh,ternyata bukan bercanda..
Dia sungguhan bilang nggak mau-nya.
Katanya kami bisa bertukar karya minggu depan.. Itu kalau aku setuju,
Yah,dan aku setuju.
......
Mia bilang dia spesialis di menggambar untuk buku komik.
Dua orang yang di atasnya tadi juga sama,mereka bertiga paling mendominan urusan menggambar ilustrasi karakter.
"Adu membuat komik?" Tanyaku setelah mendengar tawaran darinya.
"Kamu tau kan? FRUITS sudah bekerja sama dengan banyak individu maupun kelompok pekerja seni untuk membantu pembuatan komik mereka.. Ada yang hanya bermodalkan cerita dan meminta kami membuatkan ilustrasinya,ada juga para penerbit buku-buku seperti komik dan novel yang meminta bantuan kami.."
"Yah,aku udah hafal di hari pertamaku masuk ke kantor ini"
"Bagus dong,kalau begitu kamu juga paham kalau FRUITS juga menerbitkan buku komiknya sendiri?"
"Aku dengar sudah lebih dari 40 judul komik"
"Yap, divisi kami yang mengerjakan itu setiap minggunya.. nggak semua anggotanya sih,tapi aku salah satunya"
Then?
Meh,sudah jelas kan.. Pakai ditanya,
Kami akan menggarap full satu volume dari komik terbitan kantor ini untuk jatah bulan depan..
Ini sudah di tengah chapter jadi nggak adil kan? Dia jelas-jelas sebagai authornya pasti tau persis semua hal yang terjadi pada karakter fiksi di komiknya.. Lalu aku?
"Noh,script untuk jatah volume bulan depan.. Kamu harus muat dalam 100 halaman" kata Mia selesai mengirim 1 file PDF berukuran raksaksa ke ponselku.
"Ini sudah jalan 12 volume,gimana aku bisa menyesuaikan sama konsep keseluruhannya,huhh?" Tanyaku mengeluhkan tantangannya.
"Hei.. Minggu lalu ingat kan,kamu sok hebat minta diberi pekerjaan yang sulit.. Jadi buktikan saja kemampuanmu sekarang" balasnya puas sekali,kelihatannya.
Sial.. Aku cuma berniat lihat karya punya dia, kenapa jadi repot seperti ini?
100 halaman buku komik? Dalam waktu-
Oh iya,aku belum tanya waktu pengerjaannya..
"Minggu depan kumpulkan ke aku" kata Mia.
"Sihh, kamu kira aku apa? 100 halaman dan buta konsep seperti ini,minta satu minggu?" Responku reflek.
"See? Orang awam.."
"........."
"Yah,coba saja sebisamu.. Kalau nggak selesai juga nggak papa,selagi kamu mau buat nanti aku kasih tunjuk punyaku"
"Nggak perlu,sih.. Aku baru sadar sekarang, aku bisa baca komik buatanmu di toko buku saja nanti"
"Kalau yang dicetak sudah kena campur tangan editor,tau.."
Tetep saja kan,editor cuma kasih garis tebal di atas garis buatanmu..
Sama saja.. Kan?
"Jangan lupa nasehat Delia.. Berkarya bukan sekedar hasil" kata Mia lagi sudah banyak bergerak kali ini,menandakan dia akan menyudahi obrolan kami.
"...........?"
"Etika... Dia sama bernilainya dengan hasil coretanmu" tambahnya melengkapi.
Delia lagi...
Sejenak tadi aku serasa menghilang dari dunia ini,
Tiba-tiba jadi teringat nama itu lagi,sekarang.
Etika?
0
Kutip
Balas