- Beranda
- Stories from the Heart
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
...
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
⇝★Special Main cover by Special Somebody★⇜
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
╠⇌≪RULES≫⇋╣
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
Quote:
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
Quote:
╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣
Spoiler for FAQ:
╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:
Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.4K
929
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rzrdn62
#924
Part 53: Kesepatan Dalam Kesempatan
Beberapa hari sudah berlalu sejak PC gw serahkan kepada Soni untuk diperbaiki dirumah Helena. Katanya sih kakaknya ahli dalam bidang servis menyervis PC dan barang elektronik lainnya. Semoga saja demikian. Karena PC sedang di rawat, belakangan ini gw jadi sering ngerental bersama Anwar. Buat apa ngerental jika dirumah gw juga ada PS3? Tapi berhubung gw juga sedikit bosan jika hanya bermain dirumah saja, lebih baik gw iyakan ajakan Anwar untuk ngerental. Kira kira 15 ribu habis lah sekali main. Dengan uang segitu waktu yang kami dapatkan lumayan lama, sekitar 5 jam. Ada yang aneh ketika gw main PS di rental dengan main dirumah. Jika gw bermain dirumah, mau berjam jam pun gw tahan dan tidak merasa pusing. Lain halnya jika di rental. Mungkin faktor dari orang yang ngerokok dan suasana yang kurang nyaman membuat gw jadi pusing dan pandangan serasa berputar.
Belakangan ini juga Erlin sudah mulai menghubungi gw kembali, bukan menggunakan HP ibunya. Tetapi menggunakan HP barunya. Ibunya yang membelikannya. Kata Erlin pemberian HP itu juga ada syaratnya, yaitu dia harus mendapat ranking 3 besar di semester 2 nanti. Wih...Itu sih menurut Erlin tidak seberapa. Beda halnya dengan gw. Kalau gw yang dituntut harus mendapat ranking 3 besar, pastinya gw sudah angkat tangan duluan. Apapun iming imingnya. Tapi beda lagi jika Erlin yang meng-iming imingi gw.
Pastinya gw akan sangat bersemangat dan berusaha untuk meraih ranking 3 besar di kelas. Kali ini gw terus mengingkatkan Erlin agar tidak menaruh barang penting sembarangan ketika berada di tempat umum untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Hari ini. Hmm...Seperti biasa lah. Kegiatan gw hanya bermain HP dirumah. Beginilah keseharian gw. Mungkin ada beberapa dari kalian yang menganggap keseharian gw ini sangat membosankan. Tidak jauh jauh dari game, Hp, dan PC. Tapi beginilah keseharian seorang gamer. Gw sudah melekat sekali dengan yang namanya game dari jamannya SD. Lebih tepatnya kelas 2 SD. Pada saat itu gw hanya bermain game Moto GP yang grafiknya tidak sebagus game game jaman sekarang. Masih pixelate. Kemudian pada kelas 5 SD gw baru bermain Counter Strike. Kenapa gw begitu melekat dengan game sejak kecil? Ya ayah gw sendiri yang mengenalkannya kepada gw. Bahkan gw sudah dikenalkan dengan komputer waktu gw masih duduk di taman kanak kanak. Waktu itu monitornya masih sejenis monitor tabung, dengan mouse yang masih menggunakan trackball dan keyboard yang tombolnya belum seempuk sekarang.
Kebetulan gw sudah mandi dari tadi pagi, tepatnya sehabis subuh gw langsung mandi. Entahlah. Gw sendiri juga merasa heran dengan diri gw, kerasukan setan apa gw sehingga gw bisa mandi sepagi itu? Mungkin setan yang berfaedah.
Bukan! Bukan kerasukan setan. Tetapi sehari sebelumnya kalau tidak salah gw sempat membaca suatu artikel yang berisi tentang manfaat mandi pagi. Jadinya keesokan hari gw langsung praktekkan saja. Salah satu manfaatnya adalah agar tetap wangi dan segar di pagi hari, dan gw merasakan itu. Bukan hanya itu, tetapi gw merasa ketampanan gw meningkat 80% jika gw mandi sepagi ini. 
Sekarang jika gw ingin kemana mana tinggal jalan saja, maksudnya tinggal berangkat. Saat gw sedang asik asiknya streaming video di yousub, satu panggilan masuk dengan nomor tanpa nama muncul di layar HP gw. Siapa kira kira? Daripada penasaran, lebih baik gw menjawabnya.
Gw: “Halo...Assalammualaikum.”
Tanpa Nama: “Waalaikumsalam. Ini Reza kan?”
Gw: “Iya bener. Ini siapa ya?”
Tanpa Nama: “Ini gue Helena.”
Gw: “Ohh iya iya. Kenapa Hel? Nomor lo baru ya?”
Helena: “Kan gue punya dua nomor telepon Rez...Cuma mau ngasi tau nih kalau komputer lu belum bisa dibenerin dalam jangka deket. Soalnya ada komponen yang kakak gue gak punya. Kakak gue gak sempet nyarinya sekarang, malah gue yang disuruh nyari.”
Gw: “Yaudah cari lah. Ajak si Soni.”
Helena: “Nah itu dia, Soni gak bisa nganterin gw hari ini. Soalnya dia lagi ada acara keluarga katanya. Kalau bisa lu aja deh Rez anterin gue. Mau gak?”
Gw: “Wah gimana ya...Tapi cuma nganterin doang ya? Dan nanti biaya servisnya murahin. Hehe.”
Helena: “Iya santai. Yaudah gue tunggu ya.”
Gw: “Eh tunggu. Tapi gw kan kaga tau rumah lo dimana. Gimana si lo?”
Helena: “Rumah gue deket Permata kesonoan lagi. Gue tunggu di samping pom deh. Tapi jangan lama lama ya.”
Gw: “Iya iya. Tenang aja, gak sampe satu jam lebih kok. Yaudah gw otw nih. Assalammualaikum.”
Helena: “Waalaikumsalam.”
Pacar teman gw meminta gw untuk mengantarnya mencari komponen untuk komputer gw yang rusak. Karena si Soni sedang tidak bisa mengantarnya. Mudah mudahan saja sih dengan ini biaya reparasi untuk komputer gw bisa berkurang. Hanya mengantar, tidak lebih. Tapi kok gw mau saja ya mengantar orang yang bukan siapa siapanya gw? Ah sudahlah...Demi biaya reparasi murah. Pastinya akan gw lakukan. Tidak usah memakai pakaian yang bagus, sederhana saja. Baju polo dan celana panjang bahan. Gw segera berangkat menuju ke lokasi yang disebutkan Helena barusan dengan Red.
SKIP TRIP
Setelah beberapa puluh menit, gw tiba juga dilokasi yang dimaksud. Dan gw tidak melihat Helena di sekitar sini. Aneh...Atau jangan jangan dia sudah menunggu dari tadi dan pulang lagi karena gw terlalu lama? Gw langsung menghubungi nomor Helena untuk menanyakan keberadaan dia sekarang ada dimana. Gw mengeluarkan HP dari dalam kantung celana dan langsung menelpon Helena. Baru saja gw ingin telepon, tiba tiba gw melihat Helena keluar dari salah satu mini market yang ada di dekat pom bensin ini. Mungkin dia mampir sebentar untuk mencari sesuatu. Gw membuka visor helm dan langsung memanggilnya dari kejauhan kemudian Helena segera menghampiri gw.
Helena: “Lu lama banget sih Rez? Gue nungguin sampe lumutan nih.”
Gw: “Maklum, kan rumah gw lumayan jauh dari sini. Emang lo udah dari kapan disini?”
Helena: “Sekitar 15 menitan sih.
”
Gw: “Itu mah masi belom seberapa penantian lo.
Ngomong ngomong lo ngapain bawa tas segala?”
Helena: “Iya kan buat naro barang barang yang mau dibeli.”
Gw: “Oh iya ya, gw lupa. Hehe.”
Helena: “Yaudah berangkat yuk. Keburu kesorean nanti malah makin macet.”
Setelah Helena naik ke atas Red, gw segera memacu Red menuju ke suatu mall yang terdapat toko yang menjual berbagai macam perlengkapan komputer. Letaknya sih lumayan jauh dari sini. Untuk mempersingkat waktu Helena mengarahkan gw agar mengambil jalan pintas saja.
SKIP TRIP
Akhirnya kami sampai juga di sebuah mall yang Helena maksud. (Mungkin) Ini adalah pertama kalinya gw jalan ke mall dengan cewek yang bukan siapa siapanya gw. Biasanya gw bepergian ke mana mana jika tidak dengan pacar atau teman ya cuma sendiri. Jika dengan teman biasanya juga teman cowok. Tapi bukan ke mall. Melainkan ke toko game dan toko sepatu.
Setelah parkir kami berdua berjalan menuju ke dalam mall. Sesampainya di mall hal pertama yang kami lakukan bukannya langsung menuju ke toko khusus komputer, melainkan kami malah berjalan jalan mencari sebuah tempat untuk makan terlebih dahulu. Tentunya ini adalah ajakan Helena. Padahal dari awal gw sudah mengatakan kepadanya bahwa gw mengantar hanya untuk membeli komponen kebutuhan komputer saja.
Tapi ya mau bagaimana lagi? Gw sudah menolak ajakan Helena akan tetapi dia malah mengatakan ke gw jika gw tidak menuruti ajakannya maka dia akan bilang ke kakaknya agar tidak usah memperbaiki komputer gw.
Tapi gw juga harus tau diri, bahwa yang bersama gw saat ini adalah pacarnya teman gw. Gw tidak tau apa yang akan terjadi jika Soni mengetahui hal ini. Tapi jika seandainya dia tau, toh yang mengajak untuk makan bareng adalah Helena. Bukannya gw.
Walau bagaimanapun juga Soni adalah teman terbaik gw, dan gw tidak boleh melakukan hal yang bisa membuatnya kecewa.
Helena: “Mau makan ramen gak Rez?”
Gw: “Gak ah. Lagi kaga mao makan mie gw.”
Helena: “Tapi gue belum makan dari pagi tau, baru ngemil ngemil doang.”
Gw: “Lo belom makan dari pagi sekalinya makan ramen. Gile. Yang lain aja dah.”
Helena: “Gue pengen aja Rez. Hehe.”
Gw: “Hadeeh...Yaudah lah. Kalo lo kenapa kenapa gw kaga tanggung ya?”
Satu senjata andalan setiap cewek agar permintaannya akan makanan segera dituruti, yaitu menggunakan kata kata “Lagi pengen”.
Hampir setiap cewek pasti akan berkata seperti itu jika ada suatu kemauan. Benar kan? Tentu...Ah jadi sok tau begini gw. Balik ke main story...Gw pikir tidak ada salahnya sekali kali nurutin kemauan ini cewek, daripada dia mengancam gw seperti tadi lagi. Kami segera menuju ke sebuah kedai ramen yang ada di dalam mall ini. Sesampainya disana, kami langsung memesan lalu duduk di tempat yang sudah kami tentukan. Berhubung gw tidak terlalu mengetahui tentang ramen, jadi gw ikuti saja apa yang dipesan oleh Helena.
Beberapa menit kemudian pesanan kami pun datang. Ada yang tidak gw sukai dari ramen yang telah gw pesan, yaitu udang. Mimpi buruk gw akan sea food yang tidak terlalu gw sukai ini menjadi kenyataan. Bukannya gw tidak menyukai udang, tetapi gw alergi terhadap sea food yang satu ini. Makan satu gigitan saja sudah bisa membuat gw gatal gatal, tenggorokan sakit, pusing lalu pandangan terasa berputar. Apalagi makan 3 ekor?
Helena: “Kok diliatin aja? Lu gak suka ya?”
Gw: “Bukannya gak suka. Tapi gw alergi udang.
”
Helena: “Huuh bilang dong. Kalau gitu tadi lu pesen yang gak ada udangnya.”
Gw: “Ya mana gw tau?
”
Helena: “Hehe. Yaudah pinggirin aja udangnya.
”
Kami mulai menyantap ramen pesanan kami. Tetapi sebelum menyantapnya, gw memisahkan terlebih dahulu udang yang terdapat pada ramen ini dan memakannya dengan sangat berhati hati. Helena yang melihat cara makan gw sampai tertawa sendiri. Wah sial juga.
Setelah menghabiskan pesanan kami dan tidak lupa minum, gw segera membayar. Termasuk membayar pesanan Helena juga. Karena dia bilang kalau dia tidak ada uang pas. Mau tidak mau gw yang harus membayarnya. Yasudahlah tidak apa apa.
Misi kami selanjutnya adalah mencari sebuah komponen yang diperlukan untuk komputer gw. Tidak perlu berlama lama mencari, sebuah toko komputer pun terlihat di depan mata gw. Ini sih namanya pucuk dicinta ulam pun tiba.
Kami lekas bergegas menuju ke toko tersebut. Sesampainya di dalam Helena langsung menanyakan ke penjualnya tentang komponen yang ingin dibeli. Untungnya komponen yang dimaksud dijual disini. Ah, lega sekali. Jadinya gw tidak perlu berlama lama mencari lagi kesana kemari. Setelah Helena membayarnya, kami segera meninggalkan toko dan keluar dari dalam mall menuju ke parkiran. Diluar sini sudah sangat gelap, dan sesekali terdengar suara gemuruh dari atas langit. Pasti tidak lama lagi akan turun hujan. Ayolah, jangan hujan dulu. Gw belum sampai di rumah.
Gw meminta Helena agar mempercepat langkahnya. Sesampainya di Red kami berdua langsung naik, Helena juga menyiapkan karcis parkiran dan uang receh untuk membayar parkir. Setelah keluar dari parkiran, gw memacu Red dengan cepat. Helena terlihat sedikit ketakutan ketika kami melaju dengan kecepatan tinggi sampai ia pun berpegangan pada pinggang gw. 
Helena: “Lu gila ya Rez? Jangan cepet cepeeeet.”
Gw: “Dari pada keujanan di jalan? Yang gw khawatirin bukan lo, tapi komponen buat komputer gw.”
Helena: “Jahat banget lu.
”
Gw memacu laju Red semakin cepat, dan tidak terdengar kembali suara dari Helena. Mungkin karena dia sedang menahan rasa takutnya. Wajar sih. Soalnya Helena biasa kemana mana naik mobilnya. Jalan dengan Soni pasti juga naik mobil. Jadinya begini sekalinya diajak naik motor, ngebut pula.
Tiba tiba hujan turun dengan derasnya, membasahi seluruh jalanan. Pandangan gw sedikit terganggu dengan visor tertutup, jadi gw langsung menaikkan visor helm. Gw mengarahkan tangan Helena agar berpegangan erat pada pinggang gw. Bukannya apa apa, tapi gw hanya takut ini cewek tiba tiba jatuh. Jatuh ke pelukan gw maksudnya.
Gw mencoba mencari cari tempat berteduh sambil tetap memacu Red dengan kecepatan stabil.
Akhirnya wg menemukan sebuah tempat berteduh, dan ada beberapa orang juga sudah menempati tempat itu. Gw segera menepi dan turun dari atas Red. Gw juga membantu Helena turun, kali ini dia terlihat sangat tegang sekali. Wajahnya juga sedikit pucat. Waduh, kalau sampai ada apa apa dengan ini cewek bisa gawat gw. Ketika sudah turun, Helena langsung menggenggam tangan kanan gw lumayan erat dengan pandangannya menghadap ke bawah. Tangannya terasa lumayan dingin. Gw terkejut karena tanpa ada apapun, Helena langsung menggenggam tangan gw begitu saja. Disitu kami berdua jadi sorotan orang orang yang sedang meneduh.
Ah tidak apa lah, asal tidak terjadi apa apa dengan ini cewek. Dan tentunya juga komponen untuk komputer gw aman.
Belakangan ini juga Erlin sudah mulai menghubungi gw kembali, bukan menggunakan HP ibunya. Tetapi menggunakan HP barunya. Ibunya yang membelikannya. Kata Erlin pemberian HP itu juga ada syaratnya, yaitu dia harus mendapat ranking 3 besar di semester 2 nanti. Wih...Itu sih menurut Erlin tidak seberapa. Beda halnya dengan gw. Kalau gw yang dituntut harus mendapat ranking 3 besar, pastinya gw sudah angkat tangan duluan. Apapun iming imingnya. Tapi beda lagi jika Erlin yang meng-iming imingi gw.
Pastinya gw akan sangat bersemangat dan berusaha untuk meraih ranking 3 besar di kelas. Kali ini gw terus mengingkatkan Erlin agar tidak menaruh barang penting sembarangan ketika berada di tempat umum untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.Hari ini. Hmm...Seperti biasa lah. Kegiatan gw hanya bermain HP dirumah. Beginilah keseharian gw. Mungkin ada beberapa dari kalian yang menganggap keseharian gw ini sangat membosankan. Tidak jauh jauh dari game, Hp, dan PC. Tapi beginilah keseharian seorang gamer. Gw sudah melekat sekali dengan yang namanya game dari jamannya SD. Lebih tepatnya kelas 2 SD. Pada saat itu gw hanya bermain game Moto GP yang grafiknya tidak sebagus game game jaman sekarang. Masih pixelate. Kemudian pada kelas 5 SD gw baru bermain Counter Strike. Kenapa gw begitu melekat dengan game sejak kecil? Ya ayah gw sendiri yang mengenalkannya kepada gw. Bahkan gw sudah dikenalkan dengan komputer waktu gw masih duduk di taman kanak kanak. Waktu itu monitornya masih sejenis monitor tabung, dengan mouse yang masih menggunakan trackball dan keyboard yang tombolnya belum seempuk sekarang.
Kebetulan gw sudah mandi dari tadi pagi, tepatnya sehabis subuh gw langsung mandi. Entahlah. Gw sendiri juga merasa heran dengan diri gw, kerasukan setan apa gw sehingga gw bisa mandi sepagi itu? Mungkin setan yang berfaedah.
Bukan! Bukan kerasukan setan. Tetapi sehari sebelumnya kalau tidak salah gw sempat membaca suatu artikel yang berisi tentang manfaat mandi pagi. Jadinya keesokan hari gw langsung praktekkan saja. Salah satu manfaatnya adalah agar tetap wangi dan segar di pagi hari, dan gw merasakan itu. Bukan hanya itu, tetapi gw merasa ketampanan gw meningkat 80% jika gw mandi sepagi ini. 
Sekarang jika gw ingin kemana mana tinggal jalan saja, maksudnya tinggal berangkat. Saat gw sedang asik asiknya streaming video di yousub, satu panggilan masuk dengan nomor tanpa nama muncul di layar HP gw. Siapa kira kira? Daripada penasaran, lebih baik gw menjawabnya.
Gw: “Halo...Assalammualaikum.”
Tanpa Nama: “Waalaikumsalam. Ini Reza kan?”
Gw: “Iya bener. Ini siapa ya?”
Tanpa Nama: “Ini gue Helena.”
Gw: “Ohh iya iya. Kenapa Hel? Nomor lo baru ya?”
Helena: “Kan gue punya dua nomor telepon Rez...Cuma mau ngasi tau nih kalau komputer lu belum bisa dibenerin dalam jangka deket. Soalnya ada komponen yang kakak gue gak punya. Kakak gue gak sempet nyarinya sekarang, malah gue yang disuruh nyari.”
Gw: “Yaudah cari lah. Ajak si Soni.”
Helena: “Nah itu dia, Soni gak bisa nganterin gw hari ini. Soalnya dia lagi ada acara keluarga katanya. Kalau bisa lu aja deh Rez anterin gue. Mau gak?”
Gw: “Wah gimana ya...Tapi cuma nganterin doang ya? Dan nanti biaya servisnya murahin. Hehe.”
Helena: “Iya santai. Yaudah gue tunggu ya.”
Gw: “Eh tunggu. Tapi gw kan kaga tau rumah lo dimana. Gimana si lo?”
Helena: “Rumah gue deket Permata kesonoan lagi. Gue tunggu di samping pom deh. Tapi jangan lama lama ya.”
Gw: “Iya iya. Tenang aja, gak sampe satu jam lebih kok. Yaudah gw otw nih. Assalammualaikum.”
Helena: “Waalaikumsalam.”
Pacar teman gw meminta gw untuk mengantarnya mencari komponen untuk komputer gw yang rusak. Karena si Soni sedang tidak bisa mengantarnya. Mudah mudahan saja sih dengan ini biaya reparasi untuk komputer gw bisa berkurang. Hanya mengantar, tidak lebih. Tapi kok gw mau saja ya mengantar orang yang bukan siapa siapanya gw? Ah sudahlah...Demi biaya reparasi murah. Pastinya akan gw lakukan. Tidak usah memakai pakaian yang bagus, sederhana saja. Baju polo dan celana panjang bahan. Gw segera berangkat menuju ke lokasi yang disebutkan Helena barusan dengan Red.
SKIP TRIP
Setelah beberapa puluh menit, gw tiba juga dilokasi yang dimaksud. Dan gw tidak melihat Helena di sekitar sini. Aneh...Atau jangan jangan dia sudah menunggu dari tadi dan pulang lagi karena gw terlalu lama? Gw langsung menghubungi nomor Helena untuk menanyakan keberadaan dia sekarang ada dimana. Gw mengeluarkan HP dari dalam kantung celana dan langsung menelpon Helena. Baru saja gw ingin telepon, tiba tiba gw melihat Helena keluar dari salah satu mini market yang ada di dekat pom bensin ini. Mungkin dia mampir sebentar untuk mencari sesuatu. Gw membuka visor helm dan langsung memanggilnya dari kejauhan kemudian Helena segera menghampiri gw.
Helena: “Lu lama banget sih Rez? Gue nungguin sampe lumutan nih.”
Gw: “Maklum, kan rumah gw lumayan jauh dari sini. Emang lo udah dari kapan disini?”
Helena: “Sekitar 15 menitan sih.
”Gw: “Itu mah masi belom seberapa penantian lo.
Ngomong ngomong lo ngapain bawa tas segala?”Helena: “Iya kan buat naro barang barang yang mau dibeli.”
Gw: “Oh iya ya, gw lupa. Hehe.”
Helena: “Yaudah berangkat yuk. Keburu kesorean nanti malah makin macet.”
Setelah Helena naik ke atas Red, gw segera memacu Red menuju ke suatu mall yang terdapat toko yang menjual berbagai macam perlengkapan komputer. Letaknya sih lumayan jauh dari sini. Untuk mempersingkat waktu Helena mengarahkan gw agar mengambil jalan pintas saja.
SKIP TRIP
Akhirnya kami sampai juga di sebuah mall yang Helena maksud. (Mungkin) Ini adalah pertama kalinya gw jalan ke mall dengan cewek yang bukan siapa siapanya gw. Biasanya gw bepergian ke mana mana jika tidak dengan pacar atau teman ya cuma sendiri. Jika dengan teman biasanya juga teman cowok. Tapi bukan ke mall. Melainkan ke toko game dan toko sepatu.
Setelah parkir kami berdua berjalan menuju ke dalam mall. Sesampainya di mall hal pertama yang kami lakukan bukannya langsung menuju ke toko khusus komputer, melainkan kami malah berjalan jalan mencari sebuah tempat untuk makan terlebih dahulu. Tentunya ini adalah ajakan Helena. Padahal dari awal gw sudah mengatakan kepadanya bahwa gw mengantar hanya untuk membeli komponen kebutuhan komputer saja.Tapi ya mau bagaimana lagi? Gw sudah menolak ajakan Helena akan tetapi dia malah mengatakan ke gw jika gw tidak menuruti ajakannya maka dia akan bilang ke kakaknya agar tidak usah memperbaiki komputer gw.
Tapi gw juga harus tau diri, bahwa yang bersama gw saat ini adalah pacarnya teman gw. Gw tidak tau apa yang akan terjadi jika Soni mengetahui hal ini. Tapi jika seandainya dia tau, toh yang mengajak untuk makan bareng adalah Helena. Bukannya gw.
Walau bagaimanapun juga Soni adalah teman terbaik gw, dan gw tidak boleh melakukan hal yang bisa membuatnya kecewa. Helena: “Mau makan ramen gak Rez?”
Gw: “Gak ah. Lagi kaga mao makan mie gw.”
Helena: “Tapi gue belum makan dari pagi tau, baru ngemil ngemil doang.”
Gw: “Lo belom makan dari pagi sekalinya makan ramen. Gile. Yang lain aja dah.”
Helena: “Gue pengen aja Rez. Hehe.”
Gw: “Hadeeh...Yaudah lah. Kalo lo kenapa kenapa gw kaga tanggung ya?”
Satu senjata andalan setiap cewek agar permintaannya akan makanan segera dituruti, yaitu menggunakan kata kata “Lagi pengen”.
Hampir setiap cewek pasti akan berkata seperti itu jika ada suatu kemauan. Benar kan? Tentu...Ah jadi sok tau begini gw. Balik ke main story...Gw pikir tidak ada salahnya sekali kali nurutin kemauan ini cewek, daripada dia mengancam gw seperti tadi lagi. Kami segera menuju ke sebuah kedai ramen yang ada di dalam mall ini. Sesampainya disana, kami langsung memesan lalu duduk di tempat yang sudah kami tentukan. Berhubung gw tidak terlalu mengetahui tentang ramen, jadi gw ikuti saja apa yang dipesan oleh Helena.Beberapa menit kemudian pesanan kami pun datang. Ada yang tidak gw sukai dari ramen yang telah gw pesan, yaitu udang. Mimpi buruk gw akan sea food yang tidak terlalu gw sukai ini menjadi kenyataan. Bukannya gw tidak menyukai udang, tetapi gw alergi terhadap sea food yang satu ini. Makan satu gigitan saja sudah bisa membuat gw gatal gatal, tenggorokan sakit, pusing lalu pandangan terasa berputar. Apalagi makan 3 ekor?
Helena: “Kok diliatin aja? Lu gak suka ya?”
Gw: “Bukannya gak suka. Tapi gw alergi udang.
”Helena: “Huuh bilang dong. Kalau gitu tadi lu pesen yang gak ada udangnya.”
Gw: “Ya mana gw tau?
”Helena: “Hehe. Yaudah pinggirin aja udangnya.
”Kami mulai menyantap ramen pesanan kami. Tetapi sebelum menyantapnya, gw memisahkan terlebih dahulu udang yang terdapat pada ramen ini dan memakannya dengan sangat berhati hati. Helena yang melihat cara makan gw sampai tertawa sendiri. Wah sial juga.
Setelah menghabiskan pesanan kami dan tidak lupa minum, gw segera membayar. Termasuk membayar pesanan Helena juga. Karena dia bilang kalau dia tidak ada uang pas. Mau tidak mau gw yang harus membayarnya. Yasudahlah tidak apa apa.Misi kami selanjutnya adalah mencari sebuah komponen yang diperlukan untuk komputer gw. Tidak perlu berlama lama mencari, sebuah toko komputer pun terlihat di depan mata gw. Ini sih namanya pucuk dicinta ulam pun tiba.
Kami lekas bergegas menuju ke toko tersebut. Sesampainya di dalam Helena langsung menanyakan ke penjualnya tentang komponen yang ingin dibeli. Untungnya komponen yang dimaksud dijual disini. Ah, lega sekali. Jadinya gw tidak perlu berlama lama mencari lagi kesana kemari. Setelah Helena membayarnya, kami segera meninggalkan toko dan keluar dari dalam mall menuju ke parkiran. Diluar sini sudah sangat gelap, dan sesekali terdengar suara gemuruh dari atas langit. Pasti tidak lama lagi akan turun hujan. Ayolah, jangan hujan dulu. Gw belum sampai di rumah.
Gw meminta Helena agar mempercepat langkahnya. Sesampainya di Red kami berdua langsung naik, Helena juga menyiapkan karcis parkiran dan uang receh untuk membayar parkir. Setelah keluar dari parkiran, gw memacu Red dengan cepat. Helena terlihat sedikit ketakutan ketika kami melaju dengan kecepatan tinggi sampai ia pun berpegangan pada pinggang gw. 
Helena: “Lu gila ya Rez? Jangan cepet cepeeeet.”
Gw: “Dari pada keujanan di jalan? Yang gw khawatirin bukan lo, tapi komponen buat komputer gw.”
Helena: “Jahat banget lu.
”Gw memacu laju Red semakin cepat, dan tidak terdengar kembali suara dari Helena. Mungkin karena dia sedang menahan rasa takutnya. Wajar sih. Soalnya Helena biasa kemana mana naik mobilnya. Jalan dengan Soni pasti juga naik mobil. Jadinya begini sekalinya diajak naik motor, ngebut pula.
Tiba tiba hujan turun dengan derasnya, membasahi seluruh jalanan. Pandangan gw sedikit terganggu dengan visor tertutup, jadi gw langsung menaikkan visor helm. Gw mengarahkan tangan Helena agar berpegangan erat pada pinggang gw. Bukannya apa apa, tapi gw hanya takut ini cewek tiba tiba jatuh. Jatuh ke pelukan gw maksudnya.
Gw mencoba mencari cari tempat berteduh sambil tetap memacu Red dengan kecepatan stabil. Akhirnya wg menemukan sebuah tempat berteduh, dan ada beberapa orang juga sudah menempati tempat itu. Gw segera menepi dan turun dari atas Red. Gw juga membantu Helena turun, kali ini dia terlihat sangat tegang sekali. Wajahnya juga sedikit pucat. Waduh, kalau sampai ada apa apa dengan ini cewek bisa gawat gw. Ketika sudah turun, Helena langsung menggenggam tangan kanan gw lumayan erat dengan pandangannya menghadap ke bawah. Tangannya terasa lumayan dingin. Gw terkejut karena tanpa ada apapun, Helena langsung menggenggam tangan gw begitu saja. Disitu kami berdua jadi sorotan orang orang yang sedang meneduh.
Ah tidak apa lah, asal tidak terjadi apa apa dengan ini cewek. Dan tentunya juga komponen untuk komputer gw aman.0
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/28/8656089_201704280710150445.jpg)

![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/02/6955937_20170502044501.png)
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/03/6955937_20170503100444.png)