- Beranda
- Stories from the Heart
Legenda Cinta Berdarah di Tujuh Langit
...
TS
erzyapahlevi
Legenda Cinta Berdarah di Tujuh Langit
**** Legenda Cinta Berdarah di Tujuh Langit ****
#PART 1
#PART 2
#PART 3
#PART 4
Disebuah lembah didekat kaki gunung Semeru, terdapatlah sebuah perguruan aliran putih, yaitu perguruan Tujuh Langit.
Konon, di perguruan ini ada beberapa tingkatan dari murid murid nya. Bagi murid yang sampai pada tahap tingkatan tertinggi dalam ilmu bela diri mereka, mereka akan mencapai tahapan Abadi sebagaimana para senior dan guru guru pemimpin Klan Tujuh Langit ini dipimpin oleh para Guru Abadi yang sudah mempunyai umur ribuan tahun.
Semua masyarakat disekitar situ hidup sangat makmur. ada sebuah desa yang bernama Awan Biru yang merupakan desa paling padat penduduk di kawasan kaki gunung Semeru. Desa ini selalu diselimuti awan berwarna biru di atas nya.
Suatu hari, terjadi sebuah insiden di desa ini yang membuat hampir semua penduduknya mati terbunuh akibat racun dari kelompok Klan Iblis yang bernama Klan Api Hitam.
Mereka sudah lama iri karena melihat kehidupan warga Awan Biru sangat makmur. mereka selalu mencari cara untuk memusnahkan warga Awan Biru hingga hari itu pun terjadi.
Utusan Agung dari Klan Api Hitam, yaitu Ki Sukmo menaburkan racun Kelabang Api kedalam sumur warga sehingga membuat semua warga keracunan.
Tak lama, kabar ini sampai hingga ke perguruan Tujuh Langit. mereka segera mengirim utusan untuk turun memeriksa ke desa tersebut, tugas ini diserahkan kepada Ni Setowati.
Ni Setowati segera turun gunung dan memeriksa keadaan warga di desa tersebut. beliau kaget karena sudah mendapati mayat bergeletakan dimana mana dengan mulut dipenuhi dengan buih dan darah.
Dikejauhan Ni Setowati mendengar suara tangisan anak kecil. dia mencari cari suara tersebut di sekitar rumah warga hingga sampailah ia di sebuah rumah warga. didapati nya ada kakak beradik perempuan sedang menangisi kematian kakek mereka yang tergeletak di depan pintu.
Ni Setowati yang tak tega dan merasa kasihan dengan dengan anak anak ini membawa mereka berdua untuk mengasuh mereka di perguruan nya. Ni Setowati ini adalah pemimping dari perguruan di Kuil Wanita Suci, salah satu perguruan dari 7 perguruan yang ada di Klan Tujuh Langit. Ia adalah seorang wanita yang bertubuh sedang dan tinggi sekitar 172 cm dengan rabut berwarna putih dan pakaian hijau muda. Umur beliau sudah 230 tahun namun penampilan nya masih seperti wanita 40 tahun karena dia sudah mencapai level Tingkat Abadi.
Keduanya kemudian dibawa ke Kuil Wanita Suci yang didalam nya hanya menerima murid wanita dan satu satunya perguruan yang menampung murid wanita di Klan Tujuh Langit.
Ni Setowati memperkenalkan mereka berdua kepada murid murid wanita nya dan mereka berduapun memperkenalkan diri mereka yaitu Nilam (kakak) dan Ningsih (adik).
Sebelum mereka dapat mempelajari seni bela diri di perguruan Klan Tujuh Langit, semua murid baru di seluruh akademi yang ada diwajibkan untuk memahat sebuah batu menjadi sebuah ukiran yang mirip dengan mereka sendiri.
Mereka berdua setiap hari memahat batu tersebut di belakang Kuil hingga hari berganti hari tahun berganti tahun. Hingga sampai berlalu 3 tahun lama nya mereka baru bisa menyelesaikan ukiran batu mereka. Setelah selesai, mereka sangat bangga karena sudah lama ingin bergabung dengan para kakak senior mereka untuk belajar seni beladiri.
Mereka berdua datangan ke kediaman Ni Setowati untuk mengabarkan berita ini, baru di depan Gua tempat Ni Setowati bersemedia terdengar suara seorang wanita yang penuh dengan wibawa berkata: "Selamat anak anak ku, telah tiga tahun ini kalian berusaha keras untuk bergabung dengan perguruan Kuil Wanita Suci. Sekarang kalian telah resmi menjadi murid
Kuil Wanita Suci." tidak lama cahaya kuning pun muncul dihadapan mereka berdua yang sangat menyilaukan mata dan keluarlah seorang wanita yang sudah lama belum pernah mereka lihat sejak 3 tahun lalu, wanita itu adalah Ni Setowati.
Mereka kemudian dibawa ke sumur Sayap Bidadari untuk membersihkan diri mereka. Setelah mandi di sumur Sayap Bidadari mereka dibawa ke bukit Makam Pedang. Disini mereka masih harus bertapa selama 40 hari 40 malam untuk menyatukan jiwa mereka dengan para roh pedang di Makam Pedang yang berisi ribuan Pedang. Setiap pedang terhubung ke 1 bintang di angkasa. Semakin terang cahaya bintang yang terhubung ke pedang tersebut maka semakin besar kekuatan pedang itu.
Hari berlalu, sudah 37 hari mereka bermalam di Makam Pedang, namun mereka masih belum bisa menyatukan jiwa mereka dengan salah satu roh pedang disana. Tepat malam ke 39, Nilam bermimpi bertemu dengan seorang kakek tua membawa tongkat mengajak nya memasuki sebuah Gua yang dipenuhi dengan cahaya sangat menyilaukan mata. Setelah dia masuk ke dalam gua tersebut, dia melihat ada seorang gadis kecil terikat di tiang yang disekeliling nya ada api menyala nyala.
Si kakek dengan penuh iba memohon kepada Nilam untuk menyelamatkan cucu nya yang akan mati sebentar lagi terbakar api tersebut. Nilam yang saat itu masih belum mempunyai ilmu apa apa masih bingung bagaimana caranya untuk menyelamatkan cucu kakek tersebut. Dia mencoba mendekat namum kobaran api tersebut sangat panas dirasa hingga membuat hampir mendidih kulit nya.
Nilam yang dalam keadaan bingung, bagaimana harus menyelamatkan cucu kakek tersebut juga bingung sebenarnya siapa mereka dan mengapa gadis kecil tersebut bisa berada terikat didalam gua ini. Ia sejenak berpikir kalau gadis kecil ini adalah siluman yang sedang dihukum oleh para dewa namun hati nurani nya tetap tidak tega melihat nasib gadis kecil yang terus menangis kepanasan. Dengan sekuat tenaga Nilam menahan panas tersebut dan menerobos api dan masuk kedalam linkaran api untuk menyelamatkan gadis kecil tersebut.
Setelah melepas ikatan nya, Nilam segera membawa gadis kecil itu berlari melewati kobaran api dan keluar gua dan dilihatnya disana tidak ada siapapun padahal dia ingat bahwa diluar tadi si kakek menunggu Nilam menyelamatkan cucu nya.
Melihat Nilam kebingungan, gadis kecil itu berkata:
Gadis: "Kakak, hati mu sangat murni dan penuh dengan kasih sayang. Aku sangat berterima kasih karena kakak sudah mau menyelamatkan aku didalam tadi"
Nilam: "Iya sama sama adik kecil, kita sesama manusia harus saling tolong menolong. Tapi siapa kamu sebenarnya, dan siapa kakek tadi? mengapa dia menghilang begitu saja padahal tadi jelas dia berada diluar gua menungguku untuk menyelamatkan mu"
Gadis: "Ketahahuilah kak, kakek tua itu tadi adalah roh penjaga Makam Pedang sedangkan aku adalah Roh Pedang Naga Timur. Karena kakak telah bersedia menyelamatkan ku dan kau mempunyai jiwa yang murni untuk menolong sesama, maka aku memilihmu untuk sebagai pemilik ku. AKu bersedia untuk menjadi pegangan mu untuk berjuang bersama menciptakan kedamaian didunia ini."
Setelah ini gadis kecil tadi menyalami tangan Nilam dan berubah menjadi Pedang Merah yang berukiran naga pada bagian sarung pedang nya dan kepala naga di pegangan nya.
Melihat kejadian aneh tersebut Nilam terkejut, dan langsung terbangun dari mimpi nya dan didapati nya pedang merah sudah ada ditangan nya.
Ni Setowati dan 6 pimpinan Akademi dari 7 akademi di Klan Tujuh Langit yang sedang berada di Taman Obat malam itu melihat langit penuh bintang dan ada sebuah bintang yang bersinar sangat terang dan merupakan bintang paling terang dilangit mengeluarkan cahaya merah lurus ke bumi dan dilihat cahaya itu tepat turun di Makam Pedang.
Saat itu Tetua KI Hanum Jati berkata kepada Ni Setowati
"Adik ku Setowati, sepertinya pemimpin dua keadilan akan lahir dari perguruan Kuil Wanina Suci yang kau pimpin. Jaga dia baik baik. Kelak dia akan membawa keadilan dimuka bumi ini. Roh Pedang Naga Timur sudah memilihnya, mungkin kabar ini akan sampai ketelinga para Klan Iblis, kita harus memperketat penjagaan untuk melindungi keselamatan nya".
"Baik Tetua, terima kasih atas perhatian Tetua kepada perguruan Kuil Wanita Suci" jawab Ni Setowati.
Ki Hanum Jati merupakan pimpinan klan Tujuh Langit merupakan Tetua yang sudah mencapai tingkatan Abadi dan sudah berumur 300 tahun. dan iya adalah Pimpinan klan Tujuh Langit generasi ke tiga sejak Klan Tujuh Langit didirikan 2000 tahun yang lalu.
Para kelompok Klan Api Hitam dari aliran Klan Iblis saat itu mereka juga memperhatikan langit dan sangat terkejut melihat kejadian langit malam itu. Mereka langsung mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan keadaan saat itu. Pertemuan itu dipimpin oleh Mbah Rugobumi yang berpenampilan sangat mengerikan. dia merupakan pimpinan Klan Api Hitam yang sudah berdiri 1200 tahun yang lalu. Mbah Rogobumi ini memiliki dua taring yang tajam dan panjang dan berjubah hitam dengan tanduk dikepala nya dan mata yang merah menyala.
Dia berkata: "Saat ini keadaan sangat genting, sepertinya ada manusia baru yang dipilih oleh Roh Pedang Naga Timur. Pedang Naga timur adalah pedang paling mematikan milik Klan Tujuh Langit yang bisa memusnahkan Klan Iblis dan tidak bisa ditandingi oleh senjata apapun saat ini. Kita harus waspada. 100 tahun lalu, aku masih ingat saat Klan Iblis yang terdiri dari 12 Klan gabungan bersatu untuk melawan dan menyerbu ke Gunung Semeru untuk menghancurkan Klan Tujuh Langit. Saat itu Klan Iblis kita berhasil memimpin pertempuran dan banyak dari murid klan Tujuh Langit yang mati. Namun tanpa diduga, Ki Abbas Mulya keluar menbawa pedang yang sangat bersinar terang. Dia terbang membawa Pedang tersebut, dengan menggunakan formasi 7 Langit maka pedang muncul lah seekor Naga berwarna biru mengelilingi Ki Abbas Mulya. Saat itu kami sadar bahwa dia membawa Pedang Legenda yang selama ini kami hanya mendengar dari cerita cerita para leluhur Klan Iblis dan mengira pendang itu hanya sebuah legenda dan mitos. namun hari itu kami meyakini keberadaan nya.
Saat itu Klan Iblis memiliki 12 Klan, Klan Rubah Api di barisan depan memimpin perang, Klan Asap Beracun, Klan Awan Hitam, Klan Penyihir Hitam dan Klan Ular Berdarah dibalakng nya. Saat Naga Biru itu bersatu dengan Ki Abbas Mulya mengeluarkan formasi Pedang Timur maka tiba2 keadaan berubah terbalik. Hujan pedang berguguran menghujani kami para Iblis. hingga menewaskan 5 barisan Klan Iblis dan hari itu adalah hari kemusnahan 5 klan besar dari klan iblis. sedangkan Klan Api Hitam dan 6 klan lain nya berhasil melarikan diri dan berpencar. hari yang harusnya menjadi kemenangan berubah menjadi hari paling tragis bagi Klan Iblis" kata Mbah Rogobumi sambil membayangkan kejadian saat itu.
Mbah Rogobumi melanjutkan "Setelah 5 tahun kejadian itu, Ki Abbas Mulya mengasingkan diri entah kemana dan jabatan Ketua Klan 7 Langit diserahkan kepada Ki Hanum Jati. Sejak saat itu tidak terdengar lagi kabar Pedang Naga Timur. Konon, pedang itu kembali ke Makam Pedang. Sebuah lembah suci milik Klan Tujuh Langit yang tidak bisa dimasuki oleh Klan Iblis sehingga tidak seorang iblis pun bisa mencuri pedang disana. Kbarnya, setiap murid baru yang ingin berhabung harus menyatukan jiwa nya dengan roh pedang sebelum bisa bergabung dengan akademi bela diri. Mungkin, saat ini ada seorang murid yang jiwanya berhasil menyatu dengan roh Pedang Naga Timur. ini keadaan sangat gawat, kejadian 100 tahun silam tidak boleh terulang kembali. Kirim mata mata kesana untuk mengawasi siapa murid tersebut."
"Baik Ketua" jawab salah seorang dari petinggi Klan Api Hitam.
*********** BERSAMSBUNG ***********
#PART 1
#PART 2
#PART 3
#PART 4
Disebuah lembah didekat kaki gunung Semeru, terdapatlah sebuah perguruan aliran putih, yaitu perguruan Tujuh Langit.
Konon, di perguruan ini ada beberapa tingkatan dari murid murid nya. Bagi murid yang sampai pada tahap tingkatan tertinggi dalam ilmu bela diri mereka, mereka akan mencapai tahapan Abadi sebagaimana para senior dan guru guru pemimpin Klan Tujuh Langit ini dipimpin oleh para Guru Abadi yang sudah mempunyai umur ribuan tahun.
Semua masyarakat disekitar situ hidup sangat makmur. ada sebuah desa yang bernama Awan Biru yang merupakan desa paling padat penduduk di kawasan kaki gunung Semeru. Desa ini selalu diselimuti awan berwarna biru di atas nya.
Suatu hari, terjadi sebuah insiden di desa ini yang membuat hampir semua penduduknya mati terbunuh akibat racun dari kelompok Klan Iblis yang bernama Klan Api Hitam.
Mereka sudah lama iri karena melihat kehidupan warga Awan Biru sangat makmur. mereka selalu mencari cara untuk memusnahkan warga Awan Biru hingga hari itu pun terjadi.
Utusan Agung dari Klan Api Hitam, yaitu Ki Sukmo menaburkan racun Kelabang Api kedalam sumur warga sehingga membuat semua warga keracunan.
Tak lama, kabar ini sampai hingga ke perguruan Tujuh Langit. mereka segera mengirim utusan untuk turun memeriksa ke desa tersebut, tugas ini diserahkan kepada Ni Setowati.
Ni Setowati segera turun gunung dan memeriksa keadaan warga di desa tersebut. beliau kaget karena sudah mendapati mayat bergeletakan dimana mana dengan mulut dipenuhi dengan buih dan darah.
Dikejauhan Ni Setowati mendengar suara tangisan anak kecil. dia mencari cari suara tersebut di sekitar rumah warga hingga sampailah ia di sebuah rumah warga. didapati nya ada kakak beradik perempuan sedang menangisi kematian kakek mereka yang tergeletak di depan pintu.
Ni Setowati yang tak tega dan merasa kasihan dengan dengan anak anak ini membawa mereka berdua untuk mengasuh mereka di perguruan nya. Ni Setowati ini adalah pemimping dari perguruan di Kuil Wanita Suci, salah satu perguruan dari 7 perguruan yang ada di Klan Tujuh Langit. Ia adalah seorang wanita yang bertubuh sedang dan tinggi sekitar 172 cm dengan rabut berwarna putih dan pakaian hijau muda. Umur beliau sudah 230 tahun namun penampilan nya masih seperti wanita 40 tahun karena dia sudah mencapai level Tingkat Abadi.
Keduanya kemudian dibawa ke Kuil Wanita Suci yang didalam nya hanya menerima murid wanita dan satu satunya perguruan yang menampung murid wanita di Klan Tujuh Langit.
Ni Setowati memperkenalkan mereka berdua kepada murid murid wanita nya dan mereka berduapun memperkenalkan diri mereka yaitu Nilam (kakak) dan Ningsih (adik).
Sebelum mereka dapat mempelajari seni bela diri di perguruan Klan Tujuh Langit, semua murid baru di seluruh akademi yang ada diwajibkan untuk memahat sebuah batu menjadi sebuah ukiran yang mirip dengan mereka sendiri.
Mereka berdua setiap hari memahat batu tersebut di belakang Kuil hingga hari berganti hari tahun berganti tahun. Hingga sampai berlalu 3 tahun lama nya mereka baru bisa menyelesaikan ukiran batu mereka. Setelah selesai, mereka sangat bangga karena sudah lama ingin bergabung dengan para kakak senior mereka untuk belajar seni beladiri.
Mereka berdua datangan ke kediaman Ni Setowati untuk mengabarkan berita ini, baru di depan Gua tempat Ni Setowati bersemedia terdengar suara seorang wanita yang penuh dengan wibawa berkata: "Selamat anak anak ku, telah tiga tahun ini kalian berusaha keras untuk bergabung dengan perguruan Kuil Wanita Suci. Sekarang kalian telah resmi menjadi murid
Kuil Wanita Suci." tidak lama cahaya kuning pun muncul dihadapan mereka berdua yang sangat menyilaukan mata dan keluarlah seorang wanita yang sudah lama belum pernah mereka lihat sejak 3 tahun lalu, wanita itu adalah Ni Setowati.
Mereka kemudian dibawa ke sumur Sayap Bidadari untuk membersihkan diri mereka. Setelah mandi di sumur Sayap Bidadari mereka dibawa ke bukit Makam Pedang. Disini mereka masih harus bertapa selama 40 hari 40 malam untuk menyatukan jiwa mereka dengan para roh pedang di Makam Pedang yang berisi ribuan Pedang. Setiap pedang terhubung ke 1 bintang di angkasa. Semakin terang cahaya bintang yang terhubung ke pedang tersebut maka semakin besar kekuatan pedang itu.
Hari berlalu, sudah 37 hari mereka bermalam di Makam Pedang, namun mereka masih belum bisa menyatukan jiwa mereka dengan salah satu roh pedang disana. Tepat malam ke 39, Nilam bermimpi bertemu dengan seorang kakek tua membawa tongkat mengajak nya memasuki sebuah Gua yang dipenuhi dengan cahaya sangat menyilaukan mata. Setelah dia masuk ke dalam gua tersebut, dia melihat ada seorang gadis kecil terikat di tiang yang disekeliling nya ada api menyala nyala.
Si kakek dengan penuh iba memohon kepada Nilam untuk menyelamatkan cucu nya yang akan mati sebentar lagi terbakar api tersebut. Nilam yang saat itu masih belum mempunyai ilmu apa apa masih bingung bagaimana caranya untuk menyelamatkan cucu kakek tersebut. Dia mencoba mendekat namum kobaran api tersebut sangat panas dirasa hingga membuat hampir mendidih kulit nya.
Nilam yang dalam keadaan bingung, bagaimana harus menyelamatkan cucu kakek tersebut juga bingung sebenarnya siapa mereka dan mengapa gadis kecil tersebut bisa berada terikat didalam gua ini. Ia sejenak berpikir kalau gadis kecil ini adalah siluman yang sedang dihukum oleh para dewa namun hati nurani nya tetap tidak tega melihat nasib gadis kecil yang terus menangis kepanasan. Dengan sekuat tenaga Nilam menahan panas tersebut dan menerobos api dan masuk kedalam linkaran api untuk menyelamatkan gadis kecil tersebut.
Setelah melepas ikatan nya, Nilam segera membawa gadis kecil itu berlari melewati kobaran api dan keluar gua dan dilihatnya disana tidak ada siapapun padahal dia ingat bahwa diluar tadi si kakek menunggu Nilam menyelamatkan cucu nya.
Melihat Nilam kebingungan, gadis kecil itu berkata:
Gadis: "Kakak, hati mu sangat murni dan penuh dengan kasih sayang. Aku sangat berterima kasih karena kakak sudah mau menyelamatkan aku didalam tadi"
Nilam: "Iya sama sama adik kecil, kita sesama manusia harus saling tolong menolong. Tapi siapa kamu sebenarnya, dan siapa kakek tadi? mengapa dia menghilang begitu saja padahal tadi jelas dia berada diluar gua menungguku untuk menyelamatkan mu"
Gadis: "Ketahahuilah kak, kakek tua itu tadi adalah roh penjaga Makam Pedang sedangkan aku adalah Roh Pedang Naga Timur. Karena kakak telah bersedia menyelamatkan ku dan kau mempunyai jiwa yang murni untuk menolong sesama, maka aku memilihmu untuk sebagai pemilik ku. AKu bersedia untuk menjadi pegangan mu untuk berjuang bersama menciptakan kedamaian didunia ini."
Setelah ini gadis kecil tadi menyalami tangan Nilam dan berubah menjadi Pedang Merah yang berukiran naga pada bagian sarung pedang nya dan kepala naga di pegangan nya.
Melihat kejadian aneh tersebut Nilam terkejut, dan langsung terbangun dari mimpi nya dan didapati nya pedang merah sudah ada ditangan nya.
Ni Setowati dan 6 pimpinan Akademi dari 7 akademi di Klan Tujuh Langit yang sedang berada di Taman Obat malam itu melihat langit penuh bintang dan ada sebuah bintang yang bersinar sangat terang dan merupakan bintang paling terang dilangit mengeluarkan cahaya merah lurus ke bumi dan dilihat cahaya itu tepat turun di Makam Pedang.
Saat itu Tetua KI Hanum Jati berkata kepada Ni Setowati
"Adik ku Setowati, sepertinya pemimpin dua keadilan akan lahir dari perguruan Kuil Wanina Suci yang kau pimpin. Jaga dia baik baik. Kelak dia akan membawa keadilan dimuka bumi ini. Roh Pedang Naga Timur sudah memilihnya, mungkin kabar ini akan sampai ketelinga para Klan Iblis, kita harus memperketat penjagaan untuk melindungi keselamatan nya".
"Baik Tetua, terima kasih atas perhatian Tetua kepada perguruan Kuil Wanita Suci" jawab Ni Setowati.
Ki Hanum Jati merupakan pimpinan klan Tujuh Langit merupakan Tetua yang sudah mencapai tingkatan Abadi dan sudah berumur 300 tahun. dan iya adalah Pimpinan klan Tujuh Langit generasi ke tiga sejak Klan Tujuh Langit didirikan 2000 tahun yang lalu.
Para kelompok Klan Api Hitam dari aliran Klan Iblis saat itu mereka juga memperhatikan langit dan sangat terkejut melihat kejadian langit malam itu. Mereka langsung mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan keadaan saat itu. Pertemuan itu dipimpin oleh Mbah Rugobumi yang berpenampilan sangat mengerikan. dia merupakan pimpinan Klan Api Hitam yang sudah berdiri 1200 tahun yang lalu. Mbah Rogobumi ini memiliki dua taring yang tajam dan panjang dan berjubah hitam dengan tanduk dikepala nya dan mata yang merah menyala.
Dia berkata: "Saat ini keadaan sangat genting, sepertinya ada manusia baru yang dipilih oleh Roh Pedang Naga Timur. Pedang Naga timur adalah pedang paling mematikan milik Klan Tujuh Langit yang bisa memusnahkan Klan Iblis dan tidak bisa ditandingi oleh senjata apapun saat ini. Kita harus waspada. 100 tahun lalu, aku masih ingat saat Klan Iblis yang terdiri dari 12 Klan gabungan bersatu untuk melawan dan menyerbu ke Gunung Semeru untuk menghancurkan Klan Tujuh Langit. Saat itu Klan Iblis kita berhasil memimpin pertempuran dan banyak dari murid klan Tujuh Langit yang mati. Namun tanpa diduga, Ki Abbas Mulya keluar menbawa pedang yang sangat bersinar terang. Dia terbang membawa Pedang tersebut, dengan menggunakan formasi 7 Langit maka pedang muncul lah seekor Naga berwarna biru mengelilingi Ki Abbas Mulya. Saat itu kami sadar bahwa dia membawa Pedang Legenda yang selama ini kami hanya mendengar dari cerita cerita para leluhur Klan Iblis dan mengira pendang itu hanya sebuah legenda dan mitos. namun hari itu kami meyakini keberadaan nya.
Saat itu Klan Iblis memiliki 12 Klan, Klan Rubah Api di barisan depan memimpin perang, Klan Asap Beracun, Klan Awan Hitam, Klan Penyihir Hitam dan Klan Ular Berdarah dibalakng nya. Saat Naga Biru itu bersatu dengan Ki Abbas Mulya mengeluarkan formasi Pedang Timur maka tiba2 keadaan berubah terbalik. Hujan pedang berguguran menghujani kami para Iblis. hingga menewaskan 5 barisan Klan Iblis dan hari itu adalah hari kemusnahan 5 klan besar dari klan iblis. sedangkan Klan Api Hitam dan 6 klan lain nya berhasil melarikan diri dan berpencar. hari yang harusnya menjadi kemenangan berubah menjadi hari paling tragis bagi Klan Iblis" kata Mbah Rogobumi sambil membayangkan kejadian saat itu.
Mbah Rogobumi melanjutkan "Setelah 5 tahun kejadian itu, Ki Abbas Mulya mengasingkan diri entah kemana dan jabatan Ketua Klan 7 Langit diserahkan kepada Ki Hanum Jati. Sejak saat itu tidak terdengar lagi kabar Pedang Naga Timur. Konon, pedang itu kembali ke Makam Pedang. Sebuah lembah suci milik Klan Tujuh Langit yang tidak bisa dimasuki oleh Klan Iblis sehingga tidak seorang iblis pun bisa mencuri pedang disana. Kbarnya, setiap murid baru yang ingin berhabung harus menyatukan jiwa nya dengan roh pedang sebelum bisa bergabung dengan akademi bela diri. Mungkin, saat ini ada seorang murid yang jiwanya berhasil menyatu dengan roh Pedang Naga Timur. ini keadaan sangat gawat, kejadian 100 tahun silam tidak boleh terulang kembali. Kirim mata mata kesana untuk mengawasi siapa murid tersebut."
"Baik Ketua" jawab salah seorang dari petinggi Klan Api Hitam.
*********** BERSAMSBUNG ***********
Diubah oleh erzyapahlevi 22-06-2017 10:11
nona212 dan anasabila memberi reputasi
2
4.1K
21
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
erzyapahlevi
#16
**** PART 3 ****
Setelah hari itu, Nilam dan Ningsih berpisah untuk saling mendalami ilmu masing masing di bidang yang sudah ditentukan oleh Guru mereka.
Sementara itu, di pintu gerbang Klan Tujuh Langit ada seorang ibu ibu membawa seorang anak mudah sekitar 13 tahun.
Ibu itu terlihat penuh darah di pakaian nya dan sambil menangis berlutut kepada penjaga gerbang untuk bertemu dengan salah satu senior. Namun penjaga gerbang tidak berani karena mereka merasa ada aura iblis pada orang tersebut. Setelah beberapa lama terdengar suara elang dan terlihat melintas burung elang yang berbentuk cahaya mendekati mereka dan cahaya itu turun di hadapan mereka dan berubah menjadi seorang pria tinggi dan tegap berbaju putih dengan memakai mahkota berbentuk seperti kepala elang.
Seketika para penjaga gerbang menundukan kepala dan berkata "Hormat kami, Utusan Suci".
Pria berbaju putih itu langsung memperkanalkan diri.
Utusan Suci: "Perkenalkan, nama ku Bagas Hanubowo. Aku adalah Utusan Suci dan juga penjaga keamanan di Klan ini. Aku lihat nyai menangis, ada apa gerangan?"
Wanita: "Utusan Suci, tolong saya. Kami baru saja mengalami kemalangan. Semua bermulai dari anak sayang yang bermain di sebuah gua dekat dengan wilayah perbatasan Klan Api Hitam. dia menemukan sebuah ruangan dengan api menyala dan dia melihat ditengah api itu ada sebuah bola berwarna hitam namun bercahaya putih. Dia penasaran dengan bola itu dan mencoba mengambil nya. Dia cari air untuk menyiram api itu dan mengambil bola tersebut. Tak disangka ternyata itu adalah benda berharga milik Klan Iblis. Pasukan iblis datang ke desa kami dan membunuh para warga jika tidak ditemukan nya benda tersebut di rumah warga. Saat itu saya dan suami saya berada diluar rumah sambil minum teh tiba2 ada tiga orang dari klan Api Hitam dengan pakaian hitam membawa sebuah senjata Grim dan bertanya kepada kami sama seperti pertanyaan yang ditanyakan kepada warga lain nya "Apa kalian yang menyembunyikan harta kami?".. "Ampun tuan, saya tidak tahu" jawab suami saya. dan Iblis itu langsung melukai suami saya tepat didepan saya. Suami saya berteriak "Cepat bawa anak kita pergi dari sini, selamatkana anak kita". Saya langsung membawa anak saya lari lewat pintu belakang menuju hutan. Sudah dua hari kami berlari dan kami melihat ada sebuah bangunan gerbang mewah dan tinggi jadi kami menuju tempat itu hingga sampai kesini dan bertemu dengan penjaga dan saya baru tahu bahwa ini adalah gerbang Klan Tujuh Langit" keata wanita tersebut sambil membayangkan kejadian yang terjadi saat itu.
Wanita: "Saya pernah mendengar bahwa Klan Tujuh Langit adalah sebuah klan dari aliran putih, saya mohon untuk menolong anak saya Riko, sepertinya dia terluka saat perjalanan kesini. Tolong sembuhkan dia."
Utusan Suci: "Baiklah nyai, saya akan mencoba menyembuhkan anak nyai yang sedang pingsan. Lalu nyai mau kemana?"
Wanita: "Saya mau kembali ke desa saya untuk melihat suami saya. Kemungkinan saya tidak akan bisa kembali. Saya dan suami saya sudah berjanji untuk saling mencintai sehidup semati. Saya tidak bisa meninggalkan dia sendiri disana."
Utusan Suci: "Tapi akan sangat berbahaya jika Nyai kesana."
Wanita: "Bagi saya nyawa tidaklah penting, asal anak saya selamat. tolong jaga dia baik baik. Kemungkinan saya akan terbunuh disana seperti warga lain nya. Berjanjilah kepada saya, jika anak saya bangun, katakan padanya kalau kedua orang tua nya telah meninggal dan tolong didik dia menjadi anak yang baik dan membela kebenaran."
Utusan Suci: "Baik Nyai".
Wanita itupun berjalan kembali ke arah pulang. Sampai di semak semak wanita itu lenyap menjadi asap hitam.
Bagas Hanubowo kemudian membawa anak itu masuk kedalam. Sesampainya di Jembatan Seribu Kaki, tiba tiba langit berubah gelap dan angin bertiup kencang tiba tiba petir menyambar dan keluar se ekor ular raksasa berwarna jingga dengan tiga tanduk dikepalanya menyerang ke arah mereka. RIko terbangun dan berteriak ketakutan. Bagas yang mengetahui akan hal itu, meletakan Riko ke bawah dan berubah menjadi Elang Cahaya dan terbang menghadang serangan Ular yang diarahkan ke anak tadi.
(Jembatan Seribu Kaki adalah sebuah jembatan yang menghubungkan area Gerbang dan area istana Klan Tujuh Langit yang dibawah nya adalah jurang yang sangat dalam dan selalu diselimuti awan tebal)
Bagas: "Tenanglah Nogojiwo , tenang. Kenapa kamu menyerang anak itu. Dia hanya anak anak yang tak bersalah"
Nogojiwo: "Kau tau tugas ku, Aku adalah mahluk mistis penjaga Jembatan Seribu Kaki. Tidak ada iblis yag bisa melewati jembatan ini dan masuk ke wilayan utama Klan Tujuh Langit kecuali dia mati oleh ku dan aku merasakan aura iblis pada anak itu." menjawab dengan suara penuh gema disertai petir.
Bagas: "Kau keliru kali ini. Aku rasa karena umur mu yang sudah ribuan tahun sehingga penciuman mu kurang tajam karena faktor usia mu. Dia anak kecil dari seorang petani. Dia disini dititipkan oleh ibu nya yang keluarga dan warga desa nya baru diserang oleh klan iblis. Mungkin dia ada sedikit aura iblis karena pernah memegang harta milik iblis yang tak sengaja ditemukan nya."
Nogojiwo: "Baiklah, kali ini mungkin hanya kekeliruan. Silahkan teruskan perjalanan mu Utusan Suci. Maaf karena telah mengganggu mu."
Ular raksasa itupun kembali ke langit dan angit kencang serta badai petir hilang seketika. Langitpun kembali cerah. Mereka kembali meneruskan perjalanan dan sampai di aula pertemuan para Tetua dan Senior perguruan. Bagas Hanubowo menceritakan semua kejadian seperti yang diceritakan oleh ibu tadi kepada mereka. Mereka pun berdiksusi untuk merawat Riko dan memikirkan di perguruan mana dia ditempatkan.
Sementara itu, di Klan Api Hitam.
Ketua Klan: "Kerja bagus Nyi Sambi. Kau telah berhasil mengirim Riko kepada mereka. Kelak, dia akan mejadi duri dalam daging untuk mereka ha ha ha ha" ucap Mbah Rogobumi sambil tertawa.
Nyi Sambi: "Tapi Ketua, apakah Riko aman disana. Aku takut mereka akan mengetahui bahwa Riko adalah orang Klan Api Hitam dan rencana kita untuk mengirimnya sebagai mata mata bisa gagal."
Ketua: "Kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah memandikan dia dengan darah 70 orang manusia. Semua energi iblis sudah dinetralisir. Hanya tersisa sedikit aura iblis nya. Namun aku yakin riko pasti akan dibawa oleh mereka ke kolam Sayap Bidadari. Setelah dia mandi disana maka semua aura iblis pada dirinya akan hilang dan tidak akan ada yang mengetahui kebenaran akan asal dia."
Nyi Sambi: "Ketua memang sangat bijaksana dan penuh perhitungan. Soal perkembangan Pedang Naga Timur, apakah kita punya kabar ketua?"
Ketua: "Aku dengan dari orang kita yang menjadi orang penting disana, pedang itu memilih seorang gadis berusia 14 Tahun menjadi pemilik nya. Kita tidak perlu khawatir masalah ini untuk sementara waktu. Karena Pedang Naga Timur hanya akan berguna sepenuhnya jika diaktifkan dengan Formasi Naga Timur. dan ilmu ini hanya bisa dicapai apabila orang tersebut sudah mencapai tingkatan ilmu pedang tertinggi dan sudah mencapai Elemen Keabadian. Selama gadis itu belum menjadi Manusia Abadi, kita tidak perlu takut."
Nyi Sambi: "Kalau begitu, Klan Iblis masih aman, kita masih punya banyak waktu untuk menfokuskan diri pada persiapan penyerangan. Dan siapakah orang yang Ketua maksud yang menjadi mata mata di Klan Tujuh Langit?" tanya Nyi Sambi penasaran.
Ketua: "Sambi, kau tidak perlu mengetahui nya terburu buru. Jika waktunya tiba, kaupun akan terkejut mengetahui kebenaran nya. Dan apakah kamu tau apa tujuan ku mengirim riko ke Klan Tujuh Langit?"
Nyi Sambi: "Belum Ketua, apakah kiranya?"
Ketua: "Tujuanku mengirimnya adalah untuk ........"
******* BERSAMBUNG *******
*Senjata Grim*
![kaskus-image]()
Setelah hari itu, Nilam dan Ningsih berpisah untuk saling mendalami ilmu masing masing di bidang yang sudah ditentukan oleh Guru mereka.
Sementara itu, di pintu gerbang Klan Tujuh Langit ada seorang ibu ibu membawa seorang anak mudah sekitar 13 tahun.
Ibu itu terlihat penuh darah di pakaian nya dan sambil menangis berlutut kepada penjaga gerbang untuk bertemu dengan salah satu senior. Namun penjaga gerbang tidak berani karena mereka merasa ada aura iblis pada orang tersebut. Setelah beberapa lama terdengar suara elang dan terlihat melintas burung elang yang berbentuk cahaya mendekati mereka dan cahaya itu turun di hadapan mereka dan berubah menjadi seorang pria tinggi dan tegap berbaju putih dengan memakai mahkota berbentuk seperti kepala elang.
Seketika para penjaga gerbang menundukan kepala dan berkata "Hormat kami, Utusan Suci".
Pria berbaju putih itu langsung memperkanalkan diri.
Utusan Suci: "Perkenalkan, nama ku Bagas Hanubowo. Aku adalah Utusan Suci dan juga penjaga keamanan di Klan ini. Aku lihat nyai menangis, ada apa gerangan?"
Wanita: "Utusan Suci, tolong saya. Kami baru saja mengalami kemalangan. Semua bermulai dari anak sayang yang bermain di sebuah gua dekat dengan wilayah perbatasan Klan Api Hitam. dia menemukan sebuah ruangan dengan api menyala dan dia melihat ditengah api itu ada sebuah bola berwarna hitam namun bercahaya putih. Dia penasaran dengan bola itu dan mencoba mengambil nya. Dia cari air untuk menyiram api itu dan mengambil bola tersebut. Tak disangka ternyata itu adalah benda berharga milik Klan Iblis. Pasukan iblis datang ke desa kami dan membunuh para warga jika tidak ditemukan nya benda tersebut di rumah warga. Saat itu saya dan suami saya berada diluar rumah sambil minum teh tiba2 ada tiga orang dari klan Api Hitam dengan pakaian hitam membawa sebuah senjata Grim dan bertanya kepada kami sama seperti pertanyaan yang ditanyakan kepada warga lain nya "Apa kalian yang menyembunyikan harta kami?".. "Ampun tuan, saya tidak tahu" jawab suami saya. dan Iblis itu langsung melukai suami saya tepat didepan saya. Suami saya berteriak "Cepat bawa anak kita pergi dari sini, selamatkana anak kita". Saya langsung membawa anak saya lari lewat pintu belakang menuju hutan. Sudah dua hari kami berlari dan kami melihat ada sebuah bangunan gerbang mewah dan tinggi jadi kami menuju tempat itu hingga sampai kesini dan bertemu dengan penjaga dan saya baru tahu bahwa ini adalah gerbang Klan Tujuh Langit" keata wanita tersebut sambil membayangkan kejadian yang terjadi saat itu.
Wanita: "Saya pernah mendengar bahwa Klan Tujuh Langit adalah sebuah klan dari aliran putih, saya mohon untuk menolong anak saya Riko, sepertinya dia terluka saat perjalanan kesini. Tolong sembuhkan dia."
Utusan Suci: "Baiklah nyai, saya akan mencoba menyembuhkan anak nyai yang sedang pingsan. Lalu nyai mau kemana?"
Wanita: "Saya mau kembali ke desa saya untuk melihat suami saya. Kemungkinan saya tidak akan bisa kembali. Saya dan suami saya sudah berjanji untuk saling mencintai sehidup semati. Saya tidak bisa meninggalkan dia sendiri disana."
Utusan Suci: "Tapi akan sangat berbahaya jika Nyai kesana."
Wanita: "Bagi saya nyawa tidaklah penting, asal anak saya selamat. tolong jaga dia baik baik. Kemungkinan saya akan terbunuh disana seperti warga lain nya. Berjanjilah kepada saya, jika anak saya bangun, katakan padanya kalau kedua orang tua nya telah meninggal dan tolong didik dia menjadi anak yang baik dan membela kebenaran."
Utusan Suci: "Baik Nyai".
Wanita itupun berjalan kembali ke arah pulang. Sampai di semak semak wanita itu lenyap menjadi asap hitam.
Bagas Hanubowo kemudian membawa anak itu masuk kedalam. Sesampainya di Jembatan Seribu Kaki, tiba tiba langit berubah gelap dan angin bertiup kencang tiba tiba petir menyambar dan keluar se ekor ular raksasa berwarna jingga dengan tiga tanduk dikepalanya menyerang ke arah mereka. RIko terbangun dan berteriak ketakutan. Bagas yang mengetahui akan hal itu, meletakan Riko ke bawah dan berubah menjadi Elang Cahaya dan terbang menghadang serangan Ular yang diarahkan ke anak tadi.
(Jembatan Seribu Kaki adalah sebuah jembatan yang menghubungkan area Gerbang dan area istana Klan Tujuh Langit yang dibawah nya adalah jurang yang sangat dalam dan selalu diselimuti awan tebal)
Bagas: "Tenanglah Nogojiwo , tenang. Kenapa kamu menyerang anak itu. Dia hanya anak anak yang tak bersalah"
Nogojiwo: "Kau tau tugas ku, Aku adalah mahluk mistis penjaga Jembatan Seribu Kaki. Tidak ada iblis yag bisa melewati jembatan ini dan masuk ke wilayan utama Klan Tujuh Langit kecuali dia mati oleh ku dan aku merasakan aura iblis pada anak itu." menjawab dengan suara penuh gema disertai petir.
Bagas: "Kau keliru kali ini. Aku rasa karena umur mu yang sudah ribuan tahun sehingga penciuman mu kurang tajam karena faktor usia mu. Dia anak kecil dari seorang petani. Dia disini dititipkan oleh ibu nya yang keluarga dan warga desa nya baru diserang oleh klan iblis. Mungkin dia ada sedikit aura iblis karena pernah memegang harta milik iblis yang tak sengaja ditemukan nya."
Nogojiwo: "Baiklah, kali ini mungkin hanya kekeliruan. Silahkan teruskan perjalanan mu Utusan Suci. Maaf karena telah mengganggu mu."
Ular raksasa itupun kembali ke langit dan angit kencang serta badai petir hilang seketika. Langitpun kembali cerah. Mereka kembali meneruskan perjalanan dan sampai di aula pertemuan para Tetua dan Senior perguruan. Bagas Hanubowo menceritakan semua kejadian seperti yang diceritakan oleh ibu tadi kepada mereka. Mereka pun berdiksusi untuk merawat Riko dan memikirkan di perguruan mana dia ditempatkan.
Sementara itu, di Klan Api Hitam.
Ketua Klan: "Kerja bagus Nyi Sambi. Kau telah berhasil mengirim Riko kepada mereka. Kelak, dia akan mejadi duri dalam daging untuk mereka ha ha ha ha" ucap Mbah Rogobumi sambil tertawa.
Nyi Sambi: "Tapi Ketua, apakah Riko aman disana. Aku takut mereka akan mengetahui bahwa Riko adalah orang Klan Api Hitam dan rencana kita untuk mengirimnya sebagai mata mata bisa gagal."
Ketua: "Kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah memandikan dia dengan darah 70 orang manusia. Semua energi iblis sudah dinetralisir. Hanya tersisa sedikit aura iblis nya. Namun aku yakin riko pasti akan dibawa oleh mereka ke kolam Sayap Bidadari. Setelah dia mandi disana maka semua aura iblis pada dirinya akan hilang dan tidak akan ada yang mengetahui kebenaran akan asal dia."
Nyi Sambi: "Ketua memang sangat bijaksana dan penuh perhitungan. Soal perkembangan Pedang Naga Timur, apakah kita punya kabar ketua?"
Ketua: "Aku dengan dari orang kita yang menjadi orang penting disana, pedang itu memilih seorang gadis berusia 14 Tahun menjadi pemilik nya. Kita tidak perlu khawatir masalah ini untuk sementara waktu. Karena Pedang Naga Timur hanya akan berguna sepenuhnya jika diaktifkan dengan Formasi Naga Timur. dan ilmu ini hanya bisa dicapai apabila orang tersebut sudah mencapai tingkatan ilmu pedang tertinggi dan sudah mencapai Elemen Keabadian. Selama gadis itu belum menjadi Manusia Abadi, kita tidak perlu takut."
Nyi Sambi: "Kalau begitu, Klan Iblis masih aman, kita masih punya banyak waktu untuk menfokuskan diri pada persiapan penyerangan. Dan siapakah orang yang Ketua maksud yang menjadi mata mata di Klan Tujuh Langit?" tanya Nyi Sambi penasaran.
Ketua: "Sambi, kau tidak perlu mengetahui nya terburu buru. Jika waktunya tiba, kaupun akan terkejut mengetahui kebenaran nya. Dan apakah kamu tau apa tujuan ku mengirim riko ke Klan Tujuh Langit?"
Nyi Sambi: "Belum Ketua, apakah kiranya?"
Ketua: "Tujuanku mengirimnya adalah untuk ........"
******* BERSAMBUNG *******
*Senjata Grim*

0