Kaskus

Story

rzrdn62Avatar border
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
★Special Main cover by Special Somebody★

 [REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta

▓▓∷rvn894∷▓▓








Quote:







╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣


Quote:






╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣

Spoiler for FAQ:





╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:




Quote:


Quote:


Quote:


Quote:





╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:

Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
anasabilaAvatar border
efti108Avatar border
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.4K
929
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
rzrdn62Avatar border
TS
rzrdn62
#907
Part 51: Liburan...(2) And The Birthday Party
Quote:


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gw memacu Red dengan kecepatan tinggi karena gw takut jika acara ulang tahun Aulia sudah dimulai dari tadi, dengan kecepatan sekitar diatas 70Km/H Red melaju dan dengan mudahnya gw menyalip motor serta mobil yang menghalangi ala ala Rossi. Tapi gw masih mengandalkan rem karena terkadang ada motor atau mobil yang ingin berbelok atau pejalan kaki yang menyebrang jalan. Ya kalau gw bablas bisa bisa berujung di rumah sakit atau pengadilan nanti. emoticon-HammerTiba tiba gw merasakan Hp gw bergetar sangat lama di dalam kantung celana. Gw pun menghiraukan hal tersebut karena kondisi gw saat ini sedang ada di perjalanan dan dikejar oleh waktu. Jadi, gw tidak mungkin untuk menepi dan melihat Hp gw walaupun hanya sebentar saja. Apalagi sampai rela bermain Hp sambil mengendarai Red, nyari mampus itu namanya.

-SKIP TRIP-

Akhirnya gw sampai juga di depan gerbang rumah Aulia. Terlihat ada beberapa motor yang terparkir di depan sini dan juga pintu gerbang yang terbuka lebar serta meja dan dekorasi yang tertata rapih di halaman depan. Setelah gw memarkirkan Red, gw langsung menuju ke arah teras depan dimana ada sekumpulan anak anak cewek yang sedang berkumpul disana. Mungkin saja Aulia juga sedang berada disana. Karena tidak ada satupun orang yang gw kenali, maka gw jadi merasa sedikit grogi. Sudah begitu tamu undangan Aulia rata rata adalah anak cewek, dan hanya ada beberapa yang cowok. Malah kebanyakan dari anak ceweknya pada melirik sambil bisik bisik dan tersenyum, hal ini jadi membuat mental gw tergoyahkan. Walaupun tidak secantik Erlin dan semanis Aulia, tapi tetap saja yang namanya dilirikin cewek pasti gw akan grogi. emoticon-Nohope Seketika terdengar suara Aulia memanggil gw dari arah teras, lalu dia menghampiri gw. Kali ini Aulia terlihat sangat manis dan anggun dengan pakaiannya yang saat ini dikenakannya. emoticon-Genit Dengan hijab berwarna biru muda dengan garis di tepiannya, celana jeans panjang berwarna biru dan yang membuat gw takjub, ternyata dia menggunakan baju pemberian gw yang gw belikan untuknya waktu kami pertama kali jalan.

Aulia: “Akhirnya kakak dateng juga. emoticon-Big Grin
Gw: “Maaf ya Lia kalo aku rada telat datengnya. Soalnya sempet bangun kesiangan juga tadi.”
Aulia: “Nggapapa kok. Lagian acaranya belum dimulai tau kak.”
Gw: “Kirain aku udah dimulai dari tadi. Abisan kemarin kamu gak bilang mulainya jam berapa sih. emoticon-Nohope
Aulia: “Iya maaf kak, abisan pikiran aku ngga fokus kemarin haha. Oh iya, kak Erlin ngga diajak?”
Gw: “Dia lagi ke Jogja ikut ibunya. Makanya aku selama liburan dirumah aja.”
Aulia: “Ohh begitu kak. Yaudah duduk dulu kak. Maaf ya kalau acaranya Cuma kaya begini doang. emoticon-Embarrassment

Karena gw bingung ingin duduk dimana, jadinya ya gw hanya berdiri saja mengikuti Aulia. Ada beberapa temannya yang menanyakan tentang gw ini siapanya Aulia. Dan ada juga yang menganggap gw ini pacarnya Aulia, seketika suasana sekitar pun menjadi ramai dengan sorakan dari teman teman Aulia yang hadir disini. Hal itu mengakibatkan wajah Aulia terlihat memerah dan dia juga sesekali terlihat seperti sedikit tersenyum. Yang menganggap gw pacarnya Aulia, mungkin mereka adalah teman sekelasnya.

Hampir saja gw lupa untuk melakukan satu hal, yaitu menghubungi Erlin. Gw masih sangat penasaran, bagaimana dengan kabarnya disana. Gw pikir gw mulai rindu dengannya. Padahal baru saja beberapa hari Erlin pergi ke Jogja. Ya namanya juga anak muda yang sedang dimabuk asmara. Pastinya akan merasakan rindu yang sangat mendalam jika harus berada dalam jarak yang jauh dari sang kekasih. Semoga saja kali ini gw bisa menghubungi Erlin dan bisa berbicara dengannya. Langsung saja gw meminta izin kepada Aulia untuk menghubungi Erlin sebentar. Lalu gw pergi ke depan gerbang. Sayangnya, saat gw mencoba untuk menelpon Erlin masih saja nomornya tidak dapat dihubungi karena berada diluar jangkauan. Shit! Padahalgw sangat berharap hari ini bisa berbicara dengannya, sebentar saja juga tidak masalah asalkan gw bisa mengetahui kabarnya disana.

Gw kembali lagi ke halaman dan berjalan kearah Aulia. Sesampainya gw disitu, Aulia bertanya kepada gw kenapa wajah gw menjadi murung. Gw tidak menjawab pertanyaannya, lalu gw langsung mengeluarkan hadiah yang sudah gw persiapkan kemarin untuk Aulia dan memberikan hadiah tersebut kepadanya. Dia langsung terlihat sangat senang sekali dan kini senyuman di wajahnya terlukiskan dengan jelas. Gw melihat tatapan mata Aulia seperti tatapan penuh harapan, tatapan yang masih sama seperti dulu.

Aulia: “Makasih ya kak. Kamu udah dateng kesini aja aku udah seneng kok. Tapi aku ngga nyangka kalau kakak bakal ngasih aku hadiah. Pokoknya makasih banyak ya kak Reza.”
Gw: “Iya sama sama Lia. Ya kalo dateng ke ulang tahun gak bawa hadiah kan gak enak, udah gitu yang ngasi tau aku orangnya sendiri yang bakal ulang tahun. emoticon-Big Grin
Aulia: “Hehehe. emoticon-Embarrassment
Cewek 1: “Ciee...Lia dapet hadiah dari cowoknya. Jadi iri nih. Haha.”
Aulia: “Makanya kamu cepet cari cowok biar kalau ulang tahun dapet hadiah.”
Cewek 1: “Ah, nanti juga dateng sendiri kok.”

Beberapa saat kemudian, ibu dan ayah Aulia pun keluar dari dalam rumah. Gw segera menghampiri mereka dan mencium tangan ayah juga ibunya. Dengan ini orang tua Aulia memberitahukan bahwa acara segera dimulai. Diawali dengan sambutan dari Aulia kepada seluruh teman temannya yang sudah bersedia hadir di acara ulang tahunnya hari ini. Lalu gw diminta untuk membawakan lagu happy birthday oleh orang tuanya dengan menggunakan keyboard. Gw langsung mengiyakannya dan mulai memainkan lagu yang gw ketahui. Kebetulan sebelumnya gw pernah les piano, jadi bermain keyboard bukanlah hal yang sulit bagi gw. Aulia terlihat kagum akan permainan keyboard gw, karena gw tidak pernah memberitahu Aulia jika gw bisa bermain keyboard dan piano.

Kemudian ibunya Aulia mengeluarkan sebuah kue blackforest yang sekiranya sudah dipersiapkan sebelumnya dan meletakkan kue tersebut di atas meja yang berada di depan Aulia. Gw terus memainkan keyboard untuk mengiringi momen momen pemotongan kue ini. Aulia mulai memotong kue tersebut dan memberikan potongan pertamanya untuk ayah dan ibunya. Gw kira yang akan mendapat potongan pertama dari Aulia adalah gw. emoticon-Big Grin Ya tidak masalah lah. Karena orang tua adalah sosok yang harus selalu diutamakan daripada siapapun. Aulia mulai mengambil potongan kedua, dan disaat ini suasana menjadi semakin ramai dan teman temannya mulai bersorak karena Aulia berjalan ke arah gw sambil membawa potongan kue kedua tersebut. Gw seketika menjadi grogi, karena semua teman temannya bersorak “Suapin...Suapin...Suapin.” ketika Aulia sudah berada di samping gw. Gw hanya bisa tersenyum sambil menahan malu, dan pastinya gw tetap melanjutkan permainan keyboard gw. Aulia langsung memotong sedikit potongan kue tersebut lalu memberikan satu suapan kepada gw. Dan gw juga tidak menolak suapan dari Aulia. Aulia tersenyum ke arah gw, wajahnya terlihat sedikit memerah dan lesung pipinya juga terlihat sekali dengan jelas yang membuat gw jadi ingin mencubit pipinya. emoticon-Genit Semua teman temannya pun bersorak kembali setelah aulia memberikan satu suapan kepada gw. Orang tua Aulia juga ikut tersenyum melihat hal itu.

Setelah acara selesai, teman teman Aulia mulai pulang satu persatu. Ada beberapa temannya yang katanya ingin main dulu dengannya, tapi tidak jadi karena takut menganggu Aulia dengan gw berdua disini. emoticon-Hammer Gw membantu membereskan halaman. Sesudah beres dan rapih seperti semula, orang tuanya Aulia meminta gw untuk duduk dulu di teras sambil menemani Aulia.

Gw: “Hadiahnya jangan dibuka dulu. Nanti aja kalo aku udah pulang, baru dibuka. emoticon-Big Grin
Aulia: “Emang isinya apa kak? Penasaran aku. Hehe.”
Gw: “Nanti kamu juga tau kok.”
Aulia: “Oh iya, kak Erlin gimana kabarnya?”
Gw: “Erlin belom bisa dihubungin. Gak tau kenapa tapi setiap di telepon selalu diluar jangkauan terus.”
Aulia: “Mungkin ngga dapet sinyal kali kak. Mudah mudahan kamu bisa ngehubungin kak Erlin secepetnya kak.”
Gw: “Iya, aku juga maunya begitu Lia.”
Aulia: “Tadi kamu main keyboardnya bagus banget tau kak. emoticon-Embarrassment
Gw: “Ah masa si? Biasa aja kok. emoticon-Big Grin
Aulia: “Serius aku. Aku aja ngga bisa main alat musik. Hehe.”
Gw: “Belajar dong kalo gitu.”
Aulia: “Maunya sih diajarin kamu kak. emoticon-Malu
Gw: “Bayar ya tapi? Hahaha.”
Aulia: “Yaaah masa bayar sih kak?”
Gw: “Hehe...Gak, aku bercanda kali. Nanti kalo ada waktu aku ajarin kamu deh.”
Aulia: “Tapi emangnya kak Erlin ngga marah kalau kamu ngajarin aku kak?”
Gw: “Mudah mudahan aja gak. Itu tadi keyboard punya siapa?”
Aulia: “Itu keyboard punya sodara aku kak.”
Gw: “Kirain punya kamu.”

Kami berdua mengobrol kembali, membicarakan tentang apa saja yang kami ingin ketahui. Selain minta diajari bermain keyboard, Aulia juga minta diajari bermain basket. Dia ingin sekali bisa bermain basket katanya. Gw berpikir lain kali gw akan meminta bantuan Erlin untuk mengajari Aulia bermain basket jika dia mau. Sayangnya hal tersebut tidak bisa dilakukan disaat liburan ini. Setelah itu gw pamit dengan Aulia serta orang tuanya untuk pulang kerumah. Pasti hari ini akan menjadi salah satu momen penting yang akan selalu dingat oleh Aulia. Gw tidak tau sekarang dia menganggap gw sebagai apa, tapi dari perlakuannya seperti menganggap gw bukan cuma sekedar teman saja.

Sesampainya dirumah gw langsung memasukkan Red ke dalam sarangnya dan mengunci pintu gerbang. Sesudah ganti pakaian gw langsung merebahkan diri di atas kasur yang ada di kamar gw. Karena masih penasaran dan kepikiran, gw mencoba untuk menelpon Erlin sekali lagi.

“Tuut...Tuuut...Tuuut...”

Sayangnya gw masih belum bisa juga untuk menghubunginya. Gw berharap apapun yang Erlin lakukan disana, dia akan tetap baik baik saja dan juga selalu ingat dengan diri gw disini. Sekarang semuanya gw serahkan kepada tuhan.

Hari sudah menjelang sore, dan hal yang gw lakukan tidak lain dan tidak bukan hanyalah bermain game. Kali ini gw bermain WoW bareng Soni. Karena dia minta bantuan gw untuk boosting level. Berhubung Soni baru dalam permainan ini, jadi skill yang dimilikinya tidak terlalu bagus. Bisa dibilang skillnya masih rendah. Bukan maksud gw untuk menjelek jelekkannya, tapi hal yang gw katakan sesuai faktanya. emoticon-Big Grin

Quote:


Kami melanjutkan kembali bermain WoW. Gw membantu Soni menyelesaikan Questnya, untuk mendapatkan reward berupa item. Walaupun item dalam quest jarang ada yang bernilai tinggi, setidaknya lumayan lah buat menambah ability karakter.

Baru kali ini gw bermain game sampai tidak fokus karena gw masih mengkhawatirkan Erlin yang sudah dua hari tidak bisa gw hubungi. Gw percaya Erlin tidak akan berbuat yang tidak tidak disana. Yang gw khawatirkan hanyalah kondisinya saat ini. Andaikan saja gw bisa berbicara dengannya lewat telepon semenit saja, pasti akan lega rasanya karena sudah mengetahui kabar darinya. Kegelisahan yang sebelumnya telah melanda kini muncul kembali dalam benak gw. Ya...Mau bagaimana lagi? Jika gw memang benar benar cinta kepada Erlin, seharusnya gw bisa percaya kepadanya walaupun tidak ada kabar selama beberapa hari. Dan kali ini gw harus bersabar. Gw yakin, kesabaran gw ini akan terbayarkan suatu hari nanti.
Diubah oleh rzrdn62 08-06-2017 02:30
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.