Kaskus

Story

prestant18Avatar border
TS
prestant18
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]

CREDIT PICT: AGAN CATUR SAPUTRA

assalamualaikum

selamat siang kaskusers,

ane akan melanjutkan cerita dari thread ane sebelumnya.
untuk readers yang belum membaca kisah sebelumnya, silahkan baca di kisah keluarga perantau.
untuk cerita tentang perjalanan hidup dimana ane sudah mandiri,
cerita tersebut akan ane link dibawah,
selamat menikmati.... :emoticon-Rate 5 Star

1. the beggining
2. tanah pertama
3. rumah pakdhe
4. kerja
5. belajar mengendalikan diri
6. desi
7. panggilan tes
8. Training
9. nilai dari sebuah perjalanan
10. misteri baung part 1
11. misteri baung part 2
12. misteri baung part 3
13. misteri baung part 4
14. mister baung part 5
15. misteri baung last part
16. perkenalan
17 teror
18. shita
19. shita 2
20. fighting
21. rendi
22. drama[belajar dewasa]
23. finally, we are. . .
24. another side from shita
25. moments
26. crash
27. about rendi
28. perpisahan 1
29. suasana baru
30. quality time 1
31. quality time 2
32. :'(
33. last memories of shita
34. TAKDIR
35. sisi gelapku
36. misteri mimpi nyata 1
37. misteri mimpi nyata 2
38. misteri mimpi nyata 3
39. resolusi
40. arah perubahan
41. rumah mas malik 1
42. rumah mas malik 2
43. rumah mas malik 3
44. rumah mas malik 4
45. maung dan mbah
46. rumah mas malik last chapter
47. sheryi 1
48. sheryl 2
49. djakarta; first impression
50. pemberitahuan
51. samapta
52. 2nd test
53. jangan sok
54. masa peralihan
55. tes kerja lagii
56. UPDATE SPESIAL TENTANG CV
57. indonesia
58. misteri divisi siang 1
59. misteri divisi siang 2 ( the story )
60. misteri divisi siang ( last part )
61. kematian itu pasti
62. PHK
63. adikku bernama dian 1
64. adikku bernama dian 2
65. titik balik
66. terus berjuang!!
67. SEMANGAT MERDEKA SAUDARAKU!
68. OJT 1
69. OJT 2
70. adek 1
71. adek 2
72. tulungagung, wecome to the jungle
73. pengalaman misteri baru
74. traveling with shita's family, [sakit]
75. she is. . .
76. hujan sore itu
77. aku ingin memastikan
78. sheryl's stories 1
79. sheryl's stories 2
80. sheryl's stories 3
81. my choice is, ,
82. teror 1; mabuk
83. alasanku memilih
84. teror 2, santet 1
85. teror 2, santet 2
86. karena kamu berbeda
87. teror 3, gangguan semakin berat
88. teror4, akhir
89. mimpi
90. hari yang dinanti nanti??
91. pertengkaran 1, fakta
92. pertengkaran 2, itu bukan kamu yang kukenal
93. PERTENGKARAN 3, AKHIR
94. SHERYL; FINAL CHAPTER
95. EPILOG
Diubah oleh prestant18 09-10-2017 03:30
cibuyaaAvatar border
arrasyid.pd988Avatar border
zoekyvalkryeAvatar border
zoekyvalkrye dan 65 lainnya memberi reputasi
62
1.3M
3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
prestant18Avatar border
TS
prestant18
#875
Resolusi
pagi itu hari minggu . .
jam menunjukan pukul 05:30,
aku berlari lari pelan menuju kearah alun2 bangil.
rencananya aku ingin berolahraga, ,
sudah cukup lama aku tidak berolahraga,
energi yang seharusnya tersalurkan mengendap dan membuatku tak nyaman.
dan kupikir aku harus mulai mengubah pola kebiasaan agar tidak jenuh.
disamping agar kesedihanku bisa terlupakan dengan aktifitas baru.

ketika aku berlari didalam area alun alun,
pikiranku entah mengapa terbang kemana mana.
aku terpikir mengenai kehidupanku saat ini dan kedepannya.
akankah seperti ini?

pekerjaan bersama pak hari, yang sementara ini menjadi gantunganku,
mulai sepi dan lebih banyak libur.
aku juga tidak kunjung mendapatkan panggilan kerja,
padahal berkas berkasku sudah habis kugunakan mendaftar kesana kemari.
ini membuatku semakin frustasi,
terlebih aku juga sudah memutuskan untuk tidak meneruskan kuliah disebuah perguruan tinggi yang kudaftar ketika aku masih kerja di pabrik.
pertimbangan dari segi finansial menjadi pertimbanganku.
sebab uang tabungan yang menjadi gantunganku sudah amat sangat tipis.

kemarin ayah shita menelpon, menanyakan keadaanku.
kami sempat bercengkerama via telepon cukup lama.
beliau mengundangku untuk datang kerumah.
aku mengiyakan undangan ayah setelah sebelumnya ayah memaksaku agar datang.

aku juga sempat berbicara dengan mamah,
beliau menanyakan mengapa aku tidak jua berkunjung.
apakah pekerjaanku semakin sibuk?
aku terdiam. .
hingga akhirnya mamah bertanya kembali.
akupun dengan berat menjawab jika aku saat ini pengangguran.
aku hanya bekerja serabutan.

mamah terkejut mendengarnya.
beliau menanyakan ada apa gerangan.
aku hanya bisa tersenyum, , ,
beliau kembali mendesakku, , dan dibelakangnya terdengar ayah yang juga mendorongku tidak ragu bercerita.

aku benar benar tidak mempu menceritakan semua ini.
dan akupun kembali terdiam.
mamah pun menghela nafas.
beliau menasihatiku jika ada apa apa cerita saja.
aku sudah dianggapnya putra sendiri, ,
putra yang terhubung secara tidak langsung.
namun aku menolak untuk bercerita,
aku hanya meminta beliau berdoa demi kebaikanku.
mamah pun mengiyakan.
dan kemudian telepon kami kuakhiri karena aku tak mau jika ayah dan mamah shita mengetahui betapa menyedihkannya kondisiku saat ini.

kembali kepada aku yang sedang berlari lari.
yang tanpa sadar ketika sedang melamun dengan semua itu. .
ternyata diikuti oleh seseorang.
orang itu menepuk pundakku.
aku terkejut dan menegok kearah sumber tepukan.
disampingku sudah berlari mantan rekan kerja selama di pabrik dulu.
namanya adalah mas rohman.
mas rohman ini adalah orang yang sangat religius, dan juga sangat lurus.
dia sangat konsisten dalam menjalankan kehidupan diatas agama.

mas rohman: “ assalamu’alaikum tiyo “
aku: “ eh,, wa’alaikumsalam mas, , sejak kapan nih? “
mas rohman: “ wes dari tadi yo, ada kali 100 meter kita lari bareng, tapi kamunya lagi nglamun “
aku: “ mosok to mas? maaf aku nggak sadar lho “
mas rohman: “ jangan banyak melamun, nggak baik, mending dipake sambil dzikir, jadi inget sama Allah, hehee “
aku: “ iya ya mas, hehe, , “ ( aku tersipu malu diingatkan olehnya )
mas rohman: “ sekarang sibuk ngapain ni? “
aku: “ em, bantu kerjaannya pak hari mas, tapi lagi sepi sekarang, jadi banyakan nganggurnya “
mas rohman: “ alhamdulillah “
aku: “ iya mas alhamdulillah “ ( mas rohman menegurku yang berencana mau mengeluh dengan halus )

kemudian kami sempat terdiam karena aku juga mendadak malas untuk berbicara.
pikiranku kembali dipenuhi dengan pesimisme. . .
mas rohman nampak membaca hal tersebut dari wajahku.

mas rohman: “ kamu kalau banyak pikiran dan waktumu luang, diarahkan ke hal positif aja yo “
aku: “ maksudnya mas? “
mas rohman: “ sambil duduk yuk?, sekalian istirahat “

mas rohman mengajakku beristirahat di pendopo.

mas rohman: “ kamu masih berduka ya yo? “
aku: “ emm, iya mas “
mas rohman: “ masih teringat sama pacarmu yang meninggal? “
aku: “ kok tau mas? “
mas rohman: “ aku juga sudah pernah di posisi yang sama dengan kamu yo “
aku: “ pacare sampean meninggal juga gitu?
mas rohman: “ bukan, , tapi orang tuaku yo “

mas rohman menghentikan ucapannya dan nampak menerawang.

mas rohman: “ aku anak pertama dari tiga bersaudara, dan aku sudah menjadi yatim semenjak kelas 5 SD. “

aku mendengarkan dengan seksama pembukaan cerita mas rohman.

mas rohman: “ semenjak bapakku meninggal, aku harus membantu ibuku berdagang makanan untuk hidup kami sehari hari.
jadi aku sekolah sambil bawa makanan gitu. “
aku: “ nggak malu mas? “
mas rohman: “ awalnya ya malu yo, , tapi mau gimana lagi? kalau Cuma diejek udah biasa aku “

mas rohman menjeda ceritanya. setelah menarik nafas, dia kembali melanjutkan.

mas rohman: “ hingga ketika aku kelas 2 SMA, giliran ibuku yang dipanggil sama Allah “

hatiku mendadak bergetar oleh ceritanya. bibirku kelu karena tak mampu membayangkan bagaimana rasanya menjadi mas rohman saat itu.

mas rohman: “ aku terpuruk yo, , mendadak semua hal indah seakan2 lenyap gitu aja.
hidupku yang kemarin terasa pahit, jadi semakin pahit aja dalam angan2ku.
aku marah sama Allah, ,
kok DIA tega melakukan ini padaku. “

mata mas rohman nampak berkaca kaca namun bibirnya tersenyum.

“ aku terjerumus dalam kenakalan.
bisa dibilang aku menjadi liar karena semua itu yo.
malu lah kalo diceritain. . .
hingga kemudian suatu hari aku sadar, ,
kalau aku punya dua orang adik perempuan yang masih kecil.
yang nomor 2 masih kelas 2 SMP, dan si bungsu masih SD kelas 5.
mereka jauh lebih butuh kehadiran orang tua.

suatu hari kedua adikku hampir menjadi korban pelecehan oleh temanku sendiri yang sedang mabuk.
padahal aku dan temanku ini sudah sangat dekat.
dia juga sudah biasa tidur dirumah.
dia kuanggap orang yang kupercaya, karena kupikir dia melihat adikku seperti adiknya juga.
namun pengaruh minuman keras dan obat2an merusak logikanya.
aku yang melihat adikku diperlakukan tidak benar, langsung menghajarnya habis2an.
dan keributan itu menyebabkan tetangga datang.

anehnya sekalipun ada yang peduli,
kebanyakan tetangga malah nyiyir kepada kami.
mereka bilang jika kami ini merusak lingkungan saja.
masih kecil kecil sudah seperti itu.

jujur yo, jika aku yang dihina, aku terima, , ,
namun ketika mendengar adik2ku ikut dihina, aku tidak terima.
mereka masih kecil.
kedua adikku hanya bisa menangis.
dan pada titik itu aku tersadar, jika masa depan mereka ada di pundakku.”

aku: “ lha mas rohman nggak punya saudara lain gitu? “
mas rohman: “ ada, tapi kebanyakan tidak peduli “

tanpa sadar aku ikut berkaca kaca mendengar ceritanya.
terbayang jika itu aku, kemudian dian dan ardi.

mas rohman: “ semenjak hari itu aku bertaubat yo, aku berjanji pada diriku sendiri untuk berubah dan berusaha keras demi adik2ku.
aku nggak rela adik2ku yang perempuan ini direndahkan karena kakaknya yang seharusnya menjadi pengganti bapak dan ibu malah tersesat. “

aku: “ iya mas “

mas rohman: “ setelah aku mengaji, aku belajar dari sebuah ayat, , kullu nafsin dzaiqotul maut, , setiap yang bernyawa akan merasakan kematian.
dan mereka yang masih hidup itu harus tetap bisa melanjutkan hidup apapun keadannya.
bukan lantas meratapi mereka yang sudah pergi mendahului.
apalagi melampiaskan semua itu kearah hal2 yang buruk “

aku tertunduk meresapi nasihat mas rohman.
nasihat yang amat dalam,
menohok hatiku yang masih terus menikmati kesedihan sepeninggal shita.

mas rohman: “ kamu masih punya bapak dan ibu kan? “
aku: “ masih mas “
mas rohman: “ kakak? adik? “
aku: “ adik ada dua mas “
mas rohman: “ kamu masih punya banyak orang yang menyayangimu yo, , jangan kecewakan mereka “ ( tersenyum )

aku jadi teringat keluarga di rumah.
teringat bapak yang sudah tak sekuat dulu.
ibu yang masih harus membanting tulang dengan berjualan.
dian yang beranjak remaja, dan ardi yang masih kecil, ,

aku: “ iya mas, bener, , harusnya aku malu kalau terus menerus begini “
mas rohman: “ naah, gitu dong, , bangkit, , sesungguhnya Allah memberikan masalah itu amat sangat presisi sesuai kemampuan hambanya, , tidak lebih. tujuannya agar hambanya itu semakin kuat.“
aku: “ iya mas “

aku mengangkat kepala dan menarik nafas dalam dalam.
kurasakan ada energi positif dari percakapan bersama mas rohman barusan.
yang membuatku mendapatkan semangat baru, dan juga pencerahan.

mas rohman: “ kalau kamu senggang, ikut ngaji aja biar adem hati kita “
aku: “ ngaji? ngaji baca qur’an gitu mas? “
mas rohman: “ iya, tapi bukan Cuma itu aja, kita bertholabul ‘ilmi alias menuntut ilmu agama sebagai bekal hidup “
aku: “ berarti kaya mondok gitu/ “ ( pondok pesantren )
mas rohman: “ bukan, , kaya majelis taklim, , kita belajar dari seorang guru, ustadz gitulah “
aku: “ kapan mas, boleh itu, , biar aku ada kegiatan “

mas rohman pun memberi tahu jadwal majelis taklim yang biasa dia ikuti untuk menuntut ilmu agama.
aku mengiyakan ajakannya dan berjanji akan datang.
setelah itu kami berpisah karena hari juga sudah mulai panas.
aku memutuskan untuk pulang dengan membawa semangat baru hasil sharing dengan mas rohman.
semangat yang nantinya membawaku kearah yang lebih baik lagi.
semangat hijrah. . .
hijrah dari keterpurukan . .
hijrah dari keburukan menuju kebaikan. .

==

sore itu aku berkunjung kerumah almarhumah shita.
rencananya aku mau datang agak pagi, namun karena pakdhe tukul memintaku membantu beliau pindah rumah.
akhirnya jadwal berkunjung kuundur agak sore.
kupencet bel pintu rumah,
dan tak lama mamah yang membukakan pintu menyambutku dengan hangat.

mamah: “ tiyo, ya allah kamu kok lama nggak kesini to? “
aku: “ iya mah maaf ya “

( mencium tangan beliau )

aku: “ lho? ayah sama sheryl kemana? “
mamah: “ ayah paling sebentar lagi pulang, lagi jemput sheryl, kan dia lagi banyak bimbel, persiapan UAN “
aku: “ wah udah mau SMA aja ya mah si sheryl “
mamah: “ iya yo, kamu paling pangling kalo ketemu “
( aku terakhir datang kemari adalah ketika shita meninggal, atau sekitar hampir 5 bulan yang lalu.
setelahnya paling aku hanya berziarah, namun tidak ke rumah )

mamah: “ ayo sini masuk dulu lah, mamah masak asam manis nih “
aku: “ iya mah, terimakasih, tapi tiyo udah makan pas dari rumah tadi “
mamah: “ jangan gitu ah, kok canggung kamu “
aku: “ beneran mah “
mamah: “ ya udah, nanti bareng bareng sama ayah & sheryl aja ya “
aku: “ iya mah “

setelah itu, aku dan mamah ngobrol banyak hal tentang kehidupan kami sepeninggal shita.
sesekali kami tertawa, ,
sesekali mamah menitikkan air mata ketika membahas putri sulungnya.
kalau sudah begitu, aku langsung mengalihkan pembicaraan ke topik lain agar mamah tidak bersedih.

tak lama pintu depan terdengar di buka, dan suara sepeda motor masuk menuju garasi.
setelah itu terdengar suara salam dan muncul sesosok perempuan cantik didepan pintu.

“ assalamualaikum “
suaranya tidak terlalu asing.

“ wa’alaikum salam “
sahut aku dan mamah.

aku menatap kepada gadis didepan pintu yang berdiri sambil menatapku.

“ shita? “
tegurku.

gadis itu tersenyum kepadaku, ,
dan tidak ada gingsul disana.

“ mas tiyo, ini sheryl mas “
jawabnya.

aku mengerjap kerjapkan mata, dan mengucek beberapa kali.
dan benar, sosok didepanku itu bukanlah shita, namun sheryl.
aku tertipu oleh penampilannya,
sebab sheryl memotong rambutnya hingga mirip seperti potongan rambut kakaknya semasa hidup.
tubuhnya juga tumbuh semakin tinggi dan kini berbetuk.
sekilas mirip dengan almarhumah shita ketika kami pertama bertemu dulu.
hanya berbeda di gingsul dan bentuk mata.
selebihnya bisa dikatakan 88% adalah shita.

aku: “ eh? kamu sher? udah gede jadi pangling aku “
sheryl: “ hehe, iya mas, kapan datang? “ ( bersalaman dan mencium tanganku )
aku: “ barusan aja kok “
sheryl: “ oh, mas tiyo lama nggak kesini nih, mentang2 udah nggak ada embak, , “
aku: “ yaa maaf sher, banyak hal yang terjadi “
sheryl: “ ya tapi jangan gitu dong, “
aku: “ iya iya, maaf yaa “

sheryl nampak tertawa melihatku.

kemudian dibelakang sheryl, muncul ayah, ,
beberapa lama tak melihat beliau, kulihat beliau nampak semakin tua.
sangat ketara bedanya daripada dulu.

ayah: “ alhamdulillaaaah, , , anak lanang teko “
aku: “ om bagaimana kabarnya? “

aku berdiri dan berpelukan dengan ayah.
sejenak kurasakan seperti deja vu ketika kami berpelukan di pemakaman shita dulu.

ayah: “ alhamdulillah baik, , kamu gimana? kok kurus? item lagi “

aku hanya nyengir mendengar pertanyaan itu.

aku: “ banyak yang terjadi om, , “

ayah tersenyum dan menepuk pundakku,
beliau nampak mengerti apa yang kurasakan.

mamah: “ eh, makan ayo makan, biar rame ayo makan bareng bareng “
sheryl: “ udah mateng mah asam manisnya? “
mamah: “ kalau belum masak mama tawarin dek “
ayah: “ ayo yo, dienakin aja, anggap rumah sendiri “
aku: “ iya om, makasih ya “

kamipun menuju meja makan dan menyantap makan malam bersama.
selama makan, kami juga bercerita banyak hal.
mamah dan ayah menasihati dan memberikanku dukungan agar aku bisa bangkit.
ayah sempat menawarkan untuk bekerja dengan salah satu temannya yang mengelola sebuah usaha percetakan.
namun aku menolak dengan alasan saat ini juga sedang bekerja menjadi tukang las.
padahal alasan sebenarnya aku malu jika dibantu oleh ayah shita.

ayah: “ yo, kamu malam ini nginap disini aja, besok sekalian kami juga mau ziarah ke makam, kita bareng2 “
aku: “ tapi om, , saya nggak enak “
ayah: “ nggak papa, kamu bisa pakai kamar shita, , masa lama nggak kesini, baru datang sore tadi mau langsung mau pulang “
aku: “ emm, beneran nggak papa om? “
ayah: “ iya, , “
aku: “ makasih ya om “
sheryl: “ yesss “ ( nampak gembira )
mamah: “ kenapa dek? “
sheryl: “ eh, enggak mah, , , hehehe “

sheryl nampak tersenyum malu2 . . .
membuat kami tertawa.

mamah: “ ini yo, adekmu dari kemarin kan nanya2 terus, kok kamu nggak pernah kemari lagi “

( aku tersipu oleh kata “ adekmu “ seakan2 aku bagian dari keluarga ini )

sheryl: “ iyo ki, mas tiyo, biarpun mbak udah nggk ada, tapi kan masih ada aku, , eh, maksudnya, aku, mamah sama ayah “
ayah: “ bener yo, kamu jangan sungkan, , kita sudah nganggap kamu keluarga juga.
anggap saja saya seperti bapak kamu, mamah seperti ibumu, dan sheryl seperti adikmu sendiri.
perginya shita tidak lantas berarti kamu bukan siapa siapa kami lagi.“

aku tersenyum getir dan berusaha menahan air mata.
betapa keluarga ini sangat baik dalam memperlakukanku.
padahal aku bukanlah siapa siapa.

aku: “ iya om, maafkan saya ya, mah, sher, , , selama berbulan bulan ini saya terlalu terlarut dalam kesedihan, sehingga melupakan hal2 penting lain. “
mamah: “ nggak papa, kami ngerti kok, , tapi jangan diulangi ya? “

mamah memegang tanganku dan tersenyum.

sheryl: “ nah, kan aku jadi punya kakak laki2 sekarang “
( memelukku dari samping)

aku menunduk dan bersyukur,
air mataku menetes.
betapa dibalik musibah yang menimpa kami,
Allah menautkan hati kami dan menjalinkan sebuah tali silaturahmi yang semakin kuat.
terimakasih Allah. . .

==

makan malam sudah selesai sedari tadi.
setelah meladeni sheryl yang mengajakku bercerita dan bercanda,
kini aku sudah berbaring didalam kamar bekas shita.
kulihat sekeliling kamar yang berlatar belakang warna biru muda, warna kesukaan almarhumah.
diatas meja belajar masih terpasang ornamen2 kecil dan juga foto almarhumah.
ada foto ketika kami berada di malioboro dulu.
dan ada foto ketika kami berwisata ke jatim park.
semua tersusun rapi didalam bingkai.
kurasa ayah dan mamah membiarkan semua tersusun seperti sebelumnya tanpa diubah.
di tembok sebelah tempat tidur wallpaper bermotif bunga mawar jadi hiasannya.
ahh, , entah mengapa aku merasakan kehadiran shita disini.
perasaanku tenang dan damai. . .
hingga akhirnya aku terlelap.

keesokan paginya aku bangun awal dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, aku bersiap menuju ke mushola yang terletak tak jauh dari rumah ayah.
suara adzannya terdengar sangat jelas, ,
membangunkan kaum muslim yang masih terlelap dan menyerunya untuk bersujud.
didepan kamar mandi, aku berpapasan dengan ayah yang juga hendak menuju ke mushola.
beliau mengajakku berangkat bersama.
akupun mengiyakan dan berganti menggunakan kamar mandi.
sedangkan ayah mengetuk kamar sheryl, membangunkan putrinya untuk melaksanakan sholat subuh.

setelah sholat subuh di mushola selesai,
aku dan ayah pulang, ,
kulihat ayah duduk di tempat sholat dan mulai mengaji.
sedangkan aku memilih duduk diruang tamu dan mendengarkan beliau.
kurasakan dalam setiap ayat dari surat arrahman yang beliau lafalkan disertai penghayatan dan kekhusyukan.
hingga sesekali suara beliau menjadi pelan dan parau ketika sampai di ayat yang berarti
“ maka nikmat Tuhanmu mana lagikah yang kamu dustakan? “
nampaknya beliau menangis.

aku ikut menghayati suara ayah, ,
terlebih tidak ada suara lain yang terdengar dikeheningan fajar ini.
sampai sampai aku tidak sadar jika sheryl sudah duduk disampingku.
mungkin dia juga ikut menghayati suara ayahnya.

( akhirnya aku berjalan jalan keluar menikmati udara pagi, dan entah siapa yang menyuruh, sheryl mengikutiku, dia berjalan disampingku, jadilah aku mengajaknya ngobrol )

aku: “ dek, suara ayah tadi sedih banget ya kalau didengerin “
sheryl: “ iya mas, semenjak embak meninggal, ayah jadi rajin beribadah, , tiap pagi pasti ngaji surat itu “
aku: “ surat arrahman? “
sheryl: “ iya “
aku: “ lha kamu nggak ikut ngaji “
sheryl: “ yaa aku kadang kadang ngaji mas tiyoo, tapi nggak serajin ayah “
aku: “ alhamdulillaah, , gitu dong, dikit2, nanti lama2 kan banyak, , apalagi kamu mau UAN to? “
sheryl: “ iya mas, doain aku ya, biar bisa banggain ayah sama mamah kaya embak “
aku: “ iyaa, pasti kamu bisa banggain mereka “

aku mengelus elus kepala sheryl.

sheryl: “ tapi aku nggak pe de ni, , soalnya aku nggak sepinter embak “
aku: “ pede aja lagi, , nggak usah minder “
sheryl: “ habisnya kalau aku liat nilai2 embak, rata2nya 9. lha aku 9 itu udah bagus banget “

aku berhenti, kemudian menoleh kearah sheryl, ,
kupegang kedua pundaknya dan kutatap kedua matanya.
wajah sheryl bersemu merah dan matanya tak berani menatap mataku.
dia nampak salah tingkah.

aku: “ dek, aku kasih tau satu hal penting buat pedoman kamu kedepannya ya,
setiap orang itu terlahir istimewa dengan kelebihannya masing masing.
jadi kamu nggak usah minder karena mbak shita itu cerdas.
aku yakin kamu juga cerdas kok, yang penting berusaha yang terbaik.
dan untuk urusan membanggakan orang tua.
kamu bisa membanggakan beliau berdua dengan cara kamu sendiri, ,
ya? “

sheryl mengangguk dan mengiyakan nasehatku.

aku: “ naah, kalau udah senyum dong, , kamu tu kebanggaannya mamah sama ayah, , semangat! “
sheryl: “ iya mas, , , makasih ya, hehe “

sheryl tersenyum namun sambil tetap mempertahankan agar giginya tak terlihat.
sekilas kulihat wajah shita disana.

aku: “ ya udah, ayo balik, mandi terus kita ziarah, , , kita tengokin mbak shita biar dia ngga kesepian “
sheryl: “ ayuk mas “

aku dan sheryl pun berbalik arah untuk pulang.

( bersambung )
Diubah oleh prestant18 15-06-2017 21:28
BALI999
jenggalasunyi
symoel08
symoel08 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.