Kaskus

Story

gridseekerAvatar border
TS
gridseeker
[TAMAT] Saat Senja Tiba
Quote:
cover by: bgs93


Quote:
poetry by: junker007

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 333 suara
Siapa tokoh yang menurut agan paling layak dibenci / nyebelin ?
Wulan
20%
Shela
9%
Vino (TS)
71%
Diubah oleh gridseeker 04-07-2017 19:00
junti27Avatar border
ugalugalihAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 31 lainnya memberi reputasi
32
1.4M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
gridseekerAvatar border
TS
gridseeker
#5250
Final Part
Sore hari sekitar jam lima kurang seperempat, mobil yang ane kemudikan akhirnya sampai di tempat tujuan, sebuah rumah besar yang merupakan daycare atau tempat penitipan anak. Setelah memarkirkan mobil di depan pagar, ane lalu masuk ke dalam dan suasananya terlihat agak lengang, karena sebagian besar anak-anak telah dijemput oleh orang tuanya masing-masing.

Ane kemudian menemui mbak-mbak petugas penjaga depan dan menanyakan nama seseorang. Setelah mendapatkan keterangan dari mbak petugas tersebut, ane lalu berjalan menuju ke sebuah ruangan yang sepertinya merupakan ruang bermain buat anak, karena terdapat banyak sekali mainan anak seperti perosotan plastik, rumah mini, meja kecil dan lantai bermatras warna-warni dengan hiasan angka dan huruf.

Sampai disana, ane lihat ada beberapa pengasuh yang semuanya wanita memakai seragam kemeja pink dan lagi beres-beres. Tapi mata ane langsung tertuju pada seorang pengasuh yang bisa dikatakan paling cantik diantara yang lain, yang sudah ane kenal dengan baik. Atau setidaknya dia pernah menjadi bagian dari kehidupan ane.

"Maaf mas, mau nyari siapa ya ? " tiba-tiba seorang pengasuh bertanya ke ane.

Ane nggak menjawab lalu menunjuk seorang pengasuh yang paling cantik tersebut, yang sepertinya nggak menyadari kehadiran ane.

"Oh ya silahkan mas. "

"Boleh saya masuk ke dalam ? " tanya ane.

"Boleh silahkan. " jawab pengasuh tersebut kemudian berlalu.

Ane lalu masuk ke ruang bermain tersebut dan merasa ada yang mendekatinya, dia pun menoleh ke ane. Dan seperti yang udah ane duga, dia sangat terkejut melihat ane yang udah berada di depannya. Tapi dia kemudian langsung menguasai diri, dan tersenyum. Senyum yang kali ini bagi ane, terlihat begitu indah dan mempesona. Ane pun membalas senyumannya.

"Aku nggak nyangka kamu kesini, Vin. " katanya dengan masih tersenyum.
"Hehe, aku cuma pengen liat seorang guru Karate yang beralih profesi jadi pengasuh di penitipan anak. " jawab ane sambil berjalan masuk ke ruangan.
"Bisa aja kamu. " katanya ketawa.
"Kamu udah lihat kan ? Gimana aku cocok nggak pakai seragam ini ? " tanyanya lagi.
"Kamu keliatan gendut Shel. " jawab ane dengan nada meledek. Mendengar jawaban ane, Shela hanya tersenyum.
"Kok kamu aku ejek nggak mukul aku ? " tanya ane ketawa.
"Beneran mau ? " tanya Shela sembari mengepalkan tangannya ke ane.
"Nggak ah, kayaknya tinjumu masih horor deh. " jawab ane dengan nada meledek.

Shela cuma ketawa mendengar kata-kata ane. Ane lihat Shela secara penampilan masih sama seperti dulu, hanya saja dari sikap dan gaya bicara jauh lebih dewasa.

"Mbak Wulan udah tahu belum kalau kamu kesini ? " tanya Shela lagi.

"Nggak, aku bilang kalau ada tugas keluar kota. " jawab ane.

"Dasar !! Kamu ini sejak dulu nggak pernah berubah ya. " kata Shela. Ane pun cuma tersenyum simpul.

"Terus, ada apa nih tiba-tiba kamu datang kesini ? Apa mau jemput aku ? " tanya Shela seraya tersenyum penuh arti. yang membuat ane langsung terhenyak.

"Kata-katamu mengingatkanku pada masa-masa indah kita dulu Shel. " jawab ane pelan.

Mendengar jawaban ane, Shela cuma terdiam sembari menatap keluar ruangan. Yah, masa-masa yang indah, yang berakhir begitu menyakitkan bagi kami berdua.

"Wulan udah cerita semuanya... " kata ane sembari duduk di tangga sebuah perosotan mini.
"Aku udah menduganya Vin. " kata Shela.
"Dan aku yakin itu yang membuatmu jauh-jauh datang kemari. " timpal Shela.
"Yah memang. " jawab ane sembari mengangguk pelan.
"Aku nggak akan tanya lagi alasan kamu melakukannya, karena aku udah tahu dari Wulan. Lagipula itu juga nggak akan mengubah apa yang udah terjadi. " kata ane lagi.
"Yah, aku tahu Vin. " jawab Shela lirih.
"Tapi setidaknya itu akan mengubah pandanganku terhadap kamu selama ini. " kata ane seraya menatap Shela.
"Jadi kamu udah nggak benci lagi sama aku ? " tanya Shela.
"Aku nggak mungkin bisa benci sama gadis sebaik kamu Shel. " jawab ane.
"Maafkan aku ya atas sikapku kemaren. " kata ane lagi.
"Nggak papa. Aku bisa mengerti kok kenapa kamu sampai seperti itu. Tapi... yah udahlah... mending nggak udah dibahas lagi. Semua udah berlalu. " kata Shela.
"Oh ya boleh aku nanya sesuatu ? " tanya ane.
"Tanya apaan ? "
"Kamu udah punya pacar belum ? " tanya ane sembari nyengir.
"Apaan sih kok pake nanya kayak gitu ? " Shela bertanya balik seraya ketawa.
"Iseng aja. " jawab ane ngasal.
"Yaa kalo aku udah punya pacar, pasti aku sekarang udah ada yang jemput lah. " jawab Shela tersenyum.
"Kalo gitu, mau aku antar pulang ? Mumpung aku bawa mobil lho. " kata ane sambil menunjukkan kunci mobil Avanza.
"Cieee yang mobilnya baru. " ledek Shela.
"Nggak, ini pinjem punya bokap hehe. " jawab ane.
"Yee kirain...? Lagian kamu ini ya, nawarin nganter aja pake nanya dah punya pacar belum. " timpal Shela lagi.
"Ya takutnya ntar ada yang cemburu kalau liat kamu semobil sama aku. " jawab ane.
"Gimana, mau nggak ? " tanya ane lagi.
"Ya udahlah nggak papa, tapi langsung pulang ya, jangan mampir-mampir. " kata Shela.
"Siap tuan putri. " jawab ane berseloroh, dan Shela lagi-lagi ketawa.




***FIN***

Diubah oleh gridseeker 03-06-2017 18:43
kadalbuntingzzz
khuman
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.