- Beranda
- The Lounge
Pasukan Khusus di Dunia
...
TS
c4punk1950...
Pasukan Khusus di Dunia
Quote:
Untuk itu kali ini saya akan membahas mengenai pasukan khusus yang ada di berbagai dunia. Pasukan khusus ini memiliki operasi dan misi yang sangat rahasia demi melindungi negaranya atau sedang melakukan misi luar negeri yang kita tak pernah tahu. Berikut adalah pasukan khusus yang memiliki kemampuan paling spesial dan sangat kuat di berbagai penjuru dunia.
GSG 9

GSG-9 der Bundespolizei (sebelumnya GSG-9 adalah kependekan dari Grenzschutzgruppe 9, Penjaga Perbatasan, Grup 9) adalah unit taktis operasi khusus anti-terorisme elit dari kepolisian Federal Jerman. Unit ini dianggap sebagai salah satu unit khusus terbaik di dunia. Banyak unit-unit anti-terorisme negara-negara lain dibentuk menurut model GSG-9 ini. Unit Sat-81 Gultor dari Kopassus dibentuk berdasarkan bimbingan dari GSG-9.

Secara resmi pasukan GSGn 9 dibentuk pada 17 April 1973 sebagai bagian dari kepolisian federal Jerman. Pasukan ini memiliki spesialisasi mengatasi penyanderaan, pencurlikan dan terorisme.
Misi pertama GSG 9 adalah operasi Fire Magic pada 1977 untuk menyelamatkan sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Lufthansa yang dibajak dalam penerbangan dari Palma de Mallorca menuju Frankfurt.
Para pembajak asal Palestina yang kemudian mengalihkan pesawat Boeing 737 itu ke beberapa lokasi di Timur Tengah dan menuntut pemerintah Jerman membebaskan anggota Faksi Tentara Merah yang dipenjara.
Dalam pengalihan penerbangan selama empat hari, pembajak membunuh kapten pilot Juergen Schumann di Aden, Yaman. Selanjutnya, para pembajak mendaratkan pesawat itu di Mogadishu, Somalia untuk menunggu anggota Faksi Tentara Merah yang akan ditukarkan.
Tanpa diketahui para pembajak, pasukan GSG 9 diam-diam diberangkatkan ke Mogadishu untuk membebaskan para sandera.
Di malam hari antara 17-18 Oktober 1977 pasukan ranger Somalia membuat sebuah gerakan untuk mengalihkan perhatian pembajak. Di saat itulah pasukan GSG 9 menyerbu pesawat.
Operasi tersebut berlangsung hanya tujuh menit dan berakhir dengan dibebaskannya hampir semua penumpang dan kru pesawat.
Sementara tiga pembajak tewas dan satu lainnya terluka parah. Korban lain adalah satu anggota GSG 9 dan seorang kru kabin.

Aksi gemilang GSG 9 itu langsung mendapat pujian dunia internasional karena melakukan penyerbuan ke dalam kabin pesawat terbang dianggap sebagai salah satu operasi militer paling sulit.
Prestasi inilah yang langsung melambungkan nama GSG 9 ke jajaran pasukan-pasukan elite dunia.
Sebagian besar operasi GSG 9 memang dirahasiakan tetapi setidaknya sedang dibentuk pasukan elite ini sudah melaksanakan 1.500 misi namun tercatat hanya lima kali melepaskan tembakan dalam operasinya.
Kelima operasi itu, di luar misi mereka di Irak adalah di Mogadishu (1977), Bad Kleinen (1993), Aachen (1999).
Sayeret Shaldag

Sayeret Shaldag dibentuk pada 1974 sebagai operasi pelatihan ketika terjadi perang Yom Kippur pada 1973. Pada saat itu, Sayeret Matkal praktis tidak dapat digunakan karena kekurangan persiapan dan tidak koordinasi.
Hampir semua pasukan khusus IDF memiliki kemampuan pengintaian jarak jauh yang ekstrim, dengan kemampuan kontra teror yang dimiliki oleh berbagai cabang khusus di IDF.
Dengan kondisi seperti itu, kebanyakan pasukan khusus di IDF mampu merencanakan dan memilih perannya di peperangan yang akan datang. Seperti apa yang dilakukan oleh Sayeret Matkal di perang Yom Kippur. Ketika semua jenderal sibuk, Sayeret Matkal memilih sendiri operasi yang akan dilakukannya.

Semenjak kebanyakan misi baru disetujui di saat-saat terakhir, Sayeret Matkal tidak menggunakan semua potensinya untuk menjalankan sebuah operasi. Pada akhirnya, kemampuan mereka hanya setara dengan unit infanteri ketimbang pasukan elit yang memiliki kemampuan mengumpulkan informasi intelijen.
Ketika perang Yom Kippur selesai, pemimpin Sayeret Matkal saat itu, Muki Betser melakukan perubahan besar-besaran di dalam unit. Tujuan utamanya adalah, di masa depan Sayeret Matkal hanya akan menjalankan operasi dan misi khusus, untuk menjaga keeksklusifannya.
Sayeret Matkal akan berlatih misi-misi khusus di masa damai, jadi ketika perang kembali pecah, unit ini akan menjadi bagian tak terpisahkan dari pasukan Israel, memberi kontribusi berharga bagi kepentingan Israel.

Salah satu hasil reorganisasi ini adalah pembentukan sebuah unit kecil cadangan yang kemudian diberi nama Sayeret Shaldag. Sementara itu, pejabat eksekutif menunjuk seseorang yang bertanggung jawab untuk menjalankan operasional.
Unit yang baru dibentuk itu memiliki keahlian khusus dalam melakukan operasi air-to ground dan fokus kepada operasi darat penunjuk laser untuk rudal dan bom berpenuntun laser.
Alasan utama spesialisasi ini, tidak seperti perang Enam Hari pada 1967 dimana IAF memenangi air superiority di hari pertama dan hari-hari selanjutnya, pada saat perang Yom Kippur, IAF menderita banyak kekalahan dengan banyaknya pesawat yang hancur tertembak rudal darat-udara (SAM) milik Arab yang diberikan oleh Uni Soviet.
Salah satu alasan utama mengapa Sayeret Shaldag menjadi unit khusus paling elit bersama-sama dengan Sayeret Matkal, adalah karena unit ini memiliki dana besar dari Pemerintah Israel. Sedangkan unit khusus lainnya harus berjuang keras untuk mendapatkan dana untuk membeli peralatan.
Bahkan ketika dana pertahanan dikurangi, Sayeret Shaldag tetap menerima dana besar untuk membeli peralatan militer canggih apapun dan memodifikasinya sesuai kebutuhan mereka.

Permasalahan dana ini adalah keuntungan lain menjadi bagian dari IAF, karena IAF adalah unjung tombak IDF, maka matra ini selalu mendapatkan persentase lebih besar ketimbang matra lainnya.
Jika dibandingkan, dana yang dikeluarkan untuk pembelian dan perawatan pesawat, dana yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah unit khusus seperti Sayeret Shaldag terbilang kecil, oleh karena itu Sayeret Shaldag tidak pernah mengalami kesulitan keuangan.
Seal Team 6

nama resmi pasukan khusus ini dirahasiakan dari publik, secara teknis tidak ada pasukan bernama SEAL Team 6. ST 6 mula-mula dibentuk dari kegagalan penyelamatan sandera AS di Iran tahun 1980. Misi penyelamatan itu gagal total kemudian dibentuklah pasukan elit antiteroris yang beroperasi dengan kerahasiaan tinggi. Saat itu, tim ini diberi label 6 agar membuat bingung agen intelijen Uni Soviet tentang jumlah total anggota tim khusus ini.

Pasukan khusus ini sangatlah spesial, sehingga tidak ada yang dapat mendaftarkan diri untuk menjadi anggota baru. Tim dari pasukan ini diambil dari anggota pasukan elit angkatan laut AS (Navy) SEAL yang merupakan singkatan dari Sea, Air and Land. SEAL memiliki makna bahwa pasukan ini bisa beroperasi di darat, laut maupun udara. Sehingga dapat disimpulkan, ST 6 merupakan pasukan elit dalam pasukan elit. Operasi dari misi pasukan ini selalu dirahasiakan. Jangkauannya berada di luar protokol militer, terlibat dalam operasi militer tingkat tinggi dan seringkali berada di atas hukum internasional. Catatan operasi dari pasukan ini jarang disimpan. Ini dilakukan agar otoritas AS dapat menyangkal keberadaan dan keterlibatan pasukan ini.

SEAL Team 6 adalah bagian dari SEAL (Sea, Land, Air – Laut, Darat, Udara), pasukan khusus yang merupakan bagian dari Naval Special Warfare Command (Komando Perang Khusus Angkatan Laut).
Pada 2006, Pemimpin Joint Special Operation Command (JSOC), yang membawahi Seal Team 6, Letnan Jenderal Stanley McChrystal menginginkan SEAL untuk mengambil peran lebih besar di Afghanistan untuk menghadapi Taliban. Mereka juga diterjunkan di Irak bersama dengan pasukan khusus lainnya, Delta Force untuk memimpin misi untuk menangkap dan membunuh lawan.

Kementerian Pertahanan AS, atau yang juga dikenal dengan nama Pentagon, tidak secara terbuka mengakui nama SEAL Team 6. Nama yang digunakan oleh unit ini adalah Naval Special Warfare Development Group (Kelompok Pengembangan Perang Khusus Angkatan Laut) sebagai persetujuan bagi misi-misi resmi untuk mengembangkan peralatan dan taktik perang untuk organisasi SEAL secara umum.
Aksi-aksi yang dilakukan oleh SEAL Team 6 tidak jarang merupakan misi rahasia. Pada 2009 sebuah serangan yang dipimpin oleh anggota Team 6 yang beranggotakan operatif dari Dinas Intelijen AS (CIA) dan pasukan militer Afghanistan berakhir dengan kematian para pemuda Afghanistan. Kejadian in menimbulkan ketegangan antara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan Pemerintah Afghanistan.
JSOC saat itu menyelidiki kejadian tersebut, namun tidak menyebutkan keterlibatan Team 6 kepada penyelidik dari Angkatan Laut AS. Dalam pernyataannya JSOC hanya mengatakan setiap kesalahan yang terjadi akan ditindaklanjuti dengan serius.
Meski tidak selalu berakhir dengan sukses, namun beberapa pihak mengakui perlunya unit operasi khusus seperti SEAL Team 6 untuk bergerak dengan penuh kerahasiaan.
“Jika Anda menginginkan pasukan seperti ini untuk sesekali melanggar hukum internasional, maka Anda tentu tidak ingin tindakan mereka diketahui publik,” kata mantan Komandan NATO James G. Stavridis.

Saat ini hampir semua anggota SEAL Team 6 dilengkapi dengan infra merah dan alat pendeteksi panas sebagai peralatan standar. Beberapa anggota bahkan dilengkapi dengan granat generasi terbaru yang sangat efektif untuk menghancurkan bangunan.
Kopassus

Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia.

Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. Tugas Kopasus Operasi Militer Perang (OMP) diantaranya Direct Action serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Combat SAR, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Inteligen Khusus). Selain itu, Tugas Kopasus Operasi Militer Selain Perang (OMSP) diantaranya Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.

Satuan Penanggulangan Teror 81 (Satgultor 81) Kopassus. Kata kunci Satgultor 81 adalah strategis terpilih, artinya yang menjadi sasaran penindakan Satgultor 81 adalah obyek atau kasus yang masuk kategori strategis terpilih. Peristiwa teror bom di Thamrin dan pengejaran kelompok Santoso, belum lagi masuk kategori strategis terpilih.

Kualifikasi personel Satgultor 81 secara umum lebih tinggi dari satuan sejenis (primus inter pares), dan paling lama didirikan (tahun 1981). Oleh karenanya personel Satgultor baru diturunkan, bila ancaman itu bersifat kompleks dengan skala kesulitan terbilang tinggi.

Dan satu lagi yang harus diingat, palagan yang disediakan bagi Satgultor ada pada ruang yang terbatas (seperti pesawat terbang dan gedung), dan biasanya di perkotaan, bukan pertempuran konvensional di dataran luas atau rimba raya. Itu sebabnya model operasi penindakan dari Satgultor 81 (juga satuan anti-teror lainnya), memiliki istilah teknis Pertempuran Jarak Dekat (PJD, Close Quarters Battle)
Bila Kopassus pada akhirnya mendapat tugas operasi lawan gerilya, bukan Satgultor yang dikirimkan, namun satuan lainnya seperti Grup 1 dan Grup 2 (kualifikasi para komando), atau Grup 3 (Sandi Yudha, operasi senyap).
Mutlak diperlukan sinergi

Bagi negeri kita, begitu krusialnya ancaman teroris atau teror itu, satuan anti-teror juga dikembangkan di angkatan lain. Seperti Detasemen Jala Mangkara (Denjaka Korps Marinir), Komando Pasukan Katak TNI-AL, Detasemen Bravo 90 Paskhas TNI-AU, Satuan Gegana (Brimob Polri), dan Densus 88 (Polri).

“Latihan di Nusakambangan merupakan latihan tahap akhir, oleh karena itu ada yang menyebutnya sebagai hell week atau minggu neraka. Yang paling berat, materi latihan ‘pelolosan’ dan ‘kamp tawanan’,”
Dalam latihan itu para calon prajurit komando dilepas pagi hari tanpa bekal, dan paling lambat pukul 10 malam sudah harus sampai di suatu titik tertentu. selama “pelolosan” si calon harus menghindari segala macam rintangan alam maupun tembakan dari musuh yang mengejar.
Dalam pelolosan itu, kalau siswa sampai tertangkap maka itu berarti neraka baginya karena dia akan diinterogasi layaknya dalam perang. Para pelatih yang berperan sebagai musuh akan menyiksa prajurit malang itu untuk mendapatkan informasi.

Dalam kondisi seperti itu, si prajurit harus mampu mengatasi penderitaan, tidak boleh membocorkan informasi yang dimilikinya. Untuk siswa yang tidak tertangkap bukan berarti mereka lolos dari neraka. Pada akhirnya, mereka pun harus kembali ke kamp untuk menjalani siksaan.
Beratnya persyaratan untuk menjadi prajurit kopassus dapat dilihat dari standar calon untuk bisa mengikuti pelatihan. nilai standar fisik untuk prajurit nonkomando adalah 61, namun harus mengikuti tes prajurit komando, nilainya minimal harus 70. Begitu juga kemampuan menembak dan berenang nonstop sejauh 2000 meter.

“Hanya mereka yang memiliki mental baja yang mampu melalui pelatihan komando. Peserta yang gagal akan dikembalikan ke kesatuan Awal untuk kembali bertugas sebagai Prajurit biasa.
SAS ( Special Air Service)

SAS adalah Pasukan Khusus Kerajaan Inggris, yang terbagi dalam 3 (tiga) Resimen, yaitu Resimen ke-22 yang bersifat Reguler, Resimen ke-21 dan 23 yang merupakan bagian dari Pasukan Teritorial AD Inggris atau Territorial Army Reserve. Setiap Resimen terdiri dari 4 kompi Operasional, yaitu Kompi A, B, D, G dan 1 Kompi Cadangan bernama Kompi R, setipa kompi berkekuatan 64 personel dipimpin oleh seorang perwira berpangkat Mayor. 64 personel tersebut dibagi menjadi 4 tim pasukan masing-masing berjumlah 16 personel dipimpin oleh seorang Kapten, dimana dalam tiap tim dengan 16 personel tersebut masing-masing mempunyai keahlian tempur khusus, yaitu Pasukan Perahu untuk misi amfibi, Pasukan Mobilitas untuk tugas Manuver Darat Cepat dengan menggunakan jeep Land Rover, kendaraan serang cepat atau sepeda motor. Kemudian ada Pasukan Udara yang personelnya ahli dalam terjun bebas serta Pasukan Gunung dengan kemampuan melakukan tugas-tugas di medan pegunungan (panjat tebing) dan perang dimusim dingin di daerah bersalju. Tim dengan 16 personel tersebut ternyata dipecah lagi menjadi 4 unit pasukan kecil dengan kekuatan 4 personel dipimpin seorang prajurit berpangkat Kopral. 4 personel inilah sesungguhnya merupakan unit taktis mendasar dalam
Resimen SAS.
pada tahun 1941 ia mendapatkan kepercayaan dari pimpinan AD Inggris untuk membentuk Satuan Komando yang lebih besar lagi, dengan tetap diawali oleh pembentukan Detasemen L sebagai bagian dari Brigade Special Air Service.
Sejak saat itu, David Stirling mengatur jadwal pelatihan untuk merekrut dan melatih calon anggota SAS yang baru, sesuai dengan kriteria dan syarat yang sudah ditentukan.

Pada perkembangan selanjutnya, Detasemen L berubah nama menjadi Resimen SAS ke-1, dan setelah mengalami berbagai reorganisasi, kemudian terbentuklah Brigade SAS di Skotlandia pada tahun 1944, yang terdiri dari 2 Resimen Inggris, 2 Resimen Perancis, 1 Skuadron Belgia dan 1 Skuadron Perhubungan.
Pada tahun 1952, pasukan SAS unit Malayan dibentuk dan Resimen ke-22 yang telah ada ditata kembali.

Persyaratan Menjadi Anggota Pasukan SAS :
- Minimal sudah 3 tahun menjadi prajurit dalam AD Inggris, kemudian dilakukan proses kegiatan training oleh Stirling Lines, suatu Satuan Training yang bermarkas di Hereford. Para calon anggota SAS digodok delama 24 minggu dengan materi latihan yaitu jalan gunung, longmarch, navigasi, latihan hutan, sekolah Para (terjun), latihan fisik untuk membentuk tubuh yang prima, dan selama mengikuti pendidikan, mereka diharuskan menggendong ransel seberat kurang lebih 25 Kg. Jika mereka berhasil lulus dalam pelatihan selama 24 minggu tersebut, maka para calon akan dilantik dengan pemasangan badge SAS dan siap bertugas di Resimen SAS.

Fungsi Utama SAS :
- Penanganan Anti-Terorisme
- Pengumpulan Informasi Intelijen
- Penyerangan Target, sabotase dibelakang garis pertahanan musuh
- Perlindungan Jarak Dekat (close protection)
- Melakukan Misi Rahasia Negara
- Penanganan wilayah konflik bersenjata
Spesialisasi Khusus Prajurit :
-Pertolongan Pertama, level tingkat tinggi, dengan bertugas penuh di Rumah Sakit yang sibuk, termasuk seminggu berada di kamar mayat.
-Sinyal atau Isyarat
-Teknik Parasut HALO (High Altitude Low Opening)
-Teknik Parasut HAHO (High Altitude High Opening)
-Berlatih menembak Sniper, semua prajurit SAS dilatih oleh Marinir Kerajaan Inggris pada kursus -Latihan menembak sniper di CTCRM (Commando Training Centre Royal Marines)
-Mempelajari bahasa asing
-Kemampuan mengoperasikan kendaraan; patroli kendaraan, patroli dan penjagaan lintas negara, dan latihan mengemudi untuk menghindari kejaran dan serangan musuh
-Pelatihan CRW
-Metode peledakan bom EMOE
-Perlindungan VIP (bodyguard atau perlindungan dekat)

Sampai saat ini, SAS telah banyak terlibat dalam operasi militer jauh dari negaranya sendiri. Operasi militer tersebut tentu sangat membantu sekutu dalam perlawanan terhadap kelompok bersenjata di daerah konflik militer. Dari dulu hingga saat ini SAS telah bekerjasama dengan Amerika Serikat dalam masalah konflik militer dan penanganan Anti-Terorisme di dunia. Tentu pasukan Elite dari Inggris ini menambah daya tempur dan mendapatkan banyak Informasi Intelijen dalam bekerjasama dengan AS, yang tentunya mempermudah operasi mereka di lapangan.

motto resmi Pasukan Khusus Angkatan Udara : “Yang Berani yang Menang / Who Dares Win”. Dengan mencoba bergabung di Pasukan Khusus Angkatan Udara, anda membuat sebuah risiko (atau “tantangan”) yang berarti — Waktu dan upaya yang anda siapkan serta pelatihan tersebut tidak akan sia-sia. Dengan kendali diri yang tepat, risiko akan berkurang — jika anda menginginkan hadiah, anda harus mendorong diri anda mengeluarkan seluruh potensi dalam diri anda untuk mendapatkannya.
Diubah oleh c4punk1950... 29-05-2017 05:31
0
43.4K
Kutip
189
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
c4punk1950...
#2
Quote:
GIGN

GIGN, adalah singkatan dari (bahasa perancis; Groupe d’Intervention de la Gendarmerie Nationale), Bahasa inggris; the National Gendarmerie Intervention Group. Merupakan Pasukan Elite Nasional Perancis, Unit Taktik Paramiliter Anti-Teror Gendarmerie. GIGN dilatih untuk membebaskan atau menyelamatkan warga negara Perancis dan sekutu, yang ditawan oleh teroris atau kelompok bersenjata, baik di wilayah kedaulatan Perancis, maupun di luar wilayah teritorial Perancis.
Tujuan pembentukan GIGN adalah menyediakan Unit Khusus Penanggulangan Aksi kejahatan terorisme, melakukan solusi taktis penyelamatan sandera dan situasi penanganan keadaan beresiko tinggi. GIGN berfungsi sebagai Tim SWAT nasional Perancis dalam sensitivitas tinggi dan situasi berbahaya. GIGN juga adalah Pasukan Elite non-militer (Pasukan Elite kepolisian), atau pasukan paramiliter (Pasukan khusus pembantu militer).

Fungsi Utama GIGN;
Penanganan Anti-Terorisme
Pembebasan sandera
Penyerangan dan penyergapan taktis
Pasukan gerak cepat
Penanganan Anti huru-hara
GIGN dibagi kedalam bentuk komando, satu grup administrasi, 4 tentara operasional dari 12 operator, tentara pendukung operasional, meliputi; negosiasi, intelijen, komunikasi, keahlian menembak, anjing terlatih dan pasukan perlengkapan khusus. Pasukan perlengkapan khusus adalah Pasukan yang dimodifikasi dengan peralatan teknologi tinggi, yang dipilih maupun didesain. GIGN diterjunkan ke lapangan sekitar 60 kali per tahunnya.

Semua Anggota nya harus mampu melewati latihan yang meliputi; menembak, penembak target jarak jauh, terbang parasut, dan pelatihan pertarungan tangan kosong. Pasukan GIGN dianggap oleh dunia luas sebagai Pasukan dengan pelatihan menembak terbaik di dunia. Untuk alasan tersebut, maka banyak operasi khusus, ataupun Pasukan Elite dari negara-negara lain yang bekerjasama, melaksanakan program pertukaran atau melakukan latihan gabungan bersama GIGN.
Kestabilan mental dan pengendalian diri adalah hal yang penting untuk membentuk karakter fisik yang kuat dan stabil. Seperti banyak pelatihan Pasukan Khusus lainnya, Latihan dengan tingkat stres yang tinggi, dan sangat ketat, hanya 7-8% dari sukarelawan yang berhasil melalui proses pelatihan. Anggota GIGN (harus bisa) dipersiapkan untuk melucuti senjata musuh dengan tangan kosong.

Pelatihan Pasukan Khusus GIGN antara lain;
Penanganan senjata api
Pelatihan Penembak jarak jauh dan penembak tepat sasaran
Latihan terbang parasut, seperti; teknik HALO/HAHO, paralayang, dan helikopter
Pertarungan laut / bawah laut, berenang, menyelam dan penyerangan kapal
Pelatihan Pertarungan tangan kosong
Pengamatan dan pengejaran (pendukungan kasus investigasi)
Infiltrasi dan Teknik meloloskan diri
Netralisasi perangkat NRBC dan EOD (Explosive ordnance disposal)
Bertahan hidup dan bertempur di wilayah tropis, arktik, pegunungan dan gurun pasir
Kemampuan diplomasi, seperti; negosiasi
Semua Anggota GIGN harus dapat menggunakan pistol, sub-machine gun, shotgun, dan senapan laras panjang. Dan untuk presentase yang lebih, harus bisa menggunakan sniper. Para calon GIGN akan dilatih oleh trainer khusus penembak jitu, menggunakan sniper .338 Lapua atau sniper .50 BMG. Anggota juga harus memenuhi syarat untuk terbang parasut dengan teknik HALO (High Altitude- Low Opening) dan HAHO (High Altitude- High Opening), dan mampu melancarkan serangan helikopter dengan baik.

Anggota GIGN juga menerima pelatihan SCUBA. Beberapa anggota di khususkan dalam operasi maritim dan menerima beberapa pelatihan SCUBA yang lebih intensif dan pelatihan boat.

Pernah, untuk mengajari anggota untuk tetap tenang didalam bawah laut, penyelam GIGN dikurung didalam jala sementara kapal besar lewat hanya beberapa inchi saja diatas kepala mereka. Anggota diajari menembak tepat, mengeliminasi target diatas kapal, pendaratan mendadak diatas kapal, semuanya harus dilakukan dengan baik dan sempurna.
Spesialisasi nya adalah pasukan taktis gerak cepat, dan penembak tepat sasaran. Dan pasukan pertempuran wilayah urban, namun lebih mengutamakan kemampuan negosiasi dalam penanganan aksi-aksi teror dan kekerasan. Apabila negosiasi tidak memungkinkan, maka Pasukan Elite ini akan bertindak dalam melumpuhkan dan menghabisi target yang bersenjata dengan seketika. Dan Speasialiasasi yang perlu di ingat dari unit ini adalah, kemampuan handal dalam menembak jarak jauh dan menembak tepat sasaran. Dan juga ahli dalam pertempuran udara, terjun parasut, dan kegiatan-kegiatan lain yang membutuhkan keahlian udara. Pasukan Elite ini memperkuat lagi keamanan di wilayah negara Perancis. Aksi terorisme dan tindakan kejahatan telah banyak dinetralisir oleh pasukan ini. Dan menjadikan pasukan ini disegani di mata dunia.
Salah satu peristiwa luar biasa yang menjadi catatan kesuksesan GIGN adalah perebutan Masjidil Haram pada 1979 dari tangan para pemberontak yang menyebut diri mereka sebagai ikhwan. Gerakan ini dipimpin oleh Juhaiman bin Muhammad ibn Saif al Otaibi.
Para pemberontak mengatakan salah seorang dari mereka, yaitu Mohammed Abdullah al-Qahtani adalah seorang Mahdi. Mereka menyerukan umat muslim untuk mematuhinya.

Karena non-muslim dilarang memasuki kota suci Mekah, GIGN membentuk kelompok berisi tiga komandan yang pindah agama ke Islam demi membantu pasukan Arab Saudi untuk merebut kembali masjid tersebut.

Menarik bukan !!!
SPETSNAZ

Spetsnaz adalah salah satu pasukan elit paling menakutkan di dunia. Anggotanya rata-rata sangat tangguh dan hasil tempaan selama bertahun-tahun. Lantaran saking gaharnya, pasukan ini sering diadu pamornya melawan Delta Force atau Navy SEAL yang merupakan pasukan elit paling mumpuni di dunia.
Special Force Resimen Rusia atau Spetsnaz, Specnaz (bahasa Rusia: pengucapan ; sptsnastr: Voyska spetsialnogo naznacheniya; adalah istilah umum untuk “pasukan khusus” dalam bahasa Rusia, secara harfiah ” tujuan khusus “. Pasukan khusus Rusia tersebut dapat secara khusus mengacu ke setiap elit atau unit Spetsnaz di bawah subordinasi Dinas Keamanan Federal (FSB) atau Rusia Pasukan Internal Departemen Dalam Negeri, dan unit dikontrol oleh dinas intelijen militer GRU.adalah suatu istilah umum untuk pasukan khusus di Rusia, yang arti literalnya adalah "unit tujuan khusus".

Spetsnaz sendiri tak hanya terkenal karena kemampuan, tapi juga lantaran melatih berbagai pasukan elit dari berbagai negara. Mulai dari Angola, Kuba, Vietnam, Suriah, sampai Ethiopia. Lebih jauh tentang si pasukan elit ini, berikut adalah fakta-fakta sangar Spetsnaz yang bakal membuatmu berdecak kagum.

Spetsnaz Mengemban Tugas yang Sangat Berat
Pasukan khusus Spetsnaz Rusia nggak cuma bertugas pada masa perang saja, dalam masa damai pun mereka harus tetap siaga. Pada masa perang, pasukan khusus Spetsnaz mengemban tugas yang lumayan berat. Tugas mereka adalah menginfiltrasi wilayah musuh, kemudian menyabotasenya. Tak jarang mereka harus melakukan pembunuhan terhadap tokoh penting musuh mereka, seperti pemimpin pemerintahan dan perwira.
Sebagai pengemban tugas berat, pasukan Spetsnaz beroperasi secara rahasia. Unit pasukan Spetsnaz terbagi dalam beberapa bagian yang memiliki tugas khusus. Satu brigade Spetsnaz beranggotakan 1.300 orang dan dibagi dalam 15 tim independen. Masing-masing batalyon memiliki tugas khusus, seperti batalyon parasut yang bertugas menginfiltrasi daerah lawan dan kompi pembunuh. Namun secara keseluruhan, tugas utama Spetsnaz adalah menjaga keamanan dari gangguan terorisme. Karena itulah Spetsnaz juga disebut sebagai pasukan unit khusus antiteror.

Di tahap awal tes fisik, mereka harus berlari balap lintas alam sejauh 8 km yang kemudian dilanjutkan dengan sprint sepanjang 100 m sebanyak 4 kali, dan olah fisik seperti chin up dan akrobat. Jangan dikira tesnya hanya berlari saja, berbagai rintangan dibuat untuk menghambat mereka. Ada anggota khusus yang meneriaki mereka, melempar gas air mata, dan memerciki dengan lumpur. Pada tes kecakapan mengoperasikan senjata, mereka harus bisa menembakkan senapan jitu SVD, senapan mesin PK atau PKT, peluncur granat otomatis dan antitank, dan pistol AK74M otomatis. Tes terakhir dan yang paling berat adalah bertarung dengan anggota khusus yang sudah mendapatkan baret merah. Konon katanya di tes terakhir ini ada yang sampai meninggal dunia.

Agar kinerja pasukan Spetsnaz semakin mumpuni, mereka juga dibekali dengan senjata khusus. Salah satu senjata khusus bagi anggota Spetsnaz disebut dengan Spetsnaz Knife. Pisau ini dirancang khusus untuk anggota Spetsnaz. Selain dapat digunakan bertarung dalam jarak dekat, senjata yang juga dikenal dengan pisau balistik ini bisa ditembakkan sejauh 5 meter.
Mereka juga dibekali dengan senapan AKS-74 dan pistol otomatis PRI 5.45. Senapan AKS-74 dapat menembakkan sekitar 600 – 650 butir peluru per menit dengan kecepatan 900 meter per sekon. Sedangkan pistol semi otomatis PRI 5,45 memiliki keistimewaan ringan dan dikatakan mampu menembus antipeluru lebih dalam.

Pasukan Spetsnaz Rusia memang tersohor kehebatannya. Nggak heran kalau militer Amerika mulai mempelajari pergerakan mereka.
NSG

National Security Guard (NSG) adalah salah satu dari delapan Pusat Angkatan Bersenjata India dibangkitkan "untuk memerangi kegiatan teroris dengan tujuan untuk melindungi Serikat terhadap gangguan internal". Ini adalah salah satu seight Central Angkatan Bersenjata di bawah Pemerintah India, Departemen Dalam Negeri. NSG memiliki dua komponen, Special Action Group (SAG), yang seluruhnya terdiri dari personil militer; dan Special Ranger Groups (SRG), yang terdiri dari personil yang diambil dari Angkatan Bersenjata lainnya Tengah dan Kepolisian Negara. Kepala kepolisian, ditunjuk sebagai Direktur Jenderal, yang memakai lencana yang sama peringkat sebagai tentara Letnan Jenderal, adalah seorang perwira dari Kepolisian India.

National Security Guard (NSG) mendapat julukan "Black Cat" karena penampilan seragam berikut perlengkapannya yang serba hitam, baik yang digunakan untuk bertugas maupun untuk upacara. Dibentuk pada tahun 1985 oleh Pemerintah India untuk menghadapi berbagai macam gangguan keamanan berdasarkan Akta Pengawalan Kemanan Nasional. NSG dibangun meniru pasukan khusus SAS (Inggris) dan GSG9 (Jerman).
Beranggotakan sekitar 7.500 prajurit yang terdiri dari dua satuan yang saling melengkapi, yaitu :

1. Special Action Group (SAG). Pasukan elit yang berisi sekitar 54% dari kekuatan NSG, sebagai pasukan penyerbu yang anggotanya berasal dari personel angkatan darat India. SAG bertugas sebagai anti teror dan anti pembajakan. Satu diantaranya dikhususkan pada intervensi di bus, kereta dan pesawat. Sedang yang lainnya memiliki keahlian dalam pencarian militan.
2. Special Ranger Group (SRG). Personelnya berasal dari unsur-unsur angkatan bersenjata dan kepolisian India, seperti the Border Security Force (BSF), the Central Reserve Police Force (CRPF), the Indo Tibetan Border Police (ITBP) dan the Rapid Action Force (RAF). Tugas utama SRG adalah mendukung SAG terutama dalam pengisolasian daerah sasaran, perlindungan VIP dan VVIP

Personil NSG direkrut dari prajurit pilihan dan dilatih selama 90 hari di pusat pendidikan dan pelatihan NSG di Manesar, sekitar 50 km dari New Delhi. Semua peserta didik dilatih dengan keras dengan masa percobaan 12 minggu, rata-rata siswa yang gagal melanjutkan pendidikan mencapai 40%. Materi latihannya meliputi berbagai teknik penyerbuan dan serangan, menembak secara jitu dengan standar minimal 85%. Mereka dilarang membawa makanan selama operasi berlangsung dan hanya diijinkan tidur hanya selama maksimal 4-5 hari.
Semua peserta harus lulus dalam pelajaran rintangan pertempuran dengan perhitungan waktu yang sempit, 26 rintangan harus dilalui dalam waktu 16 menit pada tahap pertama dan 14 menit pada tahap kedua.
Peserta harus mampu lolos dari hujan tembakan, mendaki dinding setinggi 60 kaki dan berlari sejauh 25 mil dengan membawa beban minimum 25 kg dan selama waktu itu, kondisi psikis mereka harus tetap baik.
Peserta harus lulus tes psikologis dengan tes tentang ketahanan mental, motivasi dan kejernihan berpikir.

Bagi yang lulus, berhak menyandan emblem "Sadharsan Chakra" dan resmi menjadi angota pasukan NSG. Sebagian dari lulusan tersebut akan dikirimkan ke Israel untuk memperdalam ilmu persenjataan dan mengikuti program anti teror. Masa tugas di NSG tidak lebih dari lima tahun, setelah itu mereka akan dikembalikan ke kesatuan awal mereka.
Sejumlah personil NSG merupakan pendukung bagi Kelompok Perlindungan Khusus atau Special Protection Group (SPG) yang langsung dibawah komando Menteri Pertahanan India. Pasukan "Black Cat" ini ditempa sebagai pasukan anti teror dan dipersenjatai dengan senjata yang paling mutakhir. "Kita bagaikan senjata Nuklir, dukungan kekuatan yang mematikan" kata Kolonel V.K Dutta, yang pernah bergabung dengan NSG sejak 1985.

Sebagai pasukan khusus anti teror, NSG telah menghadapi banyak gangguan keamanan yang dilakukan oleh militan dalam negeri maupun musush-musuh dari luar.
PLA

People’s Liberation Army Special Operations Forces (PLA) – China.
PLA adalah pasukan khusus cabang dari Chinese People’s Liberation Army Ground Force. Unit ini dikhususkan untuk pertempuran reaksi cepat di medan terbatas dimana terjadi perang dengan teknologi tinggi, operasi komando, kontra – terorisme, dan pengumpulan data intelijen. Meskipun jumlah pasukan ini dirahasiakan, namun diperkirakan berjumlah sekitar 7000 – 14.000 prajurit.

Tugas : kontra – terorisme, intelijen, operasi khusus (baik di darat, udara, dan air), dan sebagainya.

Salah satu pasukan khusus China yang sangat menakutkan yakni Siberian Tiger yang merupakan nama dari pasukan khusus dari Komando Militer PLA di Shenyang. Pasukan ini memiliki kapasitas untuk melakukan misi di berbagai medan, mulai darat, udara dan air yang dikenal juga sebagai pasukan kuat dengan memiliki kemampuan bertahan hidup di alam liar.

Pasukan ini dilatih oleh PLA dengan begitu keras yakni menggunakan berbagai kendaraan di jalanan umum, rel, sungai hingga udara seperti terjun payung lebih dari 5 ribu kali serta kemampuan selam selama lebih dari 1.000 jam.
Diubah oleh c4punk1950... 29-05-2017 18:21
0
Kutip
Balas