Kaskus

Story

naiztumityu02Avatar border
TS
naiztumityu02
MENUNGGU BOM WAKTU
PROLOG

Cerita ini aku buat berdasar pengalaman aku sendiri, dan hanya teman2 terdekat saja yg tahu….ada cerita manis, pahit, serem dll, lengkap dengan kenakalan aku pada saat itu.

Cerita ini bersetting di tahun 2000 s/d 2012 di salah satu kota di Jawa…. Yaitu JOGJA, aku tinggal di pinggiran Jogja yg jarak untuk ke kota sekitar ½ jam…….
Semoga ceritaku ini bisa menghibur agan2 semua...tapi ingat....ambil sisi positifnya saja... mengingat jarak waktu yg sudah cukup lama, maka kalo ada cerita yg terselip, harap dimaklumi....(mungkin efek dari kenakalan TS di waktu yg lalu, jadi agak sulit untuk menggali kembali memori
yg telah lama terpendam "ada sebagian teks yg hilang" kayak naskah sejarah aja emoticon-Thinking)
Untuk menjaga privasi tokoh dalam cerita ini, maka sebagian nama aku samarkan, termasuk aku sendiri (TS), sebut saja namaku Wawan, and the story is beginning….

Nb:
**** ini thread aku pertama dikaskus...tentunya dengan id yg baru juga... (bukan id lama, tentu sja dengan alasan privasi) jadi mohon bimbingannya gan emoticon-Wowcantik


INDEX
PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7 TERORPUN DIMULAI
PART 8 IBLIS YANG BAIK HATI
PART 9 MALING TERIAK MALING
PART 10 TEROR BAGIAN KEDUA
PART 11 OTW MELUPAKANNYA
PART 12 ISENG2 BERHADIAH?
PART 13 CEWEK MATIC MERAH
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
PART 18
PART 19
PART 20
PART 21
PART 22 Another one
PART 23
PART 24 Yu Darmi

SIDE STORY
****Awal berjumpa****
Apakah ini yg disebut jadian? aneh...
Jangan panggil namaku



PART 1


“Selamat siang mas…..” tiba2 terdengar suara seorang pemuda yg tanpa aku sadari telah berada di depan meja kerjaku.
“Selamat siang….” jawabku spontan, Silakan duduk dulu mas…. (sambil tanganku mengarah ke deretan kursi tamu yg disediakan dikantorku)
Akupun masih sibuk di depan layar monitor, sambil mencet2 tombol keyboard di depanku….sekitar 5 menit kemudian pemuda yg duduk di kursi tamu bicara…
“Lagi nagapain sih mas emangnya, kayaknya serius banget? Tanya dia
“Bentar mas…dikit lagi” jawabku sekenanya…. Tanpa kusadari lg tiba2 pemuda itu sdah ada di sampingku…
“woalah…ngegame toh…?” tanya pemuda itu
“ Iya mas…lg seru ini….tanggung tadi..ha ha” jawabku sambil agak ketawa
Ya….aku emang demen sama game online, sampe2 pas waktu luang di kantor pun aku sempetin main game…
“Gimana mas, ada yg bisa dibantu?” tanyaku
“Ini mas, mau ngantar berkas yg kemaren disuruh ngumpul” jawab pemuda itu sambil menyerahkan sebuah map kepadaku ….
Setelah aku terima map tadi, aku cek satu persatu isinya dan kayaknya gak ada yg kurang.
“Ok mas…. Ini aku terima ya, untuk proses selanjutnya akan kami kabari” kataku ke pemuda itu
“Terima kasih mas, aku sekalian pamit ya mas” kata pemuda itu
“OK” jawabku sambil bersalaman, dan pemuda itu langsung keluar meninggalkan kantor

Aku pun kembali fokus ke layar monitor di depanku….ya nerusin game yg sempat tertunda tadi
Aku melihat pojok kanan bawah monitor , 14:55 pm 08/21/2007, “ waktunya untuk pulang” gumamku
Saat itu aku sendirian di kantor, karena teman2ku ada kerjaan luar semua….aku pun bergegas untuk beres2 alat kerja dan segera menutup pintu kantor….PC dimejaku sengaja tidak aku matikan, ya tentunya karena game online yg aku mainkan tadi…. Dengan harapan game itu tetep jalan tanpa aku tunggui, dengan cheat, bot… atau apalah namanya. Tentu saja tanpa sepengetahuan si boss, kalo tau tiap hari PC kantor nyala sampe pagi buat ngegame pasti bakalan ngomel...mungkin lebih dari itu....tapi tenang, aku punya trik sendiri buat ngakalin itu, tiap malam sekitar jam 11 aku sms temen yg rumahnya di samping kantorku... "Yan tolong matiin listrik kantor" emoticon-Wink

Setelah pintu kantor terkunci, dan merasa tidak ada barangku yg tertinggal, aku bergegas meninggalkan kantor menuju ke suatu tempat… Emang rutinitasku tiap hari sehabis kerja aku gak langsung pulang, tapi ke….. liat saja nanti
Sekitar 15 menit perjalanan, sampailah aku disebuah parkiran yg lumayan luas…setelah turun dari motorku aku menuju ke sebuah kursi panjang yg ada didepan sebuah bangunan dan duduk disana, lalu mengeluarkan handphone dari saku celana…dan mulai menulis sebuah pesan…. “ aku dah di depan” kemudian mencet tombol send. Tak lama kemudian ada balasan “ya.. tunggu sebentar”.
Kira2 10 menit menunggu, datanglah seorang cewek memakai celana jeans, kemeja krem dan jaket hitam, tersenyum dengan manisnya sambil menenteng tas di pundaknya ….dan berkata “Yuk”, lalu aku bertanya “langsung pulang atau kemana?” …. “pulang aja…tp mampir dulu ke warung biasa…mau beli sayuran buat masak” jawabnya….

Ya…dia pacarku, Sebut saja Reni, kami menjalani hubungan sejak 7 tahun lalu, dan hampir tiap hari setelah jadian kami selalu bertemu… (hah…7 tahun? biasa aja kali bro…gak usah heran gitu…, (jadian? Emang kapan jadiannya……………..? emang dari awal kita pacaran gak ada istilah tembak tembakan, apa lagi jadian…. Jadi gimana? Ya entahlah…. Lets it flow bro….. nanti aku bahas di part selanjutnya)

bersambung....

Diubah oleh naiztumityu02 20-12-2018 18:55
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
2
23.9K
133
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
naiztumityu02Avatar border
TS
naiztumityu02
#22
PART 2

Sebelum kami berpamit pulang, terlintas sesuatu dipikiranku….ya sesuatu tentang cewekku, iseng2 aku nanya ke simbah itu tentang hubunganku dengan cewekku…. Dan sesaaat setelah aku bertanya, simbah pun menjawab:

“Ngene le…sakjane keluargane yank-mu ki setuju karo kowe…ora ono opo, ning….” Tiba2 simbah menghentikan bicaranya..
(Gini nak…sebenernya keluarga cewekmu itu sudah setuju sama kamu, tapi…)
“Ning pripun mbah?” tanyaku penasaran
(tapi gimana mbah?)
“Yank-mu ki nduwe pacar meneh” lanjut simbah
(Cewekmu itu punya pacar lagi)

Deg….jantung ini seakan berhenti berdetak, apa bener yg dikatakan simbah….aku pun bertanya lebih detail ke simbah, dan jawabannya pun malah membuatku semakin tidak tenang dan dipenuhi pertanyaan, apa mungkin?….tak berapa lama kami pun segera pamit ke simbah, ditengah perjalanan aku kepikiran terus dengan kata2 simbah…cewekku punya pacar lagi…. “ah…. ta*” umpatku….”tau gini tadi gak usah nanya ke simbah” gumamku. Setelah sampe dirumah gober aku langsung pamit, tapi aku tidak pulang…ya aku langsung menggeber motorku menuju kostan cewekku, tentu saja ingin menyudahi penasaranku ini, dan membuktikan apa yang dibilang simbah tadi…” atau mungkin bom waktu itu akan segera meledak?”

Sekitar 15 menit aku sampe di gerbang kostan reni…aku ambil hp dari saku celana dan sms dia “ aku di depan”, tak lama kemudian gerbang pun terbuka dan muncul sosok reni….
Aku langsung memarkirkan motorku di halaman kost… dan masuk kamarnya, aku bersikap biasa saja…seolah tak ada sesuatu yg mengganjal di pikiranku….

Kami pun ngobrol seperti biasa, hingga suara dering hp pun menghentikaan percakapn kami…..ya, ada panggilan masuk di hp reni….dia segera menerima panggilan itu. Aku sedikit curiga, siapakah dia yg diseberang sana yg sedang ngobrol dengan cewekku di telepon… Tak berapa lama reni pun menyudahi percakapan di hp-nya….
“Sapa yg telpon?” tanyaku
“Biasa, temen” jawab reni
“Coba pinjem hp-mu” pintaku ke reni
“ada apa? Dia Cuma temen kok” jawabnya

Tanpa berpikir panjang, aku langsung merebut hp yg masih digenggamnya, aku cek log panggilan terakhir, dan benar saja terpampang sebuah nama cowok di kontak itu, aku langsung menelponnya….dan benar ada suara cowok diseberang sana, aku bertanya ini siapa…dia menjawab temennya yeni, dan dia menjelasakan banyak hal, terutama dia gak ada hubungan apa2 dengan reni, akupun menyudahi panggilan itu….
Ok fix, berarti emang gak ada apa2…berarti perkataan simbah tadi gak terbukti, aku pun lega…perasaan yg tadi berkecamuk berangsur hilang, setelah itu pun yeni menjelaskan kepadaku bahwa memang dia gak ada hubungan apa2 dengan cowok itu, gak lama setelah itu aku pun pamit untuk pulang….

Diperjalanan pulang, perasaan tidak enak itu datang lagi….. sepertinya bom waktu ini sudah saatnya meledak….. ”ah sudahlah” aku bergumam seolah ingin menepis perasaan itu.
Tiba2 hp di saku celanaku bergetar, setelah aku cek ternyata ada panggilan masuk…temenku yg telpon… terpampang dilayar hp “Tora memanggil”, lalu aku hentikan motorku……

“Halo, gimana bro” kataku
“Main sinilah kau, lama gak ketemu, aku habis mudik…ambil nih oleh2” suara diseberang sana yg kental logat bataknya
“Duh ini dah malem, besok aja aku kesitu ya” jawabku
“Halah…kesinilah, besok keburu habis” kata Tora
“OK2 aku ketempatmu sekarang” kataku
“OK seep ditunggu” kata Tora yg langsung menutup teleponnya.

Aku memasukkan kembali hp ke saku celana, “Ah setan nih anak, maksa banget” gumamku dalam hati. Tora ini adalah temen kerjaku, tapi tidak satu kantor denganku, dia di kantor pusat sedangkan aku di kantor cabang, dan dia aslinya dari Medan. Tak lama kemudian akupun berputar arah meunuju tempat Tora, jaraknya lumayan jauh karena dia tinggal di tengah kota tapi bagian timur…butuh sekitar ½ jam untuk sampai kesana. Sampai di depan sebuah gedung aku memarkirkan motorku, ternyata Tora sudah menunggu di dekat pintu…

“Sendirian aja dab? Gak sama cewekmu? Tanya Tora sambil menepuk pundakku
“Gak bro…dah malem gini juga” jawabku sekenanya
“Yuk langsung keatas” kata Tora sambil menaiki tangga menuju lantai 2, tanpa menjawab aku pun langsung mengikutinya, Tora ini tinggal di kantor dengan beberapa teman yg lain, karena emang disediakan kamar buat karyawan.
Dia langsung masuk ke kamar dan sepertinya mau mengambil sesuatu dan aku menunggu di sebuah kursi yg ada di ruangan gitu….tak lama kemudian dia keluar…
“Nih!!!” teriak Tora sambal melemparkan sesuatu kearahku
Dengan spontan akupun langsung menangkapnya…. “Azzz… anj*ng lu, malam2 gini suruh bawa ginian, sendirian lagi” umpatku kepada Tora. Sebuah benda yg terbungkus kertas koran seukuran bungkus rokok kini ada ditanganku… tanpa bertanya aku pun sudah menduga apa isinya, “lumayan lah buat obat galau” batinku. Aku segera memasukkan benda itu ke dalam tasku.
Setelah ngobrol sebentar dengan temenku ini, akupun pamit pulang… di perjalanan bawa barang ginian agak parno juga, “ah semoga aja gak ada apa2” gumamku dalam hati. Sekitar ½ jam sampelah aku dirumah dengan selamat, saatnya tidur…

Keesokan paginya seperti biasa akupun bersiap berangkat kerja, pagi ini aku gak langsung ke kantor karena ada kerjaan luar yg harus aku lakukan sesuai perintah si boss kemaren.
Sekitar jam 9 pagi urusanku pun selesai dan aku bergegas menuju ke kantor, ditengah perjalanan hp-ku berdering singkat, tanda ada sms masuk. Setelah aku cek ternyata sms dari Reni pacarku, ada apa ini…gak biasanya dia sms sepagi ini, aku pun mulai membuka sms itu:

“Mas Dani, aku harus gimana?bla..bla…bla….” (sorry gan jujur aku lupa tulisan di sms itu, tapi inti sms itu adalah sesi curhat Reni ke seorang cowok, dan jelas cowok itu bukan aku)
Apaan ini maksudnya, berulang kali aku membaca dan berusaha memahami sms itu, ah…salah kirim ini…, aku ingat betul nama di sms itu, ya… nama yg sering menghubungi Reni via telpon….ah ada yg gak beres ini….
Spontan aku langsung telpon Reni….
“Woi…ini sms maksudnya apa?”bentakku di telpon,
“Hah…. Apaan sih…?” tanya reni, sepertinya dia gak sadar telah salah kirim sms. “cek lagi sms kamu” kataku sambil menutup telpon.

Selang beberpa saat hp-ku berdering, ternyata telpon dari Reni… “Ma…maaf mas” kata reni terbata-bata…
”Ada apa ini sebenarnya?” tanyaku, tapi Reni tidak menjawab… “Woi…ada apa?” bentakku lagi, tetep gak ada jawaban…hanya terdengar suara isak tangis di seberang sana. Azzz…aku langsung menutup telpon dan segera menggeber motorku secepat mungkin seperti orang yg sedang kalap menuju ke tempat kerja Reni.

Setelah 20 menit kemudian sampelah aku disana… aku langsung masuk ke tempat kerja Reni tanpa mempedulikan orang2 disekitar, ekspresi wajahnya terlihat kaget, pucat dan bingung…. Mungkin dia tidak mengira aku akan kesini.
Aku langsung meraih hp yg tergeletak di meja kerja Reni, dan mencari kontak seseorang…. Tak lama kemudian aku langsung menelpon seseorang itu…
Tut..tut…tut…
(percakapan ditelepon ini sengaja aku tulis seperti versi aslinya, biar berasa feelnya, he he)
“Ono opo yank?” kata seseorang di telpon itu
“Baj*ngan….yank….yank” teriakku spontan tanpa mempedulikan orang2 di ruangan itu

segini dulu gan... pikiran lagi nge-blank...lanjut lagi besok..
Diubah oleh naiztumityu02 30-05-2017 19:09
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.