Kaskus

Story

penuliskampunggAvatar border
TS
penuliskampungg
AADC (Antara Aku Dan Ceritaku)
Quote:


Quote:


Pembukaan

Huhhhhh… *menghembuskan nafas


Masa SMA sudah di depan mata. Masa yg katanya masa paling indah dalam hidup kita. karna di situ kita tumbuh dewasa dan tidak perlu pusing memikirkan urusan dunia. Yg kita lakukan di masa itu, hanya belajar dan bersenang senang dengan teman dan sahabat kita. tapi, apakah masa sma ku bakal seindah, seperti yg orang orang katakan? Entahlah.

Hari ini adalah hari pertama aku menginjakan kaki di sekolah baruku, dengan seragam baru dan warna yg baru. kini aku menggunakan seragam dengan celana panjang, berwarna abu-abu. yap ini adalah hari pertama aku masuk sma.

Aku ngga berharap banyak tentang masa sma ku. Karna pada dasarnya, bisa dikatakan klo selama sekolah, aku ini sering di anggap sebagai murid ghoib. ituloh murid yg sebenarnya ada tapi sering dianggap ngga ada.

Tapi aku nyaman dengan situasi ini. Karna ketika berada di situasi ini, aku cukup berangkat ke sekolah dan duduk manis di ruang kelas, sampai jam pelajaran selesai. tanpa harus di sibukan oleh ini itu.

Masalah pergaulan aku ngga terlalu buruk. aku punya teman dan aku juga bukan org yg cupu. tapi aku punya satu masalah, aku sering gagap dan blank ketika melihat atau ngobrol dengan cewe yg cantik.

Entahlah ini sangat mengganggu bagiku. karna walau bagaimanapun aku juga ingin merasakan cinta. Dan ini adalah cerita tentang hidupku yg flat, yukk mulai.
Diubah oleh penuliskampungg 10-07-2017 16:01
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
4.8K
25
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.3KAnggota
Tampilkan semua post
penuliskampunggAvatar border
TS
penuliskampungg
#20
Pemandanganmu Mengalihkan Duniaku


Hari ini aku ada tugas kelompok. anggota kelompoknya cuma aku dan adiva dan tidak ada ketuanya. Knp kami cuma berdua? karna ini tugas kelompok yg kelompoknya itu teman sebangku. Jadi klo bangkunya panjang dan muat sepuluh org anggotanya jadi sepuluh, tapi tetep ngga ada ketuanya.

Setelah kami berdiskusi dan bermusyawarah secara mufakat. kami berdua setuju untuk mengerjakannya di rumah adiva. Akhirnya tanpa basa basi kami langsung.. menunggu jam pelajaran berakhir. setelah itu kami menunggu bel pulang berbunyi. Lalu, kami pun bersiap2 buat pulang. baru setelah itu kami menuju rumahnya adiva.

Setelah sampai dan masuk ke rumahnya ternyata rumahnya sejuk padahal cuaca di luar itu panas banget, lama kelmaan kok semakin dingin. di sini aku ngga tau knp? Mungkinkah ada makhluk halus di sekitar sini.

Sekitaran leher dan punggungku mulai merasakan dingin yg kian lama kian menusuk, bulu kunduk pun mulai berdiri dan merapihkan barisannya. Aku masih celingukan memperhatikan sekitar. Perasaan rumahnya ngga serem tapi knp kok jadi aneh gininya?

Di rumah ini juga ngga ada benda yg aneh2 atau serem. Apa mungkin karna aku sendirian disini? Ngga mungkin, aku ngga secemen itu. bagian belakang tubuhku mulai terasa semakin dingin seolah ada angin yg berhembus.

Aku melihat kearah jendela. ternyata jendelanya tertutup. terus ini angin darimana? Aku kan sekarang ada di dalam ruangan? Aku mulai memberanikan diriku untuk melihat kearah belakang. Kepalaku mulai terasa berat saat aku ingin menengokannya kebelakang.

Namun karna rasa penasaranku yg cukup tinggi seolah memberi tenaga lebih kepadaku untuk menengok. betapa terkejutnya aku setelah mataku melihat kebelakang. ternyata tepat diatas kepalaku ada sebuah benda yg menempel didinding yap itu adalah ac. akhirnya semua pertanyaanku terjawab sudah.

Tak lama berselang adiva datang menemuiku dengan celana pendek dan menggunakan kaos yg agak ketat. Aku yakin ini pasti 36B. adiva mulai membuka obrolan “maap ya lama” akupun menjawabnya “iya gpp santai aja” adivapun ngomong lagi “yaudah ayuk mulai” akupun menjawabnya lagi “ayuk”.

Selama mengerjakan tugas ini otakku berkerja keras dan berfikir tanpa henti. aku yakin 36B tapi kayaknya bukan? Bentar.. bentar.. dengan luas lingkaran segitu dan dimensi yg menonjolnya segitu kayaknya bukan 36B. tapi ngga mungkin aku ngga pernah salah dalam menerka dan menebak ukuran. Otak ku terus berfikir tanpa henti di kebimbangan ini.

“kamu knp bar kok kayak yg bingung gitu” tanya adiva penasaran.

“36B kan? aku yakin” jawabku sepontan.

“apa? Kamu tadi ngomong apa” tanya adiva yg kayaknya tidak mendengar jelas kata2ku tadi.

“owhh ngga maksudnya itu pensil 2B kan?” jawab aku nyoba ngeles.

“perasaan ngga ada pensil deh disini kita cuma pake pulpen doang” jawab adiva heran.

“ngga, jadi gini maksudnya gimana klo pake pensil dulu aja ngerjaiinnya biar klo salah gampang ngapusnya” aku masih ngeles

“iya juga sih biar ngga banyak coretan ntar” adiva mulai percaya.

“hee.. iya..itu maksudnya, tapi pensilnya yg 2b biar jelas tulisannya hehe..” masih aja ngeles

“yaudah aku ambil pensinya dulu yaa” adiva mulai berdiri.

“hehe iyaa..” jawab ku mulai lega karna adiva ngga nyadar sama omongan ku pas awal2 tadi.

“btw aku bukan 36B” kata adiva sambil ngeloyor.

Shitt dia denger ternyata, ngapain aku boong dari tadi nambah2 dosa aja..
Diubah oleh penuliskampungg 10-07-2017 16:38
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.