- Beranda
- Stories from the Heart
HANA [MINI SERIES] [TAMAT]
...
TS
orysetha
HANA [MINI SERIES] [TAMAT]
![HANA [MINI SERIES] [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/07/17/7464033_20170717010110.png)
Spoiler for intro:
Sebuah keisengan dari obrolan teman yang lagi ngewota banget sama salah satu GB kpop, akhirnya ditulislah cerita ini. atau alasan kabur dari cerita satu lagi

Cerita ini murni fiksi. nama karakter, latar kejadian, apapun yang ada di dalam cerita hanyalah permainan imajinasi saja walaupun inspirasinya adalah dari obrolan nyata teman saya sendiri yang tiap chat ngomongin GB melulu..

Ada beberapa unsur yang diambil dari dunia nyata dan hanya dipakai untuk mewarnai cerita.
Spoiler for sinopsis singkat:
Fadli adalah seorang mahasiswa biasa yang hidupnya sangat normal. suatu hari temannya Reza memperlihatkan sesuatu hal yang baru baginya yaitu Girlband Kpop dan dari situlah awal masalah di mulai.
[INDEX]
chp 1
chp 2
chp 3
chp 4
chp 5
chp 6 part 1
chp 6 part 2
chp 7 part 1
chp 7 part 2
chp 7 part 3
chp 8
chp 9
chp Final part 1
chp Final part 2
chp Final part 3 (END)
chp 1
chp 2
chp 3
chp 4
chp 5
chp 6 part 1
chp 6 part 2
chp 7 part 1
chp 7 part 2
chp 7 part 3
chp 8
chp 9
chp Final part 1
chp Final part 2
chp Final part 3 (END)
Spoiler for Word ver/Offline ver:
PM buat yang mau versi Word buat dibaca offline..

Diubah oleh orysetha 17-07-2017 13:01
anasabila memberi reputasi
1
4.2K
Kutip
20
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
orysetha
#11
Chapter 6 part 1
Reza ini karena sudah mengikuti Dearest dari awal mereka debut, sehingga membuatnya menjadi fans fanatik. Efeknya dia menjadi suka delusi, yang sering terjadi adalah ketika dia mendelusikan Karis. Seperti abis mengajaknya makan malam, saat malam ingin tidur selalu “Fad, udah dulu ye Karis manggil-manggil tuh.” Aku sendiri belum sampai ke situ, aku berharap tidak.
Masih di area kampus, pohon-pohon rindang memberikan kami udara yang segar di tengah terik panasnya matahari.
“Fad, ngapain luh?”
“Engga tadi kan eluh abis ngeline Karis kan ceritanya, gw baru inget kemarin-kemarin ngedm si Hana..,” aku membuka pesannya, masih ada namun tidak ada pemberitahuan apa-apa. “ga ada notif apa-apa.”
“Iyalah, emangnya cuman eluh aja yang ngedm. Pasti banyak banget lah, apalagi followers mereka di atas 200rban...eluh ngirim paan emang? Pake bahasa indo?”
“Gw cuman kirim ‘please sleep well and stay healthy’ soalnya gw liat yang acara reality shownya itu dia di luar jadwal latihan suka bergadang takutnya gw sakit.”
Eh Reza malah ngetawain. “Pret..lu perhatian amat udah kaya pacarnya aja luh ah!”
Tiba-tiba aku merasakan hal yang aneh, aku reflek melihat kesekeliling. Ternyata ada Amanda, dia berjalan sendirian ingin melewati tempat ini. Posisi ini sangat menguntungkan karena Reza berada didepanku sehingga dia tidak melihat Amanda.
“Za, kantin ah. Sekalian makan siang.”
“Nanti aja ah kalem, jam segini penuh Fad. Suka males gw,” Amanda semakin mendekat terpaksa aku menarik Reza untuk pergi.
“Ayo..., laper nih gw ah.” Reza akhirnya mengalah dan kemudian kami pergi dari tempat itu, aku melihat Amanda sekali lagi. Kali ini jaraknya tidak terlalu jauh, berbeda dengan sebelumnya raut wajahnya terlihat sedih. Sepertinya dia sedang terlibat sesuatu masalah yang membuat hatinya terluka, aku paham betul ekspresi kesedihan Amanda.
Kantin selalu penuh, kami tidak kebagian tempat duduk akhirnya kami memilih tempat alternatif yaitu warteg seberang kampus. Di sana tidak terlalu sepi, ada beberapa anak kampus dan pekerja yang makan di sini.
“Fad, lu kenapa sih menghindar terus dari Amanda?”
Padahal aku yakin tadi Reza tidak melihat Amanda, lalu aku putuskan untuk mengubah topik pembicaraan. “Ya harus dong, gw kan udah sama Hana sekarang,” tertawa.
Reza hanya terdiam lalu membalas, “Wota luh! Ga apa-apa deh, yang penting Karis jangan di ganggu.”
Pembicaraan tadi mengingatkanku, kalau sebelumnya aku sudah membuat akun di forum global. Aku tidak membukanya sekarang karena masih ada jadwal di kampus. Jadi saat malam tiba aku sudah tidak sabar bagaimana tanggapan temen-teman maya di forum itu. Dengan sigap aku membuka forum global. Notif langsung bermunculan, beberapa orang membalas pesanku.
Dari mereka kebanyakan membalas seperti ini, “Selamat datang kawan!” atau “Semoga betah di forum Dearest ini!”. Dari situ tiap malam aku selalu aktif di forum global, dari sekedar membalas pesan sampai menanyakan hal-hal simpel mengenai Dearest. Dari forum itu juga aku tahu mereka mempunya channel mereka sendiri di aplikasi streaming android. Aku download dan mensubcribe akun Dearest.
Aku memberitahu hal ini kepada Reza, tapi dia memang selalu dua langkah didepanku apalagi yang berhubungan dengan Dearest. Ternyata dia sudah mensubcribe aku mereka terlebih dahulu. Malam berganti malam, sekarang setiap mau tidur aku selalu memantau aktivitas di forum global. Tidak afdol rasanya kalau sehari saja tidak memantau forum.
Entah mengapa sekarang-sekarang kalau bermain di forum global aku suka tidak enak hati kadang gelisah. Sudah 2 bulan semenjak comeback terakhir, tidak ada berita apa-apa mengenai Dearest. Yang membuatku gelisah bukan hal itu tetapi komen-komen penghuni forum yang selalu negatif. Bahkan ada yang berkomentar kalau mereka akan comeback tahun depan, belum lagi ada yang bilang mereka akan semakin tergerus jika tidak cepat kembali dan ujung-ujungnya harus bubar.
Hal-hal negatif itu selalu membayangi pikiranku, “Tahun depan, nunggunya lama banget, keburu lulus.” Padahal seharusnya aku memikirkan hal yang lebih penting seperti perkuliahan yang sudah mau mendekati skripsi. Tetapi Dearest adalah prioritasku saat ini, pikiran itu selalu muncul. akupun curhat ke Reza.
“Za, Dearest ga akan bubar kan yah?” menunggu pesanku di balas.
“Bubar? Kata siapa? Orang belum ada setahun masa udah bubar, lu dapet berita darimana?”
“Ya gw liat orang-orang forum pada ngomongin itu.”
Balasanku kali ini lama di balas, rentang 10 menit baru pesanku terbalas.
“Sori Fad, tadi mamam dulu..ya ilah pasti postingan si fireandwater nih? Gw juga mantau forum itu postingan dia emang suka negatif terus. Santai aja lah Fad, gw yakin Dearest bisa tahan sampai 10 tahun (emot ketawa lima buah)”
Perasaanku sedikit tenang setelah ‘berbicara’ dengan Reza, walaupun dia fans fanatik tapi pemikiran dia jauh lebih dewasa.
Quote:
Reza ini karena sudah mengikuti Dearest dari awal mereka debut, sehingga membuatnya menjadi fans fanatik. Efeknya dia menjadi suka delusi, yang sering terjadi adalah ketika dia mendelusikan Karis. Seperti abis mengajaknya makan malam, saat malam ingin tidur selalu “Fad, udah dulu ye Karis manggil-manggil tuh.” Aku sendiri belum sampai ke situ, aku berharap tidak.
Masih di area kampus, pohon-pohon rindang memberikan kami udara yang segar di tengah terik panasnya matahari.
“Fad, ngapain luh?”
“Engga tadi kan eluh abis ngeline Karis kan ceritanya, gw baru inget kemarin-kemarin ngedm si Hana..,” aku membuka pesannya, masih ada namun tidak ada pemberitahuan apa-apa. “ga ada notif apa-apa.”
“Iyalah, emangnya cuman eluh aja yang ngedm. Pasti banyak banget lah, apalagi followers mereka di atas 200rban...eluh ngirim paan emang? Pake bahasa indo?”
“Gw cuman kirim ‘please sleep well and stay healthy’ soalnya gw liat yang acara reality shownya itu dia di luar jadwal latihan suka bergadang takutnya gw sakit.”
Eh Reza malah ngetawain. “Pret..lu perhatian amat udah kaya pacarnya aja luh ah!”
Tiba-tiba aku merasakan hal yang aneh, aku reflek melihat kesekeliling. Ternyata ada Amanda, dia berjalan sendirian ingin melewati tempat ini. Posisi ini sangat menguntungkan karena Reza berada didepanku sehingga dia tidak melihat Amanda.
“Za, kantin ah. Sekalian makan siang.”
“Nanti aja ah kalem, jam segini penuh Fad. Suka males gw,” Amanda semakin mendekat terpaksa aku menarik Reza untuk pergi.
“Ayo..., laper nih gw ah.” Reza akhirnya mengalah dan kemudian kami pergi dari tempat itu, aku melihat Amanda sekali lagi. Kali ini jaraknya tidak terlalu jauh, berbeda dengan sebelumnya raut wajahnya terlihat sedih. Sepertinya dia sedang terlibat sesuatu masalah yang membuat hatinya terluka, aku paham betul ekspresi kesedihan Amanda.
Kantin selalu penuh, kami tidak kebagian tempat duduk akhirnya kami memilih tempat alternatif yaitu warteg seberang kampus. Di sana tidak terlalu sepi, ada beberapa anak kampus dan pekerja yang makan di sini.
“Fad, lu kenapa sih menghindar terus dari Amanda?”
Padahal aku yakin tadi Reza tidak melihat Amanda, lalu aku putuskan untuk mengubah topik pembicaraan. “Ya harus dong, gw kan udah sama Hana sekarang,” tertawa.
Reza hanya terdiam lalu membalas, “Wota luh! Ga apa-apa deh, yang penting Karis jangan di ganggu.”
Pembicaraan tadi mengingatkanku, kalau sebelumnya aku sudah membuat akun di forum global. Aku tidak membukanya sekarang karena masih ada jadwal di kampus. Jadi saat malam tiba aku sudah tidak sabar bagaimana tanggapan temen-teman maya di forum itu. Dengan sigap aku membuka forum global. Notif langsung bermunculan, beberapa orang membalas pesanku.
Dari mereka kebanyakan membalas seperti ini, “Selamat datang kawan!” atau “Semoga betah di forum Dearest ini!”. Dari situ tiap malam aku selalu aktif di forum global, dari sekedar membalas pesan sampai menanyakan hal-hal simpel mengenai Dearest. Dari forum itu juga aku tahu mereka mempunya channel mereka sendiri di aplikasi streaming android. Aku download dan mensubcribe akun Dearest.
Aku memberitahu hal ini kepada Reza, tapi dia memang selalu dua langkah didepanku apalagi yang berhubungan dengan Dearest. Ternyata dia sudah mensubcribe aku mereka terlebih dahulu. Malam berganti malam, sekarang setiap mau tidur aku selalu memantau aktivitas di forum global. Tidak afdol rasanya kalau sehari saja tidak memantau forum.
Entah mengapa sekarang-sekarang kalau bermain di forum global aku suka tidak enak hati kadang gelisah. Sudah 2 bulan semenjak comeback terakhir, tidak ada berita apa-apa mengenai Dearest. Yang membuatku gelisah bukan hal itu tetapi komen-komen penghuni forum yang selalu negatif. Bahkan ada yang berkomentar kalau mereka akan comeback tahun depan, belum lagi ada yang bilang mereka akan semakin tergerus jika tidak cepat kembali dan ujung-ujungnya harus bubar.
Hal-hal negatif itu selalu membayangi pikiranku, “Tahun depan, nunggunya lama banget, keburu lulus.” Padahal seharusnya aku memikirkan hal yang lebih penting seperti perkuliahan yang sudah mau mendekati skripsi. Tetapi Dearest adalah prioritasku saat ini, pikiran itu selalu muncul. akupun curhat ke Reza.
“Za, Dearest ga akan bubar kan yah?” menunggu pesanku di balas.
“Bubar? Kata siapa? Orang belum ada setahun masa udah bubar, lu dapet berita darimana?”
“Ya gw liat orang-orang forum pada ngomongin itu.”
Balasanku kali ini lama di balas, rentang 10 menit baru pesanku terbalas.
“Sori Fad, tadi mamam dulu..ya ilah pasti postingan si fireandwater nih? Gw juga mantau forum itu postingan dia emang suka negatif terus. Santai aja lah Fad, gw yakin Dearest bisa tahan sampai 10 tahun (emot ketawa lima buah)”
Perasaanku sedikit tenang setelah ‘berbicara’ dengan Reza, walaupun dia fans fanatik tapi pemikiran dia jauh lebih dewasa.
pulaukapok memberi reputasi
1
Kutip
Balas