- Beranda
- Stories from the Heart
HANA [MINI SERIES] [TAMAT]
...
TS
orysetha
HANA [MINI SERIES] [TAMAT]
![HANA [MINI SERIES] [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/07/17/7464033_20170717010110.png)
Spoiler for intro:
Sebuah keisengan dari obrolan teman yang lagi ngewota banget sama salah satu GB kpop, akhirnya ditulislah cerita ini. atau alasan kabur dari cerita satu lagi

Cerita ini murni fiksi. nama karakter, latar kejadian, apapun yang ada di dalam cerita hanyalah permainan imajinasi saja walaupun inspirasinya adalah dari obrolan nyata teman saya sendiri yang tiap chat ngomongin GB melulu..

Ada beberapa unsur yang diambil dari dunia nyata dan hanya dipakai untuk mewarnai cerita.
Spoiler for sinopsis singkat:
Fadli adalah seorang mahasiswa biasa yang hidupnya sangat normal. suatu hari temannya Reza memperlihatkan sesuatu hal yang baru baginya yaitu Girlband Kpop dan dari situlah awal masalah di mulai.
[INDEX]
chp 1
chp 2
chp 3
chp 4
chp 5
chp 6 part 1
chp 6 part 2
chp 7 part 1
chp 7 part 2
chp 7 part 3
chp 8
chp 9
chp Final part 1
chp Final part 2
chp Final part 3 (END)
chp 1
chp 2
chp 3
chp 4
chp 5
chp 6 part 1
chp 6 part 2
chp 7 part 1
chp 7 part 2
chp 7 part 3
chp 8
chp 9
chp Final part 1
chp Final part 2
chp Final part 3 (END)
Spoiler for Word ver/Offline ver:
PM buat yang mau versi Word buat dibaca offline..

Diubah oleh orysetha 17-07-2017 13:01
anasabila memberi reputasi
1
4.2K
Kutip
20
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•2Anggota
Tampilkan semua post
TS
orysetha
#9
Chapter 4
Aku memberikan ponselku ke Reza, dia mulai menyambungkan ponselku kelaptopnya melalui kabel data. Aku menghampiri dan duduk kembali di sebelah Reza.
“Mini albumnya aja yah, mvnya ga usah.”
“Siap kapten!”
Hanya membutuhkan beberapa menit akhirnya mini album mereka sekarang berada diponselku. Aku lalu pulang ke rumah, jalanan kali ini tidak begitu macet sehingga aku bisa tiba di rumah saat belum terlalu malam. Setelah berbenah diri aku mengistirahatkan diri di kamar. Memang tidak ada tempat terbaik selain rebahan di kasur sendiri, perasaan menjadi tenang, tubuh serasa dicas ulang kembali
.
Aku memasangkan earphone ke telinga, lalu mulai mendengarkan lagu-lagu dari mini album Dearest. Kebetulan lagu pertama yang aku putar berjudul Everday. Kemudian berlanjut ke lagu berikutnya. Lagu-lagu mereka sangat easy listening, dengan nada-nada sederhana namun kaya akan musikalitas. Aku pun heran biasanya aku tidak seakrab ini dengan lagu kpop ataupun lagu berbau jepang namun entah mengapa aku merasa nyaman mendengarkan lagu-lagu dari Dearest.
Aku pun menjadi penasaran dengan member-member Dearest. Nampaknya kurang lengkap jika tahu lagu tetapi tidak kenal dengan orang-orang yang menyanyikannya. Aku membuka browser dalam ponsel dan musik masih menyala dalam latar. Aku mengetikkan ‘Profil Dearest’, hitungan detik terbuka banyak halaman yang membahas profil mereka. Sudah jadi kebiasaan web paling atas yang selalu dibuka.
Aku sedikit tergelitik ketika membuka web ini, tampilannya sangat ‘lucu’ dan penuh warna. Aku melihatnya satu-satu mulai dari atas.
“Karis...nama panggung yang aneh buat seorang perempuan,” aku menurun. “oh..dia ini leadernya, umurnya sepantaran sama Reza.”
Tatapan perempuan itu sangat tajam, kata orang jika perempuan mempunyai sorot mata tajam berarti perempuan itu seorang yang tegas. Entah benar atau tidak namanya juga kata orang. Aku mulai menurun lagi sambil membaca profil mereka satu-satu.
“Miyu...si pirang, Hye Gee..., Chara..., Rayeon..., Jyuri..., Alice..,” dan akhirnya aku sampai di halaman paling bawah. “Hana..., usianya baru 19 tahun. Member paling muda di grup ini.”
Setelah beres melihat profilnya, aku mematikan lagu dan mulai membuka yutub. Selanjutnya adalah melihat mereka bernyanyi secara live. Di yutub ini hanya dua lagu saja yang ada versi livenya, Everyday dan Love me Love me Love me. Karena aku sudah terlalu sering mendengarkan Everyday jadinya aku memilih lagu Love me 3x untuk dilihat. Lagu ini sedikit lebih ngebeat dibandingkan Everyday.
Aku terheran-heran dengan fans yang hadir di sana, mereka berteriak seperti fans grup 48. Tidak di Korea maupun di Jepang ternyata perilaku fans mereka sama. Padahal baru saja aku melihat profil mereka di web tapi saat tampil live begini aku malah kebingungan mereka siapa. Hanya Karis dengan sorot mata tajamnya dan Miyu yang berambut pirang. Jujur saja aku lebih suka lagu Everyday dibandingkan lagu ini.
Video terhenti, aku menurun tuk melihat-lihat. Ada lagi video fancam, judulnya ‘Dearest Everyday Hana Fancam’. Tidak pikir panjang aku putar video tersebut. Karena jenisnya fancam jadi yang disorot hanya Hana seorang. Seorang perempuan dengan tinggi semampai, rambut hitam panjang dibelah dua. Belum lagi bentuk mukanya yang kecil, dengan lesung pipit disebelah kanan pipinya. Namun yang membuatnya mengingatkanku dengan Amanda adalah senyumannya.
‘eye smile’ itu kira-kira istilah yang tepat untuk menggambarkan senyuman Hana dan Amanda. Tak terasa batre ponselku melemah, aku berniat mengecas ponselku. Aku iseng melihat BBM, banyak yang curchat di kolom status. Lalu Reza mengganti poto profilnya, dengan seorang wanita. Aku perhatikan itu Karis, dan statusnya sungguh menggelikan “My Love”. Aku ingin mengomentari namun sayang ponselku butuh istirahat begitupun dengan diriku.
Keesokannya aku iseng mengomentari poto profilnya saat kami berdua sedang nonkrong di kampus.
“Za, lu ngapain pasang poto Karis? Keliatan banget luh wota!” Reza terdiam. “diem aja luh kenapa? Masuk angin luh?”
Reza masih terdiam, sekarang mukanya mengkerucut. “Kok eluh tau itu Karis? Gw asli sekalipun nyepam Hana tapi ga pernah ngasih tau member-member Dearest yang lain. Eluh ngulik yah?”
Aku baru tersadar, ternyata menanyakan itu sebuah blunder. “Ka...ga. gw cuman...”
“Pasti eluh ngulik kan? Mulai suka kan? Haha! Berhasil nih gw ngeracun. Gapapa ngaku aja udah mulai ngefans luh, sekalian nemenin gw ngewota. Ga seru ngewota sendiri nih!”
Aku pun semakin tidak menyadari, dari awalnya iseng mendengarkan lagunya lalu meminta mini albumnya ke Reza bahkan membicarakan salah satu membernya saja sudah menjadi kesenangan tersendiri. Aku rasa Reza berhasil mempengaruhiku kali ini.
Quote:
Aku memberikan ponselku ke Reza, dia mulai menyambungkan ponselku kelaptopnya melalui kabel data. Aku menghampiri dan duduk kembali di sebelah Reza.
“Mini albumnya aja yah, mvnya ga usah.”
“Siap kapten!”
Hanya membutuhkan beberapa menit akhirnya mini album mereka sekarang berada diponselku. Aku lalu pulang ke rumah, jalanan kali ini tidak begitu macet sehingga aku bisa tiba di rumah saat belum terlalu malam. Setelah berbenah diri aku mengistirahatkan diri di kamar. Memang tidak ada tempat terbaik selain rebahan di kasur sendiri, perasaan menjadi tenang, tubuh serasa dicas ulang kembali
.
Aku memasangkan earphone ke telinga, lalu mulai mendengarkan lagu-lagu dari mini album Dearest. Kebetulan lagu pertama yang aku putar berjudul Everday. Kemudian berlanjut ke lagu berikutnya. Lagu-lagu mereka sangat easy listening, dengan nada-nada sederhana namun kaya akan musikalitas. Aku pun heran biasanya aku tidak seakrab ini dengan lagu kpop ataupun lagu berbau jepang namun entah mengapa aku merasa nyaman mendengarkan lagu-lagu dari Dearest.
Aku pun menjadi penasaran dengan member-member Dearest. Nampaknya kurang lengkap jika tahu lagu tetapi tidak kenal dengan orang-orang yang menyanyikannya. Aku membuka browser dalam ponsel dan musik masih menyala dalam latar. Aku mengetikkan ‘Profil Dearest’, hitungan detik terbuka banyak halaman yang membahas profil mereka. Sudah jadi kebiasaan web paling atas yang selalu dibuka.
Aku sedikit tergelitik ketika membuka web ini, tampilannya sangat ‘lucu’ dan penuh warna. Aku melihatnya satu-satu mulai dari atas.
“Karis...nama panggung yang aneh buat seorang perempuan,” aku menurun. “oh..dia ini leadernya, umurnya sepantaran sama Reza.”
Tatapan perempuan itu sangat tajam, kata orang jika perempuan mempunyai sorot mata tajam berarti perempuan itu seorang yang tegas. Entah benar atau tidak namanya juga kata orang. Aku mulai menurun lagi sambil membaca profil mereka satu-satu.
“Miyu...si pirang, Hye Gee..., Chara..., Rayeon..., Jyuri..., Alice..,” dan akhirnya aku sampai di halaman paling bawah. “Hana..., usianya baru 19 tahun. Member paling muda di grup ini.”
Setelah beres melihat profilnya, aku mematikan lagu dan mulai membuka yutub. Selanjutnya adalah melihat mereka bernyanyi secara live. Di yutub ini hanya dua lagu saja yang ada versi livenya, Everyday dan Love me Love me Love me. Karena aku sudah terlalu sering mendengarkan Everyday jadinya aku memilih lagu Love me 3x untuk dilihat. Lagu ini sedikit lebih ngebeat dibandingkan Everyday.
Aku terheran-heran dengan fans yang hadir di sana, mereka berteriak seperti fans grup 48. Tidak di Korea maupun di Jepang ternyata perilaku fans mereka sama. Padahal baru saja aku melihat profil mereka di web tapi saat tampil live begini aku malah kebingungan mereka siapa. Hanya Karis dengan sorot mata tajamnya dan Miyu yang berambut pirang. Jujur saja aku lebih suka lagu Everyday dibandingkan lagu ini.
Video terhenti, aku menurun tuk melihat-lihat. Ada lagi video fancam, judulnya ‘Dearest Everyday Hana Fancam’. Tidak pikir panjang aku putar video tersebut. Karena jenisnya fancam jadi yang disorot hanya Hana seorang. Seorang perempuan dengan tinggi semampai, rambut hitam panjang dibelah dua. Belum lagi bentuk mukanya yang kecil, dengan lesung pipit disebelah kanan pipinya. Namun yang membuatnya mengingatkanku dengan Amanda adalah senyumannya.
‘eye smile’ itu kira-kira istilah yang tepat untuk menggambarkan senyuman Hana dan Amanda. Tak terasa batre ponselku melemah, aku berniat mengecas ponselku. Aku iseng melihat BBM, banyak yang curchat di kolom status. Lalu Reza mengganti poto profilnya, dengan seorang wanita. Aku perhatikan itu Karis, dan statusnya sungguh menggelikan “My Love”. Aku ingin mengomentari namun sayang ponselku butuh istirahat begitupun dengan diriku.
Keesokannya aku iseng mengomentari poto profilnya saat kami berdua sedang nonkrong di kampus.
“Za, lu ngapain pasang poto Karis? Keliatan banget luh wota!” Reza terdiam. “diem aja luh kenapa? Masuk angin luh?”
Reza masih terdiam, sekarang mukanya mengkerucut. “Kok eluh tau itu Karis? Gw asli sekalipun nyepam Hana tapi ga pernah ngasih tau member-member Dearest yang lain. Eluh ngulik yah?”
Aku baru tersadar, ternyata menanyakan itu sebuah blunder. “Ka...ga. gw cuman...”
“Pasti eluh ngulik kan? Mulai suka kan? Haha! Berhasil nih gw ngeracun. Gapapa ngaku aja udah mulai ngefans luh, sekalian nemenin gw ngewota. Ga seru ngewota sendiri nih!”
Aku pun semakin tidak menyadari, dari awalnya iseng mendengarkan lagunya lalu meminta mini albumnya ke Reza bahkan membicarakan salah satu membernya saja sudah menjadi kesenangan tersendiri. Aku rasa Reza berhasil mempengaruhiku kali ini.
pulaukapok memberi reputasi
1
Kutip
Balas