- Beranda
- Stories from the Heart
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
...
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
⇝★Special Main cover by Special Somebody★⇜
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
╠⇌≪RULES≫⇋╣
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
Quote:
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
Quote:
╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣
Spoiler for FAQ:
╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:
Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.4K
929
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rzrdn62
#895
Part 50: Liburan...Serta Hal Dadakan
Sudah dua hari berlalu sejak gw menemui Erlin sebelum dia pergi ke Jogja. Sepi rasanya, tapi sesekali Erlin masih memberikan kabar kepada gw melalui chat. Oh iya, pagi ini gw sudah tidak berada di Jakarta lagi. Ya habisnya disana sepi, bingung mau melakukan apa dan sama siapa. Jadi yang berada di Jakarta hanyalah orangtua gw saja sementara gw sendirian menjaga rumah di Tangerang Selatan. Aktifias gw akhir akhir ini? Ya masih sama dengan yang biasanya. Gw dari kecil sudah terbiasa ditinggal tinggal orangtua gw bepergian, jadi tidak masalah bagi gw jika harus mengurus diri sendiri. Cuma ada sedikit kendala di masalah dana. Semisal gw tidak ada uang sama sekali, ya mau tidak mau gw harus mencarinya sendiri. Biasanya gw jadi tukang parkir dadakan di suatu minimarket yang berada di dekat rumah gw dan jika ada tukang parkir lain disana, hasilnya akan dibagi dua dengan tukang parkir tersebut. Walaupun hasil tidak seberapa, tapi setidaknya nasi dan lauk warteg saja sudah bisa terbeli.
Gw hanya berbaring diatas sofa yang ada di ruang tengah rumah gw sambil menonton acara TV, baru sebentar gw menonton rasanya sudah bosan saja. Jadinya gw menghiraukan acara yang sedang berlangsung di TV sambil bermain HP. Belum ada chat dari Erlin pagi ini, mungkin dia masih tidur berhubung kalau hari libur Erlin selalu bangun siang. Gw hanya bermain game dan streaming di HP. Merasa lapar, gw pun menaruh HP dan ke dapur sebentar untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. Untungnya di kulkas masih ada beberapa potong sosis dan nugget. Yasudahlah yang penting ada yang bisa dimakan.
Setelah menggoreng nugget dan sosis gw kembali ke ruang tengah dan duduk di lantai. Menikmati sarapan pagi gw sambil menonton acara yang sedang berlangsung di tv, walaupun sedikit membosankan. Tiba tiba ada orang yang mengetuk pintu depan rumah gw. Padahal gw sedang menikmati sarapan gw, mau tidak mau gw harus menunda menghabiskan sarapan gw untuk membuka pintu. Sebelum membuka pintu, gw mengintip sebentar ke luar jendela untuk melihat siapakah yang datang kesini. Alangkah terkejutnya gw karena yang datang adalah Aulia.
Tanpa komando lagi gw langsung membuka pintu dengan cepat dan menyapa Aulia.
Gw: “Eh, kamu Lia. Aku kira siapa.”
Aulia: “Hehe. Assalammualaikum kak.”
Gw: “Waalaikumsalam. Sini masuk Lia.”
Aulia: “Iya kak. “
Kami berdua masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa yang ada diruang tamu. Aulia duduk di sofa yang berada di depan gw.
Gw: “Kamu ada perlu apa Lia? Tumben pagi pagi udah kesini?”
Aulia: “Cuma mau main aja kak. Hehe.”
Gw: “Emang gak dimarahin sama orangtua kamu main sepagi ini?”
Aulia: “Ngga kak, aku udah izin tadi sebelum kesini sama mamah. Maaf kalau udah lama aku ngaa ada kabarnya ya kak. Soalnya HP aku rusak.”
Gw: “Ohh jadi HP kamu rusak. Pantes aja.”
Jadi karena HPnya rusak Aulia tidak ada kabar sama sekali. Gw kira karena dia sudah ada sosok cowok lain yang menggantikan gw. Tapi saat gw menanyakan tentang hal itu, dia bilang bahwa dirinya sama sekali tidak ingin menjalin hubungan lebih dari sebatas teman dengan cowok lain. Gw sendiri juga tidak tau alasannya apa. Selama kami mengobrol Aulia jarang sekali menatap wajah gw, dia hanya sesekali melihat ke arah gw lalu menundukkan kepalanya. Apa dia sedikit risih dengan gw atau bagaimana? Semoga saja tidak begitu. Karena keasikan mengobrol, gw jadi lupa untuk menghabiskan sarapan pagi gw yang gw letakkan di meja ruang tamu. Aulia gw tawari untuk sarapan tapi dia menolaknya, katanya sih sudah sarapan dirumah. Jadi gw minta waktu sebentar pada Aulia untuk menghabiskan sarapan gw terlebih dahulu. Dan gw memutuskan untuk menghabiskan sarapan gw yang masih tersisa di dapur saja.
Selesai menghabiskan sarapan dan minum gw kembali lagi ke ruang tamu dan duduk di sofa yang ada disana. Aulia menanyakan tentang hubungan gw dengan Erlin, gw pun menceritakan semua yang sudah kami berdua alami kepada Aulia. Mendengar cerita gw, Aulia hanya melemparkan senyuman manisnya ke arah gw. Akan tetapi wajahnya seperti menyembunyikan sesuatu dibalik senyumannya itu, gw rasa seperti...Kecemburuan. Mengapa gw bisa tau hal itu? Karena senyuman Aulia tidak seperti senyumnya yang biasanya, dan ketika tersenyum matanya juga tidak menatap gw. Melainkan menatap ke arah lantai.
Aulia: “Hmm...Kak Reza? Gini. Besok kakak ada janji ngga?”
Gw: “Gak ada sih.”
Aulia: “Kalau gitu besok dateng ya ke rumah aku kak.”
Gw: “Emang dirumah kamu ada apaan Lia?”
Aulia: “Besok hari ulang tahun aku kak.
”
Besok hari ulang tahun Aulia? Gw baru mengetahuinya kalau besok dia itu ulangtahun. Karena sebelumnya Aulia tidak memberitahu gw kapan dia akan berulang tahun.
Gw diminta untuk datang ke rumahnya menghadiri acara ulang tahun Aulia. Berarti gw harus menyiapkan suatu hadiah untuk dirinya, apalagi orangnya sampai rela mendatangi rumah gw dan memberitahu gw. Kira kira apa yang disukai Aulia? Boneka? Coklat? Semoga saja nanti akan muncul sebuah ide agar gw bisa memberikan hadiah untuk Aulia pada hari ulang tahunnya besok.
Hari sudah siang, dan jam juga menunjukkan pukul 10 lewat 30 menit. Aulia pun ingin pamit pulang.
Aulia: “Aku pulang dulu ya kak. Besok jangan lupa datang ya.”
Gw: “Iya Lia, hati hati ya. Besok aku dateng kok.”
Aulia: “Yaudah aku tunggu ya kak. Assalammualaikum.”
Gw: “Waalaikumsalam.”
Aulia berjalan keluar rumah gw dan gw hanya berdiri memperhatikannya dari depan teras. Baru beberapa langkah Aulia meninggalkan rumah gw, dia pun berhenti sejenak. Lalu dia berbalik badan dan berjalan ke arah gw dengan cepat, seketika Aulia memeluk gw dengan sangat erat dan membenamkan wajahnya pada dada gw.
Aulia: “Aku kangen sama kamu kak. Banget...Kangen banget.”
Gw: “...”
Gw hanya terdiam karena kaget, lalu gw mencoba untuk melepaskan pelukan Aulia dari tubuh gw. Untungnya tidak ada tetangga yang melihat hal tersebut.
Gw: “Lia. Sebenernya aku juga kangen sama kamu. Aku kangen kita sama sama kaya dulu lagi. Tapi aku sadar, ada seseorang yang harus aku jaga hatinya. Dan yang berlalu biarlah berlalu. Kamu anggep aku sebagai temen aja, sebagai kakak kamu juga gak apa apa. Kamu yakin aja, kalo jodoh itu gak bakal kemana kok.”
Aulia hanya diam dan mengangguk lalu tersenyum kembali. Kali ini senyumannya tidak seperti saat setelah mendengar cerita gw. Senyumnya kali ini seperti senyumannya Aulia yang biasanya. Dia terdiam sesaat sambil tersenyum kemudian membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan gw. Sepertinya dia pulang naik angkot, mungkin berangkatnya pun juga sama. Tapi ini adalah hal yang seharusnya gw lakukan. Menjaga hati serta kepercayaan yang diberikan oleh Erlin. Jangan mentang mentang Erlin sedang berada jauh dari gw, maka gw bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari kesenangan sebanyak mungkin. Tidak! Itu tidak benar sama sekali. Datang ke acara ulang tahun Aulia dan memberinya hadiah mungkin tidak masalah, karena gw juga datang kesana hanya sebagai teman.
Gw langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tengah. Baru saja gw duduk, tiba tiba sebuah ide muncul di kepala gw. Ide tentang hadiah untuk Aulia besok. Gw berencana membelikannya sebuah sepatu sneakers cewek. Tapi, apa gw punya cukup uang untuk membelikannya sneakers. Dengan cepat gw beranjak dari sofa dan mengambil dompet gw yang ada di meja kamar. Saat gw melihat isi dompet, uang yang gw miliki hanya tersisa 560 ribu. Mudah mudahan cukup untuk membeli sepasang sneakers dan untuk makan beberapa hari kedepan. Sebaiknya sekarang gw mulai mencari barang yang gw cari, dan untungnya gw tadi pagi sehabis sholat subuh sudah mandi. Jadi sekarang tinggal bersiap dan berangkat ke toko yang menjual berbagai macam sepatu casual yang letaknya tidak jauh dari Bintara. Setelah semua yang harus dibawa sudah gw masukkan ke dalam dompet dan tas gw langsung berangkat menuju ke toko yang gw maksud dengan si Red.
-SKIP TRIP-
Setelah parkir di tempat yang di sediakan gw langsung memasuki toko. Di dalam sini terlihat beberapa pembeli yang sebagian besar adalah anak remaja. Maklum lah, karena ini adalah toko sepatu yang sangat digemari oleh anak anak muda pecinta sepatu di daerah gw. Gw melihat lihat sepatu sneakers yang ada di kumpulan sepatu khusus cewek. Setelah melihat lihat, akhirnya gw menemukan sepatu yang cocok untuk Aulia. Sepatu sneakers berwarna putih dengan corak seperti goresan berwarna biru pada permukaannya. Sesudah membayar sepatu tersebut gw langsung kembali ke rumah dengan Red.
-SKIP TRIP-
Sesampainya dirumah, gw baru teringat akan satu hal. Ya! Kertas kado. Gw lupa membeli kertas kado untuk membungkus hadiah untuk Aulia. Damn! Karena gw malas untuk keluar lagi, maka gw memutuskan membungkusnya hanya dengan menggunakan kertas koran saja.
Semoga tidak menjadi masalah bagi Aulia jika gw membungkus hadiahnya menggunakan kertas koran. Gw mengambil selotip, gunting dan kertas koran yang entah masih dibaca oleh ayah atau tidak lalu mulai membungkus sneakers yang baru saja gw beli bersama dengan boxnya agar tidak ketahuan bentuknya.
Akhirnya selesai juga gw membungkus hadiah untuk Aulia. Dan sekarang adalah waktunya bersantai santai, karena tidak ada kegiatan apapun yang ingin gw lakukan lagi hari ini. Jadi gw langsung menghidupkan PC dan mulai bermain WoW. Ya, gw harap Aulia akan senang dengan pemberian gw yang sederhana ini. Tapi ada satu lagi yang perlu gw pikirkan, sisa uang yang gw miliki hanya tinggal 160 ribu saja karena tadi sebagian sudah digunakan untuk membeli sneakers.
Malam hari telah tiba, tidak terasa waktu berjalan sangat cepat jika kegiatan yang dilakukan hanyalah dengan bermain game saja. Belum ada kabar sama sekali dari Erlin sampai saat ini. Karena penasaran gw mecoba untuk menelponnya. Akan tetapi saat gw menelepon Erlin, nomornya tidak dapat dihubungi karena berada diluar jangkauan. Apa mungkin disana Erlin tidak mendapatkan sinyal atau bagaimana? Semoga saja tidak akan ada hal apapun yang tidak diinginkan, dan semoga Erlin akan menghubungi gw dalam waktu dekat. Karena gw juga sudah merasa mengantuk, maka gw langsung logout dari WoW dan mematikan PC. Setelah mengunci gerbang dan pintu serta memasukkan Red gw langsung masuk kamar dan tidur.
-KEESOKAN HARINYA-
Hari ini gw bangun pagi, saat gw melihat HP jam sudah menunjukkan pukul 8:30. Astaga, tau begini tadi sehabis sholat subuh gw tidak akan tidur lagi. Pasti gw akan terlambat hadir di acaranya Aulia hari ini.
Dengan cepat gw beranjak dari kasur menuju ke kamar mandi untuk segera mandi. Setelah mandi gw langsung bersiap mengenakan pakaian yang rapih dan sebuah celan panjang bahan. Setelah sudah rapih dan sudah membawa semua yang diperlukan. Gw langsung mengeluarkan Red, tidak lupa mengunci pintu serta pintu gerbang lalu gw berangkat menuju ke rumah Aulia.
Sepanjang perjalanan menuju kerumah Aulia gw terus menerus memikirkan tentang Erlin, ya...Erlin. Akibatnya gw jadi memacu si Red dengan kecepatan lumayan rendah. Baru kemarin dia tidak ada kabar seharian dan nomornya tidak bisa dihubungi sama sekali. Gw berniat untuk menghubunginya kembali setelah gw tiba dirumah Aulia untuk memastikan bahwa Erlin baik baik saja di Jogja. Gw hanya ingin mendengar kabar dari dirinya saja, dan gw harap Erlin juga menjaga hubungan kami berdua serta hatinya saat dia sedang berada jauh dari gw. Sekarang gw jadi merasakan apa yang Erlin rasakan saat gw sedang berada jauh darinya, waktu kami berdua jarang bertemu saat liburan kenaikkan kelas berakhir karena gw harus pulang ke Tangerang Selatan.
Gw hanya berbaring diatas sofa yang ada di ruang tengah rumah gw sambil menonton acara TV, baru sebentar gw menonton rasanya sudah bosan saja. Jadinya gw menghiraukan acara yang sedang berlangsung di TV sambil bermain HP. Belum ada chat dari Erlin pagi ini, mungkin dia masih tidur berhubung kalau hari libur Erlin selalu bangun siang. Gw hanya bermain game dan streaming di HP. Merasa lapar, gw pun menaruh HP dan ke dapur sebentar untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. Untungnya di kulkas masih ada beberapa potong sosis dan nugget. Yasudahlah yang penting ada yang bisa dimakan.
Setelah menggoreng nugget dan sosis gw kembali ke ruang tengah dan duduk di lantai. Menikmati sarapan pagi gw sambil menonton acara yang sedang berlangsung di tv, walaupun sedikit membosankan. Tiba tiba ada orang yang mengetuk pintu depan rumah gw. Padahal gw sedang menikmati sarapan gw, mau tidak mau gw harus menunda menghabiskan sarapan gw untuk membuka pintu. Sebelum membuka pintu, gw mengintip sebentar ke luar jendela untuk melihat siapakah yang datang kesini. Alangkah terkejutnya gw karena yang datang adalah Aulia.
Tanpa komando lagi gw langsung membuka pintu dengan cepat dan menyapa Aulia.Gw: “Eh, kamu Lia. Aku kira siapa.”
Aulia: “Hehe. Assalammualaikum kak.”
Gw: “Waalaikumsalam. Sini masuk Lia.”
Aulia: “Iya kak. “
Kami berdua masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa yang ada diruang tamu. Aulia duduk di sofa yang berada di depan gw.
Gw: “Kamu ada perlu apa Lia? Tumben pagi pagi udah kesini?”
Aulia: “Cuma mau main aja kak. Hehe.”
Gw: “Emang gak dimarahin sama orangtua kamu main sepagi ini?”
Aulia: “Ngga kak, aku udah izin tadi sebelum kesini sama mamah. Maaf kalau udah lama aku ngaa ada kabarnya ya kak. Soalnya HP aku rusak.”
Gw: “Ohh jadi HP kamu rusak. Pantes aja.”
Jadi karena HPnya rusak Aulia tidak ada kabar sama sekali. Gw kira karena dia sudah ada sosok cowok lain yang menggantikan gw. Tapi saat gw menanyakan tentang hal itu, dia bilang bahwa dirinya sama sekali tidak ingin menjalin hubungan lebih dari sebatas teman dengan cowok lain. Gw sendiri juga tidak tau alasannya apa. Selama kami mengobrol Aulia jarang sekali menatap wajah gw, dia hanya sesekali melihat ke arah gw lalu menundukkan kepalanya. Apa dia sedikit risih dengan gw atau bagaimana? Semoga saja tidak begitu. Karena keasikan mengobrol, gw jadi lupa untuk menghabiskan sarapan pagi gw yang gw letakkan di meja ruang tamu. Aulia gw tawari untuk sarapan tapi dia menolaknya, katanya sih sudah sarapan dirumah. Jadi gw minta waktu sebentar pada Aulia untuk menghabiskan sarapan gw terlebih dahulu. Dan gw memutuskan untuk menghabiskan sarapan gw yang masih tersisa di dapur saja.
Selesai menghabiskan sarapan dan minum gw kembali lagi ke ruang tamu dan duduk di sofa yang ada disana. Aulia menanyakan tentang hubungan gw dengan Erlin, gw pun menceritakan semua yang sudah kami berdua alami kepada Aulia. Mendengar cerita gw, Aulia hanya melemparkan senyuman manisnya ke arah gw. Akan tetapi wajahnya seperti menyembunyikan sesuatu dibalik senyumannya itu, gw rasa seperti...Kecemburuan. Mengapa gw bisa tau hal itu? Karena senyuman Aulia tidak seperti senyumnya yang biasanya, dan ketika tersenyum matanya juga tidak menatap gw. Melainkan menatap ke arah lantai.
Aulia: “Hmm...Kak Reza? Gini. Besok kakak ada janji ngga?”
Gw: “Gak ada sih.”
Aulia: “Kalau gitu besok dateng ya ke rumah aku kak.”
Gw: “Emang dirumah kamu ada apaan Lia?”
Aulia: “Besok hari ulang tahun aku kak.
”Besok hari ulang tahun Aulia? Gw baru mengetahuinya kalau besok dia itu ulangtahun. Karena sebelumnya Aulia tidak memberitahu gw kapan dia akan berulang tahun.
Gw diminta untuk datang ke rumahnya menghadiri acara ulang tahun Aulia. Berarti gw harus menyiapkan suatu hadiah untuk dirinya, apalagi orangnya sampai rela mendatangi rumah gw dan memberitahu gw. Kira kira apa yang disukai Aulia? Boneka? Coklat? Semoga saja nanti akan muncul sebuah ide agar gw bisa memberikan hadiah untuk Aulia pada hari ulang tahunnya besok.Hari sudah siang, dan jam juga menunjukkan pukul 10 lewat 30 menit. Aulia pun ingin pamit pulang.
Aulia: “Aku pulang dulu ya kak. Besok jangan lupa datang ya.”
Gw: “Iya Lia, hati hati ya. Besok aku dateng kok.”
Aulia: “Yaudah aku tunggu ya kak. Assalammualaikum.”
Gw: “Waalaikumsalam.”
Aulia berjalan keluar rumah gw dan gw hanya berdiri memperhatikannya dari depan teras. Baru beberapa langkah Aulia meninggalkan rumah gw, dia pun berhenti sejenak. Lalu dia berbalik badan dan berjalan ke arah gw dengan cepat, seketika Aulia memeluk gw dengan sangat erat dan membenamkan wajahnya pada dada gw.
Aulia: “Aku kangen sama kamu kak. Banget...Kangen banget.”
Gw: “...”
Gw hanya terdiam karena kaget, lalu gw mencoba untuk melepaskan pelukan Aulia dari tubuh gw. Untungnya tidak ada tetangga yang melihat hal tersebut.

Gw: “Lia. Sebenernya aku juga kangen sama kamu. Aku kangen kita sama sama kaya dulu lagi. Tapi aku sadar, ada seseorang yang harus aku jaga hatinya. Dan yang berlalu biarlah berlalu. Kamu anggep aku sebagai temen aja, sebagai kakak kamu juga gak apa apa. Kamu yakin aja, kalo jodoh itu gak bakal kemana kok.”
Aulia hanya diam dan mengangguk lalu tersenyum kembali. Kali ini senyumannya tidak seperti saat setelah mendengar cerita gw. Senyumnya kali ini seperti senyumannya Aulia yang biasanya. Dia terdiam sesaat sambil tersenyum kemudian membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan gw. Sepertinya dia pulang naik angkot, mungkin berangkatnya pun juga sama. Tapi ini adalah hal yang seharusnya gw lakukan. Menjaga hati serta kepercayaan yang diberikan oleh Erlin. Jangan mentang mentang Erlin sedang berada jauh dari gw, maka gw bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari kesenangan sebanyak mungkin. Tidak! Itu tidak benar sama sekali. Datang ke acara ulang tahun Aulia dan memberinya hadiah mungkin tidak masalah, karena gw juga datang kesana hanya sebagai teman.
Gw langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tengah. Baru saja gw duduk, tiba tiba sebuah ide muncul di kepala gw. Ide tentang hadiah untuk Aulia besok. Gw berencana membelikannya sebuah sepatu sneakers cewek. Tapi, apa gw punya cukup uang untuk membelikannya sneakers. Dengan cepat gw beranjak dari sofa dan mengambil dompet gw yang ada di meja kamar. Saat gw melihat isi dompet, uang yang gw miliki hanya tersisa 560 ribu. Mudah mudahan cukup untuk membeli sepasang sneakers dan untuk makan beberapa hari kedepan. Sebaiknya sekarang gw mulai mencari barang yang gw cari, dan untungnya gw tadi pagi sehabis sholat subuh sudah mandi. Jadi sekarang tinggal bersiap dan berangkat ke toko yang menjual berbagai macam sepatu casual yang letaknya tidak jauh dari Bintara. Setelah semua yang harus dibawa sudah gw masukkan ke dalam dompet dan tas gw langsung berangkat menuju ke toko yang gw maksud dengan si Red.
-SKIP TRIP-
Setelah parkir di tempat yang di sediakan gw langsung memasuki toko. Di dalam sini terlihat beberapa pembeli yang sebagian besar adalah anak remaja. Maklum lah, karena ini adalah toko sepatu yang sangat digemari oleh anak anak muda pecinta sepatu di daerah gw. Gw melihat lihat sepatu sneakers yang ada di kumpulan sepatu khusus cewek. Setelah melihat lihat, akhirnya gw menemukan sepatu yang cocok untuk Aulia. Sepatu sneakers berwarna putih dengan corak seperti goresan berwarna biru pada permukaannya. Sesudah membayar sepatu tersebut gw langsung kembali ke rumah dengan Red.
-SKIP TRIP-
Sesampainya dirumah, gw baru teringat akan satu hal. Ya! Kertas kado. Gw lupa membeli kertas kado untuk membungkus hadiah untuk Aulia. Damn! Karena gw malas untuk keluar lagi, maka gw memutuskan membungkusnya hanya dengan menggunakan kertas koran saja.
Semoga tidak menjadi masalah bagi Aulia jika gw membungkus hadiahnya menggunakan kertas koran. Gw mengambil selotip, gunting dan kertas koran yang entah masih dibaca oleh ayah atau tidak lalu mulai membungkus sneakers yang baru saja gw beli bersama dengan boxnya agar tidak ketahuan bentuknya.Akhirnya selesai juga gw membungkus hadiah untuk Aulia. Dan sekarang adalah waktunya bersantai santai, karena tidak ada kegiatan apapun yang ingin gw lakukan lagi hari ini. Jadi gw langsung menghidupkan PC dan mulai bermain WoW. Ya, gw harap Aulia akan senang dengan pemberian gw yang sederhana ini. Tapi ada satu lagi yang perlu gw pikirkan, sisa uang yang gw miliki hanya tinggal 160 ribu saja karena tadi sebagian sudah digunakan untuk membeli sneakers.
Malam hari telah tiba, tidak terasa waktu berjalan sangat cepat jika kegiatan yang dilakukan hanyalah dengan bermain game saja. Belum ada kabar sama sekali dari Erlin sampai saat ini. Karena penasaran gw mecoba untuk menelponnya. Akan tetapi saat gw menelepon Erlin, nomornya tidak dapat dihubungi karena berada diluar jangkauan. Apa mungkin disana Erlin tidak mendapatkan sinyal atau bagaimana? Semoga saja tidak akan ada hal apapun yang tidak diinginkan, dan semoga Erlin akan menghubungi gw dalam waktu dekat. Karena gw juga sudah merasa mengantuk, maka gw langsung logout dari WoW dan mematikan PC. Setelah mengunci gerbang dan pintu serta memasukkan Red gw langsung masuk kamar dan tidur.
-KEESOKAN HARINYA-
Hari ini gw bangun pagi, saat gw melihat HP jam sudah menunjukkan pukul 8:30. Astaga, tau begini tadi sehabis sholat subuh gw tidak akan tidur lagi. Pasti gw akan terlambat hadir di acaranya Aulia hari ini.
Dengan cepat gw beranjak dari kasur menuju ke kamar mandi untuk segera mandi. Setelah mandi gw langsung bersiap mengenakan pakaian yang rapih dan sebuah celan panjang bahan. Setelah sudah rapih dan sudah membawa semua yang diperlukan. Gw langsung mengeluarkan Red, tidak lupa mengunci pintu serta pintu gerbang lalu gw berangkat menuju ke rumah Aulia. Sepanjang perjalanan menuju kerumah Aulia gw terus menerus memikirkan tentang Erlin, ya...Erlin. Akibatnya gw jadi memacu si Red dengan kecepatan lumayan rendah. Baru kemarin dia tidak ada kabar seharian dan nomornya tidak bisa dihubungi sama sekali. Gw berniat untuk menghubunginya kembali setelah gw tiba dirumah Aulia untuk memastikan bahwa Erlin baik baik saja di Jogja. Gw hanya ingin mendengar kabar dari dirinya saja, dan gw harap Erlin juga menjaga hubungan kami berdua serta hatinya saat dia sedang berada jauh dari gw. Sekarang gw jadi merasakan apa yang Erlin rasakan saat gw sedang berada jauh darinya, waktu kami berdua jarang bertemu saat liburan kenaikkan kelas berakhir karena gw harus pulang ke Tangerang Selatan.
0

![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/28/8656089_201704280710150445.jpg)

![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/02/6955937_20170502044501.png)
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/03/6955937_20170503100444.png)