- Beranda
- Stories from the Heart
Black Part Of Woman
...
TS
anism
Black Part Of Woman
Spoiler for Peringatan:
Spoiler for Anissa : Aku Bukan pramuria:
Spoiler for Ibu?!:
Spoiler for I Must Found a Father for You:
Wanita itu unik. Karena itu perlakuan terhadap mereka pun berbeda-beda dan spesial.
mereka selalu punya cerita menarik yang pantas disimak
Anism & (edit by) Fanzangela
Diubah oleh anism 30-05-2019 11:43
devarisma04 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
48.2K
379
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#112
Mandat Anissa
Malam baru datang. Ario bersiap-siap menuju galeri dan melakukan pameran tato lagi. Kepalanya penuh dengan Anissa. Dia tidak bisa konsentrasi. Dia berpikir untuk menutup galeri lebih awal. Sampai hpnya berbunyi.
Ada sebuah chat masuk. Nama kontaknya Anissa?
Ia bergegas membuka chat itu. Sebuah foto dan tulisannya di bawahnya,
”Siapa yang habis pangkas rambut panjangnya?”
Ario tersenyum melihat foto tersebut. Foto itu adalah foto belakang tubuhnya dari kepala sampai kaki setelah ia memotong rambut. Ario menebak-nebak kapan Anissa mencoba mencuri-curi mengambil foto dirinya. Ternyata itu adalah saat Ario mau membayar biaya pangkas rambut.
Oh, ya. Ario melupakan sesuatu.
-Nis, maaf ya. Buat tadi siang.- Send.
-Tidak apa-apa. Tapi jangan bilang, aku menghinamu miskin. Aku tidak pernah berpikir begitu-
-Baiklah-
Aryo jadi tidak enak karena Ia merasa telah menuduh Anissa.
-Aku tidur dulu ya. Besok aku ke galeri lagi. Kalau kamu udah hapus foto cewek itu.-
- Tahu dari mana aku hapus atau gak?-
- Aku bakal tanya sama Mbak Luna. -
Astaga. Ario benar-benar mau tertawa dengan kepolosan Anissa.
Memang Luna kurang kerjaan? Bakal mengecek apakah dia sudah menghapus foto Reni atau tidak.
Tapi, akhirnya jari Ario juga menelusuri layar handphonenya dengan jemarinya yang kasar. Dia menghilangkan semuanya. Dia berharap dengan begitu, dia juga bisa memulai sebuah lembaran baru.
Tanpa Reni. Tanpa luka lagi.
Malam baru datang. Ario bersiap-siap menuju galeri dan melakukan pameran tato lagi. Kepalanya penuh dengan Anissa. Dia tidak bisa konsentrasi. Dia berpikir untuk menutup galeri lebih awal. Sampai hpnya berbunyi.
Ada sebuah chat masuk. Nama kontaknya Anissa?
Ia bergegas membuka chat itu. Sebuah foto dan tulisannya di bawahnya,
”Siapa yang habis pangkas rambut panjangnya?”
Ario tersenyum melihat foto tersebut. Foto itu adalah foto belakang tubuhnya dari kepala sampai kaki setelah ia memotong rambut. Ario menebak-nebak kapan Anissa mencoba mencuri-curi mengambil foto dirinya. Ternyata itu adalah saat Ario mau membayar biaya pangkas rambut.
Oh, ya. Ario melupakan sesuatu.
-Nis, maaf ya. Buat tadi siang.- Send.
-Tidak apa-apa. Tapi jangan bilang, aku menghinamu miskin. Aku tidak pernah berpikir begitu-
-Baiklah-
Aryo jadi tidak enak karena Ia merasa telah menuduh Anissa.
-Aku tidur dulu ya. Besok aku ke galeri lagi. Kalau kamu udah hapus foto cewek itu.-
- Tahu dari mana aku hapus atau gak?-
- Aku bakal tanya sama Mbak Luna. -
Astaga. Ario benar-benar mau tertawa dengan kepolosan Anissa.
Memang Luna kurang kerjaan? Bakal mengecek apakah dia sudah menghapus foto Reni atau tidak.
Tapi, akhirnya jari Ario juga menelusuri layar handphonenya dengan jemarinya yang kasar. Dia menghilangkan semuanya. Dia berharap dengan begitu, dia juga bisa memulai sebuah lembaran baru.
Tanpa Reni. Tanpa luka lagi.
Diubah oleh anism 14-05-2017 11:59
mmuji1575 memberi reputasi
1