Kaskus

Story

haihanaAvatar border
TS
haihana
Seperti Air Mengalir
Gue memandang buku berwarna hitam dalam pangkuan tanggan gue, melihat selembar demi lembar isinya dan sesekali tersenyum.
gue seakan kembali ke 10 tahun yang lalu, saat masih berseragam putih abu dan mengulang masa remaja gue seperti dalam gambar di buku ini. gambar sekumpulan laki-laki dan perempuan berfoto dengan tema tahun 80an. "Teko ajaib bawa gue kembali ke masa itu dong" emoticon-Ngacir Tubrukan

***

nama gue Raka, gue anak pecicilan yang agak melankolis, gue suka gambar dan yang paling penting gue suka makan dan tidur.hehe..
segitu aja deh ntar kalo kepanjangan pada suka sama gue berabe. anyway selamat baca ya.

***

Quote:


Spoiler for Index:
Diubah oleh haihana 21-05-2017 18:05
herip96Avatar border
anasabilaAvatar border
NankendraAvatar border
Nankendra dan 2 lainnya memberi reputasi
3
16K
99
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
haihanaAvatar border
TS
haihana
#95
Duapuluh lima


Gue bersandar di pembatas jalan sambil memegangi kepala gue yang bersimbah darah. Vino menyobekkan sebagian bajunya lalu menyerahkannya ke gue untuk menutupi darah yang mengalir dari kepala gue. Gue berusaha untuk tenang dan mencoba tetap tersadar. Vino yang cukup panik berlari kesana kemari berteriak mencari pertolongan.

Motor Vino memang tidak di bawa oleh si bangs*t tapi ternyata rantainya patah jadi motornya sama sekali tidak bisa di gunakan untuk membawa gue ke rumah sakit terdekat.

Gue mulai memikirkan kata-kata mama tadi.
Gue memang bersalah tidak mendengarkan kata-katanya dan gue berjanji jika gue selamat nanti gue akan mencium kaki mama dan meminta maaf karna sudah mengabaikan perasaan dan peringatannya.

"Vin.. vinoo.." panggil gue sedikit berteriak.

Vino berlari mendekat ke arah gue. Vino sepertinya tidak sadar dia juga lututnya terluka, dan entah kekuatan dari mana dia bisa memaksakan kakinya untuk berlari meminta pertolongan.

"Ka..Raka.. lu harus tetep sadar!! lu pasti selamat. gue cari bantuan..gue cari bantuan biar lu cepet dibawa di ke rumah sakit.." ucap Vino panik sambil merogoh-rogoh saku celananya.
"sial hp gue dibawa si bangs*t tadi juga lagi!" umpat Vino lagi

" Vin, rokok vin! biar gue bisa tetep sadar!" pinta gue sambil tetap berusaha untuk tenang

Vino merogoh saku jaketnya ada dua batang rokok sisa di saku. dia membakar rokok nya sebatang lalu memberikannya pada gue. dan dia mulai berjalan ke arah jalan turunan untuk mencari bantuan.

Saat kejadian kami sudah berada di atas flyover, sudah cukup jauh untuk kembali turun meminta pertolongan kepada rumah warga.
Beruntung saat gue sudah mulai tidak kuat menahan agar tetap sadar, sebuah mobil sedan melintas ke jalanan fly over dan langsung vino berhentikan.

Sejurus kemudian mobil sedan melaju dengan sangat cepat menembus jalanan yang seharusnya satu jalur agar cepat sampai ke rumah sakit terdekat. Saat masuk ruang UGD gue ditindak dan ga berapa saat kemudian gue kehilangan kesadaran gue sepenuhnya.

***


Gue terbangun dengan mata yang terasa silau saat melihat cahaya, tenggorokan yang terasa sangat kering dan kepala yang terasa sangat berat.
Gue mulai menggerakan jari-jari gue yang terasa kaku, dan perlahan pandangan mata gue mulai terlihat jelas.
Gue melihat kesekeliling ruangan kecil yang tertutup tirai ini. Di tangan gue terpasang selang infus, di hidung gue terpasang selang oksigen. Gue mengerjapkan mata beberapa kali untuk sekedar meyakinkan gue ini ada dimana.

" Hallo sudah bangun mas?" tanya seorang suster yang baru saja datang ke ruangan kecil ini sambil tersenyum.

Suster itu terlihat tengah memperhatikan beberapa alat yang ada di ruangan ini dan tangannya mencatat-catat pada lembaran kertas diatas map yang dia bawa.
Berkali-kali dia mengecek keadaan gue, mengecek suhu badan gue, denyut nadi gue dan lainnya.

" Sus, ini hari apa ya?" tanya gue

" Hari Kamis mas. Mas nya sudah 2 hari tidak sadarkan diri" ucap suster sambil tersenyum

" Sus, kepala saya pusing sekali, tenggorokan saya juga kering" ucap gue sambil sesekali memejamkan mata menahan pusing.

" Iya pasti masih pusing, mas nya kan baru aja dijahit kepalanya. sebentar ya saya panggilkan dokter dulu" ucap suster sambil berlalu meninggalkan gue.

Gue memandang ke arah jendela. Beruntung rupanya gue dapat tempat di ujung dekat jendela, nampaknya ini sore hari atau mungkin saja hari ini cuaca sedang mendung. Langit tidak terlihat hangat oleh cahaya matahari, hanya terasa cukup redup. Gue menghela nafas panjang, mengucap berkali-kali syukur kepada Tuhan dalam hati karna terlah mengizinkan gue untuk tetap menghirup udara hari ini.

" Raka, kamu sudah sadar nak?" ucap seorang wanita yang sudah setengah baya sambil memeluk gue dan meneteskan air mata

Gue yang masih cukup lemah hanya menumpangkan tangan gue yang masih sangat lemas ke punggungnya dan berkata pelan

" Maafin Raka ya ma, sudah mengabaikan kata-kata mama" ucap gue lirih

Mama bangun melihat gue lalu gue meraih tangannya yang sudah tidak kencang lagi dengan kekuatan gue yang masih terasa lemah tak bertenaga. Pelan gue ciumi punggung tangan mama sambil meminta maaf.

" Maafin Raka ma!" ucap gue pelan

" Sudah-sudah mama maafin kamu, yang penting sekarang kamu sudah sadar" ucap mama sambil menyeka air yang sudah menggenang disudut mata nya.

Terlihat jelas sekali lelah di wajah beliau. wajahnya sedikit pucat, kantung mata nya cukup menghitam dan sedikit bengkak. Gue benar-benar merasa sangat bersalah pada mama.
Tidak lama seorang dokter datang dan memeriksa dan menanyakan ini itu pada gue. Gue cukup lelah. Kepala gue masih terasa sangat pusing dan dokter menyarankan gue untuk beristirahat dan tidak banyak berbicara dulu mengingat gue yang baru saja sadar setelah dua hari.

Saat gue baru setengah jam beristirahat,

" Sore tante, ehh Raka sudah sadar?"
Tiba-tiba seorang wanita muda yang gue tidak kenal mendatangi kamar gue sambil tersenyum. Wanita itu sangat cantik dengan pakaian yang dikenakannya. Dia benar-benar cantik.

***
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.