- Beranda
- Stories from the Heart
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
...
TS
prestant18
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
![Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/09/7213687_20171009032458.jpg)
CREDIT PICT: AGAN CATUR SAPUTRA
assalamualaikum
selamat siang kaskusers,
ane akan melanjutkan cerita dari thread ane sebelumnya.
untuk readers yang belum membaca kisah sebelumnya, silahkan baca di kisah keluarga perantau.
untuk cerita tentang perjalanan hidup dimana ane sudah mandiri,
cerita tersebut akan ane link dibawah,
selamat menikmati.... :
1. the beggining
2. tanah pertama
3. rumah pakdhe
4. kerja
5. belajar mengendalikan diri
6. desi
7. panggilan tes
8. Training
9. nilai dari sebuah perjalanan
10. misteri baung part 1
11. misteri baung part 2
12. misteri baung part 3
13. misteri baung part 4
14. mister baung part 5
15. misteri baung last part
16. perkenalan
17 teror
18. shita
19. shita 2
20. fighting
21. rendi
22. drama[belajar dewasa]
23. finally, we are. . .
24. another side from shita
25. moments
26. crash
27. about rendi
28. perpisahan 1
29. suasana baru
30. quality time 1
31. quality time 2
32. :'(
33. last memories of shita
34. TAKDIR
35. sisi gelapku
36. misteri mimpi nyata 1
37. misteri mimpi nyata 2
38. misteri mimpi nyata 3
39. resolusi
40. arah perubahan
41. rumah mas malik 1
42. rumah mas malik 2
43. rumah mas malik 3
44. rumah mas malik 4
45. maung dan mbah
46. rumah mas malik last chapter
47. sheryi 1
48. sheryl 2
49. djakarta; first impression
50. pemberitahuan
51. samapta
52. 2nd test
53. jangan sok
54. masa peralihan
55. tes kerja lagii
56. UPDATE SPESIAL TENTANG CV
57. indonesia
58. misteri divisi siang 1
59. misteri divisi siang 2 ( the story )
60. misteri divisi siang ( last part )
61. kematian itu pasti
62. PHK
63. adikku bernama dian 1
64. adikku bernama dian 2
65. titik balik
66. terus berjuang!!
67. SEMANGAT MERDEKA SAUDARAKU!
68. OJT 1
69. OJT 2
70. adek 1
71. adek 2
72. tulungagung, wecome to the jungle
73. pengalaman misteri baru
74. traveling with shita's family, [sakit]
75. she is. . .
76. hujan sore itu
77. aku ingin memastikan
78. sheryl's stories 1
79. sheryl's stories 2
80. sheryl's stories 3
81. my choice is, ,
82. teror 1; mabuk
83. alasanku memilih
84. teror 2, santet 1
85. teror 2, santet 2
86. karena kamu berbeda
87. teror 3, gangguan semakin berat
88. teror4, akhir
89. mimpi
90. hari yang dinanti nanti??
91. pertengkaran 1, fakta
92. pertengkaran 2, itu bukan kamu yang kukenal
93. PERTENGKARAN 3, AKHIR
94. SHERYL; FINAL CHAPTER
95. EPILOG
Diubah oleh prestant18 09-10-2017 03:30
zoekyvalkrye dan 65 lainnya memberi reputasi
62
1.3M
3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
prestant18
#631
suasana baru
angin sore itu terasa berhembus lebih kencang daripada biasanya.
kulihat di ufuk barat, matahari perlahan sudah mulai memasuki peraduan.
bias cahaya merah kekuningan menyemburat, , menyebar, , , dan memberikan pemandangan yang mempesona.
kulihat didepan sana, , dilapangan yang cukup luas,
banyak anak bermain bola. .
mereka menikmati permainan sore itu. .
tertawa tawa, , bergulling, ,
saling dorong. .
ahh, betapa sederhana kebahagiaan bagi mereka. .
beberapa kali anak anak itu mengajakku bermain bersama mereka, ,
namun beberapa kali juga kutolak dengan senyuman. .
karena walau sebenarnya aku ingin ikut bermain, ,
hatiku terasa tidak bersemangat. .
ada yang berbeda hari ini.
jujur perasaan sedih dan rindu menderaku.
sudah dua minggu lamanya shita berangkat ke jakarta. .
dan sudah dua minggu juga dia belum memberikan kabar.
terakhir pada hari senin pagi, selang sehari setelah keberangkatannya,
shita memberikan kabar jika selama dua minggu kedepan dia akan menjalankan diklat, ,
dan untuk itu, semua alat komunikasi dilarang untuk digunakan.
shita sempat protes dan berharap aturan itu diperingan.
namun tidak bisa, dan terpaksalah kami harus loss kontak dulu untuk beberapa saat.
kuberikan semangat kepadanya agar menjalani semua itu dengan semangat.
dan kemudian setelahnya, telepon ditutup.
awalnya aku merasa mampu mengatasi perasaan semacam ini.
namun pada kenyataannya, rindu itu semakin hari semakin menumpuk dan membebani hatiku.
membuatku merasa berat dalam menjalani setiap kegiatan.
padahal sesungguhnya tidak ada yang berubah dalam keseharianku.
masih sama dengan beban pekerjaan yang sama pula. .
inikah rasanya menjalani hubungan jarak jauh?. . .
aku pulang ke kost setelah pada akhirnya memutuskan ikut bermain sebentar.
kupikir dengan berolahraga, semua jadi lebih ringan.
dan ternyata benar, perasaanku kini terasa lebih lega.
kubuka pintu kamar, dan kulihat HP q yang di charge.
tidak ada pesan masuk. . .
mungkin diklatnya belum selesai. . .
sabar saja yo.
kataku menasehati diriku sendiri.
==
jam menunjukan pukul 21:00,
aku sedang bermain PS melawan amin dan bejo.
oiya, bejo akhirnya memutuskan pindah dan ngekost bersama aku dan amin.
hanya saja kamar bejo berada diseberang kamarku.
dia beralasan agar ada teman satu geng yang bisa diajak bercanda.
sebab kost lamanya mulai sepi setelah banyak anak2 yang habis kontrak dan pulang kampung.
aku: “ sikat min!!, , , aduuh, kelamaan kontrolnya si, , , tadi kalau di langsung masuk itu “
amin: “ haduuh, rame ae rek, susah ini “
aku: “ halah, cupu, bejo ae tadi tak bantai, mosok kamu Cuma 0 – 0 min “
amin: “ iyo iyo, percoyo aku, “
aku: “ yo wes jo, aku dukung kamu ae “
bejo: “ yo kudu rek, amin opo iso PS an “
amin: “ c*k, guayamu jo, tak bantai koen, ,, hhiiihh, , , GOOOLLLLLLL!!!! “ ( amin berhasil mencetak gol )
amin langsung menjitak kepala bejo sambil mengumpat2nya.
bejo hanya berusaha menghindar dari jitakan amin.
suasana heboh oleh tingkah mereka.
dan kemudian aku melihat HP q menyala, , ada panggilan masuk.
kulihat layar, , shita!!!
bergegas kuraih hp dan kuangkat, kemudian aku berjalan keluar kamar.
shita: “ assalamu’alaikuuuum, halo deaarrrr, I really really realyy miss u “
aku: “ wa’alaikumsalam sayaang, miss u too “
shita: “ akhirnya diklatku selesai dear, dan hp baru dibalikin “
aku: “ alhamdulillaaah, , udah telepon ayah sama mamah? “
shita: “ barusan udah, ada kali sejam telepon “
aku: “ alhamdulillah, , , gimana kamu dear, sehat? “
shita: “ tadinya si sehat. . . “
aku: “ trus sekarang? “
shita: “ sehat bangeetttttt, , , hehehehe “
aku: “ hehehe, bisa aja kamu “
shita: “ eh, kamu gimana nggak ada aku selama ini? hm? hm? “
aku: “ tadinya si biasa aja “
shita: “ kok biasa aja? “
aku: “ sekarang kangeeeeeeeeennnnn “
shita: “ ngebales dia hahaha “
kami tertawa bersama. .
ada perasaan bahagia mendengar suara shita lagi.
beban berat dan perasaan cemas selama berhari hari mendadak sirna mendengar reaksinya barusan.
shita bercerita banyak hal selama proses diklatnya ini.
dia berkata jika sekarang dia menjadi sedikit hitam karena berjemur selama diklat kedisiplinan.
maklum dia harus tinggal di markas tentara bersama para peserta MT yang lain.
aku hanya meledeknya karena hal tersebut.
shita tertawa mendengar ledekanku, dan kemudian kami larut dalam percakapan yang sangat panjang.
sepanjang jarak yang membentang diantara kami saat ini.
untuk melepaskan segala kerinduan yang membelenggu.
==
semenjak shita selesai menjalankan diklat kedisiplinannya,
aku bisa kembali berkomunikasi dengan normal.
perasaan gelisah sudah mulai berkurang banyak,
walau harus mengorbankan biaya untuk pulsa lebih banyak daripada biasanya.
pekerjaan yang menjadi tanggung jawabku juga bertambah.
setelah berhasil merapikan dokumen, aku diberikan tugas baru oleh manager untuk menata spare part.
harapan beliau, spare part ini bisa rapi seperti dokumen & gambar.
aku menerima dengan bersemangat.
sebab, kupikir, ini bisa menjadi modal besar kedepannya.
karena sudah menjadi rahasia umum, jika seseorang karyawan kontrak memiliki prestasi menonjol,
dia akan diangkat menjadi karyawan tetap dengan mengikuti peraturan yang berlaku.
apalagi ini adalah kontrak kerja keduaku.
dimana peraturan disnaker hanya memperbolehkan karyawan di kontrak dengan masa kerja maksimal 2 x 12 bulan.
setelah itu, perusahaan harus memberikan keputusan,
apakah karyawan yang bersangkutan itu diangkat menjadi karyawan tetap,
atau karyawan tersebut dilepas kontrak atau berhenti.
tanggung jawab kali ini membuatku tidak hanya berhadapan dengan lemari arsip dan kertas,
namun juga menuntut mobilitasku dalam hal penataan di ware house, pengelolaan untuk dimasukan kedalam sistem,
dan juga pendataan mesin.
pengalamanku sebelumnya dalam mengelola gambar,
membuatku lebih mudah dalam bekerja.
sebab data mesin ini berasal dari gambar yang sudah kurapikan.
==
tanpa terasa, sekarang sudah memasuki bulan puasa.
banyak hal hal yang kurasakan berbeda dari puasa tahun lalu.
jika tahun lalu, aku masih menjadi seorang mekanik,
kali ini aku sudah tidak bekerja dilapangan lagi.
aku lebih banyak berada dibalik meja untuk mempersiapkan pekerjaan major overhaul (MO).
rencananya MO akan dilaksanakan pada saat libur lebaran esok, sama seperti tahun kemarin.
aku diberi tugas oleh pak manager untuk mempersiapkan spare part dan alat dalam rangka MO ini.
kebanyakan part tersebut adalah part import.
dan aku sudah mulai mempersiapkan ini semenjak beberapa bulan lalu.
kini tinggal menginventarisasi, dan membuat laporan mengenai persentasi kesiapan.
disisi lain, departemen kami juga kedatangan orang “baru” yang menjabat sebagai assistant manager.
disebut “baru” karena selama ini orang itu sudah bekerja di perusahaan ini, namun berada didepartemen lain.
sebut saja namanya pak ari.
pak ari ini tidak berada dalam satu garis organisasi denganku,
atau dengan kata lain, dia adalah atasan tidak langsung, karena atasan langsungku tempatku bertanggung jawab adalah kepada pak manager.
aku menerima kehadirannya dengan baik.
hingga suatu hari, aku dibuat kesal oleh dia.
hari itu sudah mendekati deadline dari persiapan part.
alhamdulillah part dan alat yang akan digunakan untuk MO sudah mencapai 99%.
ada dua part lokal yang belum tersedia.
sebenarnya part ini sudah selesai dikerjakan sebelum puasa,
namun hasilnya mengecewakan.
terpaksalah supplier penyedia part tersebut kupanggil untuk mengambil kembali pekerjaannya dan menuntut mereka agar membuatnya lebih presisi.
aku: “ pak, nanti tolong disampaikan kepada pembuatnya, untuk gear ini hasilnya jauh dari spesifikasi sesuai gambar yang saya lampirkan pada awal order.”
spp: “ baik mas, bisa dibantu saya dimana kekurangannya? “
akupun mengambil gambar yang menjadi lampiran dari part tersebut.
aku: “ ini pak, untuk sudutnya terlalu lebar dan tidak sama, “
spp: “ tapi masih bisa dipasang to mas? “
aku: “ bisa sih bisa pak, tapi ketika ketemu bevel gear yang menjadi pasangannya, dia nggak mau berputar “
spp: “ mungkin perlu diberi grease atau pelumas mas “
aku jadi jengkel dengan supplier ini.
aku: “ pak, dilihat aja dimensinya sudah beda, gimana mau muter? bapak ini kok malah ngelak terus, “
spp: “ iya mas maaf, soalnya beban pekerjaan dibengkel sedang banyak, kalau mas tiyo minta diselesaikan dalam dua minggu, kami rasa nggak bisa mas “
aku: “ ooh, gitu, ya udah, berarti selesai dong masalahnya “
spp: “ berarti ini diterima? “
aku: “ nggak, silahkan dibawa pulang kembali, tanda terimanya tidak saya tanda tangani karena ini tidak sesuai pesanan saya, saya akan mencari supplier lain yang lebih profesional, , , “
spp: “ waah, lha terus pekerjaan kami ini sia sia? “
aku: “ iya dong, siapa yang mau bayar atas ketidakprofesionalan bengkel bapak? “
aku beranjak meninggalkan bapak itu, kesal rasanya karena dia tidak menghargai pelanggan.
terlebih ada laporan dari purchasing jika harga pemesanan part di bengkel tersebut kelewat mahal.
“ permisii, yoo, penjaga warehousenya mana ni? “
terdengar suara dari loket. kulihat, ternyata cak pin , mekanik down time.
aku: “ iya cak? “
cak pin: “ pak deni mana? “ ( pak deni adalah penanggung jawab ware house )
aku: “ keluar barusan, paling kencing “
cak pin: “ aku mau minta bearing 610 zz 2 pcs sama baut m6 x 12nya 10pcs “
aku: “ sampean isi form pengambilan, tak ambilkan barangnya ya “
cak pin: “ okee “
aku mengambilkan pesanan cak pin dan kemudian memberikan kepadanya setelah selesai mengisi form pengambilan.
cak pin berterimakasih dan langsung kembali ke dalam.
sedangkan aku segera menelpon pak manager melalui telepon PTT untuk mengkonfirmasikan masalah tadi.
aku: “ selamat siang pak “
Mng: “ iya yo? ada apa? “
aku: “ pak, saya mau melaporkan progress part untuk MO minggu depan “
Mng: “ ada masalah? “
aku: “ iya pak, tentang gear yang akan dipasang dimesin pumping “
Mng: “ oh, yg pesan di CV. XX itu ya? “
aku: “ betul pak “
Mng: “ ada apa? “
aku: “ pekerjaannya jelek pak, nggak sesuai pesanan “
Mng: “ sudah datang to? “
aku: “ sudah pak, sudah saya cek, dan tidak sesuai, jadi saya kembalikan “
Mng: “ ckck, piye to? terus? “
aku: “ dia tidak sanggup membuatkan lagi sesuai deadline kita pak, jadi mungkin kita perlu mencari supplier lain yang lebih baik “
Mng: “ yaa nggk bisa to yo, kita keluar uang sia sia untuk part tadi, suruh memperbaiki saja “
aku: “ saya pikir tidak masalah kan pak, surat jalan dan tanda terimanya saya tolak, toh dia tidak akan bisa mengklaimkan uangnya, lagipula jawaban orangnya tadi sama sekali tidak menunjukan perasaan bersalah. “
pak manager terdengar diam dan tak lama memberikan kepadaku data supplier lain yang bisa menjadi solusi.
aku: “ baik pak, saya catat, segera saya buatkan purchasing requestnya (PR)“
Mng: “ sekalian tolong dipastikan agar barangnya datang tepat waktu yo, saya tunggu PR nya, soalnya saya mau keluar “
aku: “ nggih pak “
telepon ditutup, dan aku segera membuat PR nya.
namun tak lama pak ari masuk ke ruangan dan mendatangiku.
p. ari: “ yo, tiyo, kamu ikut saya sekarang “
aku: “ ada apakah pak? “
p. ari: “ nanti saya jelaskan dilapangan, saya butuh sesuatu “
aku: “ sebentar ya pak, saya buat PR dulu “
p. ari: “ lhe? kamu ini kok mbantah terus, ini urgent, mumpung mesinnya berhenti “
aku: “ bapak ari, ini saya ditunggu pak manager, suruh membuat PR “
p. ari: “ nunggu sebentar kan nggak papa, ayo cepet “
akupun menunda PR yang sedang kubuat, kemudian kuikuti langkah pak ari menuju ke departemen produksi.
sesampai disana, ternyata mesin mounting sedang dalam penanganan karena ada gangguan.
p. ari: “ itu kamu tanyakan sama mekaniknya, mereka butuh apa, wong kerja kok enak bener dari pagi duduk terus di ruang AC, , “
aku sedikit gondok mendengar perkataan pak ari.
aku: “ cak, sedang dalam perbaikan apa? “
cak pin: “ ooh, nggak kok yo, ini Cuma ngganti bearing aja, sama ngganti baut chuck yang rusak “
aku: “ butuh spare part tertentu kah?
cak pin: “ enggak, kan tadi bearing sama baut sudah kamu kasih “
aku: “ ooh, ya udah, , “
akupun berbalik dan bermaksud meneruskan pembuatan PR tadi.
namun pak ari yang ada dibelakangku menahanku.
p. ari: “ mau kemana? “
aku: “ kembali ke ware house “
p. ari: “ kok malah balik, kamu harusnya sadar akan pekerjaan kamu sebagai petugas spare part, kalau temannya bekerja di lapangan, kamu aktif, datangi dan tanyakan,butuh apa, trus diambilkan, biar temannya enak kerjanya. jangan Cuma duduk manis di sana, , kok enak bener“
seketika kepalaku mendidih oleh kata kata pak ari.
aku: “ pak ari yang terhormat, , mohon maaf sebelumnya ya, , saya sangat sadar sebagai petugas spare part.
dan saya mohon maaf jika kurang aktif.
namun seperti yang cak pin bilang, semua sudah cukup. jadi untuk apa saya disini lagi?
dan perlu bapak ketahui, pekerjaan saya bukan Cuma mengambilkan spare part untuk teman2 yang bekerja di lapangan. “
p. ari: “kamu itu lama2 ngelunjak, sudah enak di ware house, jadi nggak mau turun ke lapangan lagi “
aku: “ okee, gini deh pak, besok saya videoin setiap kali saya ke lapangan, biar bapak tau “
p. ari: “ kamu kok malah nggak sopan ngomongnya?! “
aku: “ wes, to the point aja, mau bapak apa? saya ditunggu pak manager ini pekerjaan saya masih banyak“ ( nada tinggi )
pak ari terdiam mendengar nadaku yang mulai naik.
wajahnya menunjukan ekspresi tidak suka.
p. ari: “ ya sudah “
dia membiarkanku kembali.
akupun segera kembali ke ware house untuk meneruskan PR tadi.
setelah kucetak, aku buru buru menuju ke HO untuk menemui pak manager.
Mng: “ lama bener yo? kan saya sudah bilang, tolong lebih cepat, saya ada perlu “
aku: “ maaf pak, tadi saya ke lapangan sebentar, ada perbaikan mesin yang perlu spare part “
Mng: “ memangnya mereka nggak bisa ambil sendiri? “
aku: “ bukan pak, tadinya sudah ambil, Cuma takutnya ada yang kurang “
Mng: “ kalau kurang kan mereka juga akan ambil lagi, , kamu harusnya bisa membuat prioritas “
aku terdiam mendengar perkataan pak manager.
ada rasa malu karena ditegur dengan keras.
kok ya ada ada saja hari ini. . .
============
setelah hari itu, ternyata pak ari semakin menjadi jadi.
aku merasa jika dia memang selalu melihatku dari sisi salah.
karena toh kepada pak alam, pak mon, dan pak manager, aku tidak pernah di komplain.
bahkan pak alam sebagai leaderku pertama, memberikan aplaus atas pencapaian pekerjaanku.
beliau mendukungku agar semakin baik lagi.
============
pagi itu aku berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat eid.
karena hari ini adalah hari lebaran setelah sebulan penuh berpuasa..
kunikmati setiap takbir yang terdengar bersahut sahutan.
mulutkupun ikut bertakbir, walau lirih, seiring langkah kaki yang membawaku ke masjid.
tak terasa air mataku meleleh.
karena ini lebaran keduaku diperantauan, ,
dan lebaran kedua secara berturut turut tidak berada di rumah.
aku tidak pulang pada hari H lebaran ini, seperti tahun kemarin.
sebab aku harus mengikuti proses MO hari pertama yang dimulai nanti pukul 10:00.
walaupun sebenarnya sesuai jadwal, aku libur dan tidak ikut bekerja, aku harus memastikan peralatan tidak kurang.
barulah pada hari kedua, aku bisa libur.
aku sampai di masjid bersama bejo dan amin yang juga tidak pulang.
kami mengikuti shalat eidul fitri itu dengan khusyuk.
dan kemudian kami pulang ke kost, bersiap berangkat ke pabrik,
dikala orang lain menikmati suasana lebaran bersama sanak saudara.
kami tiba di pabrik dan langsung bersalam salaman satu sama lain.
ada rasa kekeluargaan yang kuat diantara kami karena sama2 tidak bisa menikmati libur lebaran.
dan setelah pak manager datang, kami semua dipimpin berdoa dan segera memulai item2 pekerjaan yang sudah direncanakan.
aku sendiri membagi bagikan peralatan dan memberikan pesan kepada teman2 agar menjaganya baik2 sebagai aset perusahaan.
kemudian setelah memastikan semua lancar, aku pamit kepada rekan rekan.
rencananya aku langsung pulang hari ini menggunakan bus.
sebelum pulang, aku menelepon bapak dan ibu, meminta maaf melalui telepon.
ibu menangis karena lebaran ini aku kembali tidak bisa berkumpul.
ardi dan dian juga mengahrapkan kehadiranku.
aku hanya bisa berjanji akan segera pulang, dan mungkin akan tiba besok.
mereka mengiyakan janjiku.
kemudian kutelepon shita.
dia sudah berada di rumah malang.
kami saling meminta maaf satu sama lain.
tak lupa aku meminta maaf & berhalal bi halal kepada ayah dan mamahnya.
aku meminta maaf karena tidak bisa langsung ke malang karena harus pulang ke rumah terlebih dahulu.
namun aku berjanji akan datang ke malang segera setelah kembali ke bangil.
agak sore, aku mampir ke rumah pakdhe tukul untuk berhalal bi halal kepada beliau.
disana aku menangis ketika meminta maaf kepada pakdhe dan bude.
pakdhe memelukku sambil ikut menangis.
suasana yang sangat syahdu, dan membuatku merasakan rumah kedua.
budhe at juga menangis kala aku meminta maaf kepada beliau.
beliau berpesan agar aku tidak sungkan kepada keluarganya.
aku sudah seperti anak sendiri.
aku mengiyakan permintaan beliau, ,
setelah selesai, aku berpamitan untuk mencegat bus didepan stasiun bangil.
pakdhe tukul menawarkan jasa antar. .
aku tersenyum dan menerima tawaran beliau.
( bersambung )
kulihat di ufuk barat, matahari perlahan sudah mulai memasuki peraduan.
bias cahaya merah kekuningan menyemburat, , menyebar, , , dan memberikan pemandangan yang mempesona.
kulihat didepan sana, , dilapangan yang cukup luas,
banyak anak bermain bola. .
mereka menikmati permainan sore itu. .
tertawa tawa, , bergulling, ,
saling dorong. .
ahh, betapa sederhana kebahagiaan bagi mereka. .
beberapa kali anak anak itu mengajakku bermain bersama mereka, ,
namun beberapa kali juga kutolak dengan senyuman. .
karena walau sebenarnya aku ingin ikut bermain, ,
hatiku terasa tidak bersemangat. .
ada yang berbeda hari ini.
jujur perasaan sedih dan rindu menderaku.
sudah dua minggu lamanya shita berangkat ke jakarta. .
dan sudah dua minggu juga dia belum memberikan kabar.
terakhir pada hari senin pagi, selang sehari setelah keberangkatannya,
shita memberikan kabar jika selama dua minggu kedepan dia akan menjalankan diklat, ,
dan untuk itu, semua alat komunikasi dilarang untuk digunakan.
shita sempat protes dan berharap aturan itu diperingan.
namun tidak bisa, dan terpaksalah kami harus loss kontak dulu untuk beberapa saat.
kuberikan semangat kepadanya agar menjalani semua itu dengan semangat.
dan kemudian setelahnya, telepon ditutup.
awalnya aku merasa mampu mengatasi perasaan semacam ini.
namun pada kenyataannya, rindu itu semakin hari semakin menumpuk dan membebani hatiku.
membuatku merasa berat dalam menjalani setiap kegiatan.
padahal sesungguhnya tidak ada yang berubah dalam keseharianku.
masih sama dengan beban pekerjaan yang sama pula. .
inikah rasanya menjalani hubungan jarak jauh?. . .
aku pulang ke kost setelah pada akhirnya memutuskan ikut bermain sebentar.
kupikir dengan berolahraga, semua jadi lebih ringan.
dan ternyata benar, perasaanku kini terasa lebih lega.
kubuka pintu kamar, dan kulihat HP q yang di charge.
tidak ada pesan masuk. . .
mungkin diklatnya belum selesai. . .
sabar saja yo.
kataku menasehati diriku sendiri.
==
jam menunjukan pukul 21:00,
aku sedang bermain PS melawan amin dan bejo.
oiya, bejo akhirnya memutuskan pindah dan ngekost bersama aku dan amin.
hanya saja kamar bejo berada diseberang kamarku.
dia beralasan agar ada teman satu geng yang bisa diajak bercanda.
sebab kost lamanya mulai sepi setelah banyak anak2 yang habis kontrak dan pulang kampung.
aku: “ sikat min!!, , , aduuh, kelamaan kontrolnya si, , , tadi kalau di langsung masuk itu “
amin: “ haduuh, rame ae rek, susah ini “
aku: “ halah, cupu, bejo ae tadi tak bantai, mosok kamu Cuma 0 – 0 min “
amin: “ iyo iyo, percoyo aku, “
aku: “ yo wes jo, aku dukung kamu ae “
bejo: “ yo kudu rek, amin opo iso PS an “
amin: “ c*k, guayamu jo, tak bantai koen, ,, hhiiihh, , , GOOOLLLLLLL!!!! “ ( amin berhasil mencetak gol )
amin langsung menjitak kepala bejo sambil mengumpat2nya.
bejo hanya berusaha menghindar dari jitakan amin.
suasana heboh oleh tingkah mereka.
dan kemudian aku melihat HP q menyala, , ada panggilan masuk.
kulihat layar, , shita!!!
bergegas kuraih hp dan kuangkat, kemudian aku berjalan keluar kamar.
shita: “ assalamu’alaikuuuum, halo deaarrrr, I really really realyy miss u “
aku: “ wa’alaikumsalam sayaang, miss u too “
shita: “ akhirnya diklatku selesai dear, dan hp baru dibalikin “
aku: “ alhamdulillaaah, , udah telepon ayah sama mamah? “
shita: “ barusan udah, ada kali sejam telepon “
aku: “ alhamdulillah, , , gimana kamu dear, sehat? “
shita: “ tadinya si sehat. . . “
aku: “ trus sekarang? “
shita: “ sehat bangeetttttt, , , hehehehe “
aku: “ hehehe, bisa aja kamu “
shita: “ eh, kamu gimana nggak ada aku selama ini? hm? hm? “
aku: “ tadinya si biasa aja “
shita: “ kok biasa aja? “
aku: “ sekarang kangeeeeeeeeennnnn “
shita: “ ngebales dia hahaha “
kami tertawa bersama. .
ada perasaan bahagia mendengar suara shita lagi.
beban berat dan perasaan cemas selama berhari hari mendadak sirna mendengar reaksinya barusan.
shita bercerita banyak hal selama proses diklatnya ini.
dia berkata jika sekarang dia menjadi sedikit hitam karena berjemur selama diklat kedisiplinan.
maklum dia harus tinggal di markas tentara bersama para peserta MT yang lain.
aku hanya meledeknya karena hal tersebut.
shita tertawa mendengar ledekanku, dan kemudian kami larut dalam percakapan yang sangat panjang.
sepanjang jarak yang membentang diantara kami saat ini.
untuk melepaskan segala kerinduan yang membelenggu.
==
semenjak shita selesai menjalankan diklat kedisiplinannya,
aku bisa kembali berkomunikasi dengan normal.
perasaan gelisah sudah mulai berkurang banyak,
walau harus mengorbankan biaya untuk pulsa lebih banyak daripada biasanya.
pekerjaan yang menjadi tanggung jawabku juga bertambah.
setelah berhasil merapikan dokumen, aku diberikan tugas baru oleh manager untuk menata spare part.
harapan beliau, spare part ini bisa rapi seperti dokumen & gambar.
aku menerima dengan bersemangat.
sebab, kupikir, ini bisa menjadi modal besar kedepannya.
karena sudah menjadi rahasia umum, jika seseorang karyawan kontrak memiliki prestasi menonjol,
dia akan diangkat menjadi karyawan tetap dengan mengikuti peraturan yang berlaku.
apalagi ini adalah kontrak kerja keduaku.
dimana peraturan disnaker hanya memperbolehkan karyawan di kontrak dengan masa kerja maksimal 2 x 12 bulan.
setelah itu, perusahaan harus memberikan keputusan,
apakah karyawan yang bersangkutan itu diangkat menjadi karyawan tetap,
atau karyawan tersebut dilepas kontrak atau berhenti.
tanggung jawab kali ini membuatku tidak hanya berhadapan dengan lemari arsip dan kertas,
namun juga menuntut mobilitasku dalam hal penataan di ware house, pengelolaan untuk dimasukan kedalam sistem,
dan juga pendataan mesin.
pengalamanku sebelumnya dalam mengelola gambar,
membuatku lebih mudah dalam bekerja.
sebab data mesin ini berasal dari gambar yang sudah kurapikan.
==
tanpa terasa, sekarang sudah memasuki bulan puasa.
banyak hal hal yang kurasakan berbeda dari puasa tahun lalu.
jika tahun lalu, aku masih menjadi seorang mekanik,
kali ini aku sudah tidak bekerja dilapangan lagi.
aku lebih banyak berada dibalik meja untuk mempersiapkan pekerjaan major overhaul (MO).
rencananya MO akan dilaksanakan pada saat libur lebaran esok, sama seperti tahun kemarin.
aku diberi tugas oleh pak manager untuk mempersiapkan spare part dan alat dalam rangka MO ini.
kebanyakan part tersebut adalah part import.
dan aku sudah mulai mempersiapkan ini semenjak beberapa bulan lalu.
kini tinggal menginventarisasi, dan membuat laporan mengenai persentasi kesiapan.
disisi lain, departemen kami juga kedatangan orang “baru” yang menjabat sebagai assistant manager.
disebut “baru” karena selama ini orang itu sudah bekerja di perusahaan ini, namun berada didepartemen lain.
sebut saja namanya pak ari.
pak ari ini tidak berada dalam satu garis organisasi denganku,
atau dengan kata lain, dia adalah atasan tidak langsung, karena atasan langsungku tempatku bertanggung jawab adalah kepada pak manager.
aku menerima kehadirannya dengan baik.
hingga suatu hari, aku dibuat kesal oleh dia.
hari itu sudah mendekati deadline dari persiapan part.
alhamdulillah part dan alat yang akan digunakan untuk MO sudah mencapai 99%.
ada dua part lokal yang belum tersedia.
sebenarnya part ini sudah selesai dikerjakan sebelum puasa,
namun hasilnya mengecewakan.
terpaksalah supplier penyedia part tersebut kupanggil untuk mengambil kembali pekerjaannya dan menuntut mereka agar membuatnya lebih presisi.
aku: “ pak, nanti tolong disampaikan kepada pembuatnya, untuk gear ini hasilnya jauh dari spesifikasi sesuai gambar yang saya lampirkan pada awal order.”
spp: “ baik mas, bisa dibantu saya dimana kekurangannya? “
akupun mengambil gambar yang menjadi lampiran dari part tersebut.
aku: “ ini pak, untuk sudutnya terlalu lebar dan tidak sama, “
spp: “ tapi masih bisa dipasang to mas? “
aku: “ bisa sih bisa pak, tapi ketika ketemu bevel gear yang menjadi pasangannya, dia nggak mau berputar “
spp: “ mungkin perlu diberi grease atau pelumas mas “
aku jadi jengkel dengan supplier ini.
aku: “ pak, dilihat aja dimensinya sudah beda, gimana mau muter? bapak ini kok malah ngelak terus, “
spp: “ iya mas maaf, soalnya beban pekerjaan dibengkel sedang banyak, kalau mas tiyo minta diselesaikan dalam dua minggu, kami rasa nggak bisa mas “
aku: “ ooh, gitu, ya udah, berarti selesai dong masalahnya “
spp: “ berarti ini diterima? “
aku: “ nggak, silahkan dibawa pulang kembali, tanda terimanya tidak saya tanda tangani karena ini tidak sesuai pesanan saya, saya akan mencari supplier lain yang lebih profesional, , , “
spp: “ waah, lha terus pekerjaan kami ini sia sia? “
aku: “ iya dong, siapa yang mau bayar atas ketidakprofesionalan bengkel bapak? “
aku beranjak meninggalkan bapak itu, kesal rasanya karena dia tidak menghargai pelanggan.
terlebih ada laporan dari purchasing jika harga pemesanan part di bengkel tersebut kelewat mahal.
“ permisii, yoo, penjaga warehousenya mana ni? “
terdengar suara dari loket. kulihat, ternyata cak pin , mekanik down time.
aku: “ iya cak? “
cak pin: “ pak deni mana? “ ( pak deni adalah penanggung jawab ware house )
aku: “ keluar barusan, paling kencing “
cak pin: “ aku mau minta bearing 610 zz 2 pcs sama baut m6 x 12nya 10pcs “
aku: “ sampean isi form pengambilan, tak ambilkan barangnya ya “
cak pin: “ okee “
aku mengambilkan pesanan cak pin dan kemudian memberikan kepadanya setelah selesai mengisi form pengambilan.
cak pin berterimakasih dan langsung kembali ke dalam.
sedangkan aku segera menelpon pak manager melalui telepon PTT untuk mengkonfirmasikan masalah tadi.
aku: “ selamat siang pak “
Mng: “ iya yo? ada apa? “
aku: “ pak, saya mau melaporkan progress part untuk MO minggu depan “
Mng: “ ada masalah? “
aku: “ iya pak, tentang gear yang akan dipasang dimesin pumping “
Mng: “ oh, yg pesan di CV. XX itu ya? “
aku: “ betul pak “
Mng: “ ada apa? “
aku: “ pekerjaannya jelek pak, nggak sesuai pesanan “
Mng: “ sudah datang to? “
aku: “ sudah pak, sudah saya cek, dan tidak sesuai, jadi saya kembalikan “
Mng: “ ckck, piye to? terus? “
aku: “ dia tidak sanggup membuatkan lagi sesuai deadline kita pak, jadi mungkin kita perlu mencari supplier lain yang lebih baik “
Mng: “ yaa nggk bisa to yo, kita keluar uang sia sia untuk part tadi, suruh memperbaiki saja “
aku: “ saya pikir tidak masalah kan pak, surat jalan dan tanda terimanya saya tolak, toh dia tidak akan bisa mengklaimkan uangnya, lagipula jawaban orangnya tadi sama sekali tidak menunjukan perasaan bersalah. “
pak manager terdengar diam dan tak lama memberikan kepadaku data supplier lain yang bisa menjadi solusi.
aku: “ baik pak, saya catat, segera saya buatkan purchasing requestnya (PR)“
Mng: “ sekalian tolong dipastikan agar barangnya datang tepat waktu yo, saya tunggu PR nya, soalnya saya mau keluar “
aku: “ nggih pak “
telepon ditutup, dan aku segera membuat PR nya.
namun tak lama pak ari masuk ke ruangan dan mendatangiku.
p. ari: “ yo, tiyo, kamu ikut saya sekarang “
aku: “ ada apakah pak? “
p. ari: “ nanti saya jelaskan dilapangan, saya butuh sesuatu “
aku: “ sebentar ya pak, saya buat PR dulu “
p. ari: “ lhe? kamu ini kok mbantah terus, ini urgent, mumpung mesinnya berhenti “
aku: “ bapak ari, ini saya ditunggu pak manager, suruh membuat PR “
p. ari: “ nunggu sebentar kan nggak papa, ayo cepet “
akupun menunda PR yang sedang kubuat, kemudian kuikuti langkah pak ari menuju ke departemen produksi.
sesampai disana, ternyata mesin mounting sedang dalam penanganan karena ada gangguan.
p. ari: “ itu kamu tanyakan sama mekaniknya, mereka butuh apa, wong kerja kok enak bener dari pagi duduk terus di ruang AC, , “
aku sedikit gondok mendengar perkataan pak ari.
aku: “ cak, sedang dalam perbaikan apa? “
cak pin: “ ooh, nggak kok yo, ini Cuma ngganti bearing aja, sama ngganti baut chuck yang rusak “
aku: “ butuh spare part tertentu kah?
cak pin: “ enggak, kan tadi bearing sama baut sudah kamu kasih “
aku: “ ooh, ya udah, , “
akupun berbalik dan bermaksud meneruskan pembuatan PR tadi.
namun pak ari yang ada dibelakangku menahanku.
p. ari: “ mau kemana? “
aku: “ kembali ke ware house “
p. ari: “ kok malah balik, kamu harusnya sadar akan pekerjaan kamu sebagai petugas spare part, kalau temannya bekerja di lapangan, kamu aktif, datangi dan tanyakan,butuh apa, trus diambilkan, biar temannya enak kerjanya. jangan Cuma duduk manis di sana, , kok enak bener“
seketika kepalaku mendidih oleh kata kata pak ari.
aku: “ pak ari yang terhormat, , mohon maaf sebelumnya ya, , saya sangat sadar sebagai petugas spare part.
dan saya mohon maaf jika kurang aktif.
namun seperti yang cak pin bilang, semua sudah cukup. jadi untuk apa saya disini lagi?
dan perlu bapak ketahui, pekerjaan saya bukan Cuma mengambilkan spare part untuk teman2 yang bekerja di lapangan. “
p. ari: “kamu itu lama2 ngelunjak, sudah enak di ware house, jadi nggak mau turun ke lapangan lagi “
aku: “ okee, gini deh pak, besok saya videoin setiap kali saya ke lapangan, biar bapak tau “
p. ari: “ kamu kok malah nggak sopan ngomongnya?! “
aku: “ wes, to the point aja, mau bapak apa? saya ditunggu pak manager ini pekerjaan saya masih banyak“ ( nada tinggi )
pak ari terdiam mendengar nadaku yang mulai naik.
wajahnya menunjukan ekspresi tidak suka.
p. ari: “ ya sudah “
dia membiarkanku kembali.
akupun segera kembali ke ware house untuk meneruskan PR tadi.
setelah kucetak, aku buru buru menuju ke HO untuk menemui pak manager.
Mng: “ lama bener yo? kan saya sudah bilang, tolong lebih cepat, saya ada perlu “
aku: “ maaf pak, tadi saya ke lapangan sebentar, ada perbaikan mesin yang perlu spare part “
Mng: “ memangnya mereka nggak bisa ambil sendiri? “
aku: “ bukan pak, tadinya sudah ambil, Cuma takutnya ada yang kurang “
Mng: “ kalau kurang kan mereka juga akan ambil lagi, , kamu harusnya bisa membuat prioritas “
aku terdiam mendengar perkataan pak manager.
ada rasa malu karena ditegur dengan keras.
kok ya ada ada saja hari ini. . .
============
setelah hari itu, ternyata pak ari semakin menjadi jadi.
aku merasa jika dia memang selalu melihatku dari sisi salah.
karena toh kepada pak alam, pak mon, dan pak manager, aku tidak pernah di komplain.
bahkan pak alam sebagai leaderku pertama, memberikan aplaus atas pencapaian pekerjaanku.
beliau mendukungku agar semakin baik lagi.
============
pagi itu aku berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat eid.
karena hari ini adalah hari lebaran setelah sebulan penuh berpuasa..
kunikmati setiap takbir yang terdengar bersahut sahutan.
mulutkupun ikut bertakbir, walau lirih, seiring langkah kaki yang membawaku ke masjid.
tak terasa air mataku meleleh.
karena ini lebaran keduaku diperantauan, ,
dan lebaran kedua secara berturut turut tidak berada di rumah.
aku tidak pulang pada hari H lebaran ini, seperti tahun kemarin.
sebab aku harus mengikuti proses MO hari pertama yang dimulai nanti pukul 10:00.
walaupun sebenarnya sesuai jadwal, aku libur dan tidak ikut bekerja, aku harus memastikan peralatan tidak kurang.
barulah pada hari kedua, aku bisa libur.
aku sampai di masjid bersama bejo dan amin yang juga tidak pulang.
kami mengikuti shalat eidul fitri itu dengan khusyuk.
dan kemudian kami pulang ke kost, bersiap berangkat ke pabrik,
dikala orang lain menikmati suasana lebaran bersama sanak saudara.
kami tiba di pabrik dan langsung bersalam salaman satu sama lain.
ada rasa kekeluargaan yang kuat diantara kami karena sama2 tidak bisa menikmati libur lebaran.
dan setelah pak manager datang, kami semua dipimpin berdoa dan segera memulai item2 pekerjaan yang sudah direncanakan.
aku sendiri membagi bagikan peralatan dan memberikan pesan kepada teman2 agar menjaganya baik2 sebagai aset perusahaan.
kemudian setelah memastikan semua lancar, aku pamit kepada rekan rekan.
rencananya aku langsung pulang hari ini menggunakan bus.
sebelum pulang, aku menelepon bapak dan ibu, meminta maaf melalui telepon.
ibu menangis karena lebaran ini aku kembali tidak bisa berkumpul.
ardi dan dian juga mengahrapkan kehadiranku.
aku hanya bisa berjanji akan segera pulang, dan mungkin akan tiba besok.
mereka mengiyakan janjiku.
kemudian kutelepon shita.
dia sudah berada di rumah malang.
kami saling meminta maaf satu sama lain.
tak lupa aku meminta maaf & berhalal bi halal kepada ayah dan mamahnya.
aku meminta maaf karena tidak bisa langsung ke malang karena harus pulang ke rumah terlebih dahulu.
namun aku berjanji akan datang ke malang segera setelah kembali ke bangil.
agak sore, aku mampir ke rumah pakdhe tukul untuk berhalal bi halal kepada beliau.
disana aku menangis ketika meminta maaf kepada pakdhe dan bude.
pakdhe memelukku sambil ikut menangis.
suasana yang sangat syahdu, dan membuatku merasakan rumah kedua.
budhe at juga menangis kala aku meminta maaf kepada beliau.
beliau berpesan agar aku tidak sungkan kepada keluarganya.
aku sudah seperti anak sendiri.
aku mengiyakan permintaan beliau, ,
setelah selesai, aku berpamitan untuk mencegat bus didepan stasiun bangil.
pakdhe tukul menawarkan jasa antar. .
aku tersenyum dan menerima tawaran beliau.
( bersambung )
symoel08 dan 11 lainnya memberi reputasi
12