- Beranda
- Stories from the Heart
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
...
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
⇝★Special Main cover by Special Somebody★⇜
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
╠⇌≪RULES≫⇋╣
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
Quote:
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
Quote:
╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣
Spoiler for FAQ:
╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:
Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.4K
929
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rzrdn62
#870
Part 49: Rindu Yang Akan Datang
Sudah setengah tahun gw menjalin hubungan dengan Erlin dan selama ini hubungan kami berjalan baik baik saja. Walaupun terkadang ada perselisihan diantara kami berdua, entah karena kesalah pahaman atau karena ulah gw. Mungkin gw yang lebih sering berbuat ulah sehigga menimbulkan permasalahan dalam hubungan kami. Tapi walaupun begitu, Erlin tetap sabar dan tegar menghadapi semua permasalahan yang terjadi dalam hubungan kami berdua. Justru permasalahan lah yang akan menguji tingkat kesetiaan serta kesabaran seseorang dalam suatu hubungan. Tanpa permasalahan juga suatu hubungan akan terasa datar. Akan tetapi bukan maksud gw untuk memperbanyak masalah juga dalam hubungan, atau sengaja mencari cari masalah. Karena sesabar apapun orang, pasti ada batasannya juga dan suatu hari nanti kesabaran tersebut akan melampaui batasnya. Apalagi kesabaran seorang cewek. Cewek adalah makhluk yang paling rentan dan mempunyai perasaan yang sangat sensitif. Sangat sulit untuk mengerti apa yang sedang terjadi kepada mereka atau apa yang mereka rasakan, karena mereka bisa dengan mudah berganti ganti suasana hatinya.
Hari ini sekolah sedang libur smester ganjil. Gw sudah selesai mengikuti ujian smester dan sudah mengambil hasilnya. Nilai yang gw dapat tidak begitu fantastis dibandingkan yang lainnya, karena gw sendiri bukanlah murid yang pandai di kelas. Tapi setidaknya gw masih dapat peringkat lima besar di kelas 9 SMP ini. Dan ini adalah sebuah penurunan untuk gw. Seperti biasanya, hari ini gw hanya bermain game dan diselingi chattingan bersama Erlin saat gamenya sedang loading atau terkadang gw pause. Erlin bilang besok dia diajak ibunya untuk pulang ke Jogja selama dua minggu, itu berarti liburan kali ini gw tidak bisa menghabiskan waktu bermain bersamanya.
Sehabis chattingan dengan Erlin, gw lanjut bermain game kembali sambil menunggu nanti siang. Kali ini gw hanya bermain WoW, sebuah game RTS online besutan developer Lizzard. Bertemakan seperti peperangan era imperial. Disini player bisa memilih karakter dan mengubahnya sesuai keinginan, asalkan item yang akan digunakan sudah dimiliki. Berbeda dengan Doto, game ini mengambil sudut pandang kamera TPS atau Third Person Shooter (bukan tempat pengambilan suara.
) dan skill yang lebih moderate atau membutuhkan kombinasi yang tepat untuk bisa menghajar musuh secara efektif. Yang gw suka dari game ini adalah, player bisa mencari treasure dan melawan miniboss untuk mendapat drop. Sebenarnya gw baru membeli game ini beberapa minggu yang lalu dari reseller di sosmed.
Disini gw mengambil kelas Elf atau pasukan para peri dengan mengutamakan magic spell effect yang average. Dengan tipe hero ranged atau jarak jauh. Tipe hero ini lebih menguntungkan untuk melawan miniboss atau bertarung dengan player lain yang menggunakan hero tipe melee atau jarak dekat. Soni juga bermain game ini karena ajakan gw, dan dia juga sangat enjoy memainkannya. Bahkan dia pernah bilang ke gw Soni dan Helena pernah marahan karena dia jadi lebih mengutamakan game ini ketimbang Helena. Lucu juga sih. Ya rata rata anak cewek memang begitu, kalau merasa dicuekin apalagi penyebabnya itu adalah game. Pasti mereka akan marah atau risih. Untungnya Erlin tidak masalah jika gw bermain game, karena dia sendiri sebenarnya juga suka bermain game di PS3 yang ada dirumahnya. Walaupun dia lebih sering main GTA dan hanya berkeliling kota sambil kejar kejaran dengan polisi. Tapi Erlin tidak maniak seperti gw, dia menghabiskan waktu bermain game paling lama saja hanya dua jam. Beda dengan gw yang bisa seharian cuma untuk bermain game.
-SKIP-
Tak terasa hari sudah mulai siang, jam menunjukkan pukul 1 lewat 10 menit. Mana gw belum mandi. Astaga...Saking asiknya bermain game gw jadi lupa waktu, ya inilah kehidupan gw. Yang tidak bisa lepas dari yang namanya game jika tidak ada kegiatan sama sekali. Tapi semua ini ada hasilnya, gw bisa mendapatkan item yang bisa terbilang lumayan langka dan naik level walaupun hanya menambah satu level saja.
Gw langsung matikan PC dan lekas mandi. Mungkin sebagian orang mandi ya tinggal mandi, tapi lain halnya dengan gw. Mandi sambil menyetel musik di kamar mandi, dan kadang jika lagu yang gw setel itu lagu rock n roll gw sambil ikut nyanyi sambil menirukan gaya ala rocker barat seperti Aerosmith dan Jon Bon Jovi. Selesai mandi dan mengenakan pakaian yang rapih, dan tidak lupa juga memakai parfume wangi kesukaannya Erlin gw langsung mengeluarkan Red dari kandang selanjutnya pergi kerumah Erlin.
-SKIP-
Karena keadaan di jalanan tadi lumayan macet dan padat dengan mobil, jadi gw sampai di rumah Erlin agak lama. Mungkin lebih dari 50 menit. Sesampainya di depan rumah, gw memarkirkan Red di depan pagar dan menekan bel di depan gerbang. Lalu keluarlah Ibunya Erlin dari dalam rumah. Ibunya menyuruh gw untuk masuk, gw membuka pintu gerbang dan berjalan ke ibunya Erlin lalu mencium tangannya. Ibu Erlin bilang kalau Erlinnya sedang tidur. Ya ampun...Itu anak sampai ketiduran begitu, mungkin karena gw tidak membalas chatnya lagi jadinya dia ketiduran. Gw duduk di kursi yang ada di depan teras sambil menunggu ibunya Erlin membangunkan Erlin yang sedang tidur. Bermenit menit gw menunggu, dan pada akhirnya Erlin pun muncul. Dia berjalan ke arah gw sambil mengusap wajahnya dan merapihkan rambutnya yang berantakan. Dalam keadaan baru bangun tidur saja dia masih secantik ini. Dengan mengenakan tank top berwarna hitam dan juga celana pendek membuatnya terlihat begitu enak untuk dipandang mata.
Erlin: “Kamu udah dari tadi datengnya? “-ucapnya lalu duduk di kursi yang ada di samping gw.
Gw: “Aku baru aja dateng, belom ada setengah jam.
”
Erlin: “Kirain udah dari tadi. Maaf ya aku ketiduran Rez.”
Gw: “Iya gak apa apa. Itu juga gara gara aku keasikan main game, jadi gak bales chat kamu deh.”
Erlin: “Emang kamu main game apa?”
Gw: “Game yang baru aku beli beberapa minggu lalu.”
Erlin: “Ohh yang itu. Emangnya seru? Kalau seru aku mau juga dong.”
Gw: “Seru banget, tapi online. Pasti nanti kamu bingung mainnya gimana.”
Erlin: “Nanti kalau diajarin kamu juga bisa kok aku.
Ayo didalem aja Rez, sekalian aku buatin minum.” –ucapnya sambil berdiri dari kursi.
Gw: “Yaudah, ayo deh.”
Kami masuk ke dalam rumah dan gw duduk di sofa yang ada di ruangan tengah. Keadaan disini benar benar sepi, pantas saja Erlin jika tidak chattingan dengan gw kerjaannya cuma tidur. Padahal ibunya juga sedang ada dirumah, atau mungkin sedang ada di belakang. Erlin ke dapur untuk membuatkan gw sebuah minuman. Sambil menunggu Erlin selesai membuat minuman gw pun hanya bermain Hp saja, dan sesekali streaming video di yusub dan membuka meyspes. Selang beberapa menit kemudian Erlin datang sambil membawa dua gelas es teh dan meletakkannya di meja yang ada di depan sofa lalu dia duduk di sofa yang ada di sebelah kanan gw.
Erlin: “Kayanya liburan kali ini aku bakal kesepian tanpa kamu Rez. Kalau di Jogja aku nggak bisa main kemana mana, soalnya temen aku nggak terlalu banyak disana. Nggak kaya disini. Apalagi kan disini ada kamu.”
Gw: “Ya sama sih aku juga. Pastinya aku nanti bakalan kangen banget sama kamu. Kita kalo ketemu Cuma seminggu sekali. Cuma liburan doang kita bisa sering ketemu sambil main. Asal disana kamu jangan macem macem. Inget sama aku.”
Erlin: “Emangnya kapan sih aku gak inget sama kamu Rez? Aku mah selalu inget terus kok sama kamu. Kamu juga tuh, jangan sampai pas aku lagi di Jogja malah asik sama cewek lain.
”
Gw: “Iya Lin iya, mudah mudahan aja begitu.
”
Erlin: “Kok jawabnya malah mudah mudahan? Harus bisa doong.”
Gw: “Iya tukang ngambeek.” –ucap gw sambil mencubit hidungnya. “Mending kita main game aja yuk.” –lanjut gw.
Erlin: “Hihihi. Ayo...Main apa ya yang enak?”
Gw: “Asal jangan main perasaan aja Lin.
”
Erlin: “Ihh serius ah.”
Gw: “Main yang menurut kamu seru aja. Hehe.”
Erlin: “Yaudah aku yang nentuin yaa.”
Karena hari ini gw bingung mau mengajak Erlin jalan kemana, jadinya kita hanya bermain game saja dirumahnya sambil mengobrol. Erlin sempat mengusulkan ke gw agar gw ikut ke Jogja bersamanya akan tetapi gw tolak dengan alasan gw tidak enak dengan ibunya. Dan belum tentu juga orang tua gw mengizinkan hal tersebut. Jadi...Semoga saja dalam perjalanannya besok Erlin dan ibunya akan sampai di tujuan mereka dengan selamat. Erlin juga bilang ke gw agar tidak lupa untuk mengabarinya, dia juga menyarankan gw agar tidak berlebihan ketika bermain game. Besok, atau ketika Erlin sedang berada jauh dari gw pasti akan ada banyak sekali cobaan yang menanti. Entah apapun itu tapi yang jelas hal itu akan membuktikan apakah gw bisa melewatinya dengan mudah atau bahkan sebaliknya. Liburan kali ini gw putuskan untuk bermain bersama teman teman gw saja, entah dengan Anwar, Romy atau Soni...Oh iya, kira kira bagaimana kabar Aulia? Akhir akhir ini dia sudah tidak pernah mengirim sms lagi ke gw. Mungkin dia sedang liburan bersama keluarganya, atau bisa juga dia sudah melupakan gw karena sosok cowok yang baru. Kemungkinan saat ini Aulia masih tidak ingin berpacaran dengan siapapun, mengingat kata katanya yang sering diucapkannya pada gw setengah tahun yang lalu. Tepatnya disaat gw memutuskan hubungan dengannya.
Hari ini sekolah sedang libur smester ganjil. Gw sudah selesai mengikuti ujian smester dan sudah mengambil hasilnya. Nilai yang gw dapat tidak begitu fantastis dibandingkan yang lainnya, karena gw sendiri bukanlah murid yang pandai di kelas. Tapi setidaknya gw masih dapat peringkat lima besar di kelas 9 SMP ini. Dan ini adalah sebuah penurunan untuk gw. Seperti biasanya, hari ini gw hanya bermain game dan diselingi chattingan bersama Erlin saat gamenya sedang loading atau terkadang gw pause. Erlin bilang besok dia diajak ibunya untuk pulang ke Jogja selama dua minggu, itu berarti liburan kali ini gw tidak bisa menghabiskan waktu bermain bersamanya.
Quote:
”Sehabis chattingan dengan Erlin, gw lanjut bermain game kembali sambil menunggu nanti siang. Kali ini gw hanya bermain WoW, sebuah game RTS online besutan developer Lizzard. Bertemakan seperti peperangan era imperial. Disini player bisa memilih karakter dan mengubahnya sesuai keinginan, asalkan item yang akan digunakan sudah dimiliki. Berbeda dengan Doto, game ini mengambil sudut pandang kamera TPS atau Third Person Shooter (bukan tempat pengambilan suara.
) dan skill yang lebih moderate atau membutuhkan kombinasi yang tepat untuk bisa menghajar musuh secara efektif. Yang gw suka dari game ini adalah, player bisa mencari treasure dan melawan miniboss untuk mendapat drop. Sebenarnya gw baru membeli game ini beberapa minggu yang lalu dari reseller di sosmed.Disini gw mengambil kelas Elf atau pasukan para peri dengan mengutamakan magic spell effect yang average. Dengan tipe hero ranged atau jarak jauh. Tipe hero ini lebih menguntungkan untuk melawan miniboss atau bertarung dengan player lain yang menggunakan hero tipe melee atau jarak dekat. Soni juga bermain game ini karena ajakan gw, dan dia juga sangat enjoy memainkannya. Bahkan dia pernah bilang ke gw Soni dan Helena pernah marahan karena dia jadi lebih mengutamakan game ini ketimbang Helena. Lucu juga sih. Ya rata rata anak cewek memang begitu, kalau merasa dicuekin apalagi penyebabnya itu adalah game. Pasti mereka akan marah atau risih. Untungnya Erlin tidak masalah jika gw bermain game, karena dia sendiri sebenarnya juga suka bermain game di PS3 yang ada dirumahnya. Walaupun dia lebih sering main GTA dan hanya berkeliling kota sambil kejar kejaran dengan polisi. Tapi Erlin tidak maniak seperti gw, dia menghabiskan waktu bermain game paling lama saja hanya dua jam. Beda dengan gw yang bisa seharian cuma untuk bermain game.

-SKIP-
Tak terasa hari sudah mulai siang, jam menunjukkan pukul 1 lewat 10 menit. Mana gw belum mandi. Astaga...Saking asiknya bermain game gw jadi lupa waktu, ya inilah kehidupan gw. Yang tidak bisa lepas dari yang namanya game jika tidak ada kegiatan sama sekali. Tapi semua ini ada hasilnya, gw bisa mendapatkan item yang bisa terbilang lumayan langka dan naik level walaupun hanya menambah satu level saja.
Gw langsung matikan PC dan lekas mandi. Mungkin sebagian orang mandi ya tinggal mandi, tapi lain halnya dengan gw. Mandi sambil menyetel musik di kamar mandi, dan kadang jika lagu yang gw setel itu lagu rock n roll gw sambil ikut nyanyi sambil menirukan gaya ala rocker barat seperti Aerosmith dan Jon Bon Jovi. Selesai mandi dan mengenakan pakaian yang rapih, dan tidak lupa juga memakai parfume wangi kesukaannya Erlin gw langsung mengeluarkan Red dari kandang selanjutnya pergi kerumah Erlin.-SKIP-
Karena keadaan di jalanan tadi lumayan macet dan padat dengan mobil, jadi gw sampai di rumah Erlin agak lama. Mungkin lebih dari 50 menit. Sesampainya di depan rumah, gw memarkirkan Red di depan pagar dan menekan bel di depan gerbang. Lalu keluarlah Ibunya Erlin dari dalam rumah. Ibunya menyuruh gw untuk masuk, gw membuka pintu gerbang dan berjalan ke ibunya Erlin lalu mencium tangannya. Ibu Erlin bilang kalau Erlinnya sedang tidur. Ya ampun...Itu anak sampai ketiduran begitu, mungkin karena gw tidak membalas chatnya lagi jadinya dia ketiduran. Gw duduk di kursi yang ada di depan teras sambil menunggu ibunya Erlin membangunkan Erlin yang sedang tidur. Bermenit menit gw menunggu, dan pada akhirnya Erlin pun muncul. Dia berjalan ke arah gw sambil mengusap wajahnya dan merapihkan rambutnya yang berantakan. Dalam keadaan baru bangun tidur saja dia masih secantik ini. Dengan mengenakan tank top berwarna hitam dan juga celana pendek membuatnya terlihat begitu enak untuk dipandang mata.

Erlin: “Kamu udah dari tadi datengnya? “-ucapnya lalu duduk di kursi yang ada di samping gw.
Gw: “Aku baru aja dateng, belom ada setengah jam.
”Erlin: “Kirain udah dari tadi. Maaf ya aku ketiduran Rez.”
Gw: “Iya gak apa apa. Itu juga gara gara aku keasikan main game, jadi gak bales chat kamu deh.”
Erlin: “Emang kamu main game apa?”
Gw: “Game yang baru aku beli beberapa minggu lalu.”
Erlin: “Ohh yang itu. Emangnya seru? Kalau seru aku mau juga dong.”
Gw: “Seru banget, tapi online. Pasti nanti kamu bingung mainnya gimana.”
Erlin: “Nanti kalau diajarin kamu juga bisa kok aku.
Ayo didalem aja Rez, sekalian aku buatin minum.” –ucapnya sambil berdiri dari kursi.Gw: “Yaudah, ayo deh.”
Kami masuk ke dalam rumah dan gw duduk di sofa yang ada di ruangan tengah. Keadaan disini benar benar sepi, pantas saja Erlin jika tidak chattingan dengan gw kerjaannya cuma tidur. Padahal ibunya juga sedang ada dirumah, atau mungkin sedang ada di belakang. Erlin ke dapur untuk membuatkan gw sebuah minuman. Sambil menunggu Erlin selesai membuat minuman gw pun hanya bermain Hp saja, dan sesekali streaming video di yusub dan membuka meyspes. Selang beberapa menit kemudian Erlin datang sambil membawa dua gelas es teh dan meletakkannya di meja yang ada di depan sofa lalu dia duduk di sofa yang ada di sebelah kanan gw.
Erlin: “Kayanya liburan kali ini aku bakal kesepian tanpa kamu Rez. Kalau di Jogja aku nggak bisa main kemana mana, soalnya temen aku nggak terlalu banyak disana. Nggak kaya disini. Apalagi kan disini ada kamu.”
Gw: “Ya sama sih aku juga. Pastinya aku nanti bakalan kangen banget sama kamu. Kita kalo ketemu Cuma seminggu sekali. Cuma liburan doang kita bisa sering ketemu sambil main. Asal disana kamu jangan macem macem. Inget sama aku.”
Erlin: “Emangnya kapan sih aku gak inget sama kamu Rez? Aku mah selalu inget terus kok sama kamu. Kamu juga tuh, jangan sampai pas aku lagi di Jogja malah asik sama cewek lain.
”Gw: “Iya Lin iya, mudah mudahan aja begitu.
”Erlin: “Kok jawabnya malah mudah mudahan? Harus bisa doong.”
Gw: “Iya tukang ngambeek.” –ucap gw sambil mencubit hidungnya. “Mending kita main game aja yuk.” –lanjut gw.
Erlin: “Hihihi. Ayo...Main apa ya yang enak?”
Gw: “Asal jangan main perasaan aja Lin.
”Erlin: “Ihh serius ah.”
Gw: “Main yang menurut kamu seru aja. Hehe.”
Erlin: “Yaudah aku yang nentuin yaa.”
Karena hari ini gw bingung mau mengajak Erlin jalan kemana, jadinya kita hanya bermain game saja dirumahnya sambil mengobrol. Erlin sempat mengusulkan ke gw agar gw ikut ke Jogja bersamanya akan tetapi gw tolak dengan alasan gw tidak enak dengan ibunya. Dan belum tentu juga orang tua gw mengizinkan hal tersebut. Jadi...Semoga saja dalam perjalanannya besok Erlin dan ibunya akan sampai di tujuan mereka dengan selamat. Erlin juga bilang ke gw agar tidak lupa untuk mengabarinya, dia juga menyarankan gw agar tidak berlebihan ketika bermain game. Besok, atau ketika Erlin sedang berada jauh dari gw pasti akan ada banyak sekali cobaan yang menanti. Entah apapun itu tapi yang jelas hal itu akan membuktikan apakah gw bisa melewatinya dengan mudah atau bahkan sebaliknya. Liburan kali ini gw putuskan untuk bermain bersama teman teman gw saja, entah dengan Anwar, Romy atau Soni...Oh iya, kira kira bagaimana kabar Aulia? Akhir akhir ini dia sudah tidak pernah mengirim sms lagi ke gw. Mungkin dia sedang liburan bersama keluarganya, atau bisa juga dia sudah melupakan gw karena sosok cowok yang baru. Kemungkinan saat ini Aulia masih tidak ingin berpacaran dengan siapapun, mengingat kata katanya yang sering diucapkannya pada gw setengah tahun yang lalu. Tepatnya disaat gw memutuskan hubungan dengannya.
Diubah oleh rzrdn62 10-05-2017 20:54
0
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/28/8656089_201704280710150445.jpg)

![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/02/6955937_20170502044501.png)
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/03/6955937_20170503100444.png)