Kaskus

Story

rzrdn62Avatar border
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
★Special Main cover by Special Somebody★

 [REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta

▓▓∷rvn894∷▓▓








Quote:







╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣


Quote:






╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣

Spoiler for FAQ:





╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:




Quote:


Quote:


Quote:


Quote:





╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:

Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
anasabilaAvatar border
efti108Avatar border
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.5K
929
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
rzrdn62Avatar border
TS
rzrdn62
#863
Part 48: Menikmati Suasana Alam (3)
Di sepanjang perjalanan Erlin dan Helena terus bercerita tentang kejadian yang mereka alami semalam, tentunya menyangkut tentang gw juga. Soni yang tidak mengetahui apapun yang terjadi semalam hanya tertawa saja mendengar cerita mereka. Dan gw sendiri...Ya hanya bisa terdiam sambil sesekali nyengir dan menyangkal pembicaraan Erlin dan Helena. Erlin mengambil kamera pocketnya dari dalam tas dan menunjukkan foto gw yang tadi pagi dengan kondisi muka penuh dengan make up. emoticon-Hammer Gw mencoba untuk mengambil kamera pocketnya untuk menghapus foto tersebut, akan tetapi Erlin menyangkal tangan gw dan menaruh kameranya kembali ke dalam tas.

Erlin: “Kalau kamu mau fotonya di hapus, jawab tebak tebakan dari aku dulu. emoticon-Big Grin
Gw: “Tebak tebakan apaan Lin?”
Erlin: “Dengerin yaa...Ada 10 ekor sapi lagi naik truk. Pas truknya lewatin polisi tidur, sapinya pada lompat. Nah, sekarang kaki sapinya ada berapa?”
Gw: “Ya ampun. Gak tau aku Lin. emoticon-Nohope Yang lain dong.”
Erlin: “Nggak boleh, harus jawab itu dulu. Baru nanti aku hapus fotonya.”
Gw: “Hadeehh...Ada yang tau jawabannya gak Son? Hel?”
Soni: “Wah, gua juga gak tau bro. Baru denger tebak tebakan yang begitu. Haha.”
Helena: “Sama gua juga baru denger tuh.”
Gw: “Yaelah. Ganti dong Lin tebak tebakannya.”
Erlin: “Nggak mau. emoticon-Stick Out Tongue

Erlin memberikan tebak tebakan yang sebelumnya belum pernah gw dengar sama sekali. Dan gw harus menjawab tebak tebakan itu agar Erlin mau menghapus foto gw yang tadi pagi di kamera pocketnya. Coba saja waktu bisa diulang kembali, tau begitu lebih baik gw tidur di kamar daripada di ruang tamu. Semoga saja nanti gw bisa menemukan cara lain agar Erlin mau menghapus foto tersebut dari kamera pocketnya. Helena bahkan mengusulkan Erlin untuk mengupload foto tersebut ke meyspes milik Erlin. emoticon-Hammer Untungnya Erlin tidak mau mengupload foto memalukan gw, dia bilang biar foto tersebut menjadi kenangan tersendiri untuk dirinya.

Karena asik mengobrol di dalam mobil perjalanan kami pun menjadi tak terasa dan akhirnya kami sampai juga di rest area yang Soni maksud. Letak rest area ini harus sedikit naik ke bukit yang lumayan terjal. Setelah Soni memarkirkan mobil, kami keluar dari mobil dan masuk ke rest area tersebut. Untungnya keadaan disini masih sepi, jadi kami tidak perlu mengantri untuk memesan makanan dan bisa memilih tempat duduk dengan leluasa. Banyak sekali tukang makanan di sini, serta ada sebuah resto tradisional dengan dekorasi khas jawa. Kami memilih untuk makan di resto tersebut dan duduk di meja yang terletak di belakang resto ini. Di belakang sini kami disajikan dengan pemandangan berupa pegunungan dan juga kebun teh dibawahnya yang masih diselimuti oleh kabut. Angin bertiup sepoi sepoi, sejuk sekali rasanya. Erlin menaruh tasnya di meja tempat kami dan berjalan ke tepian pagar pembatas. Mungkin dia ingin melihat pemandangan sekitar. Soni ke dalam untuk memesan makanan serta minuman untuk kami. Gw bangun dari kursi dan berjalan mendekati Erlin lalu berdiri disampingnya. Wajahnya terlihat sangat ceria pagi ini dibanding kemarin sore.

Gw: “Kamu baru pertama kali ya kesini?”
Erlin: “Iya Rez, sebelumnya aku belum pernah ke sini. Aku kalau jalan jalan sama papah mamah selalu pantai, kalau nggak tempat wahana hiburan gitu.”
Gw: “Kamu seneng gak aku ajak kesini? emoticon-Big Grin
Erlin: “Seneng banget malah. Makasih ya Rez. emoticon-Embarrassment Aku kira sehabis aku cuekin kamu seminggu, kamu bakal berubah. Nggak taunya kamu tetap jadi Reza yang selama ini aku kenal.”
Gw: “Sama sama Lin. Aku gak mungkin berubah kok, kan aku bukan power ranger. Hehe.”
Erlin: “Ihh bukan itu. Maksud aku tuh berubah sifat sama kepribadian kamu, jadi lebih cuek gitu ke aku.”
Gw: “Ohh begitu. Bilang dong. Kenapa aku harus ngubah sifat aku Cuma gara gara dicuekin doang? Aku gak punya kepribadian ganda Lin. Aku ya aku, cowok yang sederhana ini. Walaupun begitu, aku gak bakal pernah mencintai kamu dengan sesederhana mungkin. Tapi aku bakal mencintai kamu dengan sepenuh hati, dan juga berusaha bikin kamu bahagia dengan ribuan cara yang aku punya.”
Erlin: “Bener ya Rez?”
Gw: “Iya beneran dong. Kalo bohongan aku gak bakalan bilang seserius tadi. Haha.”

Tiba tiba Helena datang mengagetkan kami, lalu dia berdiri disamping Erlin sambil menyandarkan tangannya pada pagar pembatas.

Helena: “Mesra banget nih kayanya. Jadi iri aku Lin. emoticon-Big Grin
Erlin: “Kenapa iri Hel? Kan ada Soni. Hahaha.”
Helena: “Ah dia mah orangnya nggak terlalu romantis. Hahaha.”
Gw: “Jangan begitu. Ntar kalo orangnya denger bisa ditinggal kita disini. Haha.”

Gw kembali duduk di kursi yang gw tempati sebelumnya. Sambil menunggu pesanan tiba, gw hanya melihat lihat pemandangan sekitar dan menikmati hembusan angin pagi yang sejuk ini. Sungguh momen yang tidak dapat terlupakan oleh gw, apalagi ditambah dengan melihat kekasih tercinta senang dengan semua ini. Disini gw hanya memperhatikan Erlin yang sedang mengobrol dengan Helena di tepian sana. Sepertinya mereka sudah benar benar menjadi teman dekat, padahal Erlin baru kenal Helena di kelas 1 SMA. Soni datang dan duduk di kursi yang terdapat di samping gw. Dia menegur gw lalu menceritakan pengalaman pendekatan dirinya dengan Helena. Ternyata Soni tidak beda jauh dengan gw, tapi cara pendekatannya berbeda dengan cara yang gw lakukan ketika mendekati Erlin. Dia juga bercerita tentang pertama kali mereka jalan keluar, itu juga Helena yang mengajak Soni karena sebelumnya Soni ragu ragu untuk mengajak Helena jalan keluar.

Beberapa menit kemudian pesanan kami pun datang juga. Pelayan meletakkan semua pesanan di meja masing masing. Lalu gw memanggil Erlin dah Helena agar untuk makan dulu, selepas itu baru kami lanjutkan perjalanan menuju ke spot menarik lainnya untuk berfoto. Erlin dan gw duduk bersebelahan begitupun Soni dan Helena. Disela sela sarapan kali ini gw yang mencari topik candaan agar suasana tidak terlalu kaku, apalagi dengan dinginnya suasana disini.

Gw anak kelas 3 SMP tapi mainnya dengan anak anak SMA. Pasti jika Romy dan Anwar mendengar ini mereka akan bertanya tanya, bagaimana gw kenal dengan Soni, Helena serta Erlin. Semua ini gw peroleh berkat jurus paling jitu yang selalu gw gunakan pada setiap orang yang baru saja gw kenal. Ya...Jurus yang gw maksud adalah jurus SKSD atau kepanjangannya Sok Kenal Sok Dekat. Ini cara paling ampuh dan mujarab untuk berkenalan dengan siapapun. Waktu gw berkenalan dengan Erlin pun menggunakan jurus yang satu ini. Dan tanpa gw sadari, jurus tersebut membuatnya jadi “Nyantol” sama gw. emoticon-Big Grin Berdasarkan teori yang gw baca di internet, cewek dominan lebih menyukai cowok yang humoris. Diajak ngobrol apapun nyambung, dan selalu bisa menghibur si cewek. Soal tampang...Ya itu nomor dua lah. Bahkan tidak jarang gw melihat cewek cantik jalannya dengan cowok yang bertampang biasa saja. Inilah alasan mengapa gw bisa dengan mudahnya dekat dengan cewek manapun. emoticon-Big Grin Tapi bukan berarti gw seorang playboy. Walaupun dekat dengan cewek juga gw mengetahui batasan batasannya, apalagi jika gw sudah punya pacar.

Setelah menghabiskan seluruh pesanan, kami istirahat sejenak untuk menurunkan makanan yang telah kami santap. Tapi tidak dengan Erlin, dia langsung bangun dari kursinya dan berjalan ke tepian lagi lalu menyenderkan kedua tangannya di pagar pembatas. Gw rasa ini cewek memang benar benar menikmati suasana di pagi hari ini. Yang gw heran, apa dia tidak merasa kedinginan? Padahal dia tidak memakai jaket atau sweater sama sekali selain hanya menggunakan celana jeans sebatas atas lutut dan juga baju berlengan pendek dengan dibalut rompi. Gw saja yang menggunakan kemeja berlengan panjang dan jaket masih terasa dinginnya. Mungkin dia sudah terbiasa dengan suasana dingin seperti ini.

Soni memanggil pelayan resto ini dan meminta total biaya dari semua pesanan kami lalu membayarnya. Mantaap, ternyata dia benar benar meneraktir gw dengan Erlin pagi ini. emoticon-Big Grin Setelah itu Soni dan Helena menuju ke mobil lalu masuk ke dalamnya. Gw menghampiri Erlin terlebih dahulu untuk mengajaknya masuk ke dalam mobi, tapi dia bilang kalau dia masih ingin berada disini. Setelah gw membujuknya, akhirnya Erlin menuruti perkataan gw dan kami pun juga masuk ke dalam mobil Soni. Pemberhentian kami selanjutnya adalah hutan pinus. Gw rasa jaraknya masih lumayan jauh dari sini. Untungnya keadaan jalanan tidak terlalu macet, jadi gw kira kami bisa sampai disana dalam waktu yang singkat.

Soni menyetel musik di radio untuk menghibur kami sepanjang perjalanan. Dia menyetel lagu country. Erlin yang tidak terlalu suka dengan lagu ini protes dan minta mengganti lagunya dengan yang lain seperti lagu pop. Helena pun juga setuju dengan Erlin. Maka Soni mengganti lagunya dengan lagu pop barat lawas yang sampai sekarang masih sangat tenar lagunya di kalangan anak anak tahun 90an. Erlin mengeluarkan kamera pocketnya lalu meminta Soni untuk memperlambat laju mobilnya agar dia bisa mengambil foto pemandangan sekitar. Dia juga mengambil foto kami yang sedang berada di dalam mobil ini.

-SKIP-

Setelah memarkirkan mobil di tempat yang tersedia, kami melanjutkan kembali perjalanan agar bisa sampai di hutan pinus dengan berjalan kaki. Daerah hutan pinus ini tidak bisa dijangkau dengan mobil karena jalurnya yang tidak memungkinkan mobil untuk melintas. Sudah hampir setengah jalan kami melangkah. Helena sudah mulai terlihat kelelahan, Soni pun juga begitu. Sedangkan Erlin, dia terliaht sangat bersemangat sambil sesekali mengabadikan momen ini serta pemandangan yang ada disini. Pada akhirnya sampai jugalah kami di tempat tujuan. Penantian kami terbayarkan setelah sampai disini. Tempat yang begitu indah, dengan pepohonan berdaun lebat dan menjulang tinggi. Serta keadaan yang benar benar bersih dan terawat. Ditambah dengan hembusan udara yang semakin sejuk.

Erlin meminta Helena untuk mengambil fotonya bersama gw dengan kamera pocketnya. Setelah itu giliran Soni dan Helena yang minta difoto menggunakan kamera pocket milik Erlin. Kami bersantai sejenak disini. Gw duduk bersandar pada salah satu pohon, lalu disusul oleh Erlin yang duduk bersandar juga di pohon yang sama tepatnya di samping gw.

Erlin: “Liburan kali ini jadi liburan yang paling menyenangkan untuk aku Rez. Aku baru kali ini liburan tanpa papah mamah. Tapi aku ngerasa seneng banget. emoticon-Big Grin
Gw: “Nah, bagus dong kalo begitu.”
Erlin: “Rez, coba bilang aaa...”
Gw: “Aaaa....”

Seketika Erlin melemparkan sesuatu yang keras ke dalam mulut gw lalu gw keluarkan kembali. Untungnya tidak sampai tertelan. Usil juga ternyata cewek yang satu ini. emoticon-Hammer Tapi hal inilah yang justru membuat gw jadi semakin sayang dengannya. Tidak perlu terlalu romantis untuk mengisi momen dalam suatu hubungan. Terkadang, suatu kekonyolan yang dilakukan bersama kekasih adalah momen yang tidak kalah indahnya dengan keromantisan. Terlalu romantis mungkin akan membuat sebagian orang bosan, atau terlalu konyol juga justru akan membuat orang malas untuk menjalin hubungan. Tapi tidak ada salahnya jika kita menyelingi keromantisan dalam hubungan dengan berbuat hal yang konyol dan bisa menyenangkan kekasih.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.