Kaskus

News

dinsosjakartaAvatar border
TS
dinsosjakarta
"Anak Disleksia Hanya Kehilangan Huruf dan Angka, bukan Kehilangan Masa Depan"
Indikator keberhasilan pengembangan Sumber Daya Manusia dicapai dengan proses pengembangan kualitas diri dengan pendidikan sejak dini, Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana yang bertujuan untuk mewujudkan proses pembelajaran agar kualitas diri manusia secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kecerdasan intelektual, emosional, spiritual maupun pengembangan keterampilan yang diperlukan dirinya.
Spoiler for Bimbingan Sosial Kelompok:

Belajar membaca merupakan suatu hal pelajaran yang paling sulit dilakukan oleh anak-anak disleksia, Kegiatan membaca melibatkan kemampuan visual-auditori secara bersamaan, seperti kemampuan memberikan makna simbol-simbol yang ada, yaitu huruf dan kata.
Istilah disleksia berasal dari bahasa Yunani, yakni dys yang berarti sulit dalam dan lex berasal dari legein, yang artinya berbicara, jadi secara harfiah, disleksia berarti kesulitan yang berhubungan dengan kata atau simbol-simbol tulis, kelainan ini disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menghubungkan antara lisan dan tertulis, atau kesulitan mengenal hubungan antara suara dan kata secara tertulis.
Ada tiga model individu strategi pembelajaran yang dapat diterapkan terhadap anak-anak disleksia, ketiga model tersebut yaitu Metode Fonik, Metode Linguistik dan Metode Multisensori, metode tersebut dilakukan dengan cara bertahap dilihat dari kesulitan anak, kemudian dipilih dengan penanganan dari ketiga metode tersebut.
Spoiler for Strategi Pembelajaran Individu:

Dalam kegiatan bimbingan sosial kelompok di PSAA Putra Utama 4, Warga Binaan Sosial (WBS) (kategori disleksia) diberikan penanganan dengan metode self help group therapy (terapi kelompok bantu diri), metode tersebut secara terintegrasi untuk saling menolong dan berbagi pengalaman antar sesama WBS terhadap kesulitan membaca dan menulis, sehingga terjadi feedback antar sesama WBS untuk saling membantu satu dengan yang lainnya, terapi ini dilakukan secara kolaborasi antara Peksos dan Psikolog dengan cara menjelaskan pengertian dan tujuan kegiatan self help group therapy, kemudian dilanjut dengan pengenalan diri masing masing WBS dan ice breaking untuk mencairkan suasana terapi dengan aktifitas senam dinsos, senam otak dan senam penguin.
Selanjutnya, Peksos dan Psikolog mengarahkan WBS satu per satu dengan cara menulis huruf dan angka sesuai kemampuan yang mereka miliki, lalu mereka pun dites dengan cara mencari tempat duduk sesuai angka/huruf yang sudah di siapkan, hasil dari tes tersebut terdapat WBS yang masih memiliki kesulitan membedakan komponen yang mirip/terbalik antara angka dan huruf seperti : d/b, n/m, r/n, E/3, B/8, V/U, W/M, J/L, 6/g, 9/6, dan sebagainya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap WBS, tentu saja intervensi ini akan dikelompokan dari masing-masing WBS dengan dibuat khusus kelompok belajar dengan metode yang menyenangkan secara kontinyu, semoga intervensi ini ada hasil yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas WBS yang berguna di masa depan.

Penulis:
Bambang Sudrajat, S.ST
(Peksos PSAA Putra Utama 4)
anasabilaAvatar border
barbekqAvatar border
barbekq dan anasabila memberi reputasi
2
3.7K
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Citizen Journalism
Citizen Journalism
KASKUS Official
16.7KThread15.2KAnggota
Tampilkan semua post
rikie_rizzaAvatar border
rikie_rizza
#2
Orang tua musti bersyukur kalo anaknya disleksia!!

Dysleksia adalah kelainan pada otak (brain disorder, bukan brain damage!) yang paling umum terjadi. Dysleksia melupakan kelainan otak yang paling menguntungkan karena penderita dysleksia PASTI memiliki super (brain) power.

Gw dysleksik dan karena minimnya informasi, kelainan gw selalu dianggap gw bodoh sama banyak orang. Ini yang bikin susah penderita dysleksik. Padahal 80% orang genius dunia adalah dysleksik. Mulai dari Newton sampai Einstein.

Super powernya apa aja yang bisa terjadi?
1. Yang paling umum, realisticimagination atau yang Einstein sebut dengan thought experiment dimana penderita bisa melakukan experimen atau apapun di dalam kepalanya seolah2 nyata.
2. Baca atau menulis terbalik atau mirrored seperti yang dipraktekan oleh Da Vinci, ya, dia disleksik juga.
3. Kreatifitas diatas rata2, karena keterbatasan pada otak untuk berfikir, penderita dysleksia selalu mencari jalan lain dan unik untuk memecahkan masalah. Makanya banyak banget innovator adalah seorang dysleksik
4. Ingatan gajah. Kalo dia suka sesuatu dan mendalaminya, dia akan ingat terus selama2nya. Jangan harap bisa lulus ujian final, karena ujian hanya menguji kemampuan short term memory kita emoticon-Ngakak (S)

Yang jadi masalah dengan anak disleksia hanya orang tuanya, mereka akan malu karena punya anak bego. Penderitaan terparah orang disleksik adalah saat dia sekolah. Well, dysleksia gw parah, dan sekarang gw pegang 3 US patent, 2 gelar S1 dan sebuah gelar master, belom lagi punya prusahaan sendiri yang dibangun dengan cara yang ga lazim. Dibandingin temen gw yang top of the class tapi sekarang jualan narkoba
barbekq
barbekq memberi reputasi
1
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.