- Beranda
- Stories from the Heart
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
...
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
⇝★Special Main cover by Special Somebody★⇜
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
╠⇌≪RULES≫⇋╣
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
Quote:
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
Quote:
╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣
Spoiler for FAQ:
╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:
Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.4K
929
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rzrdn62
#801
Part 43: Seorang Bedebah
Sudah satu hari terlewat sejak kejadian dimana gw mengecewakan Erlin. Padahal semua ini tidak seperti yang dia kira. Kemarin itu tidak seperti yang dia lihat, gw dan Aulia jalan hanya sebatas teman saja. Dan gw juga sudah memperingatkan Aulia agar bersikap seperti layaknya seorang teman saja pada malam itu. Gw tidak mengira kalau semua ini bisa berantakan seperti ini. Kacau...Sangat kacau.
Hari ini gw bangun kesiangan dan mengakibatkan gw menjadi bolos sekolah. Lagi pula, gw tidak sedang ada dirumah pagi ini. Seinget gw, semalam sehabis dari rumah Erlin gw bertemu dengan Soni di suatu minimarket yang letaknya tidak jauh dari komplek GR.
*Flashback*
Malam ini gw benar benar sudah mengacaukan semuanya. Erlin juga sampai tidak mau mendengar sama sekali perkataan gw saking kecewanya. Dia mengira gw sedang selingkuh dengan Aulia. Mungkin semua orang juga akan berpikiran sama jika melihat orang yang dia sayangi jalan bersama orang lain. Apakah hubungan gw dengan Erlin bisa kembali seperti semula? Gw harap begitu. Karena jika tidak, gw akan memilih untuk menyendiri daripada harus menyakiti hati cewek lagi.
Sehabis mengantar Aulia pulang kerumahnya, gw langsung pergi lagi menuju ke rumah Erlin. Tak apa lah gw jadi bolak balik semalaman ini. Yang penting gw bisa membuat Erlin jadi tenang kembali. Gw memacu Red dengan cepat di tengah keramain jalan raya. Tanpa memperdulikan mobil dan motor yang menghadang. Sepanjang jalan yang gw pikirkan hanyalah Erlin, Erlin dan Erlin...Apakah ini karena gw sudah benar benar mencintainya? Atau ini hanya obsesi gw saja? Apapun itu, yang jelas gw harus bisa memperbaiki ini seperti sedia kala.
Sesampainya di depan gerbang rumah Erlin gw turun dari Red dan membunyikan bel. Yang keluar menyambut gw bukanlah Erlin, melainkan ibunya.
Ibu Erlin: “Eh ada nak Reza, masuk nak.” –ucapnya sambil berjalan ke arah pintu gerbang dan membukakannya.
Gw: “Assalammualaikum tante...” –ucap gw lalu mencium tangan ibunya Erlin.
Ibu Erlin: “Waalaikumsalam. Kamu pasti nyariin Erlin kan?”
Gw: “Iya tante. Ada yang mau saya omongin sebentar dengan Erlin.”
Ibu Erlin: “Kayanya Erlin gak mau keluar deh nak Reza. Soalnya tadi dia pulang sambil nangis nangis, tante tanya kenapa tapi gak dijawab sama dia. Ayo masuk dulu nak.”
Gw: “Gak usah tante. Saya gak lama kok. Saya cuma mau ketemu Erlin doang kok, tapi Erlinnya gak mao keluar. Yaudah saya langsung pulang aja tante. Salam untuk Erlin ya tante.. Assalammualaikum.” –ucap gw sambil mencium tangan ibu Erlin.
Ibu Erlin: “Yaudah nak hati hati ya. Iya nanti tante sampaikan ke Erlin. Waalaikumsalam.”
Apakah Erlin sekecewa itu kepada gw? Sampai dia tidak ingin menemui gw sama sekali. Yasudahlah, lain waktu gw harus bisa bertemu langsung dengan Erlin agar bisa mengklarifikasi semuanya sampai tuntas. Gw langsung cabut dengan Red dari rumah Erlin, sekarang tidak ada tempat lain yang ingin gw tuju selain pulang kerumah. Tapi karena gw haus, gw memutuskan untuk mampir sebentar ke sebuah minimarket yang letaknya tidak jauh dari komplek GR. Sesampainya di parkiran, gw melihat sebuah mobil yang tidak asing lagi dimata gw. Mobil tersebut seperti mobil sedan milik Soni! Langsung saja gw masuk ke minimarket itu. Gw berjalan ke bagian minuman dan mengambil 2 kaleng minuman bersoda lalu membawanya ke kasir. Dan gw pun bertemu Soni di kasir. Ternyata dia juga hanya membeli beberapa minuman kaleng.
Soni: “Wehh brader gua. Ngapain lu malem malem gini kesini?”
Gw: “Gw abis kerumah Erlin Son. Ada masalah gw ama dia.”
Soni: “Masalah apa tuh bro?”
Gw: “Ya biasalah, cuma salah paham gitu.”
Soni: “Cuma salah paham kok lu sampai kelihatan murung begitu?” –ucapnya sambil meletakkan belanjaannya di kasir.
Gw: “Gak enak gw nyeritainnya Son.”
Soni: “Yaudah lah. Kalau gitu mending lu ikut gua. Kita seneng seneng. Gimana?”
Gw: “Seneng seneng kemana tuh?”
Soni: “Udaah, nanti juga lu tau.”
Setelah Soni membayar lalu mengambil belanjaannya, dia langsung keluar minimarket dan menunggu di mobilnya. Gw penasaran, sebenarnya Soni mau mengajak gw kemana? Bersenang senang? Yasudahlah...Selama ini bisa benar benar membuat gw happy untuk sementara, tidak ada salahnya gw ikut ajakannya Soni. Sesudah membayar belanjaan, gw juga langsung keluar minimarket dan menemui Soni yang sedang menunggu di samping mobilnya.
Soni: “Belanjaan lu sini dah taro mobil gua aja biar gak ribet.”
Gw: “Nih...Jangan sampe ilang.” –ucap gw sambil memberikan belanjaan gw.
Soni: “Yaelah ilang bisa beli lagi bro. Hahaha.” –ucapnya sambil membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya.
Gw langsung menaiki Red yang terparkir di parkiran yang tersedia. Soni menyalakan mobilnya dan memundurkannya, lalu melaju dengan kecepatan sedang. Gw pun langsung mengikuti Soni dari belakang dengan Red. Baru kali ini gw keluar sampai malam, untungnya orang tua gw tidak terlalu mengekang diri gw. Asal sudah izin, pasti dibolehkan. Soni mengarah ke sebuah tempat yang masih asing untuk gw. Walaupun gw orang Jakarta, tetapi gw tidak mengetahui sama sekali tempat ini. Soni menuju ke pintu masuk parkir khusus mobil, sedangkan gw masih mencari cari pintu masuk parkir khusus motor. Sempat kebingungan gw, tapi akhirnya gw menemukannya juga. Gw mengambil tiket parkir di mesin tiket, lalu memarkirkan Red di parkiran khusus motor yang tidak berada jauh dari gedung utama. Tunggu...Ngomong ngomong Soni parkir mobil dimana dia? Waduh, mana baru kali ini gw pergi ke tempat seperti ini. Lebih baik gw bertanya kepada orang orang sekitar saja lah. Karena malu bertanya, sesat di jalan.
Setelah bertanya kepada salah satu orang yang lewat, gw langsung berjalan menuju pintu masuk utama yang diberitahu oleh orang tersebut. Ternyata pintu masuk utamanya ada di samping, pantas saja dari depan tidak terlihat. Dan disana sudah ada Soni dengan seorang orang cowok dan cewek yang seumuran dengannya, menurut gw mereka itu adalah teman teman Soni. Sekilas tentang tempat ini. Ini adalah sebuah bangunan seperti hotel yang terletak di suatu tempat di Jakarta. Dengan ukuran yang begitu megah dan luas dengan dekorasi klasik sekaligus mewah. Disini sama sekali tidak terlihat tampang orang berdompet tipis seperti gw
Makanya gw rada minder juga kesini. Belum lagi orang orangnya yang bening dan cewek ceweknya juga enak untuk dipandang. Sepertinya malam ini gw diajak cuci mata oleh Soni. 
Gw: “Lo ngapain bawa gw ke hotel begini Son?”
Soni: “Ini bukan hotel bro. Kita clubbing dulu lah biar happy.”
Gw: “Clubbing apaan tuh?”
Soni: Ah payah lu bro clubbing aja gak tau. Udah ayo masuk.”
Gw, Soni dan teman temannya masuk ke dalam. Sesampainya di dalam kami disambut oleh waitress dengan ramah. Gw tidak tau Soni berbicara apa kepada waitressnya, kami segera diantar menuju lounge ditempat ini. Gw pikir ini sih bukannya hotel, tapi ini club malam. Wah gile...Setau gw, klub malam itu adalah tempatnya orang menghamburkan uang dengan berpesta ria, minum minum, mabok, bahkan sampai prostitusi. Kalau orangtua gw mengetahui jika gw pergi ke tempat seperti ini sih bisa habis gw. Sampai di lounge, kami duduk di sebuah sofa panjang yang terdapat meja di pinggirnya. Menurut gw desain lounge ini bagus sekali, mempunyai warna biru terang dengan beberapa dekorasi dan lampu neon yang terpasang di hampir setiap sudut langit ruangan. Gw duduk bersebelahan dengan teman Soni yang cewek. Cewek ini memiliki kulit sawo matang, berwajah agak lonjong, berhidung tidak terlalu mancung dan juga tidak pesek, mempunyai bibir yang menawan dan menantang, dan matanya yang tidak sipit serta mempunyai rambut hitam panjang.
Soni: “Gua mau mesen minuman nih. Vin, Lidya?”
Alvin: “Yang biasa aja dah bro.”
Lidya: “Sama gua juga.”
Soni: “Lu mau minum apa Rez?”
Gw: “Sama juga dah Son.
”
Soni: “Ok, sebentar ya.” –ucapnya lalu berdiri dan berjalan ke arah bartender.
Sebenarnya gw tidak tau biasanya kalau mereka disini meminum apa, tapi karena ini pertama kalinya gw kesini dan tidak tau menunya. Jadi gw mengikuti apa yang mereka pesan.
Beberapa menit kemudian Soni kembali ke tempat gw dan teman temannya duduk dengan bar tender yang membawakan beberapa gelas minuman pesanan kami. Hmm...Warnanya sih menarik. Entah apa ini namanya, tapi terlihat seperti sebuah sirup dimata gw. Langsung saja gw cicipi minuman tersebut. Setelah gw cicipi, rasanya sedikit aneh. Manis, tapi aneh. Dan seketika kepala gw menjadi sedikit pusing. Soni dan teman temannya terlihat sangat enjoy dengan minuman ini, mungkin karena mereka sudah terbiasa.
Gw: “Ini minuman apaan si Son? Abis minum ginian kepala gw serasa aneh.”
Soni: “Ini namanya minuman sejenis liqueur bro.”
Gw: “Liqueur? Apaan tuh?”
Soni: “Semacem minuman alkohol, Cuma rasanya macem macem dan gak pait.”
Gw: “Emang bejat dah lo Son. Hahaha.”
Soni: “Daah abisin broo. Gua yang bayarin dah. Ayo cheers dulu semua, buat brader gua Reza!”
Kami bersulang menikmati suasana malam yang terbelah oleh suara dentuman musik dubstep. Walaupun di lounge ini sangat ramai, tapi gw serasa disini hanya ada diri gw saja. Mungkin karena efek dari minuman tersebut, dan tanpa sadar gw menghabiskan satu gelas minuman itu...
*End of the flashback*
Cuma itu yang gw ingat dari kejadian kemarin malam, dan kini gw berada di suatu kamar yang memiliki interior klasik dengan spring bed yang lumayan besar. Yang jadi pertanyaan gw, mengapa ada pakaian cewek di ujung spring bed ini? Wah gawat. Apa semalam gw sudah berbuat hal bejat kepada seseorang? Dan ketika gw berjalan ke arah kamar mandi, pintu terkunci dan di dalam ada orang. Wah...Parah. Sudah bolos sekolah, mabuk sampai tidak sadarkan diri pula. Jika ditambah dengan berbuat hal bejat kepada seorang cewek bisa mampus gw. Dan hilanglah pula keperjakaan gw. Tapi, jika gw melakukan sesuatu harusnya gw tidak berpakaian. Dan sekarang kondisi gw masih berpakaian lengkap. Hanya saja gw merasakan sedikit aneh pada bibir gw, gw merasakan bibir gw sedikit lengket.
Entah karena apa, mudah mudahan saja bukan karena hal yang tidak tidak.
Hari ini gw bangun kesiangan dan mengakibatkan gw menjadi bolos sekolah. Lagi pula, gw tidak sedang ada dirumah pagi ini. Seinget gw, semalam sehabis dari rumah Erlin gw bertemu dengan Soni di suatu minimarket yang letaknya tidak jauh dari komplek GR.
*Flashback*
Malam ini gw benar benar sudah mengacaukan semuanya. Erlin juga sampai tidak mau mendengar sama sekali perkataan gw saking kecewanya. Dia mengira gw sedang selingkuh dengan Aulia. Mungkin semua orang juga akan berpikiran sama jika melihat orang yang dia sayangi jalan bersama orang lain. Apakah hubungan gw dengan Erlin bisa kembali seperti semula? Gw harap begitu. Karena jika tidak, gw akan memilih untuk menyendiri daripada harus menyakiti hati cewek lagi.
Sehabis mengantar Aulia pulang kerumahnya, gw langsung pergi lagi menuju ke rumah Erlin. Tak apa lah gw jadi bolak balik semalaman ini. Yang penting gw bisa membuat Erlin jadi tenang kembali. Gw memacu Red dengan cepat di tengah keramain jalan raya. Tanpa memperdulikan mobil dan motor yang menghadang. Sepanjang jalan yang gw pikirkan hanyalah Erlin, Erlin dan Erlin...Apakah ini karena gw sudah benar benar mencintainya? Atau ini hanya obsesi gw saja? Apapun itu, yang jelas gw harus bisa memperbaiki ini seperti sedia kala.
Sesampainya di depan gerbang rumah Erlin gw turun dari Red dan membunyikan bel. Yang keluar menyambut gw bukanlah Erlin, melainkan ibunya.
Ibu Erlin: “Eh ada nak Reza, masuk nak.” –ucapnya sambil berjalan ke arah pintu gerbang dan membukakannya.
Gw: “Assalammualaikum tante...” –ucap gw lalu mencium tangan ibunya Erlin.
Ibu Erlin: “Waalaikumsalam. Kamu pasti nyariin Erlin kan?”
Gw: “Iya tante. Ada yang mau saya omongin sebentar dengan Erlin.”
Ibu Erlin: “Kayanya Erlin gak mau keluar deh nak Reza. Soalnya tadi dia pulang sambil nangis nangis, tante tanya kenapa tapi gak dijawab sama dia. Ayo masuk dulu nak.”
Gw: “Gak usah tante. Saya gak lama kok. Saya cuma mau ketemu Erlin doang kok, tapi Erlinnya gak mao keluar. Yaudah saya langsung pulang aja tante. Salam untuk Erlin ya tante.. Assalammualaikum.” –ucap gw sambil mencium tangan ibu Erlin.
Ibu Erlin: “Yaudah nak hati hati ya. Iya nanti tante sampaikan ke Erlin. Waalaikumsalam.”
Apakah Erlin sekecewa itu kepada gw? Sampai dia tidak ingin menemui gw sama sekali. Yasudahlah, lain waktu gw harus bisa bertemu langsung dengan Erlin agar bisa mengklarifikasi semuanya sampai tuntas. Gw langsung cabut dengan Red dari rumah Erlin, sekarang tidak ada tempat lain yang ingin gw tuju selain pulang kerumah. Tapi karena gw haus, gw memutuskan untuk mampir sebentar ke sebuah minimarket yang letaknya tidak jauh dari komplek GR. Sesampainya di parkiran, gw melihat sebuah mobil yang tidak asing lagi dimata gw. Mobil tersebut seperti mobil sedan milik Soni! Langsung saja gw masuk ke minimarket itu. Gw berjalan ke bagian minuman dan mengambil 2 kaleng minuman bersoda lalu membawanya ke kasir. Dan gw pun bertemu Soni di kasir. Ternyata dia juga hanya membeli beberapa minuman kaleng.
Soni: “Wehh brader gua. Ngapain lu malem malem gini kesini?”
Gw: “Gw abis kerumah Erlin Son. Ada masalah gw ama dia.”
Soni: “Masalah apa tuh bro?”
Gw: “Ya biasalah, cuma salah paham gitu.”
Soni: “Cuma salah paham kok lu sampai kelihatan murung begitu?” –ucapnya sambil meletakkan belanjaannya di kasir.
Gw: “Gak enak gw nyeritainnya Son.”
Soni: “Yaudah lah. Kalau gitu mending lu ikut gua. Kita seneng seneng. Gimana?”
Gw: “Seneng seneng kemana tuh?”
Soni: “Udaah, nanti juga lu tau.”
Setelah Soni membayar lalu mengambil belanjaannya, dia langsung keluar minimarket dan menunggu di mobilnya. Gw penasaran, sebenarnya Soni mau mengajak gw kemana? Bersenang senang? Yasudahlah...Selama ini bisa benar benar membuat gw happy untuk sementara, tidak ada salahnya gw ikut ajakannya Soni. Sesudah membayar belanjaan, gw juga langsung keluar minimarket dan menemui Soni yang sedang menunggu di samping mobilnya.
Soni: “Belanjaan lu sini dah taro mobil gua aja biar gak ribet.”
Gw: “Nih...Jangan sampe ilang.” –ucap gw sambil memberikan belanjaan gw.
Soni: “Yaelah ilang bisa beli lagi bro. Hahaha.” –ucapnya sambil membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya.
Gw langsung menaiki Red yang terparkir di parkiran yang tersedia. Soni menyalakan mobilnya dan memundurkannya, lalu melaju dengan kecepatan sedang. Gw pun langsung mengikuti Soni dari belakang dengan Red. Baru kali ini gw keluar sampai malam, untungnya orang tua gw tidak terlalu mengekang diri gw. Asal sudah izin, pasti dibolehkan. Soni mengarah ke sebuah tempat yang masih asing untuk gw. Walaupun gw orang Jakarta, tetapi gw tidak mengetahui sama sekali tempat ini. Soni menuju ke pintu masuk parkir khusus mobil, sedangkan gw masih mencari cari pintu masuk parkir khusus motor. Sempat kebingungan gw, tapi akhirnya gw menemukannya juga. Gw mengambil tiket parkir di mesin tiket, lalu memarkirkan Red di parkiran khusus motor yang tidak berada jauh dari gedung utama. Tunggu...Ngomong ngomong Soni parkir mobil dimana dia? Waduh, mana baru kali ini gw pergi ke tempat seperti ini. Lebih baik gw bertanya kepada orang orang sekitar saja lah. Karena malu bertanya, sesat di jalan.

Setelah bertanya kepada salah satu orang yang lewat, gw langsung berjalan menuju pintu masuk utama yang diberitahu oleh orang tersebut. Ternyata pintu masuk utamanya ada di samping, pantas saja dari depan tidak terlihat. Dan disana sudah ada Soni dengan seorang orang cowok dan cewek yang seumuran dengannya, menurut gw mereka itu adalah teman teman Soni. Sekilas tentang tempat ini. Ini adalah sebuah bangunan seperti hotel yang terletak di suatu tempat di Jakarta. Dengan ukuran yang begitu megah dan luas dengan dekorasi klasik sekaligus mewah. Disini sama sekali tidak terlihat tampang orang berdompet tipis seperti gw
Makanya gw rada minder juga kesini. Belum lagi orang orangnya yang bening dan cewek ceweknya juga enak untuk dipandang. Sepertinya malam ini gw diajak cuci mata oleh Soni. 
Gw: “Lo ngapain bawa gw ke hotel begini Son?”
Soni: “Ini bukan hotel bro. Kita clubbing dulu lah biar happy.”
Gw: “Clubbing apaan tuh?”
Soni: Ah payah lu bro clubbing aja gak tau. Udah ayo masuk.”
Gw, Soni dan teman temannya masuk ke dalam. Sesampainya di dalam kami disambut oleh waitress dengan ramah. Gw tidak tau Soni berbicara apa kepada waitressnya, kami segera diantar menuju lounge ditempat ini. Gw pikir ini sih bukannya hotel, tapi ini club malam. Wah gile...Setau gw, klub malam itu adalah tempatnya orang menghamburkan uang dengan berpesta ria, minum minum, mabok, bahkan sampai prostitusi. Kalau orangtua gw mengetahui jika gw pergi ke tempat seperti ini sih bisa habis gw. Sampai di lounge, kami duduk di sebuah sofa panjang yang terdapat meja di pinggirnya. Menurut gw desain lounge ini bagus sekali, mempunyai warna biru terang dengan beberapa dekorasi dan lampu neon yang terpasang di hampir setiap sudut langit ruangan. Gw duduk bersebelahan dengan teman Soni yang cewek. Cewek ini memiliki kulit sawo matang, berwajah agak lonjong, berhidung tidak terlalu mancung dan juga tidak pesek, mempunyai bibir yang menawan dan menantang, dan matanya yang tidak sipit serta mempunyai rambut hitam panjang.
Soni: “Gua mau mesen minuman nih. Vin, Lidya?”
Alvin: “Yang biasa aja dah bro.”
Lidya: “Sama gua juga.”
Soni: “Lu mau minum apa Rez?”
Gw: “Sama juga dah Son.
”Soni: “Ok, sebentar ya.” –ucapnya lalu berdiri dan berjalan ke arah bartender.
Sebenarnya gw tidak tau biasanya kalau mereka disini meminum apa, tapi karena ini pertama kalinya gw kesini dan tidak tau menunya. Jadi gw mengikuti apa yang mereka pesan.
Beberapa menit kemudian Soni kembali ke tempat gw dan teman temannya duduk dengan bar tender yang membawakan beberapa gelas minuman pesanan kami. Hmm...Warnanya sih menarik. Entah apa ini namanya, tapi terlihat seperti sebuah sirup dimata gw. Langsung saja gw cicipi minuman tersebut. Setelah gw cicipi, rasanya sedikit aneh. Manis, tapi aneh. Dan seketika kepala gw menjadi sedikit pusing. Soni dan teman temannya terlihat sangat enjoy dengan minuman ini, mungkin karena mereka sudah terbiasa.
Gw: “Ini minuman apaan si Son? Abis minum ginian kepala gw serasa aneh.”
Soni: “Ini namanya minuman sejenis liqueur bro.”
Gw: “Liqueur? Apaan tuh?”
Soni: “Semacem minuman alkohol, Cuma rasanya macem macem dan gak pait.”
Gw: “Emang bejat dah lo Son. Hahaha.”
Soni: “Daah abisin broo. Gua yang bayarin dah. Ayo cheers dulu semua, buat brader gua Reza!”
Kami bersulang menikmati suasana malam yang terbelah oleh suara dentuman musik dubstep. Walaupun di lounge ini sangat ramai, tapi gw serasa disini hanya ada diri gw saja. Mungkin karena efek dari minuman tersebut, dan tanpa sadar gw menghabiskan satu gelas minuman itu...
*End of the flashback*
Cuma itu yang gw ingat dari kejadian kemarin malam, dan kini gw berada di suatu kamar yang memiliki interior klasik dengan spring bed yang lumayan besar. Yang jadi pertanyaan gw, mengapa ada pakaian cewek di ujung spring bed ini? Wah gawat. Apa semalam gw sudah berbuat hal bejat kepada seseorang? Dan ketika gw berjalan ke arah kamar mandi, pintu terkunci dan di dalam ada orang. Wah...Parah. Sudah bolos sekolah, mabuk sampai tidak sadarkan diri pula. Jika ditambah dengan berbuat hal bejat kepada seorang cewek bisa mampus gw. Dan hilanglah pula keperjakaan gw. Tapi, jika gw melakukan sesuatu harusnya gw tidak berpakaian. Dan sekarang kondisi gw masih berpakaian lengkap. Hanya saja gw merasakan sedikit aneh pada bibir gw, gw merasakan bibir gw sedikit lengket.
Entah karena apa, mudah mudahan saja bukan karena hal yang tidak tidak.Diubah oleh rzrdn62 04-05-2017 21:27
0
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/28/8656089_201704280710150445.jpg)

![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/02/6955937_20170502044501.png)
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/03/6955937_20170503100444.png)